
Di kelas Bella masih tetap berusaha mengerjakan soal ulangannya meskipun kali ini fikirannya sudah tidak tahu kemana arahnya. Mata yang sejak tadi pagi terus berkaca-kaca berusaha keras ia mengusapnya dengan kasar.
"Bella, ada apa?" tanya Rinda teman dekat Bella yang sebangku dengannya.
Bella tidak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya memberi isyarat jika tidak terjadi apa-apa dengannya. Rinda tampak penasaran dengan teman di sampingnya karena Bella selalu bercerita dengannya setiap kali mendapat masalah.
Bella hanya berusaha mengisi jawaban ulangan tanpa mau membaca begitu pelan, ia sama sekali sudah tidak perduli lagi dengan hasil jawabannya kali ini. Setelah Bella pulang sekolah ia segera meraih ponsel yang berada di lemari kamarnya. Tangannya bergemetar ketika menghubing Ayahnya, beberapa kali ia terus menelfon namun Brian masih belum menjawab terlfon Bella.
Akhirnya Bella menghubungi nomor Kirana. "Ada apa, Bella?" tanya Kirana.
Bella yang sudah tidak lagi bisa mengotrol kemarahannya berteriak sambil menangis. "Mana Ayah Bu? mana Ayah?" teriak Bella begitu mengejutkan Kirana.
"Ada apa, Bella? mengapa kau menangis dan berteriak seperti ini?" Kirana begitu bingungnya dan langsung berlari menemui suaminya yang berada di ruang kerjanya. Ia segera menyerahkan ponselnya pada Brian.
"Ada apa, Bella?" tanya Brian dengan santainya.
"Apa yang Ayah lakukan pada Dinar? Ayah berpacaran dengan wanita itu? Ayah dia seumuran Bella bagaimana Ayah bisa melakukannya?" teriak Bella histeris.
Tesa dan Tante Nely yang mendengar tangis Bella di kamar berlari menghampiri Bella, kedua wanita itu tampak syok yang melihat tubuh Bella sudah bergemetar memegang ponselnya.
"Ayah tidak ada apa-apa dengannya, Bella." jawab Brian berusaha tenang.
"Ayah bohong, semua teman-teman Bella sudah tahu. Bella malu Ayah seperti itu mengapa kalian harus mengumbar hubungan kalian pada teman Bella?"
Brian yang terdiam beberapa saat kini kembali membujuk Bella. "Bella, ayah sudah tidak ada hubungan lagi dengannya." ucap Bria yang belum sempat terdengar oleh Bella seketika sambungan telfon pun terputus.
Bella sudah menangis dan tersungkur ke lantai, tubuhnya begitu lemas ia tidak lagi bisa mengontrol dirinya. Tante Nely menangis berusaha menenangkan Bella begitu juga dengan Tesa. Mereka beberapa kali mengusap air mata Bella.
Tante Nelly ketakutan melihat tubuh Bella yang mengejang kaku. Bella terus berteriak kesakitan karena tubuhnya tidak lagi bisa ia gerakkan.
"Bella, tenangkan dirimu. Tante khawatir, Nak." tangis Tante Nely yang ikut pecah di kamar itu.
Tanpa Bella tahu selama ini Bella sudah menjadi bahan bicaraan di bibir teman-temannya tentang hubungan Brian dengan Dinar yang begitu mencolok di lingkungan mereka. Brian yang sudah banyak membelanjakan Dinar terus menjadi bahan perbincangan di teman-teman Bella.
Kirana yang tidak tahu telah terjadi apa antar Brian dan Bella terus menghubungi nomor Bella. Akhirnya Tesa pun mengangkat telfon dari Kirana.
"Halo Tante." ucap Tesa sopan.
"Ada apa, Tesa? Bella kenapa?" tanya KIrana cemas.
Tesa yang tidak berani mengatakan apa-apa lebih memilih memberikan ponsel Bella pada Tante Nely yang sementara memijat tangan dan kaki Bella.
"Halo, Bu." ucap Tante Nely.
"Iya Bu, ada apa sebenarnya ini?" tanya Kirana.
Tante Nely pun menjelaskan pada Kirana jika Bella mengetahui tentang hubungan Ayahnya dengan wanita seumurannya. Bella yang masih terbaring kaku kini terus menangis, Kirana juga tak kalah syok dari Bella. Ia begitu tidak menyangka jika Brian bisa melakukan hal itu dan membuat anaknya malu.
"Di mana Bella sekarang, Bu?" tanya Kirana lagi.
"Ini sama saya, Bu. Bella masih mengejang tubuhnya sepertinya dia benar-benar tidak bisa mengendalikan amarahnya. Karena Tesa bilang Bella sudah sejak pagi menahan untuk menghubungi Ayahnya." jelas Tante Nely yang paham dengan keadaan Bella.
"Bu, saya titip anak saya yah. Saya juga tidak bisa melakukan apa-apa di sini, hanya kalian yang bisa menolong anak saya sekarang. Tolong jaga Bella dari apa pun yah Bu." ucap Kirana menangis.
Ia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Brian yang tidak akan mau menghentikan perlakuannya tidak akan mungkin bisa di cegah lagi oleh Kirana.
Setelah cukup lama Kirana menangis di telfon kini Tante Nely sudah mulai berhasil mengendalikan tubuh Bella. Mereka menemani Bella di kamar perlahan Tante Nely terus memberi kekuatan untuk Bella.
"Bella, terkadang Tuhan memang memberikan cobaan pada hambanya di luar kedewasaan kita. Dan itu bukan tanpa alasana, semua Tuhan berikan untuk membuat kita lebih dewasa dari umur kita saat ini. Tidak semua orang bisa dewasa sesuai dengan usianya. Tante paham apa yang Bella rasakan saat ini." ucap Tante Nely.
Bella hanya terdiam dan meneteskan air matanya ia tidak sanggup mengatakan apa pun lagi kali ini semua benar-benar di luar dugaannya.