Daddy Lucas

Daddy Lucas
Tangisan Laura



Happy reading


Tak terasa hari sudah menujukkan pukul 5 pagi, Lucas yang sudah terbiasa bangun jam segitu mulai membuka matanya.


Hal pertama yang ia lihat adalah wajah teduh Bella yang saat ini sedang memeluk dadanya. Lucas merasa pagi ini adalah pagi paling spesial sejak kepergian istrinya dulu.


Jika ia bisa menghentikan waktu, Lucas ingin menghentikan waktu sekarang dimana Bella yang masih terlelap dalam dekapan hangatnya.


"Aku masih tak percaya jika kamu sudah kembali, aku pikir kamu akan pergi selama lamanya," gumam Lucas dengan tangan yang mulai terukur untuk mengelus rambut Bella yang sangat lembut.


"Eugh."


Bella menggeliat pelan dengan mata tertutup, Bella kembali melanjutkan tidurnya. Tak ada yang lebih nyaman daripada memeluk guling ini.


Biasanya Bella akan bangun jam 5.15 pagi. Dan ia akan terbangun sendiri. Karena saat ini Bella masih menganggap Lucas adalah Laura, gadis yang selalu ia peluk saat pagi dan akan tidur.


"Dasar kebo."


Lucas mengelus lembut rambut Bella hingga Bella terbangun sendiri. Pandangan Lucas tak lepas dari wajah cantik Bella.


Hingga saat tiba dimana Bella mulai membuka matanya dengan pelan. Melihat itu Lucas malah kembali memejamkan matanya walau tidak sampai terlelap.


"Udah pagi ternyata. Ku kira ini hanya mimpi tapi tidak, ini kenyataan."


Bella tak langsung bangun, ia masih di dalam dekapan Lucas yang sangat hangat itu.


"Maafkan aku selama 3 tahun ini. Kalian pasti sangat kesepian tanpa aku, maafkan aku sayang aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu," ujar Bella menatap wajah Lucas.


Lucas yang mendengar itu langsung membuka matanya dan betapa terkejutnya saat ia melihat air mata Bella sudah membasahi wajah cantik wanita itu. Menangis tanpa suara, hanya badannya saja yang bergetar.


"Hei sayang kamu kenapa menangis hmm?" tanya Lucas menghapus air mata Bella.


"Kamu sudah bangun?" tanya Bella mencoba untuk tersenyum. Ia tak mau membuat suaminya ini sedih karena air matanya ini.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Lucas tanpa menjawab pertanyaan Bella.


"Maaf."


Lucas menghembuskan nafasnya pelan kemudian membawa tubuh Bella ke dalam dekapannya. Ia tak mau ada air mata lagi keluar dari mata Bella selain air mata bahagia.


"Jangan nangis, kamu sembuh dan kembali kepada kami. Itu adalah hal yang paling membahagiakan buat aku dan Laura, anak kita bisa merasakan kasih sayang penuh dari ibunya. Sudah jangan menangis lagi," ucap Lucas yang membuat Bella bertambah kenang menangisinya.


Bella bersyukur memiliki suami seperti Lucas, dia juga bersyukur bisa kembali merasakan kasih sayang dari orang yang ia sayang. Walaupun ia punya kesalahan meninggalkan suami dan anaknya untuk berobat.


Cup


Cup


Cup


"Mommynya Laura masa cengeng sih?" tanya Lucas menggoda istrinya.


Bella yang digoda itu malah menelusupkan wajahnya di dada Lucas dan mengusapkan ingusnya di dada bidang Lucas.


Bukanya jijik tapi Lucas hanya terkekeh geli. Dadanya yang basah karena ingus yang keluar dari hidung Bella itu membuat ia geli.


"Suka banget ya sama dadaku? Sampai kamu usap ingus kamu di dadaku hmm?" tanya Lucas dengan lembut.


Bella tak menjawab, ia menenangkan dirinya agar tak menangis lagi.


"Maaf ya."


"Sudah jangan dipikirkan. Aku cuma mau kamu merasa bahagia sekarang. Jangan mikir yang enggak enggak. Kita senang kamu sudah ingat dan kembali pada kita," ujar Lucas dengan lembut.


