A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 29 : Dungeon



Berkumpul di depan pemakaman sudah ada Winter, Victor, dan Chic yang sudah siap dengan Equipment masing-masing. Tentu saja itu bukanlah Equipment utama mereka melainkan Equipment yang mereka gunakan demi kepentingan penyamaran.


Bersama mereka adalah ketiga Makhluk Panggilan Winter yaitu Saber si Beruang, Sky si Burung Elang, dan Blizzard si Serigala.


Dengan ini mereka terhitung sebagai satu Party penuh.


“Apakah kalian sudah siap!” dengan penuh semangat Winter langsung membuka pintu gerbang tanpa menunggu konfirmasi dari rekan satu Party nya.


Walau hari masing siang, suara gerbang yang berderit membuat para Undead yang awalnya berlindung di balik bayangan pohon seketika menyerbu ke arah mereka. Jumlah mereka yang banyak membuat laju para Undead itu bagaikan sebuah tsunami yang datang menerjang.


Ketika para Undead itu menyentuh cahaya mentari, asap putih mulai mengepul dari tubuh mereka.


Meski tubuh mereka terbakar, itu tetap tidak menghentikan laju serangan mereka.


“Hei, bisakah kita menunggu mereka untuk terbakar habis?” tanya Chic yang jelas tidak mau dekat-dekat dengan rombongan mayat busuk itu. Untungnya pemikirannya ini sejalan dengan Winter. “Tenang saja, Sky!”. Memberikan perintahnya, Sky mulai terbang ke angkasa.


Bulu emasnya seketika menyala dengan api oranye sebelum akhirnya menyemburkan nafas api bagaikan sebuah pelontar api ke arah para Undead yang sedang berkerumun.


Ya, ‘Flamethrower’ memang adalah nama Skill yang Sky gunakan.


Di serang dengan kelemahan mereka, Undead menjadi tidak bisa berkutik.


Total 266 kerusakan tercipta yang di tambah dengan kerusakan dari cahaya mentari yang secara perlahan


membakar habis para Undead itu sebelum mereka sempat mendekati Winter dan yang lainnya.


Melihat ini Winter merasa puas. Namun tidak dengan Victor “Terlalu lama” memang benar kalau cara ini akan berhasil jika jumlah Undead berada di angka puluhan. Tapi jumlah Undead yang mereka hadapi sekarang berada di angka ratusan atau bahkan mungkin ada ribuan.


Api kecil dari Sky jelas tidak cukup untuk membakar mereka semua.


“Aku tahu” jawab Winter dengan tenang “Karena itulah kita akan langsung ke intinya!”.


Dengan Sky yang membukakan jalan, Winter dan yang lain segera melaju menembus gerombolan Undead. Demi menghemat tenaga sekaligus mempercepat laju mereka, Winter melaju sambil menunggangi Blizzard sementara Victor dan Chic berboncengan menunggangi Saber.


Selain dengan ‘Flamethrower’ dari Sky, Winter juga memerintahkan Saber untuk menggunakan Skill ‘Sword Creation’ miliknya untuk menciptakan 3 buah pedang melayang yang menyerang semua Undead yang menghalangi jalan mereka.


Terlebih Winter menggunakan ‘Enchat Summon’ kepada Sky yang meningkatkan seluruh Stats miliknya sehingga meningkatkan kerusakan yang dia berikan.


[Enchant Summon]


MP : 50 CD : 1 menit


Grade : Tier-3 Spells


Stats : INT


Element : Neutral


Spells Effect : Meningkatkan Stats Makhluk Panggilan sebanyak (30%) selama (10) menit.


Effective Range : 10 meter


Dengan cara ini mereka sukses mencapai Mausoleum tanpa menderita kerusakan sedikitpun.


Akan tetapi Winter harus menggunakan ‘Return’ kepada Sky karena dia telah kehabisan MP.


“Altar?” mengikuti arah penglihatan Victor, bisa terlihat sebuah lingkaran sihir tepat di tengah-tengah Mausoleum. Dari sana terlihat Undead keluar secara satu-persatu .


