A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 50 : New Job



“Hm♪ Hm♪ Hm♪” sambil bersenandung ria Winter berjalan menyusuri jalanan kota Shoddy yang jauh dari kata aman terlebih ditengah malam seperti ini


Akan tetapi, daripada dia yang harus merasa khawatir di serang oleh para preman atau kriminal lainnya, lebih cocok mengatakan kalau dirinya lah yang harus ditakuti oleh para preman jalanan.


Rumor mengenai dirinya bukan hanya telah di dengar oleh sesama Pemain, namun juga telah tersebar hingga sampai di telinga para Locals. Terlebih setelah Winter dengan paksa mengambil alih sebuah kedai untuk dirinya sendiri. Selama puluhan tahun baru Winter seorang lah yang berani melakukan hal ini namun tidak menerima balasan apapun.


Hal ini seakan mengumumkan dengan keras kalau ada kekuatan yang mendukungnya dari belakang.


Di dalam fraksi bayangan, apa yang harus ditakutkan bukanlah kekuatan seorang individu melainkan pasukan yang menunggu dengan tenang di belakangnya.


Sisihkan masalah itu terlebih dahulu...


Alasan kenapa Winter sedang dalam suasana hati yang riang adalah karena sebuah pencapaian yang baru saja berhasil dia capai.


Setelah leveling selama sehari semalam, Winter kini akhirnya telah mencapai total level 40!


Dengan ini dia telah memenuhi syarat untuk menggunakan item milik Snake dan perjanjian di antara mereka pun akhirnya bisa terwujud.


Bukan hanya itu saja yang membuatnya senang...


Name : Winter


Gender/Age : Female/20


Total Level : 44


Race : Human (Lv. 6)


Job :


1.       Necromancer (Lv. 10)


2.       Appraiser (Lv. 10)


3.       Scout (Lv. 9)


4.       Summoner (Lv. 9)


Stats :


(HP : 600) (MP : 1.100) (STR : 85) (VIT : 40) (AGI : 130) (DEX : 180) (INT : 280) (MND : 230)


Dengan Job Necromancer dan Appraiser telah mencapai level 10, membuatnya kini telah memenuhi syarat untuk mendapatkan Job tingkat kedua dari kedua Job tersebut!


Tidak sabar ingin melihat Job macam apa yang bisa dia dapat, tidak lupa Winter juga senang karena setelah Job Appraiser mencapai level 10, dia akhirnya mendapatkan sebuah Skill yang selama ini didambakan oleh banyak Pemain.


[Identify]


MP : 50 CD : 10 detik


Grade : Tier-5Art


Stats : All Stats


Element : Neutral


Spells Effect : Memungkinkan pengguna untuk melihat Status milik orang lain yang setara atau lebih lemah dari pengguna


Effective Range :10 meter


Stats : (Name) (Level) (1st Job)


Dengan Skill ini Winter akhirnya mampu mengintip stats milik orang lain.


Pertama kali mencobanya kepada Prim, memang benar kalau hanya nama, total level, serta Job pertama saja yang mampu dia lihat, tapi itu tetap saja berguna.


Terlebih ini baru Skill tingkat pertama. Setelah Winter meningkatkan Skill ini lebih tinggi lagi, maka sudah pasti akan ada semakin banyak hal yang bisa dia lihat.


Meski merasa senang, namun ada dua hal yang berhasil Winter ketahui setelah menggunakan Skill ini kepada Prim.


Yang pertama adalah Prim yang mengaku kalau dia merasakan sebuah perasaan aneh seperti sedang digerayangi ketika ‘Identify’ digunakan kepadanya yang mana itu sangatlah tidak nyaman. Mengingat Job macam apa yang dia miliki, Winter menjadi yakin kalau perasaan yang Prim rasakan memanglah bukan sebuah perasaan yang mengenakkan.


Hal ini membuat Winter sadar kalau kau tidak bisa menggunakan ‘Identify’ secara sembarangan karena orang yang menjadi targetmu pasti akan langsung sadar kalau kau telah menggunakan Skill ini kepadanya.


Yang kedua adalah fakta kalau nama serta Job pertama juga akan ditunjukkan oleh ‘Identify’.


Walau Winter sangat yakin kalau total Levelnya termasuk yang tertinggi di antara semua Pemain yang ada. Tapi itu tidak menghitung para Locals yang memiliki total level yang jauh di atas para Pemain.


