
MinHo mengantar John sampai didepan rumah. John berniat membersihkan diri terlebih dahulu, kemudian menemani Hyuji berjualan dikedai setelah selesai nanti.
"Mau mampir dulu?" tawar John pada MinHo dengn raut datar dan suara kelewat malas.
"Tidak! Lain kali saja! "
"Haaah... " John menghela nafas panjang kemudian keluar dari mobil MinHo. "Baiklah kalau begitu, terima kasih atas kebaikanmu hari ini! "
MinHo mengangguk, kemudian beranjak dari kediaman John yang sederhana.
Melihat MinHo yang sudah hilang diperpotongan jalan, John membuka pagar dan melangkah masuk kedalam rumah. Membuka pintu dan mendapati Hyuji sedang meringkuk diatas sofa ruang tengah. John melepas jaket hitamnya dan berjalan mendekat pada Hyuji.
"Kau belum berangkat sayang? "
Hyuji diam, pandangannya lurus dan kosong. Sofa terpantul pelan kala John berhasil mendaratkan tubuhnya diatas sofa yang sama dengan Hyuji. Mencoba meraih pucuk kepala Hyuji untuk ia usap. Tapi Hyuji sengaja menampik lengan John, membuat pria itu tertegun dalam kejut.
"Jangan sentuh aku! "
John tak mengerti mengapa tiba-tiba Hyuji bersikap seperti itu padanya.
"Hei, kenapa---"
Hyuji berdiri kasar. Terdengar isakan kecil menyambangi rungu John.
"Ada apa---"
Hyuji menyodorkan ponsel pada John, membuat pria itu semakin tak mengerti dengan maksud Hyuji.
Perlahan, lengannya terulur untuk menerima ponsel dari tangan Hyuji. Ragu, namun ia tetap menerimanya. Membuka kuncian layar dan menampakkan Wallpaper yang membuat hati John menghangat. Foto pernikahan mereka.
"Apa maksudnya Hyu? " tanya John bingung.
"Buka pesan berisan pertama! " jawab Hyuji berusaha meredam tangis. John dapat merasakan jika saat ini Hyuji sedang berusaha menguatkan diri sendiri.
Ditekannya balon pesan dan pengirim tanpa nama pada barisan pertama.
Seperti badai yang datang tanpa sebuah peringatan, kedua manik John terbelalak melihat isi pesan tersebut. Sebuah foto jarak jauh, dimana dirinya membiarkan JiEun bersandar pada dadanya siang tadi. Jantungnya berdetak cepat, menatap presensi Hyuji dan melihat istrinya tersebut memalingkan wajah darinya. Ada rasa sakit dan perih tersirat diwajah Hyuji.
"Ini tidak seperti yang kau---"
"Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku John?! "
John hanya diam, berniat membiarkan Hyuji mencercanya dengan ratusan atau ribuan pertanyaan.
"Siapa wanita itu?! "
Hyuji tersenyum sarkas,
"Sudah kuduga! Lalu mengapa kau berada di seoul?! "
"Hyu, ada pekerjaan yang mengharuskan aku berada disana!"
"Dan pekerjaan yang kau maksud itu menemui wanita itu? Benar? "
"Hyu, bukan seperti itu! Kami tidak sengaja bertemu disana! Jika kau tidak percaya, kau bisa bertanya pada MinHo! "
"Lalu mengapa kalian harus berpelukan seperti itu hemm?? Apa itu hal biasa untukmu?! "
"Hyu, kau salah faham! Aku---"
"Cukup!" Titah Hyuji sambil berbalik dan hendak beranjak meninggalkan John. Tak peduli lagi pada apapun yang ada disana, termasuk makanan yang hendak dijualnya tadi.
"Hyu, kumohon dengarkan aku! " meraih lengan Hyuji dan mencoba meyakinkan Hyuji sekali lagi.
"Tidak perlu! Semua sudah jelas John! "
John menarik paksa tubuh Hyuji kedalam pelukan, memeluk degan sangat erat membuat Hyuji tak berdaya dan berakhir pasrah menumpu-kan dagunya pada bahu lebar John, dan membiarkan kedua lengannya menggantung disisi pahanya.
"Aku tidak menghianatimu Hyu! Aku tidak memeluknya! Aku bahkan tidak membalas, hanya membiarkan dia meletakkan kepalanya didadaku karena aku merasa bersalah sudah berkata kasar pada JiEun noona*! Hanya itu..."
"Apapun itu, kau sudah menyakiti hatiku John." jawab Hyuji dengan suara parau. Tak sanggup lagi membendung airmatanya.
"Maafkan aku Hyu, Maaf! " pinta John tanpa mengendurkan sedikitpun pelukan pada tubuh Hyuji.
Mual itu datang kembali, Hyuji meronta untuk dilepas. Mendengar Hyuji menahan suara hendak muntah, John melepas Hyuji. Melihat wanitanya berlari menuju kamar mandi dengan terburu-buru. Kemudian menyusul dan mendengar Hyuji melampiaskan rasa mualnya dari balik pintu. Gelenyar aneh tiba-tiba John rasakan. Senyuman hangat, dan rona merah muda menjalar ke permukaan pipi John.
"Apa itu artinya, aku akan segera dipanggil daddy?!"[]
•
•
Terima kasih untuk pembaca yang masih setia. Tinggalkan like, juga berikan kritik dan saran yang membangun pada kolom komentar jika berkenan. Jadikan Favorit jika kalian suka.
Salam Hati Warna Ungu,
💜💜💜
Vizca.