Another Winter

Another Winter
another Winter 20



Kamis,


Sebuah memori kebahagiaan kembali terputar kala dirinya menanti kehadiran John dimeja makan pagi ini. Beberapa menu sarapan dan juga sup pereda pengar sengaja ia buat agar John kembali membaik dari pengaruh soju semalam.


Mata sembab dan masih membengkak, Hyuji mencoba menata kembali hatinya. Mencoba menerima apa yang menjadi keputusan pria tercintanya itu.


Hyuji menoleh saat mendengar pintu kamar berderit, menampakkan sosok John yang membawa kopernya dari dalam sana. Ukurannya tidak terlalu besar, karena baju yang mereka berdua miliki tidaklah banyak. Selama ini mereka hidup sederhana.


Hati Hyuji berdenyut sakit saat mendapati semua yang terjadi dalam hidupnya ternyata bukanlah mimpi atau sekedar cerita drama yang sering ia lihat di televisi. Tersenyum lembut dan melambaikan tangan, seolah tak terjadi apapun. Hanya itu yang bisa Hyuji lakukan saat ini.


"Kemarilah John! Makanlah sup pereda pengar yang aku buat untukmu! "


John tidak memberikan reaksi apapun, hanya ekspresi datar dan berjalan mendekat pada Hyuji yang saat ini sudah membuka piring untuk mengambilkan nasi untuk pria John.


"Kau bisa membuatku berubah fikiran untuk kedua kalinya jika masih berbaik hati kepadaku seperti ini Hyu... "


Telapak Hyuji mengapung diudara, menatap ekspresi datar John untuk dirinya.


"Tidak! Kau tidak perlu berubah fikiran! Aku baik-baik saja John! "


John tersenyum sarkas sambil meraih sendok yang ada disisi kanan sup pereda pengar dan menyesapnya perlahan.


"Kau akan kembali kerumah ibu? "


"Tidak! Aku akan ke apartemenku! " jawabnya tenang sambil tetap menikmati sup buatan Hyuji.


Hyuji mengangguk canggung, diikuti senyuman pada birai ranumnya. Saat mendengar itu, Hyuji sadar jika setelah ini dirinya akan berjalan sendiri. Tanpa siapapun yang akan menemani saat sedih ataupun senang.


"Tetaplah tinggal disini! "


Untuk apa? Apa dia ingin benar-benar membunuhku secara perlahan dengan semua kenangan yang ada di dalam rumah ini? Batin Hyuji dalam diam, mencoba mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya meskipun terasa sulit.


"Aku rasa, aku tidak lagi berhak atas rumah ini! Kita jual saja, lalu uangnya kita bagi dua! " terang Hyuji memilih jalan keluar yang menurutnya terbaik.


John stagnan, dia menatap lurus mangkuk sup dihadapannya.


"Apa kau lupa dengan apa yang aku katakan semalam? "


Hyuji menggeleng, dengan sebuah senyuman tulus.


"Tidak! Aku masih mengingatnya! Dengan jelas! " tutur Hyuji dengan nada suara rendah. "Bahkan mungkin akan menjadi angan dan harapan kosong yang menyiksaku setiap musim dingin datang!"


John sadar jika mungkin yang dikatakan Hyuji benar, tapi tidak menutup kemungkinan jika dia akan memenuhi janjinya itu. Dia bukan pria polos yang bodoh. John tidak akan pernah meninggalkan Hyuji tanpa alasan, karena sejujurnya, selama ini Hyuji adalah segalanya bagi John.


"Ah, kau membuatku menangis lagi John!"


Sontak John mengangkat pandangannya dan melihat Hyuji yang sedang menatap langit-langit rumah sambil mengusap air mata. Sungguh pemandangan yang sangat tidak ingin disaksikan oleh John.


"Hyu... "


"Jangan memanggilku seperti itu John—"


"Lalu aku harus memanggilmu apa? Hyuji itu namamu! " sahut John seolah dingin, akan tetapi dalam hatinya sungguh ingin sekali memeluk wanita dihadapannya yang sedang menahan air matanya mati-matian.


"Kau benar!"


Suasana kembali canggung.


"Aku akan datang saat kak Jin kesini! "


"Kau tidak perlu melakukannya! " tolak Hyuji tegas. "Kita akan membohongi semakin banyak orang jika berpura-pura baik-baik saja!"


John mengusap gelisah gagang sendok ditelapak tangannya, menyalurkan semua rasa kecewa pada dirinya sendiri.


"Aku akan mengatakan pada kakak, dan memberikan penjelasan padanya tentang kita! "


"Tapi kau tidak bisa melakukannya sendirian Hyu!"


"Aku akan melakukannya sendiri!" sahut Hyuji tak mengizinkan John berkata lebih banyak. Kemudian melanjutkan. "Meskipun mungkin akan menyakitkan, aku akan melakukannya sendiri!"


John menggeleng dengan seringaian diujung bibirnya. "Kau keras kepala sekali Hyu—"


"Kau sudah tau itu! Dan aku akan tetap menjadi Hyuji yang seperti itu! Keras kepala dan menyebalkan! "


Kepingan tentang dirinya yang meninggalkan Reyna kembali menyeruak. Membuat hati Hyuji terasa sakit hingga tak tertahankan. Memejam sejenak sambil menggigit bibir bawah dan meremas kaos hitam yang sedang ia kenakan, tepat didada.


"Hyu—"


"Jangan mendekat John! Jangan lakukan itu!"


John menatap sendu pada Hyuji yang sedang meringis kesakitan. Meletakkan sendok dengan kasar diatas meja, John meraih pegangan koper dan berniat segera mengangkat kaki dari sana.


"Aku pergi sekarang! " ucapnya tegas.


Tak ada jawaban dari Hyuji, namun tetap melangkah keluar. Meneguhkan hati dengan tujuan utamanya, John meraih kenop pintu.


Sedangkan Hyuji, kembali tergugu saat John benar-benar menghilang dibalik pintu. Bahkan tangisannya pecah dengan suara keras yang tak bisa ia tahan lagi. Semuanya sudah berakhir, Song Hyuji dan John Wilson.


Ternyata anggapannya tentang sebuah kebahagiaan dimusim semi salah, semua hanya wacana bagi Hyuji dan John yang sama-sama mencoba tetap bersama. Dan pada akhirnya, musim semi lah yang menjadi saksi perpisahan mereka.


John berbalik saat benar-benar berada diluar pintu pagar rumah yang akan ia tinggalkan. "Maafkan untuk semua keputusanku Hyu! Aku hanya tidak ingin melihat dirimu yang dibenci! Aku berjanji akan menemukan dirimu, dan membawamu kembali ke sisiku! "[]