Dad, Please Hug Me

Dad, Please Hug Me
Berakhirnya Hubungan



Setelah persalinan saat itu, kini Bella sudah berada di rumah Kirana. Ia tidak lagi tinggal di Kota bersama Ayahnya. Brian tidak ingin jika Bella terus berusaha menemui Beren.


Hari ini juga tepat setahun selama perjuangan Bella yang sering kali menjenguk Beren di salam sel masih tak cukup bagi Beren. Pria itu tak henti-hentinya terus menekan Bella untuk tidak boleh keluar sekali pun Shinta adik Bella meminta untuk menemani keluar membeli sesuatu.


Kerap kali Beren mencurigai Bella berselingkuh dengan pria lain hingga membawa pria ke rumahnya. Sungguh Bella hanya bisa terus bersabar menghadapi sikap Beren padanya. Ia paham ini mungkin karena Beren sedang berada di dalam sel dan merasa sangat tertekan.


"Bella, apa sudah siap?" tanya Kirana yang melihat seluruh koper milik Bella tertata di depan kasur.


Bella terdiam wajahnya begitu sedih, ia tidak sanggup jika harus melanjutkan pendidikan sementara dirinya tidak bisa bertemu dengan anaknya.


Mikayla Putri, anak Bella satu-satunya dengan Beren yang kini sudah berada di bawah asuh keluarga Beren. Sungguh kebodohan yang telah Bella lakukan dengan penuh percayanya ia memberikan anaknya pada keluarga itu. Bella sama sekali belum mengetahui apa niat keluarga Beren padanya.


Meski terkadang Bella sadar keluarga Beren sering kali menyalahkan dirinya, tapi tentu Bella sadar jika memang dirinya bersalah.


"Baiklah mungkin dengan aku kuliah di tempat yang jauh, aku bisa lebih mudah untuk menjenguk Beren dan juga Mika." gumamnya.


"Iya Bu, sudah siap."


Kirana membantu Bella untuk membawa seluruh barang mereka, keduanya masuk ke mobil dan mereka segera mengunjungi Brian yang berada di kota yang berbeda.


Selama Bella tinggal di rumahnya ia sering kali diam-diam menjenguk Beren ketika Kirana tak ada di rumah mengunjungi suaminya.


Selama itu Bella masih di terima dengan baik di keluarga Beren hingga ia tidur di rumah Beren agar bisa bersama dengan Mika.


Perjuangannya untuk anak dan juga Beren ternyata masih belum cukup. Selama di dalam sel Bella sering kali membantu Beren untuk biaya makannya.


Meski Bella tahu uang untuk dirinya sendiri itu sudah sangat pas namun Bella memilih untuk menyimpankan Beren.


Siapa yang tahu jika di dalam sel ternyata Beren sangat tidak tahu dirinya menggunakan uang itu untuk memakai barang terlarang. Pria itu sering kali meminta uang pada Bella demi alasan apa pun. Bella lagi-lagi memberi meski dalam jumlah yang tidak banyak.


Beren menjual semua barang yang ia miliki termasuk ponsel Bella yang ia pakai pun di jualnya.


Semenjak saat itu Bella hilang harapan pada Beren, ia kecewa melihat Beren yang bisa melakukan hal seperti itu. Bella tinggal di pulau yang berbeda kali ini dengan Beren.


Ayah Bella, Brian sudah kembali pulang setelah mengantar Bella untuk mendaftar kuliah. Meski begitu Bella masih saja tak mau berhenti menjenguk Beren dan juga Mika. Selama Bella masih sanggup menabung ia tetap berusaha menyisihkan uang untuk kepergiannya menggunakan pesawat.


Bella kuliah dengan rajin, ia ingin cepat menyelesaikan studinya.


Meski ia tahu Beren sudah tidak bisa di harapkan setidaknya Bella akan tetap menjaga hubungan mereka agar tetap baik-baik saja. Hingga berjalan beberapa tahun hubungan mereka terputus saat Bella mengetahui Beren telah mengkhianati hubungan mereka.


"Selama ini aku diam, tapi kali ini tidak lagi." ucap Bella tersenyum tenang.


Bukan sakit hati yang ia rasa kali ini, namun ia merasa tenang karena Beren telah menemukan kebahagiaan tanpa harus terus menekan Bella.


