A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 23 : First Battle



Demi bisa menyelesaikan Quest mereka, Party Fantasia berjalan menuju hutan terdekat.


Sebelumnya, atas saran Mars mereka singgah dulu ke toko Equipment untuk membeli Equipment baru. Tapi, karena level mereka masih 3 (Racial Level dan dua Job Level digabungkan) serta modal yang sedikit membuat


hanya ada sedikit yang bisa mereka pilih.


Pada akhirnyaFantasia, Mars, dan Ruru sama-sama membeli \ sebagai pengganti Equipment awal mereka. Karena Mars adalah seorang Tank atau bahasa kasarnya adalah perisai daging, Mars sendiri membeli \ untuk meningkatkan pertahanannya lebih jauh lagi.


Untuk senjata, Fantasia dan Mars sama-sama membeli \ karena \ butuh minimal Level 5 untuk bisa menggunakannya.


Ruru tentu saja tidak butuh senjata lain selain tinjunya.


Sedangkan untuk yang lain, mereka hanya membeli Equipment berupa Outfit untuk meningkatkan pertahanan mereka meski hanya sedikit. Untuk masalah senjata, mereka menahan diri dan menunggu untuk menaikkan level terlebih dahulu sehingga mereka bisa membeli senjata yang lebih baik lagi.


Dan sekarang, setelah membeli Equipment, mereka pun tiba di dalam hutan yang jaraknya tidak jauh dari kota Virtue.


Melewati kelinci, slime, dan makhluk kecil lainnya, mereka hanya mengincar Goblin dan tidak butuh waktu lama sebelum mereka bisa menemukan makhluk kecil hijau nan buruk rupa itu.


Gyaaa! Gyaaa! Hryaaa!


Hanya ada satu. Tapi tampaknya dia marah karena kedatangan Fantasia dan yang lain membuat kelinci yang sedari tadi dia incar kabur jauh ke dalam hutan.


“Hanya ada satu, siapa yang mau...” belum selesai Fantasia berbicara, Ruru dengan semangat tinggi sudah maju dengan kedua tangan yang mengepal.


Sama-sama tidak memiliki senjata, Goblin itu dengan sombongnya meremehkan Ruru yang hanyalah seorang gadis kecil. Ingin mencakar Ruru dengan tangannya yang kotor, siapa sangka kalau Goblin malang itu kalah cepat dan kini menerima pukulan telak di wajah.


“Skill... PUNCH ATTACK!!!”


Jujur, tidak ada perlu bagi Ruru untuk berteriak sekeras itu. Hanya saja karena dia tampak senang, mari kita biarkan saja dia bersenang-senang.


Untuk Job Fighter, ada dua Skill yang mereka dapatkan sejak level 1.


[Unarmed Mastery]


Passive


Grade : Tier-1 Art


Stats : Level


Element : Neutral


Art Effect : Meningkatkan kemahiran pengguna dalam bertarung tanpa menggunakan senjata


Effective Range : Jarak dekat


Damage : STR + 10%


[Punch Attack]


MP : 0 CD : 2 detik


Grade : Tier-1 Art


Stats : STR (Power) AGI (Speed)


Element : Neutral, Blunt Attack


Art Effect : Melontarkan sebuah pukulan mentah kepada lawan


Effective Range : Jarak dekat


Damage : STR + AGI + 10%


STR Ruru adalah 45 sementara AGI miliknya adalah 30.


Dengan menggunakan Skill ‘Punch Attack’ di atas Skill Passive miliknya ‘Unarmed Mastery’ membuat total kerusakan yang berhasil Ruru hasilkan sejatinya adalah 132. Tapi itu dikurangi oleh VIT milik Goblin itu sehingga kerusakan yang berhasil Ruru hasilkan adalah 72.


Terhempas ke belakang setelah terkena pukulan di wajah, Goblin itu memang terluka tapi masih bisa berdiri. Kini dia menatap Ruru dengan pandangan penuh dengan dendam.


“Masih bangun? Oke kalau begitu!” menolak untuk menggunakan Skill, Ruru melompat tinggi dan memberikan sebuah tendangan lurus ke arah Goblin yang baru berdiri. “Hiyaaaattt!” Sayang, belum sempat tendangannya mendarat, sebuah bola cahaya melayang dan mengenai dada Goblin itu.


Angka 34 melayang di kepala Goblin yang kini sudah tidak bernyawa.


