
Berdiam di dalam kamarnya, Eira membaca pesan yang baru saja dia terima.
Apa yang tertera di layar tabletnya adalah pengumuman tentang Update terbaru dari game New Frontier Online yang sedang dia mainkan.
Isi pengumumannya kurang lebih serupa dengan yang pertama namun dengan sedikit tambahan.
Berkat NFO yang kian populer, pihak pengembang memutuskan untuk mengadakan sebuah acara live stream di channel khusus mereka yang akan membahas perihal update terbaru dari game ini.
Eira biasanya tidak akan tertarik dengan hal yang seperti ini.
Hanya saja pesan yang dia terima membuatnya tidak lagi bisa mengabaikannya.
Isi pesan itu sangatlah panjang dan terkesan sangat formal. Namun, intinya pesan tersebut memberitahukan kalau pada acara live stream itu akan di undang Pemain yang akan menjadi perwakilan dari masing-masing fraksi yang ada di NFO.
Itulah sebabnya kenapa pesan tersebut sangat panjang karena berisikan informasi tentang acara live stream itu beserta daftar orang-orang yang akan (mungkin) di undang.
Dan Eira, alias Winter. Telah di tunjuk untuk menjadi perwakilan dari fraksi Bayangan.
Mengingat semua prestasi yang telah dia raih, mudah menebak kenapa dia yang di pilih.
Tentu saja ada banyak kandidat yang lain jika saja Eira memilih untuk menolak. Namun kali ini Eira tidak akan menolaknya.
Tahu benar kalau ini akan membuat wajahnya diketahui banyak orang. Tapi, Eira yang sudah lama ingin merasakan bagaimana rasanya tampil di depan layar kaca jelas tidak akan melewatkan kesempatan ini.
Melihat kalau live stream akan diadakan 4 hari lagi, membuatnya memiliki banyak waktu untuk bersiap.
Dan persiapan pertama yang harus dia lakukan adalah... “Mama!” meminta izin kepada orangtuanya.
...
Sukses memperoleh izin dari orangtuanya, Winter akhirnya bisa Log In dengan tenang.
Muncul di dalam sebuah bangunan batu yang dingin, ketika Winter keluar dirinya sudah berada di tengah-tengah area pemakaman yang terlihat suram nan menyeramkan.
Merenggangkan tubuhnya sebagaimana orang yang baru saja terbangun dari tidurnya. Winter kembali melangkahkan kakinya untuk menyusuri area pemakaman yang luas ini.
Terhitung sudah 2 hari lamanya semenjak Winter menerima sebuah Quest yang bisa terhitung sebagai sebuah Side Quest.
Sebuah Quest yang sebenarnya tidak apa-apa kalau tidak dikerjakan, namun ketika diselesaikan maka akan ada hadiah besar yang menunggu.
Difficulty : Gold
Client : Old Bonemancer
Description :
Konon katanya terdapat sebuah harta berharga yang tersembunyi di tengah-tengah Hutan Keramat.
Jika kau berhasil menemukannya, bukan hanya harta itu akan menjadi milikmu, tapi aku juga akan memberikan sesuatu yang berharga kepadamu.
Prize : Hidden Treasures, Old Bonemancer’s Gift
Time Limit : None
Melihat kembali Quest yang dia terima, sungguh ingin sekali Winter kembali ke hadapan mentornya untuk mendapatkan petunjuk.
Sudah dua hari lamanya dia berdiam di pemakaman suram yang kini sudah menjelma menjadi hutan belantara. Pemandangan batu nisan tua yang ditelan oleh sebuah pohon besar bagaikan pemandangan yang di ambil langsung dari dalam film horror.
Suara tangisan dan rintihan terdengar dari segala penjuru yang membuat bulu kuduk merinding.
Menatap ke angkasa, sang mentari tidak mampu menampakkan wujudnya karena dahan pohon yang lebat menghalanginya.
Di dalam naungan kanopi hijau, Winter bersyukur karena Skill “Eagle Eyes” memberikannya kemampuan untuk melihat dalam gelap.
