
Happy reading
"Mommy, Laula mau dilingkal lingkal kayak plincess Elsa," ujar Laura dengan riangnya saat sang Mommy menyisir rambut indahnya.
"Princess Elsa?" tanya Bella dan dianggukkan Laura.
Tentu saja Bella tahu apa yang dimaksud Laura, tokoh Elsa si manusia es itu adalah kartun yang digemari oleh Laura akhir akhir ini.
Dengan telaten Bella mengepang rambut Laura dengan senyumnya. Laura yang senang rambutnya di buat seperti tokoh kesayangan itu bahagia.
Pas sekali dress yang dipakai gadis itu berwarna biru muda yang membuat Laura sangat cocok dengan baju itu.
"Nah sekarang putri Mommy sudah cantik," ujar Bella memberi sedikit pernik di rambut Laura.
"Lambutnya Laula walnanya cokelat talau Elsa putih."
"Kan bawaan dari lahir gitu sayang," ujar Bella mengecup pipi gembul sang putri.
Bella mengangkat tubuh Laura dan mendudukkannya di ranjang itu. Tepat sekali Lucas yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya saja.
"Astaga Daddy."
Bella langsung menuntun suaminya ke walk closed, karena ia tak mau Laura melihat Daddynya yang bertelanjang dada. Bella tak mau putrinya mengambil sisi negatif dari ini semua.
"Kenapa gak pakai baju?" tanya Bella mengambilkan baju yang couple dengan Bella dan Laura.
"Sengaja, biar kamu bisa pakaian baju aku," jawabnya dengan senyum termanis milik Lucas.
"Dasar Daddynya Laura, persis sama kayak anaknya," cibir Bella memakaikan baju dan celana untuk suaminya.
Tanpa sengaja tangan Bella menyentuh benda keramat yang lagi bobo ganteng di bawah sana.
"Sayang," rengeknya menatap Bella yang hanya tersenyum.
"Gak sengaja sumpah, salah sendiri gak mau pake baju sendiri," ujar Bella dengan santainya.
Setelah drama kecil itu, Lucas juga mencuri ciuman dari Bella yang ada di depannya kini. Jangan lupakan tangan kekar itu yang sudah melingkar di pinggang sang istri itu.
"Makin cantik aja Mommynya Laura," goda Lucas mengecup kembali kening dan bibir Bella.
"Kamu juga makin tampan tahu, aku aja kadang gak rela buat lepas kamu kerja. Nanti kalau kamu kepincut sama cewek diluar sana gimana?"
"Nanti aku sama Laura sama siapa kalau kamu sama cewek lain?" tanyanya dengan sendu. Tak jarang Bella berpikir jika suaminya ini menyukai wanita lain karena 3 tahun tak bersamanya.
Cups
"Kamu mikirnya terlalu jauh sayang, kamu tahu kan yang ada di hati dan jiwa aku hanya nama kamu. Wanita lain siapa lagi itu? Aku gak akan khianati kamu dan anak anak kita nanti," jawab Lucas dengan senyum manisnya.
Bella percaya dengan ucapan Lucas yang mengatakan hal itu, tapi tetap saja ada sedikit rasa sedih.
"Udah yuk turun, kita harus isi tenaga dulu sebelum pergi."
"Kenapa gak makan di pesta aja?" tanya Bella yang digandeng suaminya keluar dari sana.
Kemudian Lucas mengangkat Laura dan berjalan menuju lift.
"Karena kita gak akan lama di pesta Tedy. Kamu tahu kan kita akan datang ke dua pesta hari ini. Aku gak mau sampai kamu dan Laura sakit karena gak sarapan. Nanti kita makan lagi di pesta Tamara dan Kenzie hmm."
Bella menyetujui saran Lucas. Mereka keluar dari lift menuju meja makan. Disana sudah banyak makanan yang tertata rapi dan enak.
Ketiganya mulai memakan sarapan mereka, dengan Bella yang menyuapi Laura dengan pelan.
***
"Laura nanti gak boleh rewel ya sayang, sebelum ke pesta Tante Tamara dan Om Kenzie kita ke pesta teman Daddy dulu."
