
Sabtu,
09 AM, YC Street Cafe
YangCheon.
Memakai pakaian kasual khas dirinya sendiri, Hyuji duduk pada salah satu kursi cafe menunggu kedatangan seseorang. Rambut pendek yang sudah dapat sedikit diikat, dan kelopak mata yang sembab karena terlalu sering menangis, Hyuji mencoba bersikap tenang.
Seseorang mengetuk kaca dari luar membuat lamunan Hyuji seketika buyar. Mendapati sosok John yang berdiri dengan wajah datar, terkesan lebih tampan dengan rambut yang baru dipangkas pendek dengan poni belah menyamping dan pakaian casual yang membalut proporsi sempurnanya. Melukis senyum canggung saat mendapati Hyuji yang terpaku melihatnya, John melambaikan tangan, membuat Hyuji mengerjap cepat. John tertawa lebar, menampakkan bunny smile juga mata sabit yang Indah dengan kerutan samar dikedua sisi ekor mata—yang hanya nampak saat sang pemilik tertawa, membuat Hyuji merona seketika.
Bel pintu cafr terdengar bergemerincing saat John masuk. Hyuji berusaha memperbaiki posisi duduknya, saat John benar-benar nyata di depan kedua pandangan.
"Maaf lama... "
"Tidak, aku juga baru saja sampai! "
"Mau americano? "
"Tidak, aku tidak haus! "
"Hyu—" sela John kesal dengan wajah menggemaskan.
"Baiklah! Teh hijau saja? "
John terkekeh, tidak menyangka Hyuji berubah secepat itu setelah tiga hari tak melihatnya. "Kau yakin? Biasanya kau akan merengek, memohon agar aku membelikanmu americano dari pada teh hijau! "
"Pesan saja John, aku tidak mau berdebat denganmu! "
John tersenyum lembut dan berjalan menuju meja kasir untuk memesan minuman. Setelah itu kembali dengan usapan lembut dipucuk kepala Hyuji. John sangat merindukannya.
"Jadi apa yang membutuhkan persetujuan dan—"
"Hyu, jangan bicara langsung pada poinnya begitu dong! Aku mau bertanya padamu! "
"Apa itu? "
"Apa kau tidak merindukanku? "
"Tidak! " sahut Hyuji cepat dengan ekspresi wajah yang berkebalikan, membuat birai John kembali menyimpulkan sebuah senyuman.
"Baiklah, mungkin kau memang tidak merindukanku! Tapi aku sangat merindukanmu! " goda John. "Mau jalan-jalan sebentar sekarang? " tanya John saat Hyuji mulai bergerak tidak nyaman.
"Lalu, minumannya? " tanya Hyuji dengan kedua manik membola.
Bersamaan dengan itu, benda bulat berwarna hitam yang sebelumnya dibawa John ke mejanya bergetar dengan lampu merah berkelip memutar. John tertawa senang saat berdiri sambil membisikkan sesuatu, "Aku sudah mengatasinya! "
John berlari antusias membawa benda hitam itu menuju meja kasir dan mengambil dua cup minuman yang ia pesan, lalu berjalan kembali pada Hyuji yang masih tertegun sambil mengangkat cup minuman di tangannya itu ke udara. "Sudah aku bilang, aku bisa mengatasinya!" tutur John lalu mengarahkan Hyuji agar mengikuti dirinya.
Hyuji tersipu, baiklah dirinya kembali dikalahkan oleh pesona John yang sama sekali tak bisa ia sanggah. Hyuji berjalan mengekor dibelakang John, hingga langkah mereka terhenti pada sebuah mobil sport hitam. Tinggi mobil itu tidak mencapai pinggang John, kacanya berkilat saat terkena pantulan cahaya matahari, dan Hyuji hanya bisa terperangah.
John mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana dan membuka pintu mobil itu dengan satu kali sentuh pada sensor yang ada dalam genggaman. Pintu mobil terbuka otomatis kearah atas. Beberapa pengguna jalan terlihat sama terperangahnya seperti Hyuji dan melihat kearah mereka.
"Kenapa berdiri saja, cepat masuk! "
"J-john, kita naik bus saja! "
John membungkuk dan meletakkan dua cup minuman itu disisi kursi kemudi dan berjalan mendekat pada Hyuji, menarik lembut lengan Hyuji dan mengarahkan Hyuji hingga sampai di kursi penumpang yang ada disamping kursi kemudi. John menutup pintunya lalu berlari dengan wajah dipenuhi raut bahagia menuju tempat duduknya untuk membawa Hyuji menikmati indahnya pagi YangCheon hari ini.
John mengeratkan Seatbelt nya, dan memperhatikan Hyuji yang masih ternganga.
"Kenapa? Kau lupa caranya memakai seatbelt? Baiklah, akan aku bantu! " ucapnya sambil mencondongkan badan hendak mencapai Hyuji.
"Tidak! Aku bisa! " jawab Hyuji cepat sambil mengenakan seatbelt.
