Another Winter

Another Winter
another Winter 05



John kembali menapakkan kaki diatas bangunan megah bak istana itu seorang diri, setelah dua tahun meninggalkannya. Terlintas beberapa kenangan lama saat dirinya besar dan tumbuh didalam sana. Fasilitas, kehidupan, bahkan dunia kemewahan tersebut memanjakannya selama dua puluh tahun lebih.


Namun, bayangan wajah Hyuji yang hangat dan sendu tiba-tiba kembali terbesit didalam ingatannya. Membuyarkan semua masa lalu mewah yang turut terburai bersama angin saat menyapu paras rupawannya.


"Chh, dia benar-benar membuatku tak bisa melupakan sedikitpun tentang dirinya! " gerutu John sambil melangkahkan kakinya melewati ubin marmer yang menuju ke pintu utama rumah tersebut.


Saat berhasil mendorong pintu besar itu, John mendapati ibu dan ayahnya sedang berbincang dengan seseorang dihadapannya. Penuh senyuman diwajah mereka berdua.


"Ah, kau datang sayang? Masuklah! "


Suara sang ibu membuat ayahnya dan seseorang yang membelakangi John menoleh. Choi JiEun.


Wajah John semakin berkerut saat mengerti apa maksud undangan ibunya tersebut. JiEun menyuguhkan senyuman yang sangat disukai John sejak dulu.


"Hai John... " sapa JiEun lembut.


"Aku akan berdiri disini saja! Katakan apa yang ingin mama bicarakan padaku! Waktuku tidak banyak, Hyuji sudah menungguku dirumah! " jawabnya sarkas.


Senyuman ramah diwajah sang ibu sirna saat John menyebut nama Hyuji.


"Duduklah dulu! Dan mengapa kau menyebut nama wanita itu saat ada JiEun disini! "


John memiringkan sedikit kepala, tak percaya jika ibunya akan tetap menganggap Hyuji bukan siapa-siapa.


"Mam, Hyuji itu istriku! Jadi mengapa aku harus malu menyebut namanya saat ada wanita lain?! "


JiEun tertunduk. Joana menjadi tak enak karena ucapan putranya itu.


"John, turuti ucapan mama! " sahut sang ayah tegas.


Tak peduli, kedua kaki John tetap terpaku diantara ambang pintu dan ruang tamu.


"JiEun noona, sudah lama tidak melihatmu! Kau semakin cantik setelah hidup diluar negri! Sayangnya aku sudah beristri sekarang!" tutur John seolah memberi sebuah peringatan tentang statusnya saat ini.


"Kau juga terlihat dewasa dan semakin tampan John! Pertemukan aku dengan istrimu lain waktu! "


John muak dengan tutur lembut JiEun. Dia ingat betul bagaimana mantan kekasihnya itu menuduh dia berselingkuh dan lebih memilih percaya pada pria lain daripada dirinya. Meskipun jujur, debaran masih terasa saat melihat kehadiran JiEun.


"Tentu saja, aku akan memperkenalkan istriku yang cantik padamu! "


Sebuah senyuman lembut kembali ia terima dari sosok JiEun. Jantungnya semakin bertalu.


"Baiklah, aku senang mendengarnya! Bibi, aku sudah melihat John, jadi biarkan dia kembali untuk istrinya! Melihatnya seperti ini saja aku sudah lega! " Tutur JiEun sopan. Namun, masih tak bisa mengalahkan Hyuji; dimata John.


Setau John, Hyuji akan berkata lebih sopan saat berbicara dengan ibunya. Tidak pernah menggunakan kata 'aku', melainkan 'saya'. Dan itu semakin membuat John sadar jika Hyuji tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendidiknya dengan baik dan penuh kesopanan.


"Mam, tolong! Hargai Hyuji sedikit saja sebagai menantu mama! Dia gadis baik dan selalu menghargai anda! Jadi jangan paksa aku untuk kembali meninggalkan dia seperti yang pernah mama lakukan dulu! Aku mencintainya Mam, meskipun dia bukan gadis dengan pendidikan dan juga dari keluarga kaya dan terpandang—" John menjeda sejenak sembari menautkan kedua maniknya pada sosok JiEun. "---Dia seorang pekerja keras! Memutuskan untuk tetap bersamaku meskipun aku melepas semua fasilitas mewah keluarga Wilson! Dia rela menjual makanan di tepi jalan demi membantu perekonomian kami berdua! "


Sang ibu mengeratkan rahang. Menatap nanar pada putranya sendiri.


"Dan satu hal yang perlu mama ketahui! Aku tidak akan melepas Hyuji sampai kapanpun! "


"John!! " Teriak sang ibu menggema.


JiEun memerhatikan John lekat. "---semoga kau menemukan pria yang lebih baik dari aku, dari siapapun! "


***


John berjalan keluar dari kompleks hunian mewah yang menjadi rumahnya dulu. Duduk dikursi halte dekat pintu keluar kompleks untuk naik bus yang akan membawanya ke stasiun seoul dan membawanya kembali ke Yangcheon.


Mengeluarkan ponsel dari saku jaket denimnya, John menghubungi Hyuji.


Tak menunggu lama, dalam beep kedua suara Hyuji sudah terdengar menyahut dari seberang.


"John... "


John tertawa lirih saat Hyuji menyebut namanya.


"Apa ini? Serindu itukah dirimu hingga tak sabar mendengar suaraku? " godanya.


"Tidak, bukan begitu! Mengapa kau hubungi aku secepat ini? "


"Aku sudah perjalanan pulang ke Yangcheon!"


"Apa? Kenapa---"


"Mama membohongiku! Dia hanya merindukanku! "


"Yah, seharusnya kau menginap disana jika ibumu merindukanmu! "


"Tidak! Kau pasti akan lebih merindukanku! "


"Yah!!! " teriak Hyuji kesal dari seberang. John membayangkan bagaimana wajah kesal Hyuji saat ini.


"Ya sudah! Aku akan sampai di kedai dua jam lagi! Kau mau aku bawakan apa untuk makan malam?! "


"Tidak perlu! Aku sudah memasak nasi goreng Kimchi untuk makan malam! "


"Baiklah! Aku akan pulang sekarang! "


John mengakhiri panggilan. Digulung rasa bahagia dan juga gundah secara bersamaan. Sebuah seringain tipis tercetak disudut bibirnya.


"Apa sudah saatnya aku memikirkan seorang bayi mulai sekarang? Aku tidak ingin mama semakin memaksaku untuk meninggalkan Hyuji! "[]




Vi's Here...


Terima kasih sudah membaca another Winter. Jangan lupa mengapresiasi karya Vi's dengan meninggalkan like dan komentar. Dan berikan Vote jika berkenan.


Salam Hati Warna Ungu,


💜💜💜