
Setelah selesai semua dari persyaratan yang di minta oleh keluarga Beren, kini waktu sudah berlalu begitu cepatnya, perut Bella yang mulai membesar kini di perlihatkan di pengadilan saat menjalani sidang pertama.
Bella yang selama masa kehamilan terus mendapatkan beban pikiran terlihat sangat kurus dan kusam wajahnya. Beruntung karena bawaan bayi, ia terlihat bersinar seperti yang di katakan kebanyakan orang di luar sana.
Selama itu juga Beren dam Bella tak henti-hentinya berkelahi melalui ponsel. Beren kerap kali menuduh Bella yang tidak-tidak.
Namun Bella sadar, Beren menuduhnya mungkin karena keadaan Beren juga sedang tertekan. Meski Bella tahu hal itu tidak seharusnya Beren lakukan pada Bella terus-menerus membuat Bella menangis.
Di ruang persidangan, Bella bersama keluarga telah hadir. Begitu juga dengan Beren yang sudah duduk di dalam dan di barisan paling depan menghadap ke samping.
Ia menatap kehadiran Bella dengan keluarganya. Sidang di mulai.
Bella mulai di minta penjelasan sesuai dengan hasil introgasi yang di berikan pihak kepolisian. Bella menangis tanpa henti sembari menjawab satu persatu pertanyaan itu.
Ia duduk sendiri paling depan tanpa di dampingi kedua orangtuanya.
Bella mengakui semua perbuatannya, mereka melakukan atas dasar suka sama suka. Ia benar mencintai Beren.
Setelah selesai giliran Bella, kini waktunya kedua orang tua Bella maju. Kirana dan Brian kini maju ke kursi bagian depan.
Beren meminta waktu sejenak sebelum pengakuan kedua orangtua Bella.
"Bapak, Ibu, saya benar-benar minta maaf atas perbuatan saya." tutur Beren dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Brian menjawab dengan tegasnya. "Iya, saya memaafkan hal itu. Saya sudah memaafkan." ucapnya.
Setelah Beren mengucapkan terimakasih, ia sangat berharap jika tuntutan itu akan semakin ringan padanya. Namun semua tetaplah hukum. Apa pun yang sudah di proses tidak akan bisa mendapat hukuman yang jauh lebih rendah dari pada yang sudah di tetapkan.
Persidangan kembali berjalan, Brian mengakui jika dirinya telah salah mempercayai Bella untuk mengelola penginapan itu tanpa pengawasan darinya.
Brian menangis menyesali semua yang telah terjadi pada putrinya.
Kirana yang mengusap dada suaminya berusaha membantu Brian agar jauh lebih tenang.
"Bagaimana bisa Bapak sangat berani melepas putri Bapak tinggal sendiri sementara Bapak tahu tempat apa yang ia tinggali saat itu?" tanya hakim ketua di depan.
Begitu juga dengan jaksa yang berdiri di depan terus berbicara. Tak ada kata lain, selain sebuah penyesalan yang berkali-kali Brian lontarkan dengan air mata yang sudah terus membasahi wajahnya.
Tiba-tiba Brian rebah dari duduknya dengan memegangi dadanya. Jantungnya sudah kembali kambuh.
Semua panik di ruangan itu, sementara Bella hanya diam mematung, ia tidak tahu apa yang harus di lakukan kali ini. Ada rasa marah, ada rasa menyesal dan ada rasa tidak tega terlebih lagi rasa takut jika Ayahnya kenapa-kenapa.
Tapi keberanian Bella untuk mendekati sang Ayah. Ia sadar jika saat ini Brian sudah benar-benar malu dengan adanya dirinya.
Teman Brian segera mengantar mereka semua kembali ke rumah. Di rumah sudah ada Dokter yang menunggu kedatangan Brian.
Selama beberapa waktu belakangan ini, Brian memilih untuk mengambil Dokter pribadi yang akan memeriksa keadaannya rutin.
Mengingat semua masalah di keluarganya benar-benar buruk ia takut jika harus mengambil waktu lebih lama untuk ke rumah sakit.
Keluarga Beren terus mencari jalan agar Beren mendapatkan keringanan. Mereka memang tidak mengetahui tentang hukum, dan setiap kali mendengar masukan dari orang kemarahannya semakin menjadi.
Begitu banyak mulut yang saling mengadu domba keluarga Bella dan juga Beren.
Ada yang mengatakan jika Brian membayar bos besar di pengadilan, dan ada juga yang mengatakan Brian terus mengeluarkan uang untuk meminta hukuman pada Beren di beratkan.
Sedangkan hukum, tetaplah hukum. Semua tetap di putuskan dengan adil. Brian hanya meminta pada jaksa untuk memutuskan hukuman yang seadil-adilnya. Ia tidak terima jika Beren di beri hukuman yang tidak sesuai dengan kasus anaknya.
Seperti yang kita ketahui, anak yang berada di bawah umur hukum penjara maksimal empat belas tahun.