Dad, Please Hug Me

Dad, Please Hug Me
Akting Tidur



Brian yang tampak memandangi Bella dengan penuh tanya akhirnya dengan cepat mengulurkan tangannya.


"Buku Ayah?" tanya Bella.


"Hem." jawab Brian singkat.


Tangan Bella mulai gemetaran membuka resleting tas ranselnya dengan ragu Bella mengambil buku matematikanya.


Brian yang melihat buku itu dengan cepat mengambil lalu membuka lembaran terkahir lagi, matanya tampak membulat melihat soal yang tercoret satu di lembaran itu.


Dengan cepat tangannya sudah melayang ke pipi Bella.


"Aw... sakit Ayah." ucap Bella yang sudah tersungkur ke bawah.


Lagi-lagi Kirana hanya bisa mengambil Bella menjauh dari hadapan Brian saat itu.


"Ganti bajumu lalu istirahat, malam aku akan memberimu pelajaran." teriak Brian yang terdengar kasar pada Bella.


Akhirnya Bella bernafas legah untuk siang itu karena di bebaskan dari cengkraman Ayahnya, namun hal itu tentu tidak berlangsung lama karena malam Bella harus kembali menghadapi hal yang sebenarnya.


Selama beberapa bulan Bella terus mendapatkan perlakuan seperti itu dari Ayahnya sedangkah Ibunya hanya bisa sesekali menarik Bella ketika sudah mendapat kekerasan yang berlebihan dari sang Ayah.


Kini tiba saatnya ulangan semester dua kelas satu, Brian yang mengetahui hal itu dengan usaha keras mulai memberikan Bella pelajaran yang semakin banyak dan tanpa jeda.


Setiap siang dan malam Bella selalu bersama dengan Brian untuk berlatih soal matematika. Brian memang tidak pernah memberi Bella pelajaran yang lain selain matematika.


Dan setiap malam juga Bella harus berusaha menyelesaikan tugas yang di berikan Brian, dan ketika Bella sudah merasa bosan ia harus mendapatkan cara untuk menghindar dari sang Ayah.


Suatu malam Bella merasa sangat lelah karena seharian sudah berlatih dengan banyak soal dan malam juga harus berlatih soal lagi.


"Apa yang harus aku lakukan yah?" gumam Bella yang sedang berfikir keras agar bisa mengakhiri malam itu dengan cepat.


Akhirnya Bella menemukan ide saat melihat Ayahnya sedang sibuk mengoreksi jawaban yang Bella isi. Perlahan gadi kecil itu berakting menguap beberapa kali.


"Mengapa Ayah tidak menyuruhku tidur?" gumam Bella lagi.


Merasa usahanya gagal akhirnya Bella perlahan mulai menaikkan kedua tangannya untuk menumpu wajah mungilnya.


Bella berusaha keras mencuri waktu untuk memejamkan matanya ketika Brian tidak menatapnya. Setelah cukup lama Bella merasa lelah namun tidak juga mendapat perintah dari Ayahnya untuk tidur.


"Bruk." suara kepala Bella yang terjatuh ke meja belajar tepat di hadapan Brian.


"Semoga kali ini Ayah menyuruhku tidur." ucap Bella sambil terus menutuo matanya.


Brian yang melihat putrinya kini menggeleng kepala kesal karena baru saja ia ingin menuliskan beberapa soal lagi tetapi Bella sudah tertidur.


"Bella." ucap Brian menggoyang pundak putrinya.


"Astaga, apa Ayah ingin aku tetap mengerjakan soal itu lagi? aduh aku tidak kuat rasanya sangat lelah." gumam Bella yang masih berpura-pura tertidur.


Akhirnya kini Brian menggendong tubuh mungil putrinya menuju kamar perlahan ia meletakkan tubuh Bella ke kasur lalu memberikan selimut.


Bella yang membuka sedikit matanya untuk memastikan jika Ayahnya sudah kelaur kamar merasa legah akhirnya malam ini ia bisa tidur tanpa di pukul lagi.


Malam begitu cepat berganti pagi, kini Bella yang sudah di banguni oleh Kirana pun langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah Bella selesai bersiap-siap kini ia langsung memberi salam pada Kirana untuk segera berangkat sekolah. Sedangkan Brian yang setiap paginya selalu bangun siang sangat jarang melihat putrinya berangkat sekolah sampai Bella sendiri sudah terbiasa untuk tidak memberi salam pada Ayahnya.


Di sekolah, Bella yang merasa sangat gugup akan menghadapi ulangan hari pertama itu terus menunduk menunggu lembar jawaban dan soal di bagikan.


Setelah beberapa menit semua sudah mendapatkan masing-masing lembar jawaban dan soal termasuk Bella.


"Wah syukurlah aku bisa mengingat semua cara menghitungnya." gumam Bella yang tersenyum ketika melihat soal ulangan itu.


Dengan cepat Bella mengisi jawaban di lembar yang masih kosong itu, tidak butuh waktu lama Bella akhirnya bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat dan baik.


Guru Bella menggelengkan kepala melihat kecerdasan muridnya kali ini sangat di luar dugaan waktu yang di tetapkan tidak terpakai setengahnya untuk menyelesaikan semua soal itu.


"Pak, Bella taruh di sini yah." ucap Bella yang berdiri menuju meja guru.


"Iya Bella, semuanya sudah kamu koreksi yah?" tanya Guru Bella.


"Iya Pak sudah." jawab Bella sambil tersenyum lalu kembali duduk ke kursinya.


Setelah hari itu berjalan dengan baik Bella akhirnya pulang ke rumah dengan wajah senangnya akhirnya ia bisa percaya diri jika tidak mendapat amukan dari sang Ayah.


Seperti biasa Brian yang sudah menunggu kepulangan Bella di depan pintu dengan wajah galaknya, namun kali ini Bella tidak merasa ada yang salah darinya.


"Bagaimana ulanganmu?" tanya Brian.


"Aku bisa mengerjakannya Ayah." jawab Bella lembut.


"Baiklah ganti bajumu lalu belajar, di meja sudah ada soal." ucap Brian yang kini bergegas pergi.


Bella yang baru saja merasa legah kini sudah kembali lemas lagi wajahnya tertunduk sambil melangkah masuk ke rumah.


"Ku fikir hari ini bisa memiliki waktu sedikit untuk bermain barbie." gumam Bella dengan wajah sedihnya.


Gadis kecil itu melangkah masuk ke kamar sambil menatap bonek Barbie yang tersusun rapi di rak kecil mainannya.


Sangant sulit untuk mendapatkan waktu bermain dengan mereka semua, Bella selalu menghabiskan waktu untuk belajar.


Dan tentu waktu Bella mengerjakan soal itu tidak lama karena setelah Brian pulang Bella sudah harus selesai mengerjakannya.


Jika Bella belum selesai tentu Bria yang akan mengajarinya dengan nada bicara yang selalu membuat Bella ketakutan.


Hai readers di sini author mau kasih tauh jika suatu kebohongan itu bukan hal yang baik namun jika posisi kalian seperti Bella tentu banyak dari kalian yang akan memilih jalur itu untuk menyelamatkan hidup kalian tentunya.