Beautiful Affair

Beautiful Affair
BA #45 - Kebohongan Yang Tersimpan



Mengetahui Alira dan Daniel akan pulang secepat ini tentu membuat Ryan sangat terkejut, apalagi mereka baru beberapa hari di Paris.


"Aku tidak menyangka kalian pulang secepat ini," tukas Ryan pada Daniel yang saat ini sedang menemaninya minum kopi di halaman belakang rumah.


"Sebenarnya aku pun ingin lebih lama di sini, aku menghabiskan waktuku bersama Alira dan kamu lebih lama, tapi ada masalah di perusahaan yang harus segera aku tangani," jawab Daniel kemudian ia menyeruput kopinya.


Ryan menatap Daniel lekat-lekat dan mengingat semua perilaku Daniel selama ini yang seolah tidak menunjukkan bahwa pria ini adalah pria yang lupa dengan identitas dirinya.


"Apa kau masih belum mengingat apapun? Tentang masa lalumu?" Tanya Ryan kemudian yang membuat Daniel tampak terkejut namun kemudian ia memasang wajah tenangnya.


"Ada apa? Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Daniel.


"Karena sepertinya kau sangat hafal dengan jalan di Paris, kau pergi kemanapun sendirian," tukas Ryan. "Selain itu, kamu juga bersikap bagaimana layaknya seorang Daniel yang dulu." lanjutnya yang membuat Daniel justru tertawa.


"Ayo lah, Ryan. Ini zaman modern, semuanya bisa kita temukan dengan mudah. Dan aku memang kehilangan ingatanku tapi itu tidak berarti aku bisa kehilangan karakterku," jawab Daniel kemudian ia kembali menyeruput kopinya.


Keduanya pun sama-sama terdiam, hingga akhirnya Daniel kembali bersuara. "Aku sudah ingat semuanya," ucapnya yang membuat kedua bola mata Ryan langsung membulat sempurna. Baru beberapa detik saja yang lalu Daniel menyelak, dan sekarang ia mengaku?


"A-apa?" Tanya Ryan tak percaya, Daniel menghela napas berat, pandangannya lurus ke depan. "Aku ingat satelah Alira menceritakan tentang hubungan pernikahan kami, saat itu aku jatuh pingsan dan di larikan ke rumah sakit. Sejak saat itu, perlahan ingatanku kembali."


"Lalu kenapa kamu tidak memberi tahu kebenaran ini pada Alira?" tanya Ryan dengan dada yang bergemuruh, ia merasa tak terima karena Daniel menipu Alira hanya untuk memuaskan dirinya sendiri.


"Aku tidak mau kehilangannya, Ryan. Aku sangat mencintainya," tukas Daniel dengan tatapan yang dalam. "Aku ingin Alira melihat diriku sebagai orang baru sehingga kami akan memulai semuanya dari awal." Ryan tertawa sinis mendengar ucapan Daniel.


"Sejak kapan kau jadi bodoh dan naif, huh?" Teriak Ryan namun Daniel hanya tersenyum miring. "Apa kau tahu bahwa istrimu itu tidak bahagia bersamamu? Kenapa kamu memaksanya, Daniel? Apa kamu bisa bahagia di atas penderitaannya?" Teriak Ryan.


"Aku sedang berusaha membuatnya bahagia, Ryan," desis Daniel.


"Dengan membawanya liburan ke Paris kemdian mencampurkan minumannya dengan obat perangsang?" Tanya Ryan.


Ryan sungguh tak habis fikir dengan apa yang di fikirkan Daniel, sekarang ia semakin yakin, Daniel sudah gila karena obsesinya pada Alira.


Ryan beranjak hendak pergi namun Daniel langsung mencekal tangannya. "Aku mohon, jangan beri tahu ini pada Alira, Ryan," tukasnya.


"Aku akan memberi tahunya," jawab Ryan pasti.


"Aku memberi tahumu karena aku percaya padamu, Ryan," ujar Daniel. "Aku tidak tahu harus berbicara pada siapa lagi, selain Alira, hanya kau yang ku miliki." lanjutnya dengan tatapan sayu nya yang membuat Ryan terhenyak.


Percaya?


Bagaiamana jika Daniel tahu bahwa adik dan istrinya telah menghabiskan malam bersama? Apakah masih ada kepercayaan yang tersisa dalam hidupnya.


"Aku akan memberi tahunya sendiri nanti," ucap Daniel lagi.


"Terserah!" Tukas Ryan dingin kemudian ia segera pergi dari sana.


Ryan masuk ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di ranjang, Ryan mengelus di sisi ranjang dimana tadi malam Alira tidur.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Gumam Ryan cemas.


Sementara di sisi lain, Alira mengemasi barang-barangnya dan barang-barang Daniel. Ia juga terkejut saat Daniel memberi tahunya bahwa mereka akan segera pulang ke Indonesia, namun Alira merasa itu lebih baik dan ia akan segera memberi tahu Daniel semuanya.


Atau hidup mereka bertiga akan hancur secara perlahan.


Daniel masuk kamar dan ia mendapati Alira yang sedang menyusun pakaiannya ke dalam koper, Daniel menatap Alira lekat-lekat. Ia juga merasa bersalah karena telah membohongi Alira, Daniel berencana akan memberi tahu Alira saat mereka sudah sampai di Indonesia nanti. Daniel berjanji pada dirinya sendiri, setelah ini ia akan benar-benar berusaha menjadi suami yang baik dan merebut cinta Alira lagi.


Tbc...