Beautiful Affair

Beautiful Affair
BA #35 - Love Make Us Crazy



Daniel yang tak ingin berpisah dengan Alira merencanakan liburan bersama ke Paris, sesuai rencana mereka dulu.


Alira menolak, karena saat ini ia hanya perduli pada Daniel, tidak lagi mencintai seperti dulu. Namun bukan Daniel namanya jika tak memaksakan kehendaknya, ia meminta Alira tetap bersamanya dan Daniel berjanji akan membuat Alira kembali jatuh cinta padanya.


Alira mengikuti keinginan Daniel untuk membuktikan bahwa Daniel salah, cinta yang hilang tidak mungkin kembali.


Daniel juga ingin memberikan kejutan dengan kedatangannya pada Ryan, namun sebelum itu ia dan Alira di undang ke sebuah pesta yang kebetulan di gelar dihotel tempat mereka menginap.


Dan di sinilah mereka sekarang, di sebuah pesta dimana tanpa Alira duga, ia justru melihat Ryan.


Alira ingin menangis saking rindunya ia pada pria itu, Alira ingin berhambur ke pelukan Ryan dan memberi tahu Ryan ia tak bisa melupakannya.


Dan saat Alira tahu Ryan melihat keberadaannya, Alira dengan sengaja memancing Ryan ke kamarnya karena ia sudah tak bisa lagi menahan diri untuk tak memeluk pria itu.


Setelah pesta usai, Alira dan Daniel kembali ke kamar mereka dan saat Alira menghapus riasan wajahnya, Daniel langsung memeluknya dari belakang, mengecup pundak Alira bertubi-tubi.


"Kau suka pesta tadi?" Tanya Daniel berbisik di telinga Alira.


"Hem," jawab Alira.


"Kapan kita bisa bercinta lagi, Sayang?" Tanya Daniel tiba-tiba yang membuat tubuh Alira menegang.


"Aku sangat lelah malam ini, Daniel," jawab Alira lesu dan Daniel pun menjauhkan diri dari istrinya itu, ia mengecup pelipis Alira dengan lembut.


"Baiklah, Sayang. Biar aku siapkan air hangat untukmu," ucap Daniel.


"Tidak usah," ujar Alira dengan cepat.


"Tidak apa-apa," sekali lagi Daniel mengecup kening Alira sebelum akhirnya ia bergegas ke kamar mandi.


Alira tertunduk lesu, bukannya ia tak mau menceraikan Daniel, namun uang dan kekuasaan membuat Daniel berhasil membuat Alira tak pernah bisa mengirim surat cerainya ke pengadilan.


Tak berselang lama Daniel kembali ke luar dan ia mempersilakan Alira untuk mandi, sementara dirinya keluar kamar dengan alasan ingin mencari angin segar.


Alira berendam di bathtub yang telah di penuhi air hangat.


.........


Sementara di sisi lain, Ryan pun juga sedang berendam di bathtub dan ia terbayang akan wajah Alira.


Ryan memejamkan mata dan menarik napas dalam, Ryan seolah masih mencium aroma wanita yang di cintainya itu.


"Ya Tuhan! Apa yang terjadi sebenarnya?"


.........


Sambil menguap, Ryan berjalan keluar untuk membuka pintu dan kedua mata Ryan langsung terbuka lebar saat melihat siapa yang datang.


"Alira?"


"Daniel?"


Daniel terkekeh melihat keterkejutan Ryan, sementara Alira hanya bisa menundukan kepalanya karena tadi malam ia telah bertemu dengan Ryan, memeluk dan menciumnya serta mengatakan kerinduan yang tertahan.


Kebodohan dan kenaifan yang sama telah ia lakukan seperti saat dirinya mengungkapkan cinta pada Ryan.


"Lihat, Sayang! Benar 'kan dugaanku? Ryan pasti terkejut melihat kedatangan kita," ucap Daniel.


Ryan terkekeh dan mempersilakan mereka masuk, Alira dan Daniel menatap ke sekelilingnya, rumah Ryan cukup besar dan mewah.


"Kau tinggal sendirian di sini?" Tanya Alira.


"Tidak, aku tinggal bersama istriku," jawab Ryan yang membuat Alira tercengang, ia menatap Ryan dengan kening berkerut m, bahkan seolah sakit hati mendengar jawaban itu.


"Aku hanya bercanda, kenapa kau terlihat cemburu begitu?" Goda Ryan yang membuat Alira langsung salah tingkah dan wajahnya memerah.


"Silakan duduk, atau lakukan apapun yang kalian mau karena aku mau mandi dulu," kata Ryan. "Dan jika kau masih ingat, Daniel. Kamar mu ada di sana, kalian bisa menempati kamar itu." lanjutnya sembari menatap Alira.


Daniel pun mengangguk dan membawa Alira ke kamar yang di tunjukan Ryan, sementara Ryan bergegas ke kamarnya yang berada di lantai dua.


"Jadi kau menginap tinggal disini jika kau berkunjung ke Paris?" Tanya Alira sembari memperhatikan beberapa barang-barang Daniel.


"Aku tidak begitu ingat, tapi sepertinya iya," Jawab Daniel. Ia membuka lemari dan menemukan banyak pakaian yang sepertinya memang miliknya.


Ada foto dirinya dan Ryan juga disana.


Sementara Alira yang sedang melihat-lihat kamar di kejutakan dengan dering ponselnya, Alira mengernyit saat melihat nama Ryan tertera di layar ponselnya itu.


Kemdian Ryan mengirimkan pesan padanya yang meminta Alira datang ke kamarnya. Alira menoleh pada Daniel yang juga sibuk melihat barang miliknya.


"Em, Daniel. Aku ingin melihat-lihat rumah Ryan dulu, ya," ucap Alira gugup dan Daniel mengangguk saja.


Alira segera menyusul Ryan ke kamarnya dan saat masuk ke kamar, Ryan langsung mengunci pintu yang membuat Alira terkejut.


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Ryan. "Tadi malam au datang padaku, memeluk dan menciumku penuh rindu. Dan pagi ini kau kembali datang padaku dengan membawa suamimu?"


Tbc...