Daddy Lucas

Daddy Lucas
Cerita Tentang Kakak



Happy reading


Tak terasa hari sudah malam, Lucas dan Bella juga sudah tak sedih sedih lagi. Yang ada malah senyum cerah yang terus terpancar dari wajah mereka.


Bella juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian lamanya. Untungnya masih pas karena tubuhnya juga sudah kembali seperti dulu sebelum melahirkan.


Hingga ia sadar sesuatu, saat Nia memberikan ia sebuah dress kala itu. Ia memakai pakaiannya sendiri, dan rasa cemburu saat Lucas selalu menceritakan tentang Laura saat itu sama saja ia cemburu pada dirinya sendiri. Mengingat hal itu cukup membuat ia sedikit malu akan tingkahnya.


Saat ini ia masih berada di kamar Lucas, tak seperti biasanya yang ia selalu bersama Laura kali ini ia masih sedikit lemas karena pingsan tadi.


"Sebegitu cintanya kamu sama aku. Sampai semua kenangan tentang kita ada disini. Bahkan parfum aku masih tersisa disini," gumamnya dengan pelan menatap sekeliling kamar itu.


Kakinya mulai turun dari kasur dan berjalan menuju lemari yang sepertinya tak pernah di buka oleh Lucas ataupun orang rumah. Lemari itu adalah miliknya.


Ceklek


"Kok udah jalan jalan aja sih hmm? Kamu masih sakit loh sayang," ujar Lucas membawa makan malam untuk Bella.


"Aku cuma mau lihat lemari ini. Sini yank, dulu kamu tanya apa isi dari lemari ini kan?" tanya Bella menatap Lucas.


Lucas berjalan ke arah Bella yang sudah berdiri di depan lemari itu. Tak terlalu besar memang tapi seingat Lucas kunci lemari itu sudah hilang.


"Kuncinya sudah hilang sayang. Gak bisa di buka," ujar Lucas memeluk tubuh Bella dari belakang. Sudah tak ada lagi rasa canggung atau malu, bahkan rasa bersalah dalam hati Lucas.


"Masih ada kok. Siapa bilang kalau hilang?" tanya Bella mengambil kotak perhiasan miliknya dan mengambil kunci berwarna silver itu.


Lucas yang melihat itu tak percaya, kenapa dulu ia tak menemukan kunci itu.


Bella mulai memasukkan kunci itu dan akhirnya lemari itu terbuka dengan lebar. Lucas melihat apa yang ada di dalam sana itu terkejut.


"Maafkan aku sudah menyembunyikan identitasku yang sebenarnya sama kamu. Tentang siapa aku dan kenapa aku seperti ini. Kamu juga sudah tahu siapa aku kan."


"Kenapa?"


"Janji kamu jangan marah atau jijik sama aku," ujarnya mengambil sebuah foto keluarga besarnya dulu.


Ada tiga orang perempuan dan 2 laki laki yang berfoto disana tanpa senyum hanya ada satu gadis kecil yang tersenyum cerah ke kamera.


"Aku akan mendengarkan semua cerita kami sayang. Sini duduk dulu biar kamu mudah buat cerita," ujar Lucas membawa sang istri ke atas kasur. Lucas tak mau Bella kecapekan jika berdiri terus. Lebay, kan Bella gak sakit keras.


Mereka duduk saling berhadapan, dengan posisi Bella berada di pangkuan Lucas. Seperti biasa yang mereka lakukan saat ingin bercerita atau berbicara serius. Hal itu juga Lucas yang minta.


"Ceritalah."


"Sebenarnya aku bukan anak tunggal, aku memiliki kakak laki laki," ucap Bella menatap manik mata Lucas yang sepertinya terkejut.


"Sstt diam dulu, biar aku yang menceritakan semuanya. Aku tahu kamu terkejut mengetahui kenyataan ini. Tapi tolong jangan sela ceritaku hmm," ujar Bella menutup bibir Lucas dengan jari telunjuknya.


Lucas yang melihat jari telunjuk Bella di bibirnya malah menangkap dan mengemutnya. Dan Bella membiarkan apa yang dilakukan Lucas. Untung saja Lucas sudah mandi dan gosok gigi.


