Dad, Please Hug Me

Dad, Please Hug Me
Trik Bella



Setelah Brian mengajak Bella untuk kembali ke rumah sepanjang perjalanan mereka berdua hanya terdiam membisu tidak ada percakapan.


Sampai akhirnya ayah dan anak itu tiba di rumah mereka, Kirana yang sejak tadi pagi merasa gelisah kini melihat kedua orang yang ia nanti kedatangannya.


"Bella..." panggil Kirana.


Kirana menyambut kedatangan anaknya setelah melihat keadaan anaknya sepertinya tidak ada yang perlu ia cemaskan.


Belum sempat Bella masuk ke kamar Brian sudah memanggilnya lagi.


"Bel..." panggil Brian pada anaknya.


"Iya Ayah." jawab Bella dengan gemasnya.


"Ganti baju, makan lalu kerjakan ini! Ayah mau keluar dulu nanti sore di periksa." Brian menyerahkan buku yang sudah banyak soal ia tulis di lembar itu.


Setelah Bella mendengarnya dengan cepat anak itu bergegas ke kamar, buru-buru ia mengganti baju dan makan.


Tidak ada yang ia kerjakan dengan lambat untuk makan pun terlihat sangat tergesah-gesah. Itu semua ia lakukan untuk mengejar waktu sebelum Ayahnya pulang.


Jika terlambat saja ia mengerjakan tentu Brian sendiri yang akan mengajarinya dengan kasar. Bella sangat takut hal itu dengan keras ia berusaha bisa mengerjakan sendiri.


Sedangkan Brian yang baru saja tiba di rumah temannya ia menggelengkan kepalanya seperti orang yang sedang pusing.


"Ada apa lagi Brian?" tanya Pak Burhan salah satu temannya.


"Bella selalu membuatku pusing." jawab Brian mengeluh.


"Masalah pelajaran lagi?" Pak Burhan yang sudah paham sekali dengan pemikiran Brian.


Brian menceritakan bahwa anaknya tidak mendapatkan peringkat di kelasnya rasanya ingin marah. Dan sebisa mungkin Brian akan mengusahakan semester depan Bella harus mendapatkan peringkat.


Pak Burhan yang mendengar hal itu menggelengkan kepalanya rasanya kesal jika melihat sifat Brian yang terlalu terobsesi dengan nilai.


"Lama-lama anakmu bisa gila jika kau terlalu memaksakan kehendakmu." Pak Burhan berusaha menyadari Brian.


"Tidak, itu tidak akan terjadi ini kan tentang pelajaran jadi semua orang pasti bisa jika ia mau." bantah Brian membela dirinya.


Pak Burhan mendengar kegigihan Brian merasa malas berdebat dan memilih diam saja. Tidak ada satu pun orang yang bisa membela anak kecil itu saat ini.


Bella harus bisa melindungi dirinya sendiri dan harus bisa menguatkan dirinya sendiri. Karena jika bukan dirinya tidak akan ada yang bersamanya. Sekalipun Kirana ibu dari Bella ia tidak akan pernah bisa membantu anaknya.


Bella yang sudah sejak tadi mengerjakan tugasnya hanya mendapat pandangan dari Kirana. Ibunya memang tidak bisa membantunya karena sekolah Dasar pun ia tidak lulus.


Itulah sebabnya pendidikan sangat penting bagi seorang wanita, pendidikan bukan untuk semata mencari pekerjaan tapi bagi wanita jika memiliki pendidikan bisa jauh lebih mudah mengajarkan anaknya dalam sehari-hari.


Hari sudah semakin sore, Kirana menyuruh anaknya untuk mandi.


"Bella, ayo mandi." panggil Kirana.


"Iya  Bu." jawab Bella sambil merapikan buku dan alat tulisnya.


Setelah ia selesai mandi fikirannya begitu tidak tenang rasanya sangat takut, mengingat soal yang begitu banyak Brian berikan.


Bella merasa tidak percaya diri dengan yang ia isi perasaannya sangat takut jika ada salah satu yang tidak benar jawabannya.


Tentu Brian akan memukulnya lagi karena sejak siang Ayahnya sudah menahan emosi pada putrinya itu.


Cukup lama Bella memikirkan jalan keluar sampai akhirnya ia memutuskan untuk berpura-pura tidur sebelum Ayahnya pulang.


"Apa nanti kalau aku tidur Ayah akan membiarkanku libur belajar yah malam ini?" gumam Bella terus menebak-nebak.


Akhirnya ia mencoba idenya, dengan cepat ia membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan memakai selimut.


Benar, tidak berapa lama Brian tiba di rumah ia masuk ke dalam rumah dengan wajah dinginnya.


"Bella kemana?" tanya Brian pada Kirana.


Kirana yang tengah sibuk memasak di dapur tidak menatap suaminya.


"Di kamar mungkin, coba lihat." jawab Kirana.


Dengan cepat Brian masuk, ia melihat putri kecilnya yang sudah tertidur lalu kembali ke luar menghampiri Kirana.


Tanpa ia tahu Bella sebenarnya tadi sangat bergemetar ketika di temui Brian, ia sangat takut jika Brian membanguninya untuk belajar. Tubuh Bella berkeringat ketakutan saat memaksa kedua matanya untuk terus tertutup.


Brian yang sudah berada agak jauh dari belakang Kirana hanya terdiam.


"Ada?" tanya Kirana.


"Tidur." jawab singkat Brian.


"Sudahlah biarkan dia istirahat, hari ini tidak tidur siang gara-gara soal yang kau berikan." ucap Kirana sambil terus memasak.


Brian yang tidak menjawab akhirnya duduk di sofa terdiam sambil memegang kepalanya. Pria itu selalu terlihat seperti itu tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam fikirannya.


Setiap kali duduk selalu seperti ada beban yang ia fikirkan tanpa henti. Namun Brian tidak pernah membagi pada istrinya. Mereka memang seperti pasangan suami istri yang sangat jarang berkomunikasi tentang masalah masing-masing.


Halo semuanya cerita gadis kecilnya sampai  sini dulu yah di episode ini. Selamat membaca yah readersku sayang semoga kalian suka dengan kisah gadis kecil yang trauma ini.