
"Al, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, Sayang." ucap Daniel dengan lirih pada Alira, saat ini keduanya sedang makan malam bersama di rumah.
Daniel ingin memberi tahu kebenaran tentang dirinya sebelum Alira tahu dari orang lain.
Sementara Alira menatap Daniel dengan kening berkerut dan raut wajah suaminya itu tampak sangat serius, membuat Alira penasaran apa yang akan di beri tahu Daneil padanya.
"Sebenarnya aku ... aku.... " ucapan Daniel terhenti saat ponsel Alira berdering.
"Maaf, ini ibu Linda," kata Alira kemudian ia menjawab panggilan dari ibu panti itu.
"Halo, Bu...."
"Apa?" pekik Alira tiba-tiba yang membuat Daniel bingung.
"Ada apa, Al?" Tanya Daniel karena Alira tampak sangat cemas.
"Ibu Linda masuk rumah sakit, dia ... dia jatuh dari tangga," ucap Alira dengan suara tercekat, mendengar itu Daniel juga terkejut, apalagi ia juga sangat dekat dengan ibu Linda selama ini.
Tanpa membuang waktu sedikitpun, Alira dan Daniel pergi ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan Alira terus menangis sesegukan, apalagi ia mendapatkan kabar bahwa ibu Linda sangat kritis.
"Jangan menangis, semuanya akan baik-baik saja," hibur Daniel sembari menghapus air mata Alira dengan tangan kirinya sementara tangan kirinya tetap berada di setir.
"Aku takut, Daniel. Bagaimana jika ... dia sudah seperti ibu kandungku, Daniel. Aku takut," lirih Alira.
"Tidak akan terjadi apapun padanya, Al. Kita berdo'a saja," tukas Daniel kemudian ia mempercepat laju mobilnya menuju rumah sakit.
.........
"Apa? Mereka berada di rumah sakit?" Tanya Calista pada seseorang yang sedang berbicara di telfon dengannya saat ini.
"Iya, sepertinya mereka menemui seseorang, mereka terlihat cemas dan panik," jawab seorang pria dari seberang telfon.
"Cari tahu siapa yang ada di rumah sakit, aku harus tahu semuanya tentang Daniel," desis Calista tajam.
"Baik, Nyonya."
Calista langsung melempar ponselnya itu dengan marah, napasnya memburu. "Aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan kalian semua! Membalaskan dendamku pada kalian yang telah berani mengusikku!"
.........
Daniel sudah berusaha menenangkan Alira namun Alira tak bisa menahan ketakutannya."Dia akan baik-baik saja, Sayang. Ayo, duduklah!" Daniel memaksa Alira duduk dan kali ini Alira mendengarkan Daniel.
Jill yang merupakan salah satu pengurus panti asuhan juga berada di sana, ia pun tampak sangat cemas, apalagi anak-anak panti sejak tadi terus menghubunginya untuk memastikan keadaan Ibu Linda.
Jill juga bercerita pada Alira bahwa ibu Linda akhir-akhir ini sering merasa sakit kepala juga pusing, dan sepertinya ia jatuh dari tangga karena pusing.
"Kenapa lama sekali?" gumam Alira cemas.
"Sabar, Sayang. Aku yakin Bu Linda pasti akan baik-baik saja," tukas Daniel sembari mengusap pundak Alira dengan lembut, berharap itu bisa sedikit memberikan ketenangan untuk istrinya itu.
Tak lama kemudian seorang Dokter keluar dari ruang operasi, Alira dan Jil langsung mendatanginya dan mencecar Dokter dengan pertanyaan mengenai kondisi Ibu Linda.
"Untuk saat ini, saya belum bisa memberikan kepastian apapun, Bu. Tapi tetaplah berdoa agar pasien baik-baik saja," tukas Dokter yang yang membuat Alira langsung lemas.
"Berikan perawatan yang terbaik untuknya, Dokter. Dia harus selamat!" Tegas Daniel.
"Kami akan melakukan yang terbaik, Pak. Kami janji...."
.........
Sementara itu, Ryan sungguh merasa kehilangan semangatnya setelah Alira pulang. Dan ia terus memikirkan Alira apalagi setelah ia mengetahui bahwa ingatan Daniel telah kembali yang artinya, sikap asli Daniel pun kembali.
Ryan takut Daniel kembali menyakiti fisik Alira seperti dulu, dan sulit bagi Ryan untuk percaya pada janji Daniel yang akan menjadi suami yang baik mengingat selama ini janjinya hanya sebatas kata-kata.
Ryan merasa ia terhimpit di antara Daniel dan Alira, di antara saudara dan cintanya.
"Aku harus kembali dan meluruskan masalah ini," gumam Ryan. "Jika Alira adalah bagian dari Daniel, maka aku adalah bagian dari Alira. Jika Alira memberitahu Daniel tentang hubungan kami, maka juga harus ada disana," gumam Ryan meyakinkan dirinya sendiri.
Ryan segera menghubungi Nick dan memberi tahu Nick agar mereka tidak mengambil kontrak kerja baru, Ryan akan menyelesaikan kontrak yang ada dan setelah itu, ia akan kembali ke Indonesia.
Tbc...