Daddy Lucas

Daddy Lucas
Berlalunya waktu



Happy reading


Hari demi hari berlalu, hingga tak terasa usia kandungan Bella sudah memasuki bulan kedelapan sedangkan Tamara sudah melahirkan putra pertamanya dengan sesar.


Saat usia kandungan Tamara 8 bulan Tamara jatuh dari tangga hingga menyebabkan air ketubanhya pecah. Mau tidak mau Kenzie harus mengambil keputusan untuk mengambil putranya yang diberi nama Bima Albert.


Nia dan Asep juga sudah menikah 2 bulan lalu, diketahui jika Nia hamil duluan alias hamidun.


Entahlah kenapa semua teman Bella pada kawin dulu sebelum nikah.


"Sayang maaf ya mungkin nanti aku pulang sedikit malam dari biasanya, karena ada proyek yang harus aku urus," ujarnya dengan lembut mengelus perut sang istri yang sedang memakaikan dasi untuknya itu.


"Iya gak apa apa. Lagian itu udah jadi kewajiban kamu sebagai CEO kan."


"Udah yuk turun, aku mau sarapan sama anak kita yang cantik itu," ajak Bella pada Lucas.


Lucas mengangguk dan mulai menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar bernuansa gold itu.


"Mommy Laura sudah bisa pakai sumpit sendiri," ujar Laura dengan bangga. Yah selama ini Bella mengajarkan putri cantiknya itu makan menggunakan sumpit.


"Wah hebat, padahal kemarin masih susah kenapa sekarang udah bisa aja hmm?" tanya Bella mengecup kening putrinya.


"Dilatih lagi sama Daddy."


Akhirnya mereka memakan sarapan mereka dengan tenang, walau sesekali terdengar celotehan dari Laura.


***


Tak terasa hari sudah siang, Laura dan Bella yang bermain di halaman luas itu juga memutuskan untuk masuk ke dalam rumah besar itu.


"Laura Sayang jangan lari lari nak. Mommy gak mau kamu jatuh," teriak Bella pada putrinya yang berlari mendahuluinya itu.


Dan benar saja Laura tersandung karpet hingga terjatuh hingga membuat gadis kecil itu menangis.


"Kan Mommy sudah bilang, kamu gak mau nurut sih hmm."


Bella mengusap lembut lutut Laura seraya meniupnya, Laura yang mendapat Omelan dari Mommynya itu hanya bisa menahan perih dan tangis.


"Maaf mommy."


Bella menuntun putrinya untuk duduk di sofa dan meminta salah satu maid disana untuk mengambilkan kotak P3K.


"Lain kali jangan lari lari hmm. Mommy gak mau kamu jatuh kayak tadi, Mommy ikut sakit lihat putri kesayangannya mommy ini sakit dan menangis."


"Iya Mommy."


Setelah selesai mengobati luka di lutut Laura, Bella juga menyandarkan tubuhnya di sofa itu. Perutnya berasa begah karena duduk seperti tadi.


"Mommy adiknya kapan keluar?" tanya Laura seraya mengelus perut Mommynya yang hanya tertutupi daster berwarna biru muda itu.


"1 bulan lagi sayang, kenapa? Kamu gak sabar mau ketemu adik kamu hmm?"


"Iya Momm."


"Sabar ya sayang, doakan Mommy sana adik baik baik aja."


***


Sedangkan Lucas yang sudah berada di bandara itu tampak menunggu seseorang.


"Mohon maaf Tuan apa kita masih lama disini?" tanya Tedy dengan sopan.


"Tunggu sampai seseorang yang ku tunggu datang."


"Baik Tuan."


Dari kejauhan ada sekeluarga yang datang, dia adalah Leo dan Caramel membawa bayi kembar mereka dan juga Arka yang sudah tumbuh lebih tampan.


"Selamat datang kakak dan kakak ipar."


"Terima kasih Lucas."


"Jadi dia suami Laura Mas?" tanya Caramel menutup wajah putrinya dengan kain tipis agar tak panas.


"Iya sayang."


"Arka salim sama om."


Arka menurut kemudian ia mencium punggung tangan Lucas.


"Hari ini Bella ulang tahun, dan aku ingin kalian datang malam ini. Akan aku kirim dimana lokasi rumah kami."


"Kenapa tidak sekarang saja? Aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan adikku."


"Maaf belum bisa karena aku ingin memberikan kejutan kecil untuk istriku. Lagipula sekarang ia sedang tidur, karena kandungannya yang sudah besar membuat ia gampang lelah."


Walau sedikit tak terima tapi Leo dan Caramel akhirnya manut apa kata Lucas. Mereka akan menginap di hotel untuk istirahat dulu.


Bersambung


Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yuk judulnya COMPLICATED MISSION karya kak AdindaRa.




COMPLICATED MISSION


(AdindaRa)



BrigPol Rychelle Olyvia harus menjalankan misi khusus yang memang dipersiapkan bersama kakaknya selama 6 tahun yang lalu saat ia kehilangan ayahnya (Iptu Ryan One). Ayahnya menghilang saat hendak menguak perjudian dan perdagangan narkoba terbesar di Kota Metropolitan.


Kini ia memutuskan untuk mengubah identitasnya agar dapat masuk di Kantor Besar Bank One Point yang mana dulunya adalah gedung tua yang digunakan sebagai tempat untuk berjudi dan perdagangan narkoba.


Misinya kali ini membuat Rychelle harus berhadapan dengan CEO Bank One Point, Alarick Berwyn yang dikenal berdarah dingin dan kejam. Rychelle juga harus berhadapan dengan Molly, tunangan Alarick yang juga menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) Bank One Point.