Menggunakan \ sosok Winter kini tampak seperti seorang gadis suci yang sangat berbanding terbalik dengan lingkungan tempat dimana dia sekarang. Sedangkan alasan kenapa Winter mengenakan Equipment yang tidak memberikan tambahan bonus apa-apa pada Job nya sebagai seorang Necromancer melainkan mengubah segala serangannya menjadi serangan dengan element cahaya hanyalah satu.
Grrrooaaaa....
Berjalan pincang mendekati Winter adalah seekor Zombie.
Mengenakan Armor usang, di tangannya terdapat sebuah pedang berkarat yang dia bawa sambil menyeretnya di atas tanah. Meski sebagian besar tubuhnya sudah membusuk hingga tulang belulangnya terekspos ke dunia luar, ajaibnya dia masih bisa bergerak selayaknya orang yang masih hidup walau terlihat kaku.
Itu bukan Zombie sembarangan, melainkan seekor Zombie superior dengan total level di atas 30 serta memiliki Job.
Meski Winter tidak mengetahui informasi ini, setidaknya pertemuannya yang sebelum-sebelumnya membuatnya sadar kalau Mobs yang menghuni hutan keramat ini sangatlah tangguh dan tidak bisa di anggap remeh.
“Positive Slash” menembakkan bilah cahaya berbentuk bulan sabit, total 1.128 kerusakan tercipta karena yang Winter tembakkan adalah serangan dengan element cahaya yang sangat beracun bagi ras Undead.
Karena Winter tidak menggunakan \ melainkan \ Winter tidak mendapatkan bonus 4 kali kerusakan. Meski begitu, kerusakan yang dia hasilkan tetaplah sangat besar hingga tidak heran jika lawannya akan langsung sirna.
Sayang, Superior Zombie yang ada di hadapannya memang bukanlah lawan yang mudah.
Meski sudah terkena serangan langsung, Superior Zombie itu masih mampu berdiri dan malah semakin mempercepat lajunya.
Untungnya jarak antara mereka berdua masih cukup jauh sehingga Winter punya banyak waktu untuk menembakkan “Positive Energy” yang mana itu akhirnya menumbangkan Superior Zombie dengan total 1.041 kerusakan.
Dengan Superior Zombie yang telah berubah menjadi butiran cahaya, Winter tidaklah senang karena selain menyusahkan, barang drop yang di dapat hanyalah berupa daging busuk serta Equipment usang yang tidak ada
harganya.
Karena itulah Winter hanya meninggalkannya di atas tanah dan langsung lanjut menjelajah.
Sepanjang perjalanan ada banyak Mobs dengan tipe Undead yang datang menghampirinya. Tentu saja semuanya kini telah menjadi butiran cahaya setelah terkena serangan dari Winter.
Pemandangan pemakaman yang monoton telah membuat Winter bosan melihatnya. Jika bukan karena Skill “Surrounding Awareness” yang aktif dari waktu ke waktu, pasti sudah sejak lama Winter kehilangan niatnya untuk terus menjelajah.
Sambil terus mengambil item-item berharga yang dia temukan di sepanjang jalan, Winter kini telah sampai di bagian terdalam hutan.
“Summon : Guardian Angel”
Menggunakan Skill yang termasuk ke dalam \ Winter memanggil sebuah sosok yang bermandikan oleh cahaya ilahi.
Sekilas wujudnya terlihat bagaikan seorang kesatria yang mengenakan Armor berwarna putih seperti susu. Yang berbeda adalah penampilannya yang terlihat mekanis yang jauh dari kata manusiawi dan memberikannya kesan
seperti sebuah mesin ketimbang makhluk hidup.
Itu di tambah jelas dengan kedua ujung kakinya yang meruncing seperti sedang berjinjit yang membuatnya mustahil untuk bisa berjalan dengan normal. Sebagai gantinya, dia memiliki sepasang sayang putih dari cahaya
di belakang punggungnya yang membuatnya mampu untuk melayang di atas permukaan tanah.
Jika ada yang perlu disayangkan, itu adalah fakta kalau kau tidak mampu untuk melihat wajahnya.
