Another Winter

Another Winter
another Winter 28



Aroma disinfektan, cat putih bersih yang mengitari seluruh ruangan. Alat canggih yang bisa menembus lapisan kulit perut, layar monitor yang lebar beserta ranjang disampingnya. Hyuji membawa dirinya untuk duduk didepan seorang wanita paruh baya berwajah cantik dengan snelli* yang membalut pakaian sewarna langit didalamnya. Disamping wanita berbalut snelli itu, berdiri wanita lain yang lebih muda dengan pakaian seragam hijau. Yang Hyuji tau, dia adalah perawat yang membantu dokter paruh baya cantik yang akan memeriksanya hari ini.


"Selamat pagi nyonya? " sapa dokter Hwang dengan senyuman mengembang diwajah cantiknya.


Hyuji menarik sudut bibir dan membungkuk hormat guna memberi tanggapan atas sapaan yang ia terima.


"Nyonya Song Hyuji, usia tiga puluh tahun, tekanan darah normal! Ini kehamilan pertama anda? "


"I-iya, "


"Saya ucapkan selamat untuk anda nyonya!" ucap sang dokter sambil mengulurkan tangan. Dan Hyuji menyambut uluran tangan itu dengan suka cita.


Sesi konsultasi itupun dimulai. Dokter itu merangkum semua keluhan yang diutarakan Hyuji, dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Hyuji dengan penuh kesabaran.


Hingga kini, Hyuji dipersilahkan untuk berbaring diatas ranjang. Membuka sedikit pakaian atas guna memperlihatkan perutnya yang masih rata.


Wanita yang ada disamping dokter tadi mengoles sebuah gel dingin diatas permukaan kulit perut Hyuji yang masih kencang dan seputih pualam.


Dokter Hwang meraih salah satu bagian dari alat canggih itu dan mengarahkannya pada perut Hyuji.


Gugup?


Tentu saja, Hyuji akan melihat seperti apa sosok yang menempati bagian dari dirinya itu. Dokter meliuk dan memutar benda itu beberapa kali, hingga kini Hyuji dapat melihat pada pendar layar besar dihadapannya.


"Ini dia nyonya," tukas sang dokter sambil memperbesar gambar, alat itu berhenti tepat di satu titik bagian bawah sedikit ketengah dari perut Hyuji.


Hyuji mengepal samar, hatinya berdegup tidak karuan, pupilnya sedikit bergetar saat menyaksikan sebuah bulatan kecil dilayar monitor.


"Janinnya berukuran sedikit besar, tapi tidak apa-apa! Dia berkembang dengan baik!" lanjut dokter hwang, membuat hati Hyuji menghangat, disusul lelehan airmata yang sudah tak mampu ia bendung.


"Mengapa anda menangis nyonya?! " tanya sang dokter dengan sedikit tawa. Ia sudah terbiasa melihat respon pasiennya seperti itu.


Hyuji mengesat airmata saat sang dokter memergokinya. "Ah, tidak! Saya hanya merasa bahagia! Maafkan saya..."


"Tidak apa-apa, tentu saja anda harus bahagia nyonya Song, anda akan menjadi seorang ibu! Hampir sebagian pasien memang memilih menagis sebagai ungkapan bahagianya! Saya yakin suami anda juga pasti akan senang jika dia melihatnya sendiri!"


Hyuji meremat semakin kuat sprei dibawahnya saat mendengar penuturan tersebut. Ngilu dan pilu kembali menyergah seluruh kesadarannya. Hyuji mengangguk.


Haruskah?


Haruskah aku mengajak John pada pemeriksaan selanjutnya? Pasti dia akan bahagia?


Tidak?


John tidak boleh tau!


Hyuji berbicara dengan dirinya sendiri ,seakan berasal dari dua sisi berbeda. Namun, Hyuji kembali menepisnya secepat kilat.


Mungkin ini akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah bisa dilupakan dalam hidupnya, menjadi suatu hal yang akan selalu ia tunggu setiap bulan. Bertemu dengan sang buah hati.


"Usianya sudah memasuki minggu ke delapan nyonya! Dan pada sesi selanjutnya, akan saya tunjukkan detak jantungnya! " lanjut sang dokter berikut mengakhiri proses USG*) yang dilakukannya.


Dokter Hwang berjalan menuju meja kerjanya dan menulis sesuatu disana. Hyuji menuruni ranjang setelah perawat itu membersihkan sisa Gel diperutnya, kemudian berjalan kembali ke kursi pasien didepan sang dokter.


"Saya akan memberikan resep obat terbaik, harap diminum teratur dan sesuai dosis yang saya anjurkan!"