Menendang udara kosong, Ruru yang baru mendarat terdiam sejenak memperhatikan mayat Goblin di hadapannya perlahan berubah menjadi partikel cahaya sebelum akhirnya berpaling ke arah kawan-kawannya yang lain.


“Angel kau sialan, dia itu mangasaku!”


Bertingkah seolah dia tidak bersalah, Angel hanya berkata “Oh, ya ampun. Memangnya apa yang membuatmu berpikir itu adalah tindakanku?” yang langsung dibalas “Karena kau adalah satu-satunya yang punya sihir cahaya di sini!”.


Jelas saja mereka kembali bertengkar sementara Fantasia harus kembali melerai mereka.


Sementara mereka bertiga sedang sibuk sendiri, Rosalia mendekati mayat Goblin itu yang kini sudah menghilang dan hanya meninggalkan sebuah telinga hijau yang buruk. Jijik, Rosalia meminta Harkess untuk mengambilnya yang tentu saja langsung ditolak karena dia sendiri juga merasa jijik.


“Dasar kalian ini” tidak terlihat takut ataupun jijik, Mars dengan santainya mengambil telinga Goblin itu dan meletakkannya ke dalam penyimpanannya. ““Ohh...”” mendapat tepuk tangan dari Rosalia dan Harkness, Mars tidak merasa senang dan langsung menengok ke arah ketiga kawannya yang lain yang masih sibuk bertengkar.


“Hei, kalian! Sudahi bercandanya dan ayo lanjut berburu!”


Mendapatkan perintah dari veteran ketua kelas. Sontak Fantasia, Angel, dan Ruru diam seketika dan menjawab “Baik!” secara serempak.


Dengan Mars yang memimpin jalan, mereka berenam pun masuk lebih dalam ke dalam hutan.


...


Tanpa terasa dua jam telah berlalu.


Party Fantasia yang masuk lebih dalam ke dalam hutan sukses menemukan dan mengalahkan tiga Goblin lainnya. Walau level mereka masih rendah, mereka yang unggul dalam jumlah jelas bukanlah tandingan bagi para Goblin yang tidak beradab.


Total empat Goblin sudah mereka kalahkan. Jika satu Goblin memberikan mereka 500 G, kini mereka akan mendapatkan 2.000 G.


Tentu saja itu tidaklah cukup jika dibagi untuk enam orang.


Karena itulah mereka masih melanjutkan perburuan mereka.


Walau mereka pergi ke dalam hutan untuk mencari Goblin, tapi tentu saja Goblin bukan satu-satunya makhluk yang hidup di dalam hutan ini.


“Heal!” teriak Fantasia ketika dia baru saja terkena cakaran dari seekor serigala yang membawa HP nya turun secara drastis hingga dia yang awalnya mempunyai 75 HP kini hanya tinggal 23 HP.


Tentu saja Angel tidak membuang waktu untuk menggunakan ‘Minor Heal’ yang sukses mengembalikan HP Fantasia hampir pulih sepenuhnya.


[Minor Heal]


MP : 10 CD : 10 detik


Grade : Tier-1 Spells


Stats : MND


Element : Light


Spells Effect : Menyembuhkan luka dan mengembalikan HP yang hilang.


Effective Range : 5 meter


Heal : MND + 10%


Berniat memburu Goblin, Party Fantasia yang sial malah bertemu dengan tiga ekor serigala yang lapar. Menganggap kalau mereka sama saja seperti Goblin, sial bagi Party Fantasia karena ketiga serigala itu jauh lebih


kuat dari perkiraan mereka.


Jika saja para Pemain bisa melihat setidaknya level lawan mereka, maka Fantasia dan yang lain pasti akan langsung bisa melihat kalau ketiga serigala yang ada di hadapan mereka memiliki level 5 yang tentu saja itu 2 level lebih tinggi dari mereka.


Melawan lawan sekuat itu, tentu saja bukan hanya Fantasia saja yang sedang terluka “Angel! Heal juga!” pinta Ruru yang baru saja meninju seekor serigala tepat di matanya. Bertarung dari jarak dekat dengan tangan kosong tentu saja membuat Ruru rentan terhadap serangan. Untungnya berkat Job Barbarian yang memberikannya pertahanan lebih, membuat kerusakan yang dia terima jauh lebih sedikit dari yang Fantasia terima.


Tetap saja, menerima serangan bertubi-tubi membuat HP nya kini hanya tinggal setengahnya.


