
Happy reading
Setelah serangkaian acara telah terlaksana malam pun tiba, Tamara dan Kenzie yang hari ini menjadi raja dan ratu semalam itu tampaknya juga sudah lelah.
Seperti saat ini, Tamara yang tak kuat menahan kantuknya malah meminta digendong oleh Kenzie padahal Tamara tahu Kenzie juga lemas.
"Sayang jangan tidur dulu dong, ini malam pertama kita loh," ujar Kenzie mencegah istrinya untuk menutup matanya.
Tamara yang mendengar itu malah menggelengkan kepalanya seraya menyembunyikan wajahnya di dada Kenzie.
"Aku ngantuk banget, semalam kan kamu gak biarin aku tidur nyenyak," ujarnya dengan suara parau. Jangan lupakan Tamara yang menguap berberapa kali itu.
Kenzie yang tak tega itu membiarkan apa yang dilakukan istri sahnya ini dalam gendongannya.
Ting
Lift menuju kamar pengantin itu terbuka, Kenzie berjalan pelan menuju kamar mereka yang sudah dipersiapkan oleh Kenzie. Kamar berbeda dengan kamar yang tadi siang mereka gunakan untuk make up.
Setelah sampai kamar, Kenzie langsung membaringkan tubuh sang istri di sana. Rasanya ia juga malas untuk mandi hingga membuat Kenzie langsung membaringkan tubuhnya di samping sang istri.
Seperti biasa Kenzie melepas gaun bagian atas Tamara dan mencari sesuatu disana. Setelah menemukan apa yang sudah ia cari, Kenzie langsung mengemutnya dengan rakus. Entahlah akhir akhir ini Kenzie lebih sering menyusu pada Tamara.
***
Di sisi lain, Lucas tak bisa lagi menahan untuk tidak memeluk Bella hingga melupakan Laura yang saat ini sedang duduk di kursi belakang.
"Aku masih belum percaya jika kita akan mendapat rezeki secepat ini sayang."
Lucas mengecup punggung tangan Bella, sedangkan Bella masih tak percaya dengan apa yang diucapkan dokter tadi.
"Sayang, kandungan aku udah masuk 3 minggu sedangkan kita berhubungan saat itu baru berapa hari. Apa mungkin ini bukan anak kamu?" tanya Bella menatap perutnya.
Apa dia dulu pernah berhubungan dengan pria lain sebelum mengingat Lucas sebagai suaminya. Tapi Bella tak ingat apa apapun soal itu bahkan berberapa bulan ini Bella selalu ada di rumah besar itu.
"Ini anak aku sayang, dan aku sangat bahagia akan hal itu. Terima kasih sudah mau memberiku kebahagiaan ini kembali," ujar Lucas dengan senyumnya.
"Tapi..."
"Ssttt nanti aku ceritakan di rumah. Aku gak bisa cerita sekarang, tapi yang pasti aku sangat bahagia dengan kabar ini."
Bella hanya bisa mengangguk dengan wajah bingungnya, ia masih bingung dan pusing memikirkan akan hal ini. Ia bahagia karena bisa hamil secepat ini, tapi yang membuat ia bingung kenapa usia kandungannya tak sesuai dengan apa yang mereka lakukan.
Entahlah memikirkan hal itu membuat perutnya tiba tiba lapar. Hingga tatapannya beralih ke sate yang sedang di kipas itu, aromanya sangat mengharumkan hingga membuat Bella tanpa sadar menjilat bibirnya sendiri.
"Mau sate itu," ujarnya menujuk sate dipinggir jalan itu.
"Gak higienis sayang."
Lucas menatap istrinya yang saat ini sedang mengelus perut ratanya itu. Lucas juga ingat jika istrinya belum makan sedari siang, bahkan tadi sebelum ke rumah sakit Bella tak mau makan.
"Ya sudah, dimakan di mobil atau di sana?" tanya Lucas mengelus rambut Bella. Mereka juga masih menggunakan pakaian yang tadi mereka pakai saat ke acara pernikahan Sekretaris Lucas dan Sahabatnya.
"Di sana aja, sambil lihat mobil lalu lalang," jawab Bella yang sudah tersenyum cerah secerah
Akhirnya mobil berwarna putih itu berhenti tak jauh dari tempat tukang sate itu.
"Laura gak akan bangun kan Sayang?" tanya Bella dan dijawab gelengan oleh Lucas.
"Tenang aja, dia kalau kelelahan pasti tidurnya gak bakal keganggu," jawab Lucas menatap putrinya yang sudah nyenyak terlelap itu.
Mereka turun dari mobil menuju tukang sate itu. Bella dan Lucas mengambil tempat duduk dan memesan sate.
"Udah lama banget ya kita gak makan di pinggir jalan gini. Berasa kayak kembali kemasa lalu," ujarnya menatap banyak kendaran yang lewat di depan mereka.
Suasana yang bisa dibilang romantis karena Bella menyandarkan kepalanya di pundak Lucas. Sepertinya mereka lupa tempat, walau begitu keduanya tak menghiraukan apapun yang terpenting mereka bahagia.
Tak lama sate pesanan mereka datang, Bella yang melihat bumbu yang banyak itu langsung mencuci tangannya dan mulai memakan sate ayam itu.
Lucas yang melihat Bella sangat lahap memakan sate itu hanya bisa menggeleng. Bella seperti orang yang tak makan seminggu jika dilihat lihat.
"Pelan pelan aja sayang, aku juga gak akan ambil kok. Kalau masih kurang kamu makan punyaku dan juga persen lagi."
Lucas mengusap noda bumbu di sudut bibir Bella hingga membuat Bella malu. Tapi malunya itu langsung hilang saat melihat es kelapa yang baru saja datang.
"Untung cinta."
**Bersambung
Kira kira kenapa ya kok kandungan Bella udah 3 Minggu padahal kan mereka baru begituan berberapa hari ini**???
Hai hai, jangan lupa mampir ke novel teman Tya judulnya TAWANAN CINTA PLAYBOY, karya
(Thatya0316)
Thalia Rafika Azhari mencintai sahabatnya sendiri dalam diam. Meskipun dia tahu kalau sahabatnya itu merupakan seorang playboy. Namun, kedekatannya dengan Sandiaga Lancanter membuat Thalia tidak bisa berpaling dari rasa cintanya.
Hingga pada saat orang tuanya menjodohkan dia pada seorang lelaki pilihan keluarganya, Sandiaga merasa sangat terpukul sehingga dia mencari cara agar menggagalkan perjodohan itu.
Mungkinkah pernikahan Thalia berjalan sesuai rencana? Atau dia kembali bersama Sandiaga meskipun hanya sebagai sahabat? Ataukah keduanya sama-sama menyadari kalau memiliki cinta yang tersimpan rapi di hati untuk sahabatnya?