"Heem, tuh kan aku jadi nangis."


Bella bangun dari baringannya dan mulai berlari menuju kamar mandi meninggalkan Lucas yang terbengong karena tingkah sang istri yang sudah berubah ceria.


Hingga Lucas memutuskan untuk ikut bangun dan melihat jam di atas nakas itu. Ternyata sudah pukul 5 lebih. Lucas berjalan menuju kamar putrinya dengan telanjang dada. Ingus yang tadi menempel juga sudah ia usap.


Ceklek


"Daddy," pekik Laura yang sudah duduk di kasur itu dengan mata sayu.


Biasanya saat ia bangun ada Bella disampingnya tapi saat ini tak ada, hingga membuat ia kaget dan belum sepenuhnya sadar jika Mommynya tak ada disana.


"Mommy hilang, Daddy," tangis Laura pecah saat melihat Daddynya berdiri di depan pintu itu.


Sedangkan Lucas yang melihat putrinya nangis kejer itu langsung menghampiri sang putri dan memeluknya. Apa sebegitu besarnya peran Bella selama berberapa bulan ini untuk putrinya.


"Mommy."


"Mommy mana, dad. Hiks hiks."


"Mommy ada di kamar sayang. Kamu gak perlu nangis seperti ini."


"Laula mau Mommy, Mommy."


Tangisan Laura semakin menjadi. Lucas menggendong tubuh Laura dengan lembut menenangkan Laura yang menangis.


"Sstt sayang sudah jangan menangis."


"MOMMY!!!"


Pekikan membuat Bella yang sedang berada di kamar itu langsung dengan cepat memakai pakaiannya. Ia panik, kenapa putrinya itu berteriak sekencang itu.


Bella tak menghiraukan pakaian apa yang saat ini ia pakai.


Brak!


Pintu kamar itu di buka paksa oleh Bella, dengan nafas naik turun Bella menatap kedua orang yang sedang berpelukan itu. Lebih tepatnya Lucas yang menenangkan putrinya yang sedang menangis.


"Kenapa sayang?" tanya Bella menutup kasar pintu kamar Laura dan mengambil alih tubuh Laura.


Laura yang melihat mommy nya itu mulai nemplok bagaikan anak kanguru yang selalu berada di kantong sang ibu.


"Kenapa Laura nangis? Gimana janjinya kemarin? Laura mau jadi anak yang baik kamu sayang. Katanya pengen punya adik bayi. Tapi kenapa sekarang malah mewek gini?" tanya Bella menimang tubuh kecil sang putri.


Laura masih saja terisak di ceruk leher Lucas. Gadis itu tak mau menjawab karena nadanya masih terisak.


Uhuk uhuk uhuk


"Tuh kan sekarang jadi batuk, kamu sih. Mommy gak kemana mana sayang, mommy semalam tidur sama Daddy."


Bella mengelus dada Laura dengan pelan, ia tak mau membuat putrinya semakin sesak dan batuk terus karena tangis.


Sembari menunggu Bella menimang Laura dengan lembutnya. Tatapan Lucas tak sedetikpun berpaling dari Bella yang menghentikan Laura menangis itu.


Bagian bawahnya menegang saat melihat istrinya hany memakai tank top, dan celana pendek seperti biasa. Tapi jika dulu Bell menggunakan baju yang tertutup hari ini Bella sangat beda.


"Kamu sengaja goda aku hmm?" bisik Lucas tepat di sebelah telinga Bella. Tangan pria memeluk perut Bella yang tak terkena tendangan Laura.


Sedangkan Bella yang ditanya itu langsung menatap dirinya yang hanya memakai pakaian minimnya.


"Aku tadi panik saat dengar Laura teriak. Aku gak mau terjadi apapun dengan putri cantikku ini. Lagipula di lantai atas sini kan tidak ada laki laki."


"Tapi CCTV masih ada sayang. Kalau mereka lihat gimana?"?


"Ya hak mereka."


Bella seakan tak peduli tapi yakinlah ia tak mau orang melihat keindahan tubuhnya kecuali Lucas.


Bersambung