Meminta penyembuhan, Angel hanya bisa menjawab “Tunggu 10 detik lagi!” sebelum akhirnya menembakkan ‘Light Charge’ kepada serigala yang Ruru lawan sebagai ganti tidak bisa menyembuhkan Ruru.


Kuuu...!


“Hore!!!” setelah perjuangan keras, sebuah selebrasi dari Ruru yang akhirnya berhasil menghabisi lawan yang lebih kuat darinya.


Sementara itu, Fantasia yang HP nya kembali pulih menyerang serigala yang menjadi lawannya menggunakan ‘Sharp Swing’ namun terkejut ketika kerusakan yang dihasilkan hanya sebanyak 1 kerusakan saja.


[Sharp Swing]


MP : 0 CD : 5 detik


Grade : Tier-1 Art


Stats : STR


Element : Neutral, Sharp Attack


Art Effect : Menebas lawan dengan sebuah ayunan sederhana


Effective Range : Jarak dekat


Damage : STR + 10%


Karena terkejut, membuat gerakannya terhenti yang tentu saja membuatnya tidak lagi sempat untuk menghindari rahang serigala yang datang ke arahnya.


Beruntung baginya karena ‘Firebolt’ yang ditembakkan oleh Harkness sukses mengenai serigala itu yang membuatnya terpaksa membatalkan serangannya. Tidak hanya itu, serangan Harkness menimbulkan Debuff ‘Burning’ pada serigala itu yang mengurangi nilai pertahanannya.


[Firebolt]


MP : 15 CD : 25 detik


Grade : Tier-1 Spells


Stats : INT (Power) DEX (Accuracy)


Element : Fire, Magic Attack


Spells Effect : Menembakkan bola api yang membakar musuh dan menimbulkan Debuff (Burning Lv.1)


Effective Range : 10 meter


Damage : INT + 20%


“Terima kasih!” ucapan syukur Fantasia kepada Harkness sebelum dia memberikan ‘Quick Slash’ sebagai pembalasan kepada serigala itu.


[Quick Slash]


MP : 0 CD : 10 detik


Grade : Tier-1 Art


Stats : STR (Power) AGI (Speed)


Element : Neutral, Sharp Attack


Art Effect : Menebas lawan dengan sebuah ayunan cepat


Effective Range : Jarak dekat


Damage : STR + AGI + 5%


Total 23 kerusakan akhirnya tercipta namun tentu saja itu terlalu kecil untuk memberikan dampak berarti kepada serigala itu yang masih segar bugar.


“Sial” sadar akan nilai kerusakannya yang terlalu kecil, Fantasia menjadi frustrasi akan ketidakmampuannya sendiri.


Di sisi lain, dengan perisai kayu di tangan Mars sukses menghalau semua serangan yang ditujukan kepadanya sehingga hanya sedikit dari HP nya yang berkurang. “Heh” tersenyum karena hasil dari latihannya selama ini terbayarkan, Mars akhirnya membalas serigala yang sedari tadi menyerangannya dengan ‘Sharp Swing’ yang sayangnya hanya memberikan 5 kerusakan.


“Tch” sadar kalau Build Tank nya hanya memberikan sedikit kekuatan sebagai ganti pertahanan yang tinggi, Mars hanya bisa merelakan nilai kerusakannya dengan cara menahan serigala itu agar tetap diam di tempat.


Baru juga serigala itu hendak kembali menyerang Mars, sebuah anak panah menancap tepat di dadanya yang adalah bagian vital sehingga itu termasuk ke dalam sebuah serangan kritikal.


Menggunakan Skill ‘Precise Shoot’ Rosalia sukses mengahsilkan 50 kerusakan kritikal yang disambung dengan ‘Serangan Fatal’ yang menyala merah besar di atas kepala serigala itu yang tentu saja membuat Rosalia senang bukan kepalang karena sukses menunjukkan kemampuan memanahnya yang telah di asah sejak dia masih sekolah dasar.


[Precise Shoot]


MP : 0 CD : 15 detik


Grade :  Tier-1 Art


Stats : DEX


Element : Neutral


Art Effect : Meningkatkan akurasi serta kekuatan tembakan.


Effective Range : 30 meter


Damage : DEX + 20%


Menolak untuk menyerah, sayang bagi serigala itu karena sejak update terbaru kini jika kau kehilangan organ vital seperti jantung atau kepala, maka tidak peduli seberapa banyak sisa HP yang kau miliki, kematian lah yang akan kau temui.


