
Happy reading
Setelah berbagi peluh tadi pagi, kini Bella dan Lucas sudah berada di meja makan menunggu Kakak dan Kakak iparnya yang sepertinya ada di kamar.
"Dad," panggil Laura yang ada dipangkuan Lucas.
"Kenapa sayang?" Bukan Lucas yang menjawab tapi Bella. Ia berada di samping suaminya yang sedang memangku tubuh sang putri itu.
"Laura mau itu," Laura menujuk sebuah dessert yang harusnya di makan nanti setelah sarapan.
"Kan Laura belum makan nasi sayang, kamu makan nasi dulu baru makan yang itu ya," ujar Bella dan dianggukkan oleh Laura.
Bella mengambilkan makanan untuk putrinya begitupun untuk suaminya seraya menunggu Kakak dan kakak ipar serta keponakan mereka.
"Mom, Bella juga mau seperti Daddy. Yang merah."
Bella mengangguk, dia sendiri yang memasak nasi merah dengan berberapa campuran rempah agar bau nasi itu tidak membuat Lucas mual dan muntah lagi.
"Terima kasih Mommy."
"Sama sama kesayangan Mommy."
Tanpa mereka tahu bahwa Leo dan Caramel melihat apa yang dilakukan oleh pasangan itu.
"Mbak tolong ajak kembar berjemur dulu ya," ujar Caramel pada pengasuh anak kembarnya.
"Iya Nya."
Mereka bertiga berlalu menuju ruang makan, Bella yang melihat kakak dan kakak ipar serta keponakan gantengnya itu tersenyum hangat menyambut mereka.
"Bagaimana tidur kalian kak?" tanya Bella pada mereka.
"Hai sayang siapa namanya?" tanya Bella pada Arka yang sedari tadi diam itu.
"Arka," jawab Arka.
"Halo Kak Arka, aku Laura. Panggil Laura," ucap Laura turun dari pangkuan Daddynya dan duduk di samping Arka.
Arka hanya diam dengan wajah datarnya, Laura yang sudah biasa dengan wajah datar sang Daddy jika marah itu masih tersenyum senang. Ia menarik tangan Arka dan menyalimi.
"Arka sayang gak boleh gitu, Laura itu sepupu kamu. Dan dia adalah adik Papa, mereka juga kekuarga kita sayang," ujar Caramel mengelus rambut anaknya yang sangat susah untuk berinteraksi dengan orang baru itu.
"Arka."
Laura duduk di samping kursi Arka dan meminta piring yang sudah berusia makanan itu pada Mommynya.
"Kak Arka, Minggu depan Laura masuk sekolah. Laura bakal pintar kayak Daddy."
"Abang," tegur Leo pada putranya yang memiliki watak persis sepertinya.
"Iya."
"Kak Arka sama kayak Daddy, datar mukanya."
Lucas yang kini menjadi obrolan Laura itu hanya bisa menatap putrinya bingung. Kapan ia bersikap datar dengan putrinya ini.
"Kok Daddy sayang?" tanya Bella pada putrinya.
"Karena Daddy pernah marahin Bibi bibi, dan Paman saat itu. Wajahnya datar dan merah," cerita Laura yang membuat mereka yang ada disana tertawa.
Arka yang sedari tadi diam pun menatap Laura yang sedang bercerita itu, ia merasa sedikit menghangat mendengarkan cerita Laura.
"Sudah sudah makin lama kamu makin bisa buat Daddy malu," ujar Lucas yang sudah tak bisa menahan malunya di depan Kakak iparnya itu.
Bella yang tertawa itu menghentikan tawanya dengan pelan, kemudian ia mengelus perutnya yang sedikit kencang karena banyak tertawa.
Leo yang melihat adiknya seperti kesakitan itu langsung memberikan air hangat untuk Bella.
"Terima kasih kak."
"Heem, kakak senang kamu memiliki keluarga yang menyayangi kamu dengan tulus."
"Aku juga rasa begitu, kakak juga."
Menghiraukan ucapan orang tua, setelah memakan sarapannya Laura mengajak Arka untuk naik ke kamarnya yang ada di lantai 2.
Singkat cerita setelah seharian bermain Arka an Laura menjadi teman baik, Arka adalah sosok kakak yang selama ini Laura harapkan. Setelah lelah bermain mereka berdua terlelap di kasur empuk berwarna biru itu.
Bersambung
Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yuk judulnya PENGANTAR BOX JUTAWAN
(Oktiyan)
Selamat @BramHero, kode akun xxxBRSuperHero! Ayo lanjutkan, permainan kode slot timun emas. Selangkah lagi menuju level tertinggi, ini adalah tahap awal kamu memenangkan hadiah sebesar 1.000.000.000 cek secara berkala dalam 24 jam, tarik dan proses uang akan dikirim ke akun bank dalam waktu 7hari.
Bram, seorang kurir sayuran box fresh! Mendapat sebuah pesan, misi dari sebuah system delivery. Akankah Bram tekuni setelah mendapat pesan misterius atau ia abaikan?!
Simak kelanjutan, masuk tap love jangan lupa.