Jika ada dari mereka yang menggunakan Skill ini kepadanya, maka sudah pasti mereka akan langsung mengetahui nama aslinya serta Job macam apa yang dia miliki.


Ketika masih berada di dalam wilayah fraksi bayangan maka Winter tidak perlu merasa khawatir. Akan tetapi hal yang sama tidak bisa dikatakan ketika dia berada di wilayah fraksi lain terutama fraksi cahaya.


Fakta kalau dia memiliki Job Necromancer seolah meneriakkan kalau dia berasal dari fraksi bayangan.


Dengan ini menyusup ke dalam fraksi cahaya menjadi jauh lebih berbahaya dari yang sebelumnya. Kecuali Winter menemukan solusi yang tepat untuk masalah ini, takutnya dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya ke dalam fraksi cahaya untuk yang kedua kalinya.


Oleh karena itu, terkecuali Winter bisa menemukan cara untuk menanggulanginya. Maka adalah mustahil bagi dirinya untuk bisa kembali menyusup ke dalam wilayah fraksi lain.


Berjalan melewati pintu rahasia, Winter kini telah tiba di kawasan pasar gelap.


Karena Buku Job tingkat kedua tidak dijual di toko biasa, maka Winter tidak punya pilihan selain mencarinya di toko-toko besar. Dan dimana lagi tempat dia bisa mendapatkan barang yang berkualitas dengan penawaran yang aman di kantong kalau bukan di dalam pasar gelap?


Singkat cerita Winter telah tiba di pasar gelap.


Menghindari keramaian, Winter menuju sebuah tempat yang sepi yang jauh dari toko-toko lainnya. Tanpa ada papan penanda atau semacamnya, apa yang ada di hadapannya sekarang hanyalah sebuah pintu tua yang ditumbuhi oleh lumut hijau serta gagangnya yang berkarat.


Bersyukur karena dia sekarang sedang mengenakan sarung tangan, walau sedikit enggan Winter lalu memutar gagang pintu tersebut.


Sama seperti yang sebelumnya, apa yang menyambutnya adalah sebuah kegelapan.


Mengingat pintu menuju markas rahasianya, baru Winter sadar kalau tabir kegelapan yang dia lihat sekarang adalah semacam portal yang menghubungkan satu titik dengan titik yang lain. Yang mana ini memberitahukan kalau toko yang ingin dia tuju sebenarnya tidak berada di sini melainkan berada di tempat lain yang tidak dia


ketahui ada di mana.


Karena ini bukan pertama kalinya dia mengunjungi toko ini, tanpa ragu Winter pun melewati tabir kegelapan itu.


Apa yang menyambutnya di balik kegelapan adalah sebuah pemandangan yang familiar.


Diterangi oleh cahaya lentera yang memanjakan mata, berbagai macam item dan Equipment terpajang rapi pada rak-rak toko yang saling berjejer dengan rapi dan teratur.


Sembari melihat-lihat barang dagangan yang terpajang, Skill ‘Detection’ dari Job Scout miliknya aktif yang sontak membuat Winter seketika menoleh ke belakang.


Menurunkan arah pandangannya, Winter menemukan sosok pemilik dari toko ini.


Masih mengenakan pakaian khas saudagar dari timur tengah yang berhiaskan emas dan permata, sang pemilik toko, Genie menyapa Winter sembari memainkan kumis tebalnya dan menampilkan sebuah senyuman ramah.


“Selamat datang kembali, wahai Pelanggan yang terhormat. Apa yang sekiranya pelanggan cari kali ini?”


Seketika Winter merasakan perasaan seperti seseorang baru saja mengelus tubuhnya dengan lembut. Sadar akan arti dari perasaan yang dia rasakan, Winter pun berkata “Apakah ada suatu item yang mampu menangkal Skill ‘Identify’ dan sejenisnya?”.


“Tentu saja, tentu saja, silahkan kemari” dengan senyuman lebar di wajahnya, Genie pun menuntun Winter menuju sebuah rak yang letaknya tidak jauh dari meja kasir.


Di sana Winter dapat menemukan berbagai macam aksesoris seperti bros, kalung, gelang, hingga masker dan topeng.