Jatuh tersungkur ke atas tanah, dari tiga serigala yang datang menyerang mereka kini hanya tersisa satu.


Melihat kedua rekannya telah gugur, serigala yang Fantasia lawan pun segera mengambil langkah seribu dan menghilang jauh ke dalam hutan.


“HEI! JANGAN KABUR!” teriak Ruru yang ingin mengejarnya sebelum dihentikan oleh Mars.


Melihat lawannya yang kabur, Fantasia hanya bisa terdiam karena merasa dirinya tidak terlalu berguna dalam pertarungan ini.


Sementara Mars masih sibuk menahan Ruru agar tidak pergi mengejar, Rosalia mengambil barang drop dari dua serigala yang mati, Angel dan Harkness yang melihat kondisi Fantasia dan peka akan apa yang dia rasakan sekarang sepakat untuk menghiburnya.


“Fantasia... Kerja bagus!” “Terima kasih atas kerja kerasnya”


Menyadari kalau Angel dan Harkness berusaha untuk menghiburnya, Fantasia hanya bisa tersenyum masam “Haha... Aku tidak pantas mendapatkannya. Daripada memujiku, kenapa kalian tidak...” tanpa membiarkan Fantasia selesai berbicara, Angel langsung memeluknya dari sisi kanan sementara Harkness dari sisi kiri.


“Tidak boleh seperti itu, kau juga telah bekerja keras”


"Iya, benar. Jika kau tidak ada maka salah satu serigala itu bisa saja menyerang kami berdua”


Menerima senyuman indah dari mereka berdua, Fantasia hanya bisa mengalah “Terima kasih”.


Melihat kalau rencana mereka sukses, Angel dan Harkness pun tersenyum senang.


“Hei! Apa yang sedang kalian lakukan!” karena aksi mereka ketahuan oleh Ruru, dengan terpaksa mereka bertiga pun harus berpisah.


Setelah memulihkan diri sebentar, mereka pun kembali melanjutkan perburuan mereka.


Pada akhirnya hari pun berganti malam. Setelah menghabisi total 16 Goblin mereka pun kembali ke Guild Petualang untuk melaporkan Quest mereka.


“Terima kasih atas kerja keras kalian. Silahkan terima bayarannya” mendapatkan 8.000 G dari hadiah Quest, Party Fantasia juga mendapatkan tambahan sebanyak 2.500 G hasil dari menjual segala jenis item drop yang mereka dapatkan.


“10.500 G yah, bagaimana cara kita membaginya?”


Ada total 6 orang dari mereka. Itu adalah jumlah maksimal dari anggota Party yang bisa dibentuk. Terkecuali satu makhluk Summon, jika mereka menambah anggota lebih dari itu maka akan ada penalti yang akan mereka dapatkan.


Tetap saja, membagi uang kepada enam orang secara merata rasanya akan susah jika membaginya dengan uang yang sekarang.


Karena itulah Mars pun menyarankan “Bagaimana kalau aku yang memegangnya untuk sementara waktu? Ketika uangnya sudah terkumpul banyak dan memungkinkan untuk dibagi secara merata barulah akan aku berikan. Atau kita bisa juga terus menyimpannya dan baru digunakan kalau memang ada perlu saja?” atas saran dari Mars, semua orang setuju terkecuali Angel.


“Aku setuju dengan usulanmu. Hanya saja daripada kau kenapa bukan aku atau Harkness saja yang menyimpannya? Sebagai Tank kau paling rentan terhadap serangan musuh. Jika kau mati setengah uangnya akan hilang kau tahu?”


Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya disepakati kalau Harkness lah yang akan menyimpan uang mereka. Itu karena sebagai Healer (Penyembuh) dalam kasus PVP (Player vs Player) Healer lah yang akan menjadi incaran utama musuh.


“Baiklah, kurasa kita sudah bermain terlalu lama. Bagaimana kalau kita Log Out dan kembali bermain besok?”


Atas saran Fantasia, semua orang pun setuju walau Ruru terdengar agak enggan.


Menekan tombol Log Out, mereka pun satu persatu menghilang menjadi butiran cahaya.


Tinggal Ruru yang bandel dan tetap mau bermain, dia yang di tinggal sendiri segera menampilkan seringai nakal seraya dirinya berjalan-jalan di kota yang gelap.