Another Winter

Another Winter
another Winter 06



Udara yang tak jauh berbeda dengan Seoul. John sudah menapakkan kedua kaki berbalut sneaker diatas tanah Yangcheon. Jam yang melingkar pada pergelangan tangannya menunjuk angka setengah delapan malam. Wajah John sedikit gusar kala masih mengingat wajah JiEun.


"Sial!!" umpatnya dalam hati.


Terlihat dikejauhan kedai Hyuji yang sangat banyak pelanggan. John kembali ditarik oleh kenyataan, dirinya yang saat ini adalah milik gadis pemilik kedai dengan senyuman menawan disana. Kakinya segera berlari. Mendapat sebuah pemandangan yang luar biasa dihadapannya, Hyuji menyambut dengan sebuah senyuman. Jantung John berdebar semakin menggila.


Dengan suka cita John membantu Hyuji melayani pelanggan. Serta tak lupa berterima kasih dan meminta mereka untuk datang kembali ke kedai mereka.


Pukul dua belas malam. Hyuji masuk kekamar dan melihat John sudah terbaring pulas dan nyaman diatas ranjang dengan mulut sedikit terbuka.


"Sepertinya dia lelah sekali!" ucap Hyuji sembari mensejajarkan posisi disamping John. Menumpu kepalanya dengan lengan.


Pemuda itu menggunakan kaos tanpa lengan dan celana kolor yang memperlihatkan paha kokohnya dibawah temaram pencahayaan bilik tidur mereka.


Hyuji menurunkan suhu pendingin ruangan dan menaikkan selimut menutupi setengah tubuh suaminya itu. Menatap lekat wajah tampan sang suami meskipun tertidur dengan mulut terbuka. Sebuah senyuman mengembang dari bibir tanpa ia sadari.


"Aku harap bisa bersama denganmu selamanya, John! "


Hyuji merebahkan tubuh lelahnya disisi lain ranjang. Se-pelan mungkin agar tak membangunkan John yang terlihat kelelahan dalam lelap.


"Selamat malam... sayang! Semoga mimpi Indah! "


***


Suara gemerisik pepohonan diluar terdengar samar. Membangunkan Hyuji dalam pelukan seseorang di bagian pinggangnya. Berat sekali. John masih terlelap, memeluk erat.


Hyuji mengerjap, merasakan nafas hangat John pada ceruk lehernya dengan dengkuran kecil dari bibir tipis yang begitu menggoda remang.


"Jo-john... Kau tidak bangun? Apa kau tidak bekerja?"


John sedikit bergerak memberikan respon, namun pelukan itu dirasa Hyuji semakin erat saja. Kedua kaki pemuda itu malah mengapit kedua pahanya saat ini.


"Libur... Kau juga libur saja hari ini! Kita habiskan hari ini berdua didalam kamar! "


"A-apa maksudmu?! "


John mengecup bahu telanjang Hyuji yang saat ini hanya mengenakan tanktop hitam.


Masih memejam, John berbicara dengan suara parau. "Hyu, akhir-akhir ini aku mulai memikirkan, sepertinya akan menyenangkan jika ada tangisan bayi didalam rumah ini bukan?"


Hyuji terbelalak mendengar penuturan John. Sedetik kemudian Hyuji meronta, meminta agar John melepas pelukan yang masih saja melingkari pinggang ramping miliknya.


"Be-begitu ya? Ahahaha... "


John terkejut dengan suara tawa hyuji, beralih melepas pelukan, menatap Hyuji yang buru-buru menjauh dan berusaha bangkit.


"Kenapa kau jadi ketakutan seperti itu? Aku hanya memikirkan saja! Aku tidak memaksamu mewujudkan saat ini juga! "


John bangun dari tidur dan mengusuk surainya yang memang sudah berantakan, membuat Hyuji menelan ludah kasar saat melihat wajah pagi hari John untuk pertama kali sejak pernikahan dua tahun berlalu. Sangat tampan dengan kedua manik yang sedikit membengkak, surai yang berantakan, aroma maskulin masih melekat, Hyuji merasa dipermainkan saat ini.


John melihat sekali lagi kearah Hyuji duduk.


"Chhh, kenapa? Apa aku semakin tampan saat bangun tidur? Kau baru melihatnya saat ini kan?" goda John membuat Hyuji tersipu.


"Kau terlalu percaya diri John! Wajahmu bengkak, matamu terlihat jelek! Dan lihatlah rambutmu yang sudah seperti singa kelaparan itu?! iyuuuh.... "


"Jangan berbohong! Jika kau menyukai wajah bantalku, bangunlah pagi dan nikmati ketampananku setiap hari!"


John merebahkan dirinya sekali lagi, meletakkan kepala diatas paha terbuka Hyuji.


"Hyu, "


"Hemmm?! "


"Apa yang akan kau lakukan jika masa lalumu kembali mengusikmu?! "


Hyuji stagnan, dia melirik John yang sedang memejam mata.


"Aku? Tentu saja aku tidak akan membiarkan dia mendekatiku lagi! Yah!! Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu kepadaku? "


John hanya diam, menarik lengan Hyuji untuk ia sematkan diatas dada bidangnya.


"Aku hanya ingin memastikan saja! Aku takut kau tiba-tiba pergi dariku karena aku tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untukmu! "


"Astaga John?! Apa kau sedang bermimpi buruk sekarang? Aku tentu tidak akan melakukan itu! "


John membawa telapak hyuji untuk ia kecup, lembut, cukup lama.


"Aku tidak ingin perjuangan kita hancur begitu saja karena kehadiran seseorang dimasa lalu kita! "


Hyuji berdebar. Kali ini dia memberanikan diri untuk kembali bertanya.


"Lalu bagaimana dengan dirimu? Apa kau akan menerima masa lalumu kembali? "


John membuka matanya perlahan, melepas kecupannya dan menghela nafas panjang. Bangkit guna mensejajarkan wajah mereka berdua, membelai surai Hyuji penuh sayang.


"Aku tidak akan membiarkannya!"


Saling bertatapan intens, John menghapus jarak keduanya. Mengecup bibir ranum Hyuji, mengusap pipi Hyuji yang terasa semakin memanas, kemudian berbisik pelan tepat didepan Hyuji.


"Aku mencintaimu! Dan tidak akan melepasmu! Sampai kapanpun!"[]