Ia bersyukur melihat Beren tidak menginginkannya lagi. Hari itu tepat seminggu hubungan mereka berjalan tidak baik hanya karena Beren marah melihat Bella yang selalu sibuk kegiatan kampus sampai tidak memberikan waktu banyak padanya.


Dan hari itu juga adalah hari ulang tahun Beren, tepat jam dua belas malam Beren memasang story di sosial media miliknya dengan video pemberian kado dari seorang wanita dan ia menandai nama akun.


Bella yang menyaksikan hanya tersenyum, selama ini ia bebas di luar namun Bella tak sedikit pun mengkhianati hubungan mereka.


"Baiklah aku akan mengucapkan selamat dengannya besok siang saja." tutur Bella.


"Ada apa Bella?" tanya Sonya.


"Yes akhirnya aku bebas, Soy." teriak Bella kegirangan.


Wakah Sonya mengerut bingung, "Bebas apanya?" tanya Sonya bingung.


"Aku tidak perlu lagi mempertahankan hubungan ku dengannya. Ternyata dia sudah selingkuh. Aku tidak tahu sejak kapan yang jelas aku sudah bebas. Tidak ada lagi yang perlu di salahkan sekarang padaku." tutur Bella.


Mereka pun memutuskan untuk segera tidur, sementara Beren sudah asyik melakukan panggilan video dengan para wanitanya. Selama ini ia selalu berprasangka buruk dengan Bella karena sejujurnya dirinya lah yang telah mengkhianati hubungan mereka. Bukan Bella.


***


Siang harinya, Bella sudah berjalan dengan Sonya begitu bahagia. Mereka menghabiskan waktu liburan mereka dengan terus berfoto di seluruh tempat wisata di kota Probolinggo.


Bella memang sangat hoby berpose, kesempatan ini ia tidak akan sia-siakan selama berada di pulau Jawa. Terlebih lagi Sonya sangat suka di ajak jalan kemana pun.


"Ayo kita makan, aku lapar." ajak Sonya.


"Oke." Bella menjawab.


Mereka berdua duduk di pinggir pantai menikmati suasana ombak yang tidak begitu kencang dan makanan yang di temani kelapa muda.


Bella meraih ponselnya dan mengetik satu pesan singkat yang di tujukan pada Beren.


"Selamat ulangtahun semoga semua keinginannya bisa tercapai." Isi pesan singkat itu segera Bella kirim.


Tak butuh waktu lama, Beren pun membalas.


"Mengapa kau tidak mengucapkan semalam? apa lupa?" tanya Beren.


"Aku bukan lupa, aku hanya ingin tahu siapa kamu sebenarnya. Dan sekarang aku sudah tahu." terang Bella tampak membingungkan meskipun Beren sebenarnya sudah tahu.


"Apa maksud mu?" balasan pesan dari Beren lagi.


Bella memilih untuk tidak membalas pesan pria itu. Ia terdiam sejenak memikirkan apakah keputusan yang ia ambil saat ini tepat.


"Apa maumu?" Beren kembali mengirimkan pesan pada Bella.


"Hubungan kita sudah berakhir kan sejak perkelahian seminggu yang lalu?" tanya Bella tanpa mau mengatakan putus saat itu.


"Oh jadi kau mau hubungan kita berakhir? apa karena ada yang lain?" tanya Beren.


"Bukankah sebenarnya itu tertuju pada mu? Sudahlah Beren aku senang jika kau bisa menemukan wanita yang membuat mu bahagia. Oh iya katakan jika kau perlu bantuan selama di dalam sel karena aku pasti usahakan seperti yang aku katakan aku akan bertanggung jawab selama kau di dalam sel meskipun kita sudah tidak sama-sama lagi."


"Terimakasih Bella."


Hubungan keduanya pun berakhir tanpa Bella memberi tahu pada Ibu Beren. Karena semenjak Bella sudah tidak memiliki uang, ia sudah tidak pernah lagi menjenguk Beren mau pun Mika.


"Aku harus segera pulang menjenguk Mika, tapi tidak untuk Beren. Dan ini tabungan terakhir ku." tutur Bella saat mengecek saldo atmnya.