
Makna sebuah kata Cinta adalah keluarga.
John tak pernah meragukan apa yang ada didalam hatinya. Tentang perasaan, ataupun rasa cinta yang ia berikan kepada seseorang. Dan kali ini, ia merasa hidup yang dijalaninya terasa sempurna karena kehadiran dua orang yang sangat ia sayangi. Song Hyuji dan juga John YeNa.
Hidup di rumah yang sudah ia bangun untuk kebahagiaan selanjutnya, mimpi John terwujud. Bagaimana pagi ini, Hyuji menyiapkan sarapan sebelum dirinya pergi untuk mengurus pekerjaan, dan juga anak gadisnya yang turut duduk diantara mereka berdua dengan penuh gembira.
"Kau hari ini pulang cepat bukan?" tanya Hyuji sambil meletakkan semangkuk besar sup Kimchi diatas meja makan.
"Kenapa? Apa kau sudah merindukan aku bahkan sebelum aku pergi dari rumah?"
Hyuji berdecak kesal, tak mau peduli pada godaan nakal John dipagi hari. John malah tersenyum ke arah YeNa, mereka berdua berkonspirasi.
"Sayang, nanti ayah bawakan kue strawberry! Tapi YeNa janji tidak boleh nakal!"
"Eung! Asyiiik... " teriak YeNa membuat Hyuji memandang penuh telisik.
"Apa yang membuat YeNa sampai sebahagia itu!? Jangan terlalu memanjakan putrimu dengan uang John! Aku tak suka!"
"Tidak! Aku hanya bilang jika kau dan dia cantik! Itu saja!" bohongnya sambil mengeling mata pada Hyuji.
"Ck! Bohong! Hidungmu semakin panjang jika kau banyak berbohong John!"
"Kau pikir aku pinokio?" jawab John dengan ekspresi panik yang dibuat-buat sambil menunjuk hidungnya sendiri.
Dan, ya. Seharusnya kebahagiaan ini sudah terjadi sejak dulu. John memandangi kembali kedua presensi dihadapannya, dan tak bisa membendung rasa syukur kepada Tuhan karena menganugerahkan dua wanita yang sungguh memenuhi kebahagiaan di sebagian sisa hidup yang ia miliki. Hyuji yang cantik, tegar, kuat dan juga penyayang. Juga Putri kecil yang cantik, pintar, dan juga menggemaskan. John merasa, dia adalah pria paling beruntung didunia karena mendapatkan keduanya.
***
John sedang mengamati grafik penjualan di cafe yang sedang ia pimpin. Ya, dia mutuskan untuk melepas pekerjaan yang membuat penat yang diembankan sang papa, dan memilih menggeluti bisnisnya sendiri. Dari segi penjualan, kurvanya selalu naik dan itu berarti, tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ini.
Tiba-tiba pintu ruangan diketuk sebanyak tiga kali. Memunculkan sosok salah satu pegawai yang bekerja dicafe.
"Ada seseorang yang ingin bertemu anda pak Mr.John!?"
John mengerut dahi. Seingatnya, tidak ada janji dengan siapapun hari ini. "Siapa?"
"Seorang wanita! Beliau tidak mau menyebutkan namanya!"
John semakin menerka, dan akhirnya dia mengizinkan pegawainya itu menyuruh si tamu masuk keruangan kerjanya.
Dan betapa terkejut John saat melihat JiEun yang berdiri tepat diambang pintu, tersenyum lembut sembari melangkah mendekat hingga mencapai meja kerja tempat John bersimpuh.
"Bagaimana kabarmu John?"
"Ada apa noona kemari? Dan siapa yang memberitaumu tentang tempat ini?"
"Mamamu! Dia yang memberitau!" jawab JiEun enteng tanpa kendala.
Demi kue strawberry yang ia janjikan kepada YeNa, John kehabisan kata-kata. Bagaimana bisa ibunya itu mengatakan alamat tinggalnya pada JiEun, wanita yang benar-benar ingin dijauhi John.
"Kau tidak perlu khawatir John! Aku tidak akan melakukan apapun pada keluargamu!"
Hyuji kembali menyematkan senyuman ringan diantara dinginnya suasana yang tiba-tiba mencuat ke permukaan. Atmosfer yang diciptakan oleh seorang John wilson membuat JiEun sedikit merinding. JiEun mengulurkan telapak tangan kecil yang dulu sangat disukai John.
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat padamu, karena kau sudah menemukan kebahagiaanmu! Dan juga—" JiEun menjeda ucapannya sejenak, menghembus nafas pelan, kemudian melanjutkan. "—aku minta maaf karena pernah menjadi pihak yang memisahkan kalian berdua!"
John hanya menatap telapak yang masih mengapung diudara itu, kemudian dengan ragu menyambutnya. JiEun semakin melebarkan senyum.
"Terima kasih! Aku anggap ini jawaban 'ya' darimu atas permintaan maafku padamu, John!"