Mobil mewah itu mulai melaju perlahan, menyusuri udara pagi YangCheon yang terasa hangat. John meraih pemutar musik dan memainkan satu playlist kesukaan Hyuji, mengetuk stir dengan jari telunjuknya mengikuti alunan musik.
"Sepertinya kau senang sekali fasilitasmu sudah kembali?! " cibik Hyuji.
"Tentu saja! "
Sontak Hyuji menoleh, mendapati John dengan senyuman Indah pada bibir tipisnya.
"Besok kak Jin akan datang? " tanya John memecah keheningan diantara keduanya.
"Eoh! "
"Haruskah aku bermalam saja di sini agar besok bisa bertemu kak Jin? "
"Tidak! Kembalilah saja John! Jangan membuat semuanya menjadi semakin sulit!"
"Lalu kau akan membiarkan kak Jin meremehkan aku dengan menyebutku pecundang?" tanya John dengan nada canda.
"Aisshh, kau ini! " geram Hyuji sambil mengarahkan kepalan tangannya pada John yang disambut hangat dengan sebuah senyuman. "Kak Jin tidak akan beranggapan seperti itu, karena hanya kak Jin yang tau seperti apa kita seharusnya!"
"Baiklah jika seperti itu! Tapi kau harus bersenang-senang hari ini!"
Hyuji tersenyum tipis dengan semburat merah muda yang mulai mewarnai pipinya. John tak kalah bahagia saat melihat senyuman Hyuji yang mungkin akan menjadi sebuah bayangan nantinya, tak masalah, dia bahkan bersumpah pada diri sendiri jika akan menemukan Hyuji kembali setelah menyelesaikan semua badai dan kemelut yang ada dihadapannya. Dan memberikan kebahagiaan penuh sebagai imbalan.
"Tertawa lah seperti itu setiap hari Hyu, karena kau sangat cantik jika tertawa! "
"Jangan menggodaku!"
"Okey, okey! Maaf! "
John membawa Hyuji ke beberapa tempat, kepusat perbelanjaan, ke sebuah tempat pameran bunga dan bazar, ke restoran enak untuk mengisi perut, hingga tanpa terasa waktu sudah terlewat begitu saja.
Tepat di jam empat sore, mereka berhenti disebuah taman kota yang dipenuhi pasangan muda yang sedang dimabuk asmara dan juga sekumpulan anak muda yang menikmati indahnya musim semi.
"Kau tidak salah mengajakku kesini John!? " suara serak Hyuji menarik perhatian John yang sedang mengedarkan pandangan.
"Sudah diam saja! Mereka tidak tau apapun tentang kita! Jadi, Ssst...! Diam, okey! " tutur John sambil mengerlingkan sebelah mata dan meraih telapak Hyuji untuk ia genggam, kemudian ia ajak berjalan cepat dan membaur bersama pasangan lainnya.
Akan tetapi entah mengapa Hyuji merasa tenang, dia hanya mampu tertawa saat John berhasil membuat tingkah lucu dan menggemaskan. Tak sedikit orang yang memperhatikan John, karena pesona pria itu benar-benar diluar batas. Kesal sebenarnya, tapi Hyuji tak bisa berbuat apapun selain memperhatikan pria bak pangeran berkuda putih dihadapannya itu.
"Duduklah disini sebentar! Aku akan membelikanmu ice cream disana! " titah John sambil menunjuk pedagang ice cream keliling yang sedang dikerumuni banyak pengunjung. Hyuji mengangguk yang kemudian dibalas dengan usapan lembut pada pucuk kepala oleh John.
Dari kejauhan, Hyuji dapat melihat pria yang sebentar lagi menjadi mantan suaminya itu begitu digandrungi banyak gadis.
Hyuji menunduk, mengusap perutnya dengan sebuah senyum masam. "Lihatlah! Ayahmu itu memang pemikat ulung yang penuh dengan pesona sayang, ibu sampai kesal saat melihat ayahmu dilirik orang! Jika kau kelak seorang laki-laki, ibu harap kau tidak mewarisi pesona yang dimiliki ayahmu itu! Karena akan membuat ibu pusing!" Hyuji kembali mengangkat pandangan dan melihat seorang gadis sedang menyodorkan ponsel pada John, sepertinya sedang meminta nomor ponsel. "Chhh... menyebalkan!!!" gumam Hyuji kesal sekali.
John berlari kembali dengan dua ice cream di tangannya.
"Kau masih suka rasa strawberry kan Hyu?" teriaknya dengan suara cukup keras saat hampir berada didepan Hyuji.
Hyuji mengangguk memastikan. "Kau pikir aku superhero? Bisa berubah dalam sekejap?!" sarkasnya sambil menerima ice cream dari John.
"Entah! " sahut John mengedik bahu.
"Mari kita habiskan ice cream ini dan menyelesaikan tujuan utama kita bertemu! Aku harap kau tidak melupakannya John!"[]
•
•
Hope You enjoy this part—
I'll try my best.
Jika berkenan tinggalkan like dan komentar yang membangun, dan juga beri Vote sebagai apresiasi kepada Vi's.
Terima Kasih,
Salam Hati Warna Ungu,
💜💜💜
Vizca.