Selayaknya tokoh suci yang sering digambarkan di cerita-cerita. Wajah Guardian Angel diselimuti oleh cahaya terang sehingga mustahil untuk melihat wajahnya.
Setia dengan namanya, Guardian Angel membawa sepasang perisai kembar yang ketika saling disatukan, maka akan membentuk sebuah simbol cahaya yang adalah simbol dari sang Dewi Cahaya.
Melayang dengan anggun di tengah pemakaman yang suram, Guardian Angel memancarkan cahaya terang yang menyinari segalanya.
Karena ini adalah kali pertama dia memanggilnya, Winter pun mengintip stats milik Guardian Angel.
Name : Guardian Angel
Gender/Age : -/-
Race : Lesser Angel (Lv. 10)
Job :
1. Defender (Lv. 10) → Protector (Lv. 10)
Stats :
(HP : 2.010) (MP : 210) (STR : 460) (VIT : 810) (AGI : 210) (DEX : 210) (INT : 310) (MND : 410)
“Wow” hanya itu yang bisa Winter ucapkan ketika melihat stats tertinggi yang pernah dia lihat sampai saat ini.
Tidak sia-sia Winter menghabiskan 200 MP untuk memanggilnya.
Lebih dari 2.000 HP sudah sangat luar biasa. Di tambah dengan 810 VIT, sudah dipastikan melawannya dengan menggunakan serangan fisik adalah hal yang bodoh.
Jika ingin menjatuhkan Guardian Angel, maka serangan sihir yang tinggi dibutuhkan. Selayaknya Undead yang lemah terhadap cahaya, Guardian Angel yang adalah seorang Lesser Angel juga lemah terhadap element kegelapan.
“Guardian Angel! Gunakan Protection Ground!”
Mengikuti perintah tuannya, sebuah kubah cahaya tercipta dengan Guardian Angel sebagai pusatnya.
Berada di dalam “Protection Ground” membuat Winter terlindungi dari segala serangan yang ada. Karena Skill ini tidak memiliki batas waktu, selama kubah pelindung tidak dihancurkan atau Skillnya dibatalkan maka kubah ini tidak akan menghilang.
Dan karena “Protection Ground” akan bergerak mengikuti kemana Guardian Angel bergerak, dengan senang hati Winter memanfaatkan Skill ini untuk bisa menjelajahi Hutan Keramat dengan aman.
...
Selagi Winter sedang sibuk menjelajah Hutan Keramat, Chic sendiri juga tengah sibuk dengan ‘latihan’ yang mentor sekaligus atasannya berikan kepadanya.
“Hehe... Kau itu lucu sekali, kalau minum itu tidak usah terburu-buru, santai saja♪”
Menggunakan nada yang manis serta gestur yang menggoda Chic sedang bercanda ria dengan seorang pemuda yang wajahnya sudah merah seperti tomat.
Jangan salah paham!
Walau dia terlihat sedang bersenang-senang, saat ini Chic memang sedang melakukan ‘latihan’ yang diberikan oleh Diva kepadanya.
Perlu di ingat kalau Job pertama Chic adalah Prostitute. Belum lagi selama ini dia juga telah bekerja di sebuah toko yang dikelola langsung oleh Diva yang ternyata adalah seorang petinggi di fraksi Bayangan. Awalnya Chic bekerja di sana dengan lancar sampai Winter membawanya pergi untuk menjalankan Quest hingga membuatnya absen dalam waktu yang lama.
Berkat hal ini Diva membuat Chic yang kini telah menjadi seorang Pemegang Insignia untuk bekerja keras sebagai ganti absennya yang sudah menumpuk.
Mengenakan gaun yang mewah serta berkelas, Chic yang juga telah di rias habis-habisan diberikan ‘Quest’ untuk bekerja di bar kabaret yang juga berada di bawah naungan Diva.
Quest yang Diva berikan kepadanya adalah untuk bekerja di sebuah Bar Kabaret mewah yang bernama ‘The Black Cat’ yang sering dikunjungi oleh mereka yang memiliki uang dan juga kuasa.
