Daddy Lucas

Daddy Lucas
Pemotretan



Happy reading


Hari demi hari berlalu, setelah hari dimana mereka bertemu dan melepas kangen kini keluarga mereka sedang melakukan sesi foto untuk apa? Untuk nantinya dibuat lukisan yang akan dipajang di ruang keluarga nanti.


"Kamu sangat cantik dengan perut bulat ini sayang," ujar Lucas yang kini masih berada di kamar mereka.


Proses pemotretan akan dilakukan di dalam mansion milik Lucas. Karena ini juga pemotretan keluarga kecil Lucas yang saat kandungan Bella besar.


"Aiss perutku bulat juga gara gara kamu, kalau aja kamu bisa menundanya. Perutku juga gak ada bulat seperti ini," jawab Bella mengelus perut bulatnya yang berada di balik dress berwarna hitam itu.


"Aku tidak menyesal membuat perutmu membulat seperti ini, dan aku bangga akan hasil yang aku dapat saat ini. Dengan begini kamu akan berpikir dua kali bahkan seribu kali untuk meninggalkan aku dan anak anak," balas Lucas dengan tenang. Tangannya beralih mengecup kening dan bibir Bella, bahkan tangannya sudah berada dibelakang tengkuk leher Bella..p,p


"Emmhh."


Bella mulai mengalungkan tangannya di leher Lucas seraya membuka mulutnya. Lucas yang menyukai apa yang dilakukan sang istri itu langsung mengekspor mulut sang istri.


"Emm sudah, kak Leo sama Kak Caramel udah nunggu di bawah tahu," ujar Bella menghentikan kegiatan mereka yang bisa membuat mereka khilaf.


"Manis seperti biasa," ujar Lucas melepaskan ciuman lembut mereka.


Bella yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kemudian mengecup singkat bibir suaminya sebagai penutup kegiatan mereka.


"Apa aku sudah kelihatan cantik? Aku mau hasilnya nanti bagus."


"Kamu selalu cantik di mataku sayang, bahkan tanpa kamu bertanya pun aku akan bilang kalau kamu adalah wanita paling cantik di dunia ini," jawab Lucas mengelus pipi putih sang istri.


"Apa seperti itu?" Lucas mengangguk dan mulai menggandeng tangan sang istri menuju tempat pemotretan disana sudah ada Leo, Caramel, Laura, Arka dan si kembar yang juga sudah didandani dengan cantik dan tampan.


"Lihat mereka sudah menunggu kita," ujar Bella mempercepat langkahnya.


"Jangan lari lari sayang, aku gak mau kamu dan anak kita kenapa napa," ujar Lucas saat Bella melepas genggaman tangannya.


"Iya maaf," jawab Bella yang sudah berada di antara Kaka dan kakak iparnya.


"Arka jadi tinggal sama Tante?" tanya Bella pada Arka yang ikut serta dalam prosesi pemotretan kali ini.


"Arka mau sama Mama papa aja, Tan. Jaga adik adik," jawab Arka yang kini sudah mulai mau terbuka dengan keluarga baru mereka.


"Yah padahal Tante sama Om senang loh kalau kamu ada di sini. Bisa main sama Laura juga," ujar Bella mengelus pipi Arka.


"Maaf Tante."


Bella tahu Laura sangat nyaman dengan Arka, walau mereka masih ada sedikit jarak saat bersama. Laura seperti mendapat kakak yang sebenarnya saat ada Arka.


"Laura mau kakak tinggal disini."


Bella menatap Caramel yang sedang duduk diantara Arka dan Laura itu.


"Walau nanti kak Arka tidak serumah dengan Laura. Tante pasti akan sering ajak kak Arka dan si kembar main kesini."


"Janji ya Tante," ujar Laura dan dianggukkan oleh Caramel.


Singkat cerita prosesi pemotretan pun dimulai, mereka tampak memamerkan senyum mereka walau sedikit kaku. Kenzie dan Tamara yang diundang juga untuk mengikuti proses itu.


"Sudah jangan ngambek gitu, nanti aku kasih double," bisik Tamara menghadap suaminya yang dalam mode ngambek karena kegiatan mereka harus berakhir karena Tamara terus ditelepon Bella untuk cepat datang.


"Hmm."


Bella yang melihat sahabatnya cemberut itu hanya bisa menggeleng, bisa bisa saja kelakuan pasangan ini.


Seraya menunggu hasil lukisan dari anak buah Leo jadi mereka semua berkumpul di ruang keluarga mansion itu.


Bersambung


Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yuk judulnya ASMARA TURUN RANJANG


(Lichalika)



Wanita mana yang sanggup hidup menjanda saat baru dua hari menikah? Di tinggalkan suami tercinta untuk selama-lamanya, membuat kehidupan Khaira Arandhita, gadis yang biasa dipanggil Aira, menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Ia harus menikah dengan adik iparnya sendiri karena wasiat dari mendiang suaminya.


"Jangan pernah berharap Aku akan menyentuhmu, karena Aku sudah mencintai wanita lain, pernikahan ini ku anggap hanya sebuah kesepakatan, bukan ikatan." ucap Martin kepada Aira di saat malam pengantin mereka.


Martin Nugroho, mantan adik ipar yang kini menjadi suami Aira, yang sudah memiliki kekasih yang di pacarinya sejak dua tahun, Martin memaksa tetap akan menikahi pacarnya meskipun dirinya sudah menikah dengan istri dari kakaknya.


Akankah kehidupan rumah tangga Aira berjalan mulus? Mampukah Aira meluluhkan hati suaminya?


Ikuti kisah romantis mereka ❤️❤️


Novel pertama author yang bertema religi, mohon dukungannya ya 😊🥰❤️