Dad, Please Hug Me

Dad, Please Hug Me
Bella Menyaksikan



Malam hari Bella berpamitan denga orang rumah untuk pergi les bersama temannya. Sesampainya di tempat les ia hanya masuk di jam pertama.


"Bella, kamu mau kemana?" tanya salah satu teman les Bella.


"Aku ijin yah, ada urusan dan aku langsung pulang tidak apa-apakan?" tanya Bella.


Merasa tidak enak les sendirian akhirnya teman Bella yang bernama Desi memintanya untuk pergi bersama. Bella pun setuju akhirnya kedua gadis itu jalan menuju arah rumah Brian.


Beberapa menit berlalu Bella pun mulai memperlambat motornya helm ia tutup dengan cukup antusias ia menatap ke arah rumah sang Ayah. Belum sempat keduanya sampai Bella sudah melihat mobil Brian keluar dari gang rumahnya.


"Loh Bella, kok kita putar balik?" tanya teman Bella.


"Tidak apa-apa, aku ingin ikuti mobil putih itu." jawab Bella terburu-buru.


Sesampainya di sebuah kafe mobil putih Brian pun terparkir dengan sempurna. Mata Bella terbelalak tidak percaya melihat Ayahnya turun dari mobil di gandeng dua wanita.


Motor seketika terhenti, Bella tidak bisa menahan diri ia menangis sejadi-jadinya. "Blella, ada apa? siapa dia?" tanya teman Bella dengan khawatirnya.


"Dia...dia Ayahku." jawab Bella kembali menangis pecah.


Dengan cepat teman Bella memeluknya ia ikut merasakan kesedihan yang temannya alami kali ini. Di pinggir jalan cukup gelap keduanya berusaha mencerna apa yang baru saja mereka lihat.


"Sabaryah, Bella." ucap Desi sembari mengelus punggung temannya.


"Aku tidak percaya ini Desi." ucap Bella menangis.


Desi terus berusaha menenangkan Bella sampai akhirnya Bella ingin menemui Ayahnya. "Bella, mau kemana?" tanya Desi.


"Aku ingin menemui mereka, aku tidak tahan melihat seperti ini." ucap Bella dengan wajah emosi.


"Bella, kau sebagai anak tidak boleh seperti itu. Dia Ayahmu jangan permalukan dia." nasihat Desi mampu meluluhkan hati Bella yang meradang kali ini.


AKhirnya keduanya pun pulang, di rumah Bella hanya terus menangis memikirkan hal yang baru saja ia lihat semua seperti mimpi baginya. Ia tidak percaya jika Ayahnya bisa melakukan hal itu. Yang Bella tahu Ayahnya tidak pernah menyukai bermain wanita hanya saja memang Brian sangat suka dengan alkohol.


"Bu, Bella melihat Ayah tadi." ucap Bella melalui telfonnya.


"Melihat Ayah, lalu?" tanya Kiran bingung.


Bella tidak bisa mengatakannya lagi ia kini menangis sampai membuat Kirana semakin penasaran.


"Ada apa, Bella?" tanya Kirana.


"Ayah, Bu."


"Iya Ayah kenapa?" lanjut Kirana tidak sabaran.


"Ayah tadi bersama dua wanita." jelas Bella dengan suara tangis yang pecah.


Kirana terkejut mendengar ucapan putrinya, dari mana Bella bisa melihatnya. "Kau lihat dimana, Bella?"


Bella pun mmenjelaskan jika ia baru saja mengikuti sang Ayah dari rumah hingga tiba di kafe dengan dua wanita yang jelas-jelas di bawa dari rumahnya. Bagaimana Bella tidak merasa syok dengan yang ia lihat barusan. Kirana yang mendengar laporan anaknya seketika menelan kasar salivahnya.


Ia tidak menyangka jika Brian sampai membawa wanita lain masuk ke rumah mereka, apa memang ini sebenarnya tujuan pria itu membeli rumah di sana dan tidak mengijinkan Bella untuk tinggal bersamanya.


"Yasudah, kau tenanglah jangan di fikirkan. Ingat fokuslah belajar." ucap Kirana berusaha menenangkan Bella.


"Tapi Bu, Bella tidak bisa melihat Ayah seperti ini." bantah Bella dengan terus menangis.


"Bella, tugas anak itu hanya belajar. Tidak boleh mencampuri urusan orangtua. Ibu akan baik-baik saja." jelas Kirana yang berusaha memperlihatkan kekuatannya.


Bella yang tidak ingin berdebat lebih jauh lagi pada Ibunya akhirnya memilih untuk mematikan telfon dan tidur. Semalaman gadis itu tampak gelisah, bayangan Ayahnya bersama dua wanita terus berputar di kepalanya sungguh hal yang benar-benar tidak ia sangka terjadi pada keluarganya.


Bella sangat takut jika sang Ayah akhirnya akan memilih wanita lain dari pada keluarganya sendiri. "Ayah benar-benar keterlaluan, apa Ayah tidak berfikir jika ia memiliki anak perempuan dan bisa saja mengalami hal yang seperti Ibu alami saat ini?" gumam Bella sampai ia tertidur tanpa sadar.