Beautiful Affair

Beautiful Affair
BA #60



Daniel berlari masuk ke dalam gudang sembari berteriak memanggil Calista, ia juga heran karena tempat itu terlihat sangat sepi, tidak ada tanda-tanda keberadaan seseorang disana dan itu membuat Daniel merasa curiga, tidak mungkin Calista melakukan penculikan dan penyekapan ini sendirian.


"Calista....!"


"Keluar kamu!" Daniel berteriak lantang, dan teriakannya itu terdengar sampai di tempat dimana Alira dan Ryan di sekap.


Ryan dan Alira seketika panik, takut Calista menyerang Daniel dari belakang seperti yang yang Calista lakukan pada Ryan.


"Suruh dia pergi, Ryan. Aku mohon!" lirih Alira panik.


"Daniel...." Ryan pun berteriak nyaring untuk menyuruh Daniel pergi.


Saat Daniel hendak mendekati asal suara Ryan, Calista sudah muncul di belakangnya dan ia hendak menghujamkan pisaunya ke arah Daniel namun di saat yang bersamaan, terdengar suara sirene polisi yang membuat aksi Calista langsung terhenti.


Daniel yang merasakan keberadaan Calista di belakangnya pun langsung menoleh namun Daniel terlambat untuk menangkis serangan Calista yang menghujamkan pisau ke dadanya.


Calista berseringai licik sementara Daniel meringis kesakitan, ia menendang perut Calista hingga Calista terpental ke belakang.


"Dasar bodoh!" geram Daniel sembari mencabut pisau itu dari dadanya.


"Kau mau membusuk di penjara, huh?" Geram Daniel sembari menodongkan pisau itu ke leher Calista.


"Penjara? Penjara apa, Sayang?" Tanya Calista dengan tenangnya.


"Aku sudah memanggil polisi, apa kau tahu itu?" Desis Daniel namun Calista hanya menanggapinya dengan senyummu miring.


Dan tak lama kemudian, beberapa polisi datang dan langsung menodongkan pistol pada Calista, namun sedikitpun wanita itu tidak terlihat ketakutan.


"Tangkap dia dan buat dia membusuk di penjara!" Desis Daniel tajam. Polisi itu pun langsung memborogol Calista, dan ia masih terlihat tenang.


Sementara Daniel tak memperdulikan hal itu, ia mencari keberadaan Ryan dan Alira, begitu juga dengan beberapa polisi yang lain.


"Ryan.....!"


Daniel menyusuri tempat itu dengan panik hingga akhirnya ia menemukan Ryan dan Alira dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.


"Ya Tuhan...." gumam Daniel saat melihat kepala Ryan berdarah.


"Daniel, kamu harus pergi dari sini," tukas Alira dengan suara gemetar. "Daniel, Calista pasti menjebakmu. Aku mohon pergi dari sini...." seru Alira penuh penekanan namun Daniel tak mau mendengarkan.


Ia membuka ikatan Alira. "Daniel, aku mohon.... Pergi dari sini!" Pinta Alira yang tak lagi bisa membendung air matanya.


"Kita pergi bersama," jawab Daniel, setelah melepaskan semua ikatan Alira, kini ia melepaskan ikatan Ryan yang juga tampak lemah karena kehilangan banyak darah.


"Wanita itu gila, Daniel. Dia menusuk ku dari belakang, benar apa kata Alira, ini pasti jebakan untukmu," tukas Ryan.


"Tidak ada jebakan, Calista sudah di tangkap polisi," jawab Daniel.


Saat Alira hendak berdiri, ia langsung terjatuh karena dirinya sudah sangat lemas.


Daniel yang melihat itu pun langsung menggendong Alira sementara Ryan berusaha berjalan semampu nya, dan mereka bersyukur saat ada polisi yang datang untuk membantu mereka.


Polisi itu pun langsung memapah Ryan berjalan.


Di luar, polisi menyeret Calista masuk ke dalam mobil namun Calista justru menggumamkan hitungan mundur yang membuat polisi itu curiga.


"10...9...8....7....."


"Periksa semua tempat!" Seru polisi itu pada anak buahnya namun saat ia berlari masuk kembali ke dalam gudang, terjadi sebuah ledakan yang membuat mereka sampai terpental, termasuk Calista.