John hanya mengedarkan pandangan lurus dan datar pada JiEun.
"Hah... leganya! Kau tau, ini menjadi beban dalam hatiku sejak dulu John! Dan sekarang, aku merasa bebas karena kau memaafkan keegoisanku! Sekali lagi terima kasih! Ah... " JiEun teringat sesuatu, dan mengeluarkan bungkusan kecil dengan kertas kado berwarna pink bergambar barbie. "—berikan ini pada putrimu! Sampaikan juga salam dan permintaan maafku untuk Hyuji!"
John mengangguk paham. Sebenarnya dia juga lega karena hubungannya dengan JiEun kembali seperti semula. Sebagai teman.
***
John sampai didepan rumah yang entah mengapa gelap sekali. Sekotak kue strawberry ia tenteng untuk ia berikan kepada putrinya.
"Apa mereka sudah tidur?"
John menutup mulut tak percaya dengan apa yang ia dapatkan hari ini. Ya, hari ini adalah hari kelahirannya. Semua bertepuk tangan sembari menyanyikan lagu ucapan ulang tahun dengan Hyuji yang menyodorkan kue bersama YeNa di gendongan.
John mengusap penuh kasih pada pucuk surai Hyuji dan mencium pipi chubby putri cantiknya. Disana juga terlihat JiEun yang turut datang.
"Make a wish John!" titah Hyuji.
John mengangguk, merapatkan pejaman, menautkan kedua telapak tangan dan membuat suatu permintaan didalam hati. Dan setelah itu membuka kembali kedua hazelnya, lalu meniup lilin dengan angka tiga puluh tiga. Diiringi tepuk tangan meriah dari semua yang hadir. John mencium bibir Hyuji sekilas dihadapan semua orang "Terima kasih sayang... " tuturnya lembut dengan tatapan hangat, yang dibalas sebuah anggukan dari Hyuji.
"Tolong pegang kuenya sebentar John, ada hadiah kecil untukmu!"
"Ah, benarkah?" sahut John sambil kembali mengecup kening Hyuji.
Sebuah kotak kecil berbalut kertas biru muda John terima dari Hyuji. Dia mengerucut kesal. "Kenapa kadonya kecil sekali? Apa ini hanya zonk?"
"Buka saja, jangan banyak protes!" kelakar Hyuji tak kalah kesal karena protes yang dilayangkan suaminya itu.
Suasana hening sejenak saat John membuka kado tersebut.
Manik John berair seketika, bibir dan telapak tangannya bergetar, menggigit bibir bawah cemas, kemudian menatap Hyuji dengan tatapan sendu yang cukup membuat hati Hyuji turut menciut.
"Kau akan menjadi ayah kembali John!" ucap Hyuji dengan pupil bergetar. Membiarkan prianya merengkuk dan memeluk dirinya dan juga YeNa dengan erat. Mencium kembali keduanya. Tak terbendung rasa bahagia yang menyelimuti hatinya. Dia akan menjadi ayah untuk kedua kalinya. Benda pipih dengan dua garis merah itu mampu membuat John tak berkutik dalam gulungan rasa bahagia.
"Terima kasih Hyu, kau sudah memberikan kado terindah sekali lagi dalam hidupku! Terima kasih... "
John tak henti-hentinya memeluk dan mencium Hyuji. Hingga membuat gadis kecil dalam gendongan ibunya itu merasa risih.
"Ayah! Bisakah behenti menciumi ibu?! YeNa tidak suka melihatnya!"
Suara tawa kembali pecah.
Disinilah mereka semua berakhir dengan sangat bahagia. Dalam kehangatan sebuah keluarga utuh. Penuh cinta, dan juga kasih sayang.
Selamanya.
***
—FIN—
•
•
Vi's Notes:
Dengan ini, Vi's menyatakan another Winter tamat. yaelah, gak gitu juga.
Maaf, dan...
Terima kasih untuk yang sudah mengikuti another Winter dari awal hingga akhir. Mohon maaf jika ada kata atau alur yang kurang sempurna. Dan Vi's harap, ada makna baik yang bisa kita petik dari cerita ini. Bahwa hidup tak selalu berada diatas ataupun dibawah.
Sampai Jumpa di karya Vi's lainnya. Coba aja mampir-mampir, baca-baca cantik, kali aja suka. Lalu tinggalkan jejak, atau bisa juga iseng-iseng follow dan tekan tombol hatinya biar gak ketinggalan update. Hehe, ndak maksa juga sih..
Sekali lagi Vi's ucapkan terima kasih yang se..... banyak-banyaknya untuk apresiasi yang sudah kalian berikan. Vi's merasa terharu.
Selamat menyambut pergantian tahun...
Salam Hati Warna Ungu,
And See You next Project,
💜💜💜
Bye....
-another Winter-
©desember2020End
VizcaVida.