Menggunakan ‘Keen Eyes’ Winter dapat menemukan kalau tingkat yang paling rendah adalah Uncommon yang ditandai dengan warna biru sementara yang tertinggi merupakan tingkat Special yang ditandai oleh warna emas yang berkilauan.


Berkat level ‘Appraisal’ yang telah naik, kini Winter akhirnya bisa melihat status dari item dengan tingkat Special.



Grade : Special     Quality : Excellent     Type : Accessories


Sebuah topeng seribu rupa.


Memberikan Skill [Concealment]+5 yang berfungsi agar pengguna terhindar dari segala jenis Skill yang memiliki efek untuk mengintip identitas dan stats pengguna serta Skill [Masquerade]+3 yang memungkinkan pengguna untuk meniru total 5 wajah orang lain.


Sebagai penutup, topeng ini juga memberikan Skill [Finicky]+2 yang memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan stats apa yang ingin dia sembunyikan atau menunjukkan stats apa yang ingin dia tunjukkan.


Itu adalah sebuah topeng putih polos yang tampaknya terbuat dari bahan marmer.


Mengelus permukaan topeng yang mulus, Winter membolak-balik topeng tersebut namun tidak juga menemukan lubang tempat matanya seharusnya berada.


“Pelanggan tenang saja, walau tidak ada lubang untuk mata, Pelanggan yang terhormat masih bisa melihat


dengan normal seolah topeng tersebut tidak pernah ada”


Melihat Genie mengatakan itu dengan penuh percaya diri, Winter pun memilih untuk mempercayainya.


“?!” seketika ‘Danger Sense’ miliknya aktif yang menandakan kalau baru saja ada bahaya yang mengincarnya.


Sontak Winter pun melihat sekeliling namun tidak menemukan siapapun di toko ini selain dirinya dan Genie yang dengan setia berdiri di sampingnya sembari mengelus-elus kumisnya yang tebal.


Karena tidak bisa melihat bahaya macam apa yang baru saja mengincar dirinya, seketika otak Winter bekerja dengan keras hingga akhirnya tiba pada satu kemungkinan.


Ketika tidak ada orang lain yang bisa di salahkan, maka pelakunya akan jatuh kepada orang terdekatmu.


Genie yang mendapati sepasang mata merah menyala memelototi dirinya tetap bersikap tenang seolah intimidasi dari Winter tidak berarti apa-apa baginya. Sebaliknya, dia terlihat senang akan hal ini terbukti dari seringai lebar di wajahnya.


“Ho, ho, ho, tampaknya Pelanggan sudah semakin kuat. Sebagai hadiah, akan saya beritahukan satu hal yang jarang saya beritahukan pada orang lain!”


Melihat Genie yang mulai bertingkah berlebihan, sontak ‘Danger Sense’ miliknya menjadi semakin aktif hingga tanpa sadar Winter sudah mengambil dua langkah mundur.


Tanpa memedulikan Winter, Genie terus saja berputar sembari melambaikan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan dengan riang gembira. Setelah puas, dia akhirnya melanjutkan perkataannya “Waspadalah terhadap tawaran seorang Merchant dan janganlah sekali-kali engkau berbohong dihadapan seorang Analyzer!”.


Sadar akan apa yang Genie maksud, Winter lalu mengganggukkan kepalanya dengan kuat.


Setelah melihat Winter memeluk topeng di tangannya dengan erat, sebuah senyuman merekah di wajah Genie. Sembali menggosok-gosokkan kedua tangannya, Genie pun berjalan mendekati Winter dengan seringai lebar di wajahnya.


“Wahai Pelanggan yang terhormat, jika pelanggan mencari Buku Job tingkat kedua, maka silahkan ikuti saya”


Masih memeluk \dengan erat, Winter pun berjalan mengikuti Genie dari belakang.


...


Berbeda dari tempat sebelumnya yang tampak seperti interior toko pada umumnya, ruangan tempat Genie membawa Winter tampak seperti sebuah perpustakaan raksasa. Melihat ruangan yang penuh akan buku, Winter menjadi semakin yakin kalau dimanapun tempat toko Genie berada sebenarnya, itu pastinya sangatlah besar sampai-sampai bisa menampung semua barang dagangan miliknya.


Sama seperti di toko Buku Job milik Robert, buku-buku di sini semuanya di segel dengan rantai besi sehingga mustahil untuk bisa di ambil begitu saja.