Bella yang merasakan geli itu hanya bisa tertawa kecil, dengan tangan yang mengelus rahang tegas Lucas yang sangat tampan itu.


"Kakakku sangat jarang mengekspos diri di publik, bahkan ia sangat menolak jika ingin di foto atau foto bersama. Aku hanya memiliki foto kakak saat masih bayi, itupun ada di rumah utama."


"Namanya Leonardo Galbert, nama yang indah kan. Panggilannya Leo. Kakakku sangat tampan, tapi juga tertutup. Dia sangat tak mau privasinya di ganggu. Tapi Kak Leo adalah orang yang paling kami sayangi. Mama dan Papa tidak pernah membedakan kasih sayang kami."


Mendengar Bella menceritakan tentang laki laki alin membuat Lucas cemburu walau itu kakak Bella sendiri yang diceritakan. Tetap saja Lucas tak terima.


"Papa berharap Kak Leo yang meneruskan kerajaannya di dunia bawah. Tapi sayangnya Kakak menolak dan memilih dunianya sendiri menjadi seorang pelukis tapi dia sendiri tidak mau di lukis."


"Dimana saat ini Kak Leo, sayang?" tanya Lucas yang sebenarnya juga kepo dimana keberadaan kakak kandung Bella. Karena dari dulu ia tak pernah melihat kerabat atau saudara Bella.


"Saat peristiwa itu terjadi kak Leo sudah kuliah di luar negeri. Bahkan kak Leo sudah memutus kontak dengan kami karena Papa tak mau Kak Leo pergi dari rumah."


"Karena saat itu aku masih kecil aku tak tahu apa apa tentang itu."


"Bahkan sampai sekarang kami tak pernah bertukar kabar dan juga tak pernah bertemu. Mungkin kakak sudah lupa jika dia memiliki seorang adik."


Bella sedih karena keluarga yang saat ini ia punya tak ada kabar bertahun tahun. Apa mungkin Leo luka jika ia masih memiliki adik. Atau Leo memang tak mengingkan Bella sebagai adiknya.


Fyi: Saat ini Laura Isabella, Tya panggil Bella aja ya biar beda sama anaknya.


Lucas yang melihat istrinya berkaca kaca itu mulai mengelus punggung Bella. Tapi jari Bella tetap berada di mulutnya.


"Aku gak tahu dia dimana, aku pernah ke kampus tempat kakak kuliah tapi pihak kampus juga tak tahu dengan mahasiswa yang bernama Leo. Karena banyak yang bernama Leo bukan cuma kakak."


"Aku putus asa, hingga sampailah aku di indonesia dan bertemu dengan kamu."


Bella juga menceritakan dulu saat mereka belum bertemu, Bella yang sangat jago membawa motor pernah ikut balapan liar dan pernah jatuh juga. Hingga lengannya harus dijahit.


"Jadi bekas yang ada di lengan kamu itu, bekas jahitan karena balapan motor hah?" tanya Lucas dengan nada tingginya.


"Hehehe, itu sudah menjadi masa lalu. Aku sudah tak memiliki siapa siapa saat itu, hingga aku masuk kelas 2 SMA aku bertemu Kenzie dan Tamara yang ternyata anak dari tangan kanan Papa di dunia bawah," jawabnya mengecup rahang Lucas. Berharap Lucas tak marah karenanya.


"Tapi kamu tak akan mengikuti jejak Papa kamu kan? Kamu tak akan meneruskan jejaknya di dunia bawah kan?" tanya Lucas yang dijawab gelengan oleh Bella.


Bella sadar banyak nyawa yang akan terancam jika ia bergabung dengan mafia yang dibangun ayahnya. Laura dan Lucas juga pasti kena. Ia tak mau orang yang paling ia sayang dalam bahaya.


"Aku tak akan ikut tapi perusahaan yang ditinggalkan Papa aku yang urus. Sebelum Kakak ditemukan," ujarnya dengan senyum.


Lucas yang mendengar jawaban itu cukup senang, tapi ia tak mau istrinya bekerja lagi seperti dulu.


"Biarkan Kenzie yang mengurus perusahaan kamu sayang. Tugasmu hanya di rumah, untuk anak dan suamimu. Dan juga mengandung anakku lagi," ucap Lucas mengelus dada Bella.


Bersambung