
Hubungan Bella dan Beren benar-benar berbeda dari cara Bella berpacaran sebelumnya. Gadis itu tampak serius menjalani hubungannya kali ini.
Beberapa bulan mereka lalui dengan kedekatan yang semakin baik.
“Nanti malam apa kau mau ikut denganku ke rumah bertemu ibuku?” tanya Beren pada Bella.
Mendengar tawaran kekasihnya itu dengan cepat Bella pun menyetujuinya. Ia benar-benar senang di pertemukan dengan keluarga kekasihnya.
Dari cara Beren memperlakukan Bella jelas terlihat jika pria itu sangat serius dalam menjalani hubungannya. Rasa tidak sabar Bella kini akhirnya terbayarkan setelah keduanya malam itu tiba di rumah Beren.
Bella sedikit terkejut, matanya menatap ke segala arah. Ia tidak tahu jika kekasihnya hanya tinggal di sebuah kontrakan kecil yang sederhana.
“Bella, kemarilah.” panggil Beren dan di ikuti olehnya.
Di dalam rumah itu terjawablah rasa bingung Bella pada rumah kekasihnya itu.
Ibu dari Beren segera menyambutnya dengan baik. Mereka berkenalan dan berbicara sebentar.
Tak lama kemudian makanan di suguhkan di rumah itu. Ikan bakar satu-satunya makanan kesukaan Bella yang Beren ketahui.
Bella makan dengan lahapnya bersama keluarga Beren malam itu. Setelah makan malam selesai Bella berbicara dengan keluarga Beren seraya memperkenalkan diri.
Di mulai sejak saat itu hubungan Bella dan Beren sudah semakin tak terkendali lagi.
Suatu sore ketika Beren duduk bersama Bella dengan santainya, Bella pun bercerita tentang masalalu keluarganya yang begitu suram.
Wanita yang pernah membuatnya tak bisa mengenali ayahnya lagi. Beren menjadi pendengar setia di kala itu.
“Siapa sih wanita itu?” tanya Beren dengan penasarannya.
Bella pun menyebut namanya. “Dinar.” tutur Bella seraya memperlihatkan akun sosial medianya.
Beren terlihat tertegun seketika karena kaget. Bella penasaran dengan ekspresi kekasihnya kali itu.
“Ada apa?” tanya Bella penasaran.
“Dia...mantan kekasihku.” jawab Beren yang enggan menutupi masalalunya.
Tubuh Bella seketika bergemetar dan matanya tampak meneteskan air matanya.
Beren bisa melihat raut wajah kecewa pada Bella.
“Iya mau bagaimana lagi, ini semua takdir terburuk ku.” tutur Bella penuh penyesalan.
Ia tidak habis fikir mengapa lingkungannya begitu sempit hingga semua orang yang berkaitan dengannya juga berkaitan dengan wanita-wanita yang bersama ayahnya.
Semua seperti cerita di film, Bella sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ingin sekali rasanya ia melepaskan Beren namun hubungannya sudah terlanjur jauh.
Tidak mungkin jika Bella memutuskan hubungan sementara dirinya sudah pernah melakukan hal yang sangat kelewatan pada Beren.
Satu-satunya jalan kali ini hanya Bella mempertahankan hubungannya dengan Beren. Apa pun yang terjadi Bella tidak boleh memutuskan Beren.
Sungguh penyesalan hanya tinggal penyesalan, Bella tidak akan bisa mengembalikan semuanya seperti semula.
Hingga kini keduanya kerap menjalani hubungan terlarang hingga menyebabkan Bella yang hamil di luar nikah saat usia pendidikan SMAnya hampir selesai.
Beren yang mulai panik dengan kabar kehamilan Bella beberapa kali terlihat menangis. Ia takut jika Ayah Bella sampai melenyapkannya.
Bella sudah sering kali mendapat teguran dari Ibunya Beren. Karena Beren sering kali tak ingin pulang ke rumahnya dan memilih menginap di tempat tinggal Bella.
Beren yang sudah berpindah profesi sebagai karyawan koperasi keliling tanpa sadar kembali membuat masalah.
“Apa ini? Siapa wanita ini?” teriak Bella yang memukuli tubuh Beren saat melihat isi pesan di ponsel Beren.
Air matanya terus berlinang tidak terima dengan perlakuan Beren. Di tengah-tengah masa kehamilannya Beren justru mengambil kesempatan untuk dekat dan komunikasi dengan wanita lain.
Bella sungguh tidak percaya karena selama ini Beren begitu posesif padanya. Mereka sering kali bertengkar hanya karena Bella yang mendapat tatapan dari pria lain.
Beren selalu bertingkah cemburuan yang suka berlebihan.
“Dia hanya wanita yang mengejar-ngejar ku saja. Aku sama sekali tidak ada apa-apa dengannya.” tutur Beren pada Bella.
“Tidak, aku tidak percaya padamu.” teriak Bella yang segera berlari ke atas tangga penginapan.
Beren yang sangat panik berlari menyusul Bella. Saat ini Bella di penuhi rasa emosi hingga ia nekat menjatuhkan dirinya dari atas tangga yang paling tinggi dan beberapa kali tubuhnya terhempas di tangga.
“Bella.” teriak Beren yang dengan cepatnya meraih tubuh Bella di pertengahan tangga.
Bella berusaha memukul-mukul perutnya berharap janin yang ia kandung akan jatuh saat itu juga.
Ia sangat tidak bisa menerima perlakuan Beren yang menurutnya sudah mengkhianati hubungan mereka.