“Pelanggan yang terhormat, tolong tunggu di sini sebentar” menyuruh Winter untuk duduk di atas sebuah sofa, Genie sendiri pergi untuk mengambilkan Buku Job yang letaknya berada jauh di atas rak tertinggi.


Menyaksikan pemandangan Genie menaikki tangga dengan tubuh pendek dan gempalnya menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi Winter.


Setelah bersusah payah, Genie akhirnya kembali sambil membawakan dua buah buku di tangannya.


Buku pertama adalah sebuah buku dengan sampul berwarna hitam serta dihiasi oleh motif tulang-tulang putih. Sedangkan buku kedua memiliki sampul putih polos yang tampak biasa-biasa saja.


Judul buku pertama adalah ‘High Necromancer’ dan judul buku kedua adalah ‘Analyzer’.


Menerima kedua buku tersebut, hati Winter pun menjadi tenang.


“Pelanggan yang terhormat, selagi kita di sini, ada yang saya ingin sarankan kepada Pelanggan. Itu jika Pelanggan berkenan tentunya”


Walau merasa heran, tapi kali ini Winter sama sekali tidak merasakan apa-apa tanda kalau tidak ada Skill yang aktif atau memang Genie menggunakan Skill dengan tingkat yang lebih tinggi kepadanya.


Tapi, karena penasaran, Winter pun berkata “Tergantung, ada apa memangnya?”.


“He, he, he, Bukan masalah besar. Hanya saja saya tidak enak jika Pelanggan kelak akan menaikkan Job Scout Pelanggan yang mana itu tidak akan gunanya bagi seorang Necromancer”


“Oh, kalau boleh tahu, apakah nama Job selanjutnya dari Scout? Dan kenapa itu tidak akan berguna bagi diriku?”


“Baik, baik, tingkat selanjutnya dari Scout adalah Outrider. Job tersebut berfokus pada pencarian dan penjelajahan. Skill yang Job itu berikan berupa peningkatan dari Scout serta tambahan Skill lainnya yang hanya akan berguna jika Pelanggan memiliki Job Rider atau Trapper”


“Rider? Apakah itu berarti Job Outrider memiliki Skill yang akan membantumu ketika berkendara?”


“Itu benar, itu benar, hanya saja Skill itu sedikit berguna tanpa adanya Job Rider. Yang artinya berkendara biasa saja itu tidak cukup”


Setelah mendengar penjelasan dari Genie, Winter yang awalnya mengira kalau dia akan mampu mengendarai Blizzard dengan lebih baik seketika harus membuang angannya itu jauh-jauh.


“Baiklah, kalau aku tidak boleh menaikkan Job Scout milikku, apakah itu artinya aku harus memiliki 3 Job tingkat ketiga dan 1 Job tingkat pertama?”


Genie pun menggelengkan kepalanya dengan cara yang berlebihan serta membuat ekspresi seolah sedang mengkhasihani “Pelanggan salah besar, yang harus pelanggan lakukan adalah memiliki 1 Job tingkat ketiga, 3 Job tingkat kedua, dan 1 Job tingkat pertama”.


“Apakah itu artinya aku harus memiliki 5 buah Job?” mendengar alasan Genie, Winter mulai mengira kalau ini sebenarnya bukanlah saran melainkan cara picik dari Genie untuk memaksanya membeli satu Buku Job lagi darinya.


Sadar akan pemikiran Winter, Genie pun segera menyangkalnya “Bukan, bukan, saya di sini sungguh memberikan saran ini demi masa depan Pelanggan sendiri...” sembari memberikan seringai bisnis, Genie pun melanjutkan “Tidak seperti tingkat pertama dan kedua, tidak ada satupun Buku Job yang berisikan Job tingkat ketiga”.


Mendengar hal ini, sontak Winter pun terkejut dibuatnya.


Yakin kalau Winter akhirnya mau mendengarkannya dengan serius, Genie pun menjelaskan “Job tingkat ketiga tidaklah berasal dari buku! Melainkan harus diberikan oleh seorang Master yang telah mendapatkan wewenang untuk membimbing seseorang menuju tingkat berikutnya”.


“Hah, apakah itu berarti aku harus menjadi murid orang tersebut?”


“Benar dan salah, Pelanggan yang terhormat hanya harus menyelesaikan ujian yang diberikan dan Job tingkat ketiga pun akan Pelanggan dapatkan. Tentu saja, tidak ada ujian yang mudah!”


