
Setelah kejadian hari itu akhirnya Bella mulai perlahan melupakan dan berusaha menyibukkan dirinya dengan aktitifitas di sekolahnya. Seringkali Brian mengunjungi Bella di rumah temannya itu namun Bella berusaha pura-pura tidak tahu meskipun ada rasa benci di hati Bella saat berhadapan dengan Ayahnya.
Sementara Kirana yang berada di rumah bersama Adik Bella hanya berusaha menguatkan dirinya. Ia sadar jika sebagai seorang Ibu tentu tugasnya sangat berat selain memikirkan hubungan dengan suami masih ada anak yang harus Kirana rawat.
Arshinta Kirania Syein adalah adik perempuan Bella yang lahir ketika Bella lulus SD, awalnya Bella sangat tidak menginginkan kehadiran sang adik karena ia tidak ingin semakin di acuhkan oleh orangtuanya. Namun seiring berjalannya waktu Bella begitu sangat menyayangi Shinta.
***
Hari ini adalah hari pertama Bella mulai ulangan semester, wajahnya begitu semangat karena sejak malam ia berusaha menghafal semua materi yang sudah ia rangkum.
"Bella, aku mau nanya boleh?" tanya Tesa yang saat itu tengah bersiap memakai seragam sekolahnya.
Ella adalah keponakan dari teman Brian yang Bella tinggali rumahnya saat ini. Mereka seumuran Tesa juga sekelas dengan Bella dan satu sekolah hanya kelas mereka yang berbeda.
"Iya Tesa, tanya apa?" ucap Bella dengan wajah santainya.
"Nomor Ayah kamu terakhirnya 1111 yah?" tanya Tesa dengan ragu.
"Iya,"
"Em, mobil Ayah kamu plat nomornya 77 yah?" tanya Tesa lagi.
Bella yang mendengar pertanyaan teman satu kamarnya semakin bingung. "Ada apa sih Tesa? kok nanyain Ayah aku?"
Tesa yang tidak tega berbicara dengan Bella kini mendekat pada temannya, tangannya meraih pundak Bella menepuk dan menarik nafasnya dalam.
"Aku tahu Ayahmu sedang berhubungan dengan Dinar, Bella." jawab Tesa pelan.
"Deg." Suara detakan jantung Bella yang seketika terhenti. Tubuhnya melemas dan tersungkur di dinding kamar itu. Air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan lagi, ucapan Tesa benar-benar membuat Bella tidak bisa berbicara apa-apa lagi.
"Bella, kau tidak apa-apa?" tanya Tesa takut melihat ekspresi Bella.
"Kamu tahu dari mana, Tesa?" tanya Bella.
Tesa menceritakan jika awalnya Tesa hanya iseng membuka ponsel Dinar mereka memang berteman satu geng. Tesa terkejut karena ada foto Bella di ponsel Dinar, akhirnya dengan berani Tesa menanyakan pada Dinar. Hal yang sangat Tesa tidak duga jika Dinar dengan santainya memberi tahu Tesa jika foto wanita itu adalah anak dari om-om yang berpacaran dengannya.
Setelah Tesa mendengar ucapan Dinar akhirnya Tesa kembali bertanya tentang om-om yang di maksud Dinar itu, Dinar pun menceritakan jika ia sudah cukup lama berpacaran dengan om-om itu. Semua kebutuhan hidupnya sudah di tanggung oleh pria tua itu.
Dinar pun melihatkan fotonya yang tengah tertawa memeluk pria tua itu di depan mobilnya yang menunjukkan plat mobil 77. Tesa kembali bertanya dengan nomor ponselnya, alasannya Tesa hanya untuk memastikan jika ia tidak kenal dengan pria itu.
Dinar dengan mudahnya memberi tahu semuanya dan akhirnya Tesa memastikan pada Bella. Terjawablah semua teka teki itu pagi ini.
"Aku tidak menyangka Ayahku bisa seperti ini, Tesa. Dia seumuran denganku." ucap Bella menangis.
Tesa pun memeluk tubuh Bella memberi kekuatan pada teman sekamarnya itu. "Bella, tenanglah hari ini kita ulangan pertama loh kamu jangan sampai tidak bisa fokus." ucap Tesa.
"Aku sudah benar-benar tidak bisa fokus lagi Tesa." ucap Bella menangis.
"Tenangkan dirimu dulu, setelah itu kita ke sekolah yah." ucap Tesa seraya mengusap air mata Bella.
Ia bisa merasakan tubuh dingin Bella dan bergemetar, namun Bella masih berusaha tetap terlihat kuat. Ia tidak boleh hilang konsentrasi pagi ini meskipun dadanya begitu terasa sangat sesak kali ini.
Kini Bella dan Tesa pergi ke sekolah berdua di jalan Tesa sama sekali tidak mendengar Bella bercerita satu kata pun. Begitu juga dengan Tesa yang tidak berani mengajak Bella berbicara sama sekali. Ia sangat paham jika temannya kali ini sudah tidak bisa mengendalikan diri jika satu hal saja terjadi padanya.
Sesampainya Bella di sekolah kini ia segera masuk ke kelas dengan wajah sedihnya. Semua teman bingung melihat Bella seperti itu. Sangat berbeda dari biasanya yang tersenyum ketika masuk ke dalam kelas meskipun wajahnya selalu terlihat mengantuk.
Begitu yang teman sekelas pahami tentang Bella, ia selalu terlihat mengantuk entah karena kurang tidur atau memang karena wajahnya seperti itu.