Beautiful Affair

Beautiful Affair
BA #30 - Can't Lose You



Alira mengusap air mata yang sejak tadi tak mau berhenti mengalir di pipinya setelah mendengar pengakuan cinta Ryan, ia menatap mata Ryan, mencari kebohongan disana, namun Ryan hanya menunjukan kejujuran.


"Aku tahu, mungkin kamu tidak akan percaya padaku, tapi aku sungguh jatuh cinta padamu, Alira. Aku tersiksa setiap kali melihatmu dekat dengan Daniel," tukas Ryan dengan suara rendah dan frustasi.


"Tapi aku tidak butuh cintamu, Ryan," jawab Alira yang langsung membuat Ryan tercengang. "Aku tidak ingin cinta siapapun, aku bertahan sekarang hanya sampai Daniel sembuh. Setelah itu, aku akan pergi dari kehidupan kalian berdua," tukas Alira kemudian ia meninggalkan Ryan dengan hati yang gundah.


Saat Alira hendak membuka pintu, Ryan kembali mencegahnya, ia menarik tangan Alira dan menyentak Alira ke pelukannya.


"Ryan! Lepaskan aku!" Geram Alira sembari memukul dada Ryan, ia berusaha berontak namun kekuatannya tak seberapa di banding kekuatan Ryan.


"Please...." lirih Ryan dengan tatapan yang begitu sendu, Ryan menangkap tangan Alira yang terus memukul dadanya kemudian meletakkan tangan Alira dimana jantungnya berdetak sangat cepat dan itu hanya karena Alira.


Alira termangu, dan ia langsung menatap mata Ryan. "Please," lirih Ryan sekali lagi. "Aku tetersiksa, Alira. Dadaku sesak sekali setiap kali kau dekat dengan Daniel, aku seperti tidak bisa bernapas." Ryan berkata seolah ingin menangis, suaranya gemetar dan matanya memerah.


Alira terenyuh mendengar ucapan Ryan, ia menyentuh pipi Ryan dan seketika Ryan memejamkan mata, ia menyentuh tangan Alira kemudian mengecup telapak tangan istri kakak tirinya itu.


"Jadilah milikku, Alira," bisik Ryan dalam yang membuat jantung Alira berdebar.


"Aku milik kakakmu, Ryan," jawab Alira dengan suara yang gemetar.


"Tapi kau akan bercerai darinya, 'kan? Aku akan menunggumu, sampai matipun aku akan menunggumu, Alira."


.........


"Ada apa?" Alira terlonjak saat merasakan sentuhan Daniel di lengannya, saat ini Alira sedang menyuapi Daniel makan malam. "Sejak tadi, kau terlihat berbeda, Sayang. Kamu lebih banyak diam, apa ada masalah?" Tanya Daniel dengan lembut.


Alira langsung menggeleng, kemudian ia kembali menyuapi Daniel. "Aku hanya memikirkan tentang perusahaan," jawab Alira berbohong.


Kejadian di kantor tadi benar-benar menyita perhatiannya, ia tak bisa melupakan tatapan Ryan yang sangat berbeda, kata-katanya, tindakannya.


"Maafkan aku, Sayang. Aku janji akan segera sembuh dan mengambil alih kembali perusahaan kembali, jadi kau bisa istirahat di rumah dan hanya menjadi ibu rumah tangga," ucap Daniel sambil tersenyum manis, Alira terenyuh, suaminya telah sangat berubah, menjadi seperti yang ia inginkan.


Tapi, kenapa hati Alira tetap tak berubah? Masih hambar pada Daniel, tak ada lagi cinta seperti dulu.


"Tolong tanyakan pada Dokter, kapan aku bisa pulang," ujar Daniel lagi.


"Beberapa hari lagi, sabar sedikit ya," ucap Alira dan Daniel mengangguk.


Ryan bersikap biasa saja, bahkan ia juga melempar senyum pada Alira seolah tidak ada apa-apa.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Daniel saat Ryan menjatuhkan tubuhnya di sofa.


"Menjagamu, aku yakin Alira pasti lelah jadi aku ingin dia pulang," jawab Ryan. Daniel pun menatap Alira dan Alira memang terlihat sangat letih.


"Apa kau ingin pulang, Sayang? Tidak apa-apa jika kau ingin pulang, kau juga butuh istirahat," tukas Daniel. "Kau juga boleh pulang, Ryan. Ada Dokter dan Suster yang menjagaku disini." lanjutnya yang membuat Ryan tersenyum senang namun Alira segera menyela.


"Tidak, aku akan tetap di sini," tukasnya.


"Sayang, kau butuh istirahat," ucap Daniel lembut. "Aku tidak mau kau sampai kelelahan dan jatuh sakit, nanti siapa yang menjagaku?"


"Itu benar, Alira," sambung Ryan.


"Pulanglah, besok pagi kesini lagi, hm."


Mau tak mau akhirnya Alira pulang bersama Ryan, Daniel menatap kepergian istri dan adiknya itu dengan perasaan yang tak nyaman, ia merasakan firasat yang tak baik namun Daniel mencoba mengabaikan perasaan itu.


.........


"Kenapa sekarang kau terlihat tidak suka saat ada aku, hm?" Tanya Ryan sembari melirik Alira yang duduk merengut di sampingnya. "Dulu, kau tidak bisa keluar rumah tanpaku, aku bahkan sudah sampai seperti bayanganmu. Lalu ada apa sekarang?" Tanyanya.


"Apa maumu sebenarnya, Ryan?" Tanya Alira dengan dingin.


"You," jawab Ryan tegas. "I want you, and I can't lose you." Alira tertawa sinis mendengar jawaban Ryan.


"Kamu tidak akan kehilanganku karena aku bukan milikmu, Ryan. Seharusnya kau tahu itu, dan jangan lupa aku masih istri Daniel, Kakakmu." Alira mengingatkan dengan tegas.


"Calon mantan istri kakaku." Ryan mengkoreksi dengan cepat. "Saat dia sembuh, kau akan bercerai darinya, jadi saat itulah, aku akan memilikimu," ucap Ryan penuh keyakinan namun Alira kembali tertawa sinis.


"Aku tidak mau menjadi milik seorang casanova yang telah meniduri banyak wanita."


Tbc...