Itu adalah sebuah bar mewah tempat orang-orang bisa menikmati pertunjukkan yang ‘menyenangkan’ sembari dilayani oleh para wanita-wanita cantik yang membuat minuman mereka menjadi semakin terasa nikmat.
Hal utama yang harus Chic lakukan dalam Quest ini adalah untuk memaksa para pelanggan yang dia layani untuk merasa senang hingga mereka mau menghabiskan seluruh uang mereka di toko ini.
Benar sekali, Quest yang Chic terima adalah untuk memeras para pelanggan hingga mereka kering sekering keringnya.
“Kau tahu... hic... beberapa waktu lalu aku sukses mendapatkan seorang sponsor yang... hic... mau berinvestasi dalam usaha kecilku”
Mendengarkan curhat pelanggan yang tengah dia layani, tiada hentinya Chic membanjirinya dengan pujian-pujian seperti “Wah, hebat sekali!” atau “Semoga kau bisa sukses” hingga membuat pelanggan itu semakin memerah karena malu sampai tidak menyadari Chic yang dengan lihainya mengisi kembali gelasnya yang sudah kosong dengan minuman yang harganya tidaklah ramah di kantong.
Quest kali ini sukses membuat Chic menggunakan semua Skill yang sangat jarang dia gunakan. Seperti, "Suggestive Mouth” yang membantunya dalam mengucapkan kata-kata yang menggoda. “Finger Play” yang dia gunakan untuk mencolek-colek pelanggannya yang sering kali membuat mereka salah tingkah. “Slight of Hand” yang Chic gunakan untuk diam-diam mengisi kembali gelas pelanggannya yang telah kosong. “Suggestive Movement” yang membuat bahkan gerakan terkecil yang Chic lakukan membuat setiap orang tergoda melihatnya. “Flirting” yang membuat para pelangannya melakukan hampir segala hal yang Chic pinta tanpa sadar. Dan yang terakhir adalah “Healing Touch” yang adalah sebuah Skill baru yang Chic dapatkan ketika Job Prostitute naik ke level 6.
Seperti namanya, efek dari “Healing Touch” adalah memungkinkan Chic untuk menyembuhkan HP target hanya dengan sentuhan tangannya saja. Tapi, dalam Quest ini Chic menemukan bukan hanya HP saja yang bisa dia
sembuhkan tapi juga stamina serta meringankan rasa mabuk yang pelanggannya rasakan.
Dikombinasikan dengan “Finger Play” Chic sukses membuat para pelanggannya merasa senang sekaligus membuat mereka tahan untuk minum lebih banyak dari yang biasanya.
Berkat ini Chic telah sukses memeras banyak sekali pria yang awalnya datang kesini untuk bersenang-senang dan melupakan segala masalah yang mereka alami pada hari itu dan pulang dengan perasaan segar namun pada akhirnya pusing tujuh keliling ketika menyadari kalau dompet tebal mereka kini hanya menyisakan beberapa keping koin saja.
Meski tahu kalau kegiatan ini akan menguras seluruh kekayaan mereka, tapi yang namanya sudah ketagihan memang tidak ada obatnya.
Bekerja keras untuk mendapatkan banyak uang, hanya untuk menghabiskannya dalam waktu semalam di tempat ini.
Inilah rutinitas sehari-hari dari Kabaret The Black Cat.~~~~
“Wahai nona cantik, minumlah! Minum! Malam ini aku yang traktik hahaha!”
“Hehe... Tentu♪” tanpa sungkan Chic menerima tawaran dari seorang saudagar kaya untuk menenggak segelas anggur mewah.
Awalnya lemah dengan minuman beralkohol, kesempatan ini juga Chic manfaatkan untuk meningkatkan resistensinya hingga sekarang dia sudah mampu menenggak 3 sampai 5 gelas tanpa berakhir menjadi mabuk berat dan mempermalukan dirinya sendiri.
Tentu saja Chic juga menggunakan “Healing Touch” pada dirinya sendiri untuk menyegarkan pikirannya sekaligus memberikan pertunjukkan kecil kepada pelanggannya yang sering kali berakhir dengan uang tip yang diselipkan pada belahan dadanya.