Akhirnya Winter paham kenapa Genie menyarankannya untuk mengambil Job baru dan hanya meningkatkan satu Job saja ke tingkat ketiga.


Terkecuali kau ingin mengambil ujian berkali-kali, alangkah baiknya untuk berfokus pada satu Job saja sementara Job lainnya hanya akan berperan untuk meningkatkan Job pertama.


Dengan informasi ini, maka pecah sudah anggapan semua Pemain selama ini.


Merasakan betapa pentingnya informasi ini, rasa kecurigaan di dada Winter menjadi semakin membesar.


“Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Pelanggan mengambil satu Job baru. Misalnya...” mengeluarkan sebuah Buku Job, itu adalah sebuah Buku Job dengan judul Shaman.


Meskipun sudah bisa menduga kalau akhirnya akan menjadi seperti ini, Winter tetap saja merasa kalau ada hal lain yang Genie inginkan hingga pada akhirnya dia bertanya “Apa yang sebenarnya kau inginkan?”.


Perlahan menarik kembali Buku Job yang dia tunjukkan, sambil malu-malu Genie pun berkata “Hehe... Kalau bisa, bolehkan Pelanggan yang terhormat memanggil kemari kawan Pelanggan yang sebelumnya?” sambil menahan jijik di mulutnya, Winter mau tidak mau bertanya “Apakah kau serius?”.


“Tentu saja!” jawab Genie lantang “Sangat jarang ada berlian seperti dirinya! Jika saja dia tidak berada di bawah naungan Madam Diva maka dia pasti sudah menjadi milikku seorang! Sayang sekali, sayang sekali... Oleh karena itu, bolehkan Pelanggan memanggilkannya kemari? Hanya untuk semalam, bolehkan? Nanti saya berikan bonus!”.


Menahan diri untuk tidak muntah, Winter yang entah sejak kapan sudah mengambil langkah mundur segera memperjuangkan hak kawannya.


“Hal itu mudah di atur... Atau itulah yang ingin aku katakan. Seperti yang sudah kau sebutkan, Chic sudah berada di bawah naungan Madam Diva. Jika aku sembarangan memberikan pekerjaan untuknya, takutnya aku sendiri malah akan terkena sialnya”


“Jangan begitu, jangan begitu. Memang benar kalau Berlian itu adalah bawahan dari Madam Diva. Tapi dia juga adalah tangan kananmu kan? Jika kau yang memberi perintah maka Berlian itu tidak akan punya pilihan untuk menolaknya”


Sadar kalau Genie sudah mengumpulkan informasi mengenai Familianya, Winter pun berusaha membuang jauh rasa jijiknya dan langsung memutar otaknya.


Tidak lama kemudian Winter akhirnya tiba pada sebuah jawaban yang akan memberikan keuntungan besar kepadanya.


“Meski kau mengatakan itu, memangnya apa untungnya bagiku?”


“Hehe, Pelanggan yang terhormat tenang saja. Jika Pelanggan memberikan Berlian itu untuk saya nikmati selama semalam, maka saya berjanji akan memberikan diskon permanen kepada Pelanggan”


Memberikan tiga jarinya, itu artinya Winter akan mendapatkan diskon sebesar 30% setiap kali dia melakukan pembelian di toko ini.


Penawaran yang menarik, namun masih kurang.


“40% dan berikan juga diskon 20% untuk semua Membersku”


“Pelanggan pasti bercanda. Apakah itu tidak terlalu banyak? Bagaimana kalau 30% untuk pelanggan dan 10% untuk kawan Pelanggan yang lain?”


“40 dan 20 titik! Juga, asal kan kau membayar Chic secara terpisah setiap kali kunjungannya, maka selama dia tidak sibuk, aku akan membiarkan dirimu bersamanya setiap sebulan sekali. Bagaimana?”


“Seminggu sekali!”


“Kau pasti bercanda, tiga minggu sekali”


“Grrr... Dua minggu sekali! Dan aku berjanji akan memberikannya item yang bagus setiap kali kunjungannya!”


“Nah begitu dong...”


Saling bersalaman, Winter dan Genie sama-sama menunjukkan sebuah seringai lebar di wajah mereka.


Dan begitulah, tanpa sepengetahuan Chic, sebuah perjanjian yang mengikat dirinya akhirnya terbuat.