"Sekali lagi saya ucapkan selamat, dan jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja yang berat-berat! Anda sendiri yang tau kapasitas tubuh anda, jadi berhentilah jika anda sudah merasa lelah! "


"Baik dokter! " jawab Hyuji sambil meraih resep yang diberikan padanya. "Terima kasih!"


Sesi konsultasi hari ini berakhir dengan hasil yang cukup membuat hati Hyuji lega. Bunga didalam hatinya seolah tak ingin berhenti bermekaran saat ini.


Menyusuri lobby rumah sakit yang nyatanya semakin ramai, Hyuji mempercepat langkah. Hingga kini Hyuji sampai dan duduk di taman depan rumah sakit. Tubuhnya yang diterpa sinar matahari yang masih hangat menambah aura cantik dari seorang Hyuji menguar.


Saat telapaknya hampir meraih lengan untuk ia usap, atensi Hyuji teralihkan pada ponsel yang bergetar dari dalam tas kecil yang berada diatas pangkuannya. Hyuji meraihnya, mengusap tombol hijau tanpa ragu saat melihat nama RyuJin pada pendar persegi pintar tersebut.


"Ada apa kak? "


"Kau sudah selesai? Bagaimana hasilnya?"


Hyuji mengulum senyum, seutas harapan terbesit dalam benak Hyuji. Bagaimana jika saja John yang menanyakan itu kepadanya, tentu akan sangat menyenangkan bukan?


"Baik! Dia tumbuh dengan baik! "


"Ah, syukurlah! Sejak tadi aku tidak tenang memikirkan dirimu Hyu!"


"Kakak tidak perlu terlalu khawatir, aku sudah berjanji akan merawatnya dengan baik! Dan—" Hyuji menjedah sejenak demi menghirup segarnya udara pagi yang akan membuatnya nyaman. "...terima kasih kakak sudah mau membantuku! "


"Jangan memikirkan tentang hal itu! Jaga dirimu baik-baik! Kakak akan menemanimu saat sesi pemeriksaan selanjutnya! "


Hyuji kembali mengulum senyuman mendengar ketersediaan RyuJin untuk mengantarnya memeriksakan kehamilan. Namun senyuman itu kembali sirna saat sang kakak bertanya, "Kapan sidang keduamu dilakukan?!"


"Besok! "


"Kau akan datang?! "


"Tidak! John memintaku datang pada sidang terakhir saja!"


"Itu artinya masih ada sidang lagi setelah ini?"


Hyuji mengedikkan bahu, meremat ujung kemeja satin yang membalut tubuhnya.


"Aku juga tidak tau kak! Sepertinya masih!" jawabnya kaku, terlampau datar tanpa ekspresi. Dia bahkan tak menginginkan sidang ini terjadi.


"Mengapa kau tidak bicara saja pada John dan mengurungkan niat kalian untuk berpisah! Kau mengandung anaknya, dia pasti akan memikirkan kembali keputusannya itu! "


Pada akhirnya, Hyuji hanya mampu mengatupkan bibir karena tak mampu memberikan alasan lagi. Kendati demikian dia juga tak ingin membenarkan pendapat sang kakak karena ini adalah keputusannya juga. Mereka sudah sepakat untuk berpisah, anggap saja egois, jadi mengapa Hyuji harus memohon untuk kembali pada John. Dia hanya tak ingin dirinya hidup dalam lingkup sebagai pihak yang dibenci, sebab dia masih memiliki secuil hati dan perasaan.


"Aku tidak bisa melakukannya kak! Ini adalah keputusanku juga, bukan semata-mata John yang meminta!" jawabnya sendu, pun tidak ada sahutan dari seberang. "Aku—" suara Hyuji kembali tersendat oleh salivanya sendiri. "Aku lelah dan hanya ingin hidup tenang tanpa olokan atau tatapan benci yang diberikan untukku! " Airmata Hyuji luruh tanpa diminta, hatinya kembali perih namun kembali menyambung kalimatnya. "Biarkan sekali ini saja aku mengambil keputusan bodoh yang mungkin akan aku sesali kelak hari! Aku hanya ingin hidup tenang kak! Aku benar-benar lelah... "[]


-


*Snelli*): Jas putih yang biasa dikenakan dokter saat sedang bertugas*.


*USG*): Ultrasonography (USG) adalah prosedur pencitraan menggunakan teknologi gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memproduksi gambar tubuh bagian dalam, seperti organ tubuh atau jaringan lunak. (article by alodokter*)


NB: USG biasanya juga digunakan untuk memeriksa kehamilan, untuk mengetahui kondisi janin, dan juga posisi janin dalam kandungan.