
Happy reading
Bella membiarkan apa yang dilakukan Lucas di belakangnya. Dia masih mengelus dan menenangkan putri cantiknya yang menangis karena dia tak ada di sampingnya.
"Mommy jangan tinggalin Laula. Laula janji gak akan nakal lagi," ujarnya Laula disela isakannya. Bella yang mendengar itu mengangguk.
"Iya sayang, kan Mommy udah bilang. Mommy dan Daddy ada di kamar sebelah. Jangan nangis lagi, nanti kamu sesak loh. Aku gak mau putri cantik Mommy ini sakit," jawab Bella mengelus pipi bulat Laura.
"Sekarang udah tenang kan, mommy mandiin Laura biar seger."
Bella seakan tak menghiraukan Lucas yang masih memeluknya.
"Sayang apa kamu gak bisa merasakan ini?" tanya Lucas dengan suara beratnya.
"Enggak," jawabnya bohong.
"Haus, baiklah. Daddy juga mau di mandikan sama Mommy," ujar Lucas dengan manja.
"Bolehkan girl Daddy ikut mandi?" tanya Lucas yang langsung mendapat pelototan dari Bella.
"Boleh."
Bella tak percaya jika putrinya mengijinkan Lucas untuk mandi bareng. Tapi dia sedikit beruntung karena tadi ia sudah mandi.
"Ya sudah Mommy akan memandikan dua kesayangan Mommy ini. Ayo Dad," ajaknya tak mau berlama lama. Karena hari ini Lucas juga kerja, ia tak meu menghambat pekerjaan suaminya.
Dengan semangat Lucas mengikuti istrinya ke kamar mandi dengan senyum. Bayangan tentang sesuatu yang membuat apa yang ada di dalam tubuhnya tergugah itu membuat otaknya bertraveling ria.
"Kamu tunggu aja Laura selesai mandi, kamu gak akan mungkin mandi bareng Laura kan?" tanya Bella membuka pakaian Laura dengan lembut.
"Oke, Laura mau gak Daddy mandikan? Lihat tuh mommy juga sudah mandi, nanti basah lagi," ujar Lucas pada putrinya yang hanya mengangguk.
"Kamu kesana aja dulu, biar aku yang mandikan Laura. Nanti kamu yang mandiin aku," ujar Lucas dengan senyum menggoda Bella.
"Gak usah, biar aku aja yang mandikan Laura. Nanti kamu gak bersih lagi mandiinnya."
"Bersih kok sayang, aku udah biasa memandikan Laura," jawabnya. Akhirnya Bella mundur lalu memberikan shower itu pada Lucas.
"Ingat yang bersih."
Lucas mengangguk dan mulai mengguyur tubuh putih Laura dengan air shower yang hangat. Kemudian ia mengambil sabun sang putri.
"Daddy jangan kasar dong," rengek Laura saat Lucas menggosok punggungnya.
Bella yang juga mendengar itu hanya menggeleng, ia melihat Lucas tak terlalu mahir jika menggosok tubuh sang putri. Padahal tubuh Bella itu tergolong sensitif, kasar sedikit saja langsung terlihat merah.
"Enggak kok sayang, ini sangat lembut kok. Kamu juga sudah terbiasa mandi dengan Daddy kan?"
"Enggak, kalau Mommy yang mandikan Laula lembut kok. Laula mau Mommy."
Terbukti dengan ucapan Laura yang sangat jujur baginya. Bella langsung mengambil alih tugas Lucas.
"Sudah sini biar aku saja. Dari tadi aku juga sudah menyarankan agar aku saja yang memandikan Laura tapi kamu ngeyel," jawabnya dengan cepat.
Akhirnya Lucas Mengalah, ia juga bisa melihat jika istrinya sangat telaten memandikan tubuh putrinya. Tak sampai 30 menit tubuh Laura sudah segar dengan wangi stroberi yang sangat menenangkan siapapun yang menciumnya.
Bella menggendong tubuh Laura ke kasur dan ternyata disana sudah ada Nia yang stay menunggu sang tuan putri keluar dari kamar mandi.
"Nia, saya titip Laura dulu ya. Saya masih ada urusan di kamar mandi," ucap Bella memberikan Laura pada Nia.
Di kasur itu sudah ada pakaian Laura.
"Siap Nyonya, pasti masalah tuan kan?" tanya Nia dengan godaan yang membuat Bella tersenyum.
Tanpa menjawab pun pasti Nia tahu, kemudian Bella berlalu menuju kamar mandi. Sedangkan Nia mulai mengurus nona kecilnya.