Bella sedari tadi sudah mewanti-wanti agar Putrinya bisa lebih tenang dan hal itu berhasil. Laura tak akan rewel saat ini sampai nanti. Karena Laura akan rewel jika gadis kecil itu lelah dan ingin tidur.
Sampailah mereka di pesta pernikahan Tedy, keduanya masuk ke dalam acara yang sudah digelar itu. Sekretaris Lucas itu sangat senang melihat atasannya datang ketempat pestanya yang kecil ini.
Bella dan Lucas datang ke pesta pernikahan Tedy saat resepsi, sontak saja para karyawan yang melihat atasannya datang bersama seorang wanita itu hanya bisa menahan rasanya iri pada Bella yang bisa datang dengan Tuannya dan Putri cantik itu.
"Selamat Tedy," ucap Lucas menyalami Tedy.
"Terima kasih Tuan, Nyonya sudah mau datang ke pesta kecil kami. Perkenalkan ini Irene istri saya," ucap Tedy memperkenalkan istrinya.
"Terima kasih Tuan, Nyonya sudah berkenan datang ke pesta kami."
Pandangan Irene menuju Laura yang berada di gendongan Lucas. Apakah itu putri Tuan dan Nyonya suaminya pikir Irene.
"Ini hadiah dari kami, gak besar sih tapi semoga berguna," ucap Bella memberikan hadiah yang berukuran kecil.
"Terima kasih Nyonya, kehadiran kalian saja sudah membuat kami senang. Tidak perlu hadiah seperti ini, tapi kami sangat berterima kasih," ujar Irene dengan senyum.
Bella hanya mengangguk serta senyumnya sedangkan Lucas seperti biasa hanya mengangguk.
"Maaf ya, kami tidak bisa lama. Karena setelah ini kami juga masih harus menghadiri acara pernikahan sahabatku," ujar Bella yang sebenarnya tak enak dengan pasangan baru ini.
""Tidak apa apa Nyonya. Kami senang kalian bisa datang, apalagi membawa nona manis ini," ujar Irene mencubit pipi Laura.
"Jangan ubit ubit Laula," sentak Laura yang tak suka dengan orang baru.
"Sayang gak boleh gitu, Mommy gak pernah ajarin Laura untuk bersikap gitu loh sama orang yang lebih tua," ujar Bella pada Laura yang mulai menunduk. Sungguh putrinya ini mirip sekali dengan Lucas.
"Minta maaf sama Tante," ujar Bella dengan lembut.
"Laula minta aap," lirihnya menatap Irene.
Irene tersenyum mendengar itu, sungguh lucu sekali putri dari bos suaminya ini.
"Iya sayang, maaf juga Tante sudah mencubit pipi kamu hmm."
Laura mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di leher Daddynya.
"Kamu sudah meminta cuti dari kantor?" tanya Lucas pada Tedy.
"Sudah Tuan, sama izin 3 hari dari kantor," jawab Tedy dengan sopan.
"Hmm, kamu boleh izin seminggu. Setelah itu kamu masuk seperti biasa. Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian."
"Terima kasih Tuan," jawab Tedy dan dianggukkan oleh Lucas.
Setelah memberikan selamat pada pasangan ini, Lucas dan Bella pamit pada mereka terutama pada orang tua mempelai wanita dan pria.
"Dad, Laula mau makan itu."
Ucapan Laura membuat kedua orang ini berhenti dan menatap arah tunjukan Laura.
"Laura mau cake itu hmm?" tanya Bella dan dianggukkan oleh Laura.
"Kita disini sebentar ya sayang. Laura kayaknya pengen banget sama kue itu," ujar Bella dan dituruti oleh Lucas.
Bella mengambil satu kue untuk Laura sedangkan anak dan suaminya duduk di kursi yang sudah disediakan.
Bella bisa melihat jika Lucas sangat dikagumi di kantornya terutama karyawan perempuan.
Bersambung
Hai hai balik lagi nih, baca yuk novel teman aku judulnya Apa Salahku Tuan karya Muda Anna.
APA SALAHKU TUAN?
(Muda Anna)
Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan, tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. Perlakuan suami sirinya selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.
Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya, pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan.
Sayangnya takdir mempertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?