Dad, Please Hug Me

Dad, Please Hug Me
Season 2 Chapter 2. Pulang Berlibur



Di bandara pagi ini tampak terlihat lalu lalang para pengunjung di bandara. Sosok wanita berparas manis itu tampak tersenyum usai bercanda tawa dengan sang ibu dan juga sang ayah.


“Bella masih rindu sama Ayah dan Ibu.” tuturnya memegang erat pergelangan tangan kedua orangtuanya.


“Nanti kalau libur pulanglah, Nak.” sahut sang Ibu membelai lembut rambut sang anak.


Ketiganya kini beranjak dari duduknya saat mendengar suara pemberitahuan jika pesawat penerbangan menuju Surabaya akan segera berangkat dalam beberapa menit ke depan. Hingga mereka pun memutuskan untuk melakukan boarding pass.


Bahagia dan sedih kini memenuhi hati Bella. Ia sedih kala mengingat hari ini mereka akan berpisah setelah satu minggu menghabiskan waktu berlibur di Bali.


Pesawat kini mengudara hingga beberapa menit ke depan. Meski sedikit lebih tenang, tak menutup perasaan jauh di dalam lubuk hati wanita itu masih merasakan perihnya perpisahannya dengan Aldrich.


“Semangat, Bell. Kau pasti kuat. Jadilah wanita yang sukses dan membahagiakan kedua orangtua serta adikmu.” batinnya berusaha menguatkan diri.


Beberapa menit dalam penerbangan, akhirnya mereka tiba di bandara Surabaya.


Tangis sedih terlihat di ketiga orang itu. Bella merasa sangat berat melepaskan kedua orangtuanya untuk kembali.


“Sudah, lanjutkan kuliahmu dengan benar. Ayah dan Ibu akan mendukung dan mendoakanmu.” tutur Brian.


Bella hanya mampu tersenyum di sela air mata yang menetes di kedua matanya.


“Bu, Bella titip Mika. Bella yakin pasti Bella akan susah ke depannya dapat kabarnya. Maafkan Bella, Bu. Yang tidak percaya sama Ibu.” ucap Bella dengan lirih sembari memeluk sang Ibu.


Tentu ucapannya tak dapat di dengan oleh sang ayah, karena keadaan bandara yang begitu ramai dan berisik.


“Iya, Ibu sudah memaafkan kamu. Bell, pesan Ibu hati-hati di sini. Jangan hancurkan kepercayaan Ayah lagi yah? Wanita sukses pasti akan mudah ke depannya mencari kebahagiaan.” Motifasi sang ibu membuat Bella menganggukkan kepalanya paham.


“Yasudah, Ayah sama Ibu pulang yah? Baik-baik di sini.” Bella hanya menatap langkah kedua orangtuanya yang menuju keberangkatan selanjutnya.


Sedangkan dirinya, kini berbalik badan keluar bandara setelah memastikan kedua orangtuanya tak terlihat lagi.


Bella meneruskan perjalanan dengan taksi yang sudah ia pesan.


***


Hari-hari Bella lewati dengan berdiam diri di dalam kos. Ia tampak terus menatap layar laptop demi mencari informasi lanjutan terkait pendaftaran S2. Tekadnya sudah bulat untuk memikirkan masa depan tanpa berniat memikirkan hal yang sudah berlalu.


Perlahan bayangan Aldrich mulai memudar di ingatan wanita itu. Hanya ada persyaratan kuliah yang terus memenuhi kepala wanita cantik itu.


Berbagai persyaratan sudah Bella kumpulkan hingga ia mulai fokus untuk mencari pekerjaan demi mengisi waktu kosongnya.


Lowongan kerja online tentu menjadi tujuan Bella saat ini.


“Ah kenapa rasanya tidak ada yang pas yah? Apa sebaiknya aku keluar jalan-jalan lihat referensi peluang di luar yah?” Berpikir sejenak hingga ia pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya yang lelah seharian duduk di depan laptop.


***


Berbeda dengan kedua orangtuanya yang kini sudah kembali fokus bekerja di tempat mereka. Sepulang liburan, mereka tak memilih istirahat.


Usaha Brian di hotel tentu sudah menunggu sang pemilik untuk mengecek kembali perkembangan tamu yang berkunjung.


Begitu pula dengan pekerjaan sang Ibu yang memiliki usaha agen besar sembako. Sungguh perubahan hidup yang berubah drastis. Ekonomi mereka tampak begitu maju dengan pesat.