***
"Dasar suami mesum, dari pacaran kamu itu selalu saja seperti ini," ujar Bella mengambil shower yang ada disana. Sama seperti Laura tadi, ia juga mengguyur tubuh kekar Lucas dengan air hangat.
"Bukannya mandi itu harus buka baju ya?" tanya Lucas berlagak sok bodoh.
"Dih, tuh lihat belalai kamu melambai lambai gitu. Cih lemah," goda Bella dengan jahil menoel belalai Lucas.
"Sayang, kamu goda aku. Tanggung jawab," ujar Lucas dengan kesal.
Bella yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya. Ia mengambil sabun yang ada disana dan mulai menyabuni tubuh Lucas dengan teliti.
Sedangkan Lucas yang merasakan kembali sentuhan tangan istrinya setelah 3 tahun itu merasa senang. Ini memang istrinya, bukan orang lain. Lucas bisa merasakan jika yang ada di depannya ini adalah Bella yang asli.
Pernah sekali ia mulai mencurigai jika Bella itu bukan istrinya. Apalagi saat ini banyak yang melakukan operasi agar mendapat wajah yang diinginkan.
"Kenapa jadi ngelamun gitu? Aku istri kamu kok, aku juga gak oplas," ucap Bella dengan senyum manisnya.
Seakan ia tahu apa yang ada di pikiran Lucas, tak bisa dipungkiri jika ia ada di posisi Lucas pasti ia akan sangat mencurigai seseorang yang mirip dengan suaminya.
"Kamu bisa baca pikiran aku ya?"
"Udah ketebak dari raut wajah kamu."
Ada rasa ragu saat Bella ingin menggosok bagian bawah Lucas. Tapi dengan pelan ia mulai menggosoknya sedangkan Lucas hanya menahan nafasnya.
Setelah selesai menggosok tubuh Lucas, Bella membilas tubuh suaminya. Kemudian memberikan handuk kimono pada Lucas.
"Terima kasih," ucap Lucas dengan lembut.
"Iya, keluar yuk. Dingin disini, aku gak kuat lama lama," ajak Bella pada Lucas.
Lucas yang diajak itu tanpa aba aba langsung menggendong tubuh Bella yang tak terlalu berat untuknya.
"Kebiasaan kamu ya. Apa seperti ini juga perlakuan kamu sama cewek cewek yang pernah jadi pacar kamu?" tanya Bella menatap kamar putrinya yang sudah tak ada siapapun. Mungkin Nia sudah membawa Bella ke ruang makan atau ke ruang main.
Sedangkan Lucas membawa istrinya ke kamar utama Lucas dan Bella yaitu di kamar atas. Tak perlu takut jika ada yang lihat karena hanya sedikit orang yang bisa masuk lantai atas. Bahkan CCTV yang ada disana langsung masuk ke laptop dan ponsel Lucas.
Setelah sampai di kamar, Lucas menurunkan Bella di ranjang dan mulai mencari pakaian untuk istrinya. Sepertinya Lucas harus membeli dress dress dan banyak pakaian untuk istri cantiknya ini.
"Harusnya aku yang menyiapkan pakaian untuk kamu, bukan malah sebaliknya."
"Untuk malam ini spesial untuk istri cantikku ini, biar aku yang mengambilkan pakaian kita."
Setelah mengambilkan pakaian itu mereka sama sama memakai pakaiannya. Dan Bella memasangkan dasi untuk Lucas sedangkan ia hanya menggunakan lipblam agar bibirnya tidak pucat.
"Sayang aku tidak masuk kantor lagi ya," rengek Lucas memeluk manja Bella.
"Loh kalau kamu tidak kerja bagaimana kita bisa makan? Anak kita juga butuh susu," jawab Bella seakan mereka bukan orang kaya.
"Uangmu gak akan habis 7 turunan kok," ujarnya dengan sombong.
"Terserah kamu lah, ini hari senin loh. Aku gak mau kamu bolos di terus."
"Hemm tapi aku gak mau jauh dari kamu, mau peluk kamu aja," jawab Lucas dengan manja. Inilah sisi lain dari seorang CEO L Group yang terkenal kejam dan dingin itu.
"Enggak ada pokoknya kamu harus kerja."
Akhirnya mau tak mau Lucas menganggukkan kepalanya. Dan hal itu dihadiahi kecupan di bibir oleh Bella.
"Lagi dong yank, aku mau lagi. Rasanya manis."
"Udah nanti aja, udah siang loh. Kita harus turun. Gimana kalau Laura cari kita hmm?"
"Ya sudahlah."
Bersambung