“Haruskah kita hancurkan?” tanya Chic yang langsung di bantah oleh Winter “Jangan, itu adalah pintu masuk kita” memerintahkan Saber untuk menghantam Undead yang baru saja muncul, Winter sontak mengajak Chic dan Victor untuk bergegas masuk ke dalam.


Selagi Saber dan Blizzard menahan para Undead untuk tidak mendekati mereka, Winter dan Party nya sukses naik ke atas lingkaran sihir. “Benarkan ini Dungeon!” menekan notifikasi yang muncul di hadapannya, figur mereka bertiga pun seketika menghilang seolah ditelan oleh lingkaran sihir itu.


Seakan koneksi mereka dengan Winter telah terputus. Saber dan Blizzard yang awalnya sibuk bertarung tiba-tiba saja berubah menjadi butiran cahaya.


Dengan mereka yang tidak lagi ada, area pemakaman seketika kembali hening seperti sedia kala.


...


Setelah merasakan sensasi seakan tubuh mereka melayang, Winter dan Party nya muncul di dalam sebuah lorong suram dengan obor yang menyala redup.


Di saat Victor dan Chic sedang berusaha untuk menyesuaikan diri, Winter sendiri menampilkan sebuah senyuman secerah matahari. “Miasma!” mencoba meraih sesuatu di udara, tingkahnya ini membuat kedua rekannya menjadi keheranan.


“Winter, kau tidak apa-apa?” di sapa oleh Chic, barulah Winter tersadar dari lamunannya. Setelah mengatakan “Tidak apa-apa” Winter lalu segera mengganti Equipmentnya menjadi \ dan seketika dia sudah merasakan sebuah perbedaan yang sangat drastis.


“Sudah aku duga!” tidak seperti Victor dan Chic, Winter mampu melihat kepulan asap hitam yang melayang memenuhi seluruh lorong ini. Berkat Job Necromancer miliknya, mudah bagi Winter untuk langsung mengetahui kalau kepulan asap itu adalah Miasma.


Terbentuk dari kumpulan energi negatif yang terus menumpuk selama puluhan hingga ratusan tahun. Energi negatif itu akhirnya mengambil wujud kepulan asap hitam yang mampu meningkatkan kekuatan Undead serta sihir dengan elemen kegelapan.


Berkat efek dari \ miliknya, Winter bisa merasakan kalau kekuatannya telah bertambah.


Melihat Winter yang mengenakan Equipment utamanya, Chic dan Victor juga melakukan hal yang sama.


Chic kini mengenakan \ serta Equipment baru yang dia dapatkan mengalahkan Mobs Langka yang kini telah di ‘Appraisal’ oleh Winter sehingga kini dia tahu apa fungsinya.



Grade : Rare     Quality : Good    Type : Outwear


DEF : 10 Durability : 150


Sebuah tudung dari kain kafan yang dulunya dikenakan oleh Mummy yang telah bangkit dari kubur dan mengembara di padang gurun selama ratusan tahun.


Dilengkapi dengan Skill [Concealment]+3 yang berfungsi agar pengguna terhindar dari segala jenis Skill yang memiliki efek untuk mengintip identitas dan stats pengguna. Serta [Night Mirage] yang memiliki efek untuk membuat sosok pengguna tidak terlihat di bawah bayangan malam.


Requirement : Total Level 20


Walau pertahanan yang diberikan rendah, tapi efek spesial miliknya sangat sempurna bagi Chic.


“Itu sungguh tidak cocok dengan Outfit milikmu” tidak memedulikan komentar Winter, Chic sudah cukup senang dengan Equipmentnya yang sekarang.


Setelah Chic, Victor juga ikut mengenakan Equipment utamanya.



Grade : Uncommon     Quality : Normal     Type : Outfit


DEF : 50 M.DEF : 50 Durability : 50


Satu set pakaian berdarah yang memberikan teror kepada setiap orang yang melihatnya.