“Dengarkan aku! Aku tidak berbohong ketika aku berkata telah melihat seorang pembunuh berantai yang mengenakan topeng kayu yang menyeramkan! Sungguh! Orang itu menguliti seseorang hidup-hidup di gang sempit!
Ahh... teriakan korbannya masih terngiang-ngiang dikepalaku!!!”
“Sudah...♪ Sudah...♪Aku percaya kok, orang itu bermata merah dan mengenakan pakaian dengan aksen darah, kan?”
“Ah! Jadi kau juga pernah melihatnya! Aku tahu! Aku tidaklah sedang berkhayal!”
Meladeni seorang pelanggan yang berisik, di dalam hatinya Chic jadi penasaran akan Quest macam apa yang Victor terima sampai melakukan hal itu. Yah, mengingat Job nya sebagai seorang Killer Chic merasa sedikit bisa
memakluminya.
Kembali mengisi penuh gelas pelanggannya, Chic kembali berpikir kalau dia masih harus banyak belajar.
Setelah beberapa hari bekerja di “The Black Cat” membuat Chic mulai bisa memilih pelanggan mana yang berduit dan mana pelanggan yang datang dengan uang simpanannya yang tidaklah seberapa.
Hal ini juga membuat Chic sadar kalau dia harus menghindari pelanggan dengan Job seperti Mage karena mereka memiliki nilai stats MND yang tinggi yang mana itu membuat mereka memiliki ketahanan tinggi terhadap segala jenis Skill yang Chic keluarkan.
“Hei, bangaimana kalau kita pergi ke tempat yang lebih sepi?”
Membiarkan paha mulusnya di elus-elus tangan yang kasar, Chic pura-pura tersipu malu sebelum akhirnya menatap pria itu tepat di matanya dan “Charm Person” pun diaktifkan.
“Pelanggan yang terhormat, bagaimana kalau untuk hari ini kita sudahi saja?”
Dengan simbol hati pada bola matanya, si pelanggan yang awalnya sudah bernafsu tinggi kini menuruti perkataan Chic bagaikan seorang pelayan yang patuh.
“Hah...” menghela nafas lelah, Chic yang menyaksikan pelanggan itu pergi menyempatkan diri untuk menghabiskan minuman yang tersisa di atas meja sebelum akhirnya pamit menuju tempat istirahat khusus pegawai.
Sebagai Bar Kabaret yang dikelola oleh Diva, tentu saja kegiatan malam bersama pelanggan itu diperbolehkan. Sebagai ajang untuk mendapatkan bayaran ekstra serta cara paling jitu untuk mendapatkan pelanggan tetap, kegiatan ini juga sering dimanfaatkan oleh para pegawai yang sudah kelelahan sebagai alasan untuk mengakhiri pekerjaan mereka lebih dini tanpa perlu takut untuk diomeli.
Tentu saja Chic juga sudah pernah melakukan hal ini dan dia bahkan kini telah memiliki beberapa pelanggan tetap.
Hanya saja Chic memilih untuk membatasi pelanggan macam apa yang akan menghabiskan malam bersamanya.
Nasihat dari sang Ibunda dengan jelas mengajarkannya untuk jangan terbawa nafsu dan malah berakhir menjadi seorang wanita murahan. Berdasarkan nasihat itu, Chic membulatkan tekadnya untuk menjadi seorang wanita
penghibur kelas atas yang hanya melayani demi uang dan bukan demi kenikmatan.
Karena itulah Chic sangat pilih-pilih dalam memilih pelanggan.
Menyisihkan para pria dengan asal-usul yang tidak jelas, dirinya hanya berfokus pada mereka yang memiliki kantong tebal serta koneksi yang melimpah.
Hanya saja Chic yang masih kurang berpengalaman tidak jarang malah salah pilih pelanggan seperti yang baru saja terjadi.
Keluar dari kemeriahan bar kabaret yang ramai, Chic tiba di sebuah ruang tertutup yang adalah ruang istirahat khusus pegawai wanita. Penampilan ruangan ini mirip seperti tempat rias aktris lengkap dengan meja rias yang saling berjejer serta di belakang ruangan terdapat sebuