
Hari libur Bella pun usai, tak terasa ia telah melewati waktu begitu panjang dengan terus memikirkan dirinya lagi.
Kedatangan Bella di Kota itu di sambut dengan wajah kesal ayahnya. Bella yang baru saja turun dari mobil terkejut saat menatap halaman depan penginapan itu.
“Ayah, mau apa dia kemari?” gumam Bella begitu was-wasnya.
Kali ini Bella tak lagi mendapat perlindungan dari siapa pun jika terjadi apa-apa dengannya. Brian yang melihat kehadiran Bella segera berteriak.
“Kemari kau!” Suara kasar Brian terdengar segera membangunkan bulu tubuh Bella.
Gadis itu pun melangkah mendekat pada sang Ayah. Ia tidak tahu apa masalah kali ini hingga membuat Brian datang padanya.
“Berikan ponselmu.” tutur Brian dengan meletakkan tangannya yang terbuka di depan Bella.
Bella yang gugup segera menyerahkan ponselnya yang berasal dari ayahnya itu. Brian beberapa kali memeriksa ponsel Bella, tak ada nama yang ia cari di sana.
Sosok pria yang yang Brian terima informasinya jika telah berpacaran dengan anaknya. Beruntung Bella sudah lama putus dengan pria itu.
“Kau jangan berani-berani pacaran! Atau kau akan terima akibatnya.” ancam Brian pada Bella dan segera meletakkan ponsel itu di meja lalu pergi meninggalkan Bella begitu saja.
“Haaaah syukurlah Ibu sudah memberikanmu ponsel baru lagi. Jadi aku bisa menyembunyikan semua di ponselku yang ini.” ucap Bella begitu legahnya.
Entah dari mana lagi Brian mendapat laporan tentang Bella. Yang jelas pelapor itu pasti tak beda jauh dengan dua orang kepercayaan ayahnya itu.
Mereka hanya bisa menjadi penjilat di hadapan Brian demi mendapatkan fasilitas dan bantuan apa pun itu.
Setelah pertemuan keduanya waktu itu kini Bella tak lagi bertemu dengan ayahnya hingga Brian yang tidak mengetahui jika Bella sudah memiliki kekasih baru saat ini.
Yah dia begitu baik pada Bella, pertemuan mereka berawal dari salah satu resepsionis di penginapan Bella tinggali saat ini.
Bella yang di kenalkan dengan seorang pria merasa begitu nyaman ketika berbicara. Tak butuh waktu lama bagi Bella melihat pria itu.
Bagi Bella dirinya kali ini sudah ingin menjalani hubungan yang serius tanpa ada orang lain lagi yang mengganggu mereka.
Namanya adalah Beren ia salah seorang pekerja di sebuah bengkel. Hidupnya begitu sederhana sehari-hari ia hanya menggantungkan hidupnya di bengkel kecil itu.
Namun bagi Bella pekerjaan tidak menjadi hal utama baginya memandang seseorang. Yang Bella butuhkan adalah kasih sayang dari pria itu dan jika Bella bisa mendapatkan kasih sayang dari keluarganya tentu itu akan menjadi hal yang paling Bella impikan selama ini.
Mereka setiap hari bertemu, Bella yang sudah lupa dengan lingkungan teman-teman sekolahnya selalu menghabiskan waktunya di luar jam sekolah dengan Beren.
Beren setiap hari mengantarkan Bella dan menjemputnya ke sekolah. Mereka seakan sudah lupa dengan dunia luarnya dan hanya dunia mereka berdua saja yang terus menemani hari-hari itu.
Bella mulai acuh dengan sekolahnya. Kehadiran Beren benar-benar membuat Bella menjauh dari temannya.
Brian yang di sibukkan dengan kehidupan bergelimang hartanya tak lagi memusingkan atau mengkhawatirkan keadaan Bella yang tinggal di penginapan miliknya.
Laki-laki itu begitu mempercayai jika Bella akan menjaga dirinya dengan baik. Tanpa sadar dengan apa yang ia lakukan pada wanita-wanita di luar sana selama ini.