Dilengkapi dengan Skill [Terror] yang membuat orang yang (5) level lebih rendah dari pengguna terkena efek buruk ‘Fear Lv. 3’ yang akan mengurangi Stats lawan sebanyak (20%) dan memperbesar kemungkinan lawan untuk gagal ketika hendak menggunakan Skill.


Requirement : Total Level 15


Tidak peduli dari mana kau melihatnya, Victor kini tampak seperti seorang pembunuh berantai yang keluar langsung dari dalam film. Terlebih topeng kayu yang dia kenakan malah menambah seram penampilannya.


Selain itu dia juga mengubah dua pedang besi yang biasanya dia pakai dengan sepasang pedang baru dengan efek yang berbeda.



Grade : Uncommon     Quality : Normal     Type : Weapon


ATK : 25 Durability : 100


Sebuah pedang melengkung yang terbuat dari tulang seekor Mobs berbahaya.


Memiliki daya tebas yang luar biasa serta kecepatan ayunannya tidak bisa di anggap remeh.


Requirement : Total Level 20



Grade : Rare     Quality : Normal     Type : Weapon


ATK : 20 Durability : 70


Sebuah pedang pendek yang memiliki es di dalamnya.


Memberikan efek [Frost] kepada setiap hal yang ditebasnya.


Requirement : Total Level 22


Dengan Chic yang berjalan paling depan, dia berusaha sebaik mungkin untuk mendeteksi semua jebakan yang ada walaupun mereka bertiga sama-sama memiliki Job Scout.


Baru berjalan beberapa menit, mereka sudah mendapatkan sambutan meriah.


“Ada sepuluh, banyak juga”


“Winter... Kau punya serangan AOE enggak?”


“Maaf saja, aku ini Necromancer bukan Mage”


Walau tidak punya serangan dengan jangkauan yang luas, tapi Winter masih bisa mengakalinya dengan cara memanggil “Summon : Living Armor” dengan total level 10 sebagai tameng hidup. Selanjutnya Winter mengirim Living Armor itu untuk menyibukkan kesepuluh Zombie yang menghadang jalan mereka.


Menghadang 10 Zombie sendirian, terlihat kalau Living Armor tidak menerima kerusakan bahkan lecet sedikitpun. Memanfaatkan kesempatan ini, Victor dan Winter melancarkan serangan mereka.


“Negative Slash!” menembakkan energi negatif berbentuk bulan sabit, total 567 kerusakan fatal tercipta yang mengenai tepat di leher salah satu Zombie yang seketika langsung memenggalnya. Sedikit lebih lambat dari Winter, Victor langsung menerjang maju dengan kedua pedangnya. Mengaktifkan Skill ‘Raise Attack’ terlebih dahulu, dia lalu melancarkan ‘Wide Swing’ yang menyapu semua Zombie yang ada di hadapannya.


[Wide Swing]


MP : 0 CD : 10 detik


Grade : Tier-2 Art


Stats : STR


Element : Neutral, Sharp Attack


Art Effect : Membuat sebuah ayunan besar yang mampu untuk mengenai semua musuh yang ada di hadapan pengguna.


Effective Range : 3 meter


Damage : STR + 15%


217 kerusakan fatal tercipta yang mana membuatnya sukses memenggal 6 kepala Zombie secara bersamaan. 7 sudah gugur dan sekarang tinggal tiga. Tapi sebelum sadar ketiga-tiganya mendapatkan serangan fatal yang langsung mengakhiri nyawa mereka.


Ketika ketiga sosok Zombie itu berubah menjadi butiran cahaya, barulah sosok Chic muncul di belakang mereka. Hal ini sontak membuat Victor terkejut karena Skill ‘Detection’ miliknya sama sekali tidak bisa merasakan keberadaan Chic.


Setelah pertempuran pertama mereka selesai, Party Winter terus bertarung sepanjang jalan hingga mereka mulai kelelahan baik secara fisik maupun mental.


Memutuskan untuk beristirahat dari waktu ke waktu, butuh waktu setengah hari baru mereka menemukan tangga menuju lantai kedua.


“Aku harap hadiah di lantai kedua jauh lebih baik”


“Setuju, tiga Treasure Chest isinya sampah semua”


Mendengarkan keluhan kedua rekannya, Winter pun memaksa mereka untuk segera maju.


Memiliki interior yang sama dengan lantai pertama, hanya saja terdapat sebuah perbedaan mencolok di antara kedua lantai.


“Jebakan!” baru berjalan beberapa langkah Skill ‘Trap Detection’ mereka bersuara keras menandakan kalau jebakan sudah di depan mata.


Menggunakan ‘Trap Dismantle’ untuk pertama kalinya, butuh waktu 5 menit sebelum akhirnya Chic sukses melucuti jebakan tersebut. “Jadi, jebakan macam apa itu?” tanya Winter yang penasaran.


“Panah beracun” jawab Chic singkat sambil menunjuk sebuah lubang kecil di tembok yang sangat mudah untuk dilewati. “Ohh!” mengintip lubang tersebut, Winter dibuat kagum karena untuk pertama kalinya dia melihat jebakan klasik seperti ini secara langsung.


Setelah itu mereka terus dihadapkan dengan jebakan yang tersebar di sepanjang jalan yang mana ini sangat menghambat laju penjelajahan mereka. Untungnya lawan kali ini hanyalah Skeleton yang bersenjatakan pedang berkarat yang mana mereka masih terlalu mudah bagi Party Winter.


Entah sudah berapa lama mereka di sana.


Yang jelas karena jumlah jebakan yang keterlaluan membuat Chic harus bergantian dengan Victor karena kegiatan melucuti jebakan sangatlah menguras mental mereka.


Selagi Chic dan Victor sedang sibuk memikirkan tentang jebakan, Winter malah sibuk berpikir tentang desain dari Dungeon ini.


Serangan bertubi-tubi di lantai pertama. Lalu dilanjutkan dengan ratusan jebakan di lantai kedua.


Kedua kegiatan itu sangatlah menguras fisik dan mental setiap orang yang berani menjelajahi Dungeon ini. Ketika mereka sampai ke lantai ketiga atau seterusnya, Winter takutnya kalau mereka akan dihadapkan oleh musuh yang membutuhkan semua tenaga dan konsentrasi mereka untuk bisa melawannya.


Kalau mereka sudah kelelahan sebelum sampai ke ruang Boss. Takutnya mereka hanya akan mencari mati kalau masih berani untuk menantangnya.


Pada akhirnya mereka sampai di lantai ketiga. Meski berhasil menemukan lebih banyak Treasure Chest ketimbang di lantai pertama, tapi isinya tetap saja sampah dengan hanya terdapat uang yang sedikit serta berbagai macam Potion yang jarang mereka gunakan. Dengan kedua rekannya yang sudah mulai kelelahan, Winter berharap kalau di lantai ini mereka bisa beristirahat meski hanya untuk sebentar.


Sebagaimana do’a anak saleh selalu dikabulkan, baru saja dia berharap permintaannya langsung dikabulkan.


Dan Winter tidak menyukainya.


“Kau bercanda!” apa yang menghadang mereka kali ini bukan lagi Zombie ataupun Skeleton.


Apa yang mereka hadapi sekarang jelas sekali adalah Mobs yang bernama Ghost.


Sebagai orang yang bisa memanggil Ghost, Winter tahu benar kalau mereka sepenuhnya kebal terhadap serangan fisik sekaligus memiliki serangan jarak dekat yang mampu merenggut nyawamu dalam sekejap. Dan yang paling tidak adil adalah mereka juga memiliki pertahanan terhadap sihir yang tinggi sehingga mereka telah di cap sebagai Mobs yang paling menyusahkan bagi seluruh Pemain.


Menyuruh Victor dan Chic untuk diam saja, Winter memanggil kembali Sky dan bersama mereka berdua mulai membersihkan jalan.


Yang paling patut untuk disyukuri adalah fakta kalau Ghost hanya muncul satu di setiap pertemuan. Jarak interval antar pertarungan juga cukup jauh sehingga Winter masih punya ruang yang cukup untuk bernafas.


Di tengah perjalanan mereka mendapati sebuah ruangan yang mencurigakan.


Tidak ada pintu yang menghalangi seseorang untuk masuk ke dalam sana. Dan di dalamnya kosong melompong dengan hanya sebuah Treasure Chest berlapis emas yang duduk manis di tengah ruangan.


“Jebakan” “Jebakan” “Ini pasti adalah Jebakan”.


Untuk pertama kalinya mereka bertiga sepakat akan hal yang sama. Mereka bertiga juga tidak punya niatan untuk masuk dan melihat apa yang sebenarnya akan terjadi.


Yah, bukan berarti mereka tidak bisa mengirimkan seorang tumbal untuk masuk dan mencoba.


“Summon : Skeleton” memanggil Skeleton dengan level 1. Winter langsung mengirimnya untuk membuka Treasure Chest tersebut.


Gwah! Baru juga tangannya menyentuh permukaan Treasure Chest itu, Treasure Chest itu pun membuka sendiri


dan menampakkan deretan gigi tajam serta bagian dalamnya tampak berdaging dan mengeluarkan air liur yang menjijikan.


Tidak perlu lagi dikatakan bagaimana nasib Skeleton malang itu.


“Tch, ternyata Mimic yah!”


“Aku tidak mau menghitung lagi berapa kali aku mati karena makhluk sialan itu”


Ucap Victor dan Winter secara bergantian dengan tatapan penuh dendam di mata mereka.


Teringat kenangan buruk di game terkenal yang dulu pernah mereka mainkan, hanya Chic seorang saja yang benar-benar terkejut karena ini adalah kali pertama dirinya mengenal Mobs yang bernama Mimic.


Demi menuntaskan dendam kesumatnya, Winter sampai menggunakan “Summon : War Ogre” dan langsung


memerintahkannya untuk menghancurkan Mimic sialan itu hingga berkeping-keping.


Total 500 kerusakan tercipta yang walau bukanlah serangan kritikal ataupun fatal, tapi satu serangan itu sukses membelah Mimic itu menjadi dua tanpa adanya perlawanan sedikitpun.


Puas karena dendam lamanya terbalaskan, Winter sudah mau beranjak pergi ketika melihat ada sesuatu yang muncul setelah tubuh Mimic itu menghilang menjadi butiran cahaya.


Meminta War Ogre untuk membawakan benda itu ke hadapannya hanya untuk mendapati tangannya langsung terbakar sebelum akhirnya seluruh pergelangan tangan War Ogre sirna tidak bersisa.


Sontak ini membuat mereka kembali waspada.


Itu adalah sebuah tongkat kayu yang panjangnya tidak lebih dari 1.5 Meter.


Walau terlihat polos, tapi seluruh permukaannya berwarna putih bersih dan bahkan dari jauh sekalipun Winter sudah bisa melihat cahaya ungu yang menggoda dari tongkat tersebut.


Tidak merasakan adanya reaksi dari ‘Danger Sense’ miliknya, dengan hati-hati Winter mengambil tongkat itu dengan tangannya sendiri dan tanpa membuang waktu lagi Winter pun langsung menggunakan ‘Appraisal’.



Grade : Rare     Quality : Good     Type : Weapon


ATK : 10 M.ATK : 50 Durability : 150


Sebuah tongkat suci yang diperuntukan bagi mereka yang menjunjung tinggi kebaikan.


Membuat setiap serangan penggunanya menjadi element cahaya dan meningkatkan kerusakan yang dihasilkan terhadap Undead menjadi (4) kali lipat.


Requirement : Total Level 22


Membaca ini, Winter tidak bisa tidak dibuat takjub karenanya.