Beautiful Affair

Beautiful Affair
BA # 62 -



Viona kembali datang ke rumah Alira dan seperti biasa, ia di sambut hangat oleh si kembar yang ketampanannya menuruni Daniel Agra itu.


Namun kedatangan Viona saat ini bukan untuk bermain karena ia datang bersama Dokter Amberley, seorang Psikiater yang sangat terkenal.


Kedatangan Dokter Amberley di sambut hangat oleh Alira, apalagi selama ini Dokter Amberley sering menemuinya untuk membantu Alira keluar dari trauma masa lalunya.


"Bagaiamana kabarmu, Alira?" Tanya Dokter Amberley sambil tersenyum hangat.


"Sangat baik, Dokter," jawab Alira.


"Apa kamu masih meminum obatmu dengan teratur?" Tanya Dokter Amberley yang seketika membuat raut wajah Alira berubah, pandangannya pun lurus menatap ke belakang Dokter Amberley dan seketika Alira kembali tersenyum hangat.


Ia melihat Daniel dan Ryan sedang duduk bersama Leon dan Leo, Alira melemparkan senyum pada suaminya yang juga tersenyum padanya.


"Alira...." panggil Viona yang membuat Alira sedikit tersentak. Viona dan Dokter Amberley mengikuti arah pandang Alira dan yang mereka lihat hanya Leon dan Leo yang sedang asyik bermain.


"Alira, apa kamu masih meminum obatmu dengan teratur?" Tanya Dokter Amberley lagi.


"Aku sehat, Dokter. Aku tidak butuh obat apapun lagi," jawab Alira sambil tersenyum.


"Alira...." Viona menggengam tangan Alira dengan lembut. "Kamu harus minum obatmu dengan teratur supaya ... supaya kamu tidak berhalusinasi lagi, Ryan dan Daniel sudah pergi." Viona berkata sembari menitikan air matanya dan seketika Alira langsung menghempaskan tangan Viona dengan kasar.


Mata Alira sudah berkaca-kaca, bibirnya bergetar dan ia kembali menatap anak-anaknya namun tak ada Daniel maupun Ryan disana.


" Please, Alira...." mohon Viona dengan lembut. "Lakukan demi Leon dan Leo, mereka membutuhkanmu. Dan please! Lakukan ini demi ketenangan Ryan dan Daniel."


"Kamu bicara apa?" Tanya Alira dengan suara bergetar. "Aku masih bersama mereka, Viona. Daniel selalu ada di sampingku, dan Ryan juga, tadi pagi dia membantuku memasak."


Alira tampak kebingungan, ia memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit, dadanya pun terasa sesak dan ia kembali mengingat apa yang terjadi pagi ini.


Alira bangun pagi sekali, ia membuka tirai kamarnya, namun karena ia masih mengantuk, Alira kembali tidur. Dan saat matahari sudah tinggi, cahaya mentari masuk di sela-sela tirai kamarnya dan membuat Alira terbangun setelah ia bermimpi tentang masa lalunya.


"Tidak... Tidak!" Alira tampak sangat cemas, bahkan keningnya berkeringat, namun dokter Amberley langsung menenangkan Pasien nya itu.


"Lihatlah Leon dan Leo...." lirih Dokter Amberley. "Sekarang kau hidup hanya untuk mereka dan mereka hidup untukmu, Alira. Mereka sangat membutuhkanmu, bangkitlah dari keterpurukanmu. Ini sudah 6 tahun, Alira."


Alira tak bisa lagi membendung air matanya, ia menolak percaya pada apa yang di katakan Dokter Amberley juga Viona. Setiap malam ia tidur di pelukan Daniel, setiap hari ia juga melihat Ryan di rumahnya.


"Kenapa kalian tidak percaya padaku? Aku hidup bersama Daniel, Ryan, Leon dan Leo. Mereka berempat bahagia dan selalu bersama."


Viona dan Dokter Amberley saling melempar tatapan, mereka berdua berusaha sebaik mungkin untuk menyadarkan Alira dari halusinasinya selama beberapa tahunn ini, namun itu hanya berhasil selama beberapa waktu saja. Setelah itu, Alira akan kembali pada dunia khayalannya yang ia buat sendiri. Bahwa ia hidup bersama suami, adik ipar dan kedua anaknya dengan bahagia.


Kecelakaan yang luar biasa dan rasa bersalah yang begitu besar membuat Alira enggan berpisah dari bayangan Daniel maupun Ryan.


"Baiklah, kami percaya padamu...." kata Dokter Amberley sembari memeluk Alira. "Tapi rahasiakan ini dari siapapun, okay? Sekarang, apa kau mau ikut bersama kami?"


"Kemana?" tanya Alira.


"Ke suatu tempat, bersama anak-anakmu juga."


Tbc...