Another Winter

Another Winter
another Winter 17



Ruang tengah, masih dengan suasana canggung dan udara dingin.


"John..! "


"Emmm? "


"Kenapa rambut mu kau biarkan panjang seperti itu? "


"Kenapa memangnya? Aku tetap tampan kok dengan rambut seperti ini!"


"Tidak! Kau terlihat seperti pohon kecambah kurang belaian! "


"Chhh... " Tawa kesal John, masih mengusap pipi lembut Hyuji tanpa henti.


Keduanya saling bertatapan muka dengan kepala bersandar diatas badan sofa, Menikmati fitur wajah satu sama lain.


"Kau masih mau pergi? " tanya Hyuji ragu.


John terdiam, bibirnya maju kedepan dengan tatapan manja.


"Beristirahatlah sebentar, jika hujannya sudah reda akan aku bangunkan! "


Rasa cemas, dan juga khawatir serta takut kehilangan memenuhi relung hati Hyuji saat menanti jawaban yang akan terlontar dari birai John. Ingin menangis, memohon agar tidak ditinggalkan, mungkin akan ia lakukan jika saja posisinya dikeluarga John dianggap ada. Hingga sebuah gelengan dari kepala John membuat darahnya mengalir dengan rasa dingin yang mengejutkan.


"Tidak! Aku tidak akan pergi kemanapun! "


Hyuji terbelalak, sedetik kemudian mengerjap cepat karena masih tak percaya dengan apa yang barusaja didengarnya.


"Ini semua salahmu! "


"Kenapa aku? " protes Hyuji tak terima atas tuduhan John padanya.


"Kalau kau tidak memasak untukku dan membiarkan aku kelaparan, mungkin aku akan pergi! "


"Hei, itu sama sekali tidak ada hubungannya! Kau akan menganggapku wanita jahat jika membiarkan dirimu kedinginan dan kelaparan! Lalu kau akan melaporkan hal itu pada ibumu!" cerocos Hyuji dalam satu kali tarikan nafas.


John terkekeh pada posisinya, satu hal yang selalu terlihat kala John tertawa, kerutan di ekor mata dan hidung, juga menampakkan bentuk senyum yang sangat disukai Hyuji selama ini. Bunny Smile.


"Kau memang pandai bicara Hyu! " sahut John sambil mencubit gemas hidung kecil Hyuji. "Lalu kenapa, bukannya berjualan, malah bertemu pria asing dan menerima pemberiannya?! "


"Ibu menghubungiku saat aku membuat adonan tteok— "


"Ibu? "


Hyuji mengangguk ragu sambil mengatupkan bibir rapat saat menyadari dirinya sudah terlanjur berbicara pada John.


"Aku sudah bilang padamu untuk tidak menyanggupi ajakan mama bertemu jika tanpa aku! "


"Maaf, tapi aku merasa tidak enak jika menolaknya John!"


"Lalu, apa yang dia katakan padamu? "


Sontak Hyuji terdiam, tidak mungkin dia memberitahu pada John jika ibunya itu menyuruh dia untuk meninggalkan John. Dia pasti akan murka. Hyuji menggeleng, meraih pipi John untuk ia usap seperti yang dilakukan John padanya beberapa saat yang lalu. Hyuji mencoba tersenyum.


"Kami hanya bicara ringan, tidak banyak! "


"Kau tau jika aku bisa menebak kau membohongiku saat ini Hyu? "


Kilat mata Hyuji berubah cemas, terasa seperti didorong paksa untuk jatuh dan terjun bebas menuju dasar jurang yang penuh batu dan berair dangkal, jantung Hyuji berdetak cepat, nafasnya memburu, hingga perutnya serasa diaduk. Mual sekali.


"Aku perlu ke kamar mandi John! "


"Katakan dulu—"


John tak bisa lagi menahan Hyuji yang sudah menutup mulut dengan kedua telapak, membiarkan Hyuji berlari ke kamar mandi. Dia juga mendengar suara Hyuji memuntahkan isi perutnya didalam sana.


Saat keluar dari kamar mandi, Hyuji melihat John menekuk kedua kaki dan meletakkan kepalanya diatas lutut. Dia pikir mungkin John sudah tertidur karena dirinya cukup lama berada didalam sana, mencoba menghindari topik dan tentu saja mual didalam perutnya yang tak kunjung pergi.


Saat langkahnya sudah terhenti tepat didepan John yang meringkuk, tiba-tiba saja ponsel Hyuji bergetar, membuat keduanya menatap pusat getaran tersebut.


"A-aku harus menjawab teleponku du-lu! "


John mengangguk dan kembali menyandarkan kepala di badan sofa dengan tangan menjulur sebagai alas. Dia tak masalah karena yang menghubungi Hyuji adalah kakaknya. Hyuji berjalan menjauh, memberi jarak.


"Emm, ada apa kak? "


"Kau ada acara hari minggu? Kakak ada pekerjaan di YangCheon dan ingin mampir ke tempatmu! "


"Tidak! Kakak mapir saja kesini! "


Hari ini selasa, masih ada waktu untuk memperbaiki semua masalah yang ada sebelum kakaknya datang berkunjung.


"Kau sendirian? Dimana John? "


"Ada, dia sedang beristirahat! "


"Baiklah! Kakak hanya ingin memastikan itu, kakak tidak mau mengganggu ketenangan kalian hari ini! Jadi lanjutkan kebersamaan kalian! "


"Eummm... " jawab Hyuji singkat, lalu panggilan itu berakhir.


Hyuji berbalik, mendapati John benar-benar memejamkan kedua maniknya disana. Mendekat kemudian bersimpuh tepat dihadapan John, Hyuji menikmati fitur tampan suaminya dengan leluasa. Tersenyum sendiri saat mendapati pipi gempal John itu menahan bibir tipis yang sungguh membuat darah Hyuji berdesir.


Namun, ditengah rasa bahagia mengagumi wajah sang suami, pria itu membuka kedua manik rusanya. Mengejutkan Hyuji hingga menghapus senyuman dibibirnya.


"Sudah puas memandangiku seperti itu hemmm?"


Hyuji salah tingkah, bagaimana tidak, tatapan itu begitu seduktif dengan lipatan mata yang Indah, bibir tipis yang basah dan menggoda, serta rambut panjang yang menjuntai ingin dibelai, Hyuji tak menampik jika dirinya jatuh kedalam pesona suaminya sendiri. Mencoba mengalihkan pikiran aneh yang timbul didalam kepala, Hyuji membawa diri hendak menjauh namun John menahannya.


"Mau kemana? "


"Aku perlu—"


"Jangan banyak alasan! Atau... "


"Atau apa?"


Tak banyak bicara, John lantas berdiri kasar dan menyambar tubuh kecil Hyuji untuk ia angkat dengan kedua lengan kekarnya. Hyuji yang terkejut sontak membuka lebar kedua bola matanya dan melakukan pergerakan refleks dengan melingkarkan lengan pada leher kekar sang suami.


"John!! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!"


"Salahmu sendiri mengapa menggodaku seperti itu! Hei, Song Hyuji! Aku beritahu satu hal! "


John mendekatkan bibir tipisnya pada telinga Hyuji dan membisikkan sesuatu yang membuat remang dan wajah Hyuji memerah seketika.


"John, turunkan aku... "


"Tidak akan! Sebelum kau mendapat hukuman setimpal atas perbuatanmu hari ini!"


John berjalan cepat menuju kamar utama dan menutup pintu dengan kasar menggunakan salah satu tendangan dari kaki jenjangnya.


Hujan masih deras dan menimbulkan dingin diluar, namun tidak dengan situasi panas yang mereka berdua ciptakan didalam rumah. Hyuji terjebak.


Sial!!


"Kau mau yang bagaimana Hyu? Aku akan mengabulkannya malam ini! "[]



Gantung dulu lah ya...Xixixixi....


Salam Hati Warna Ungu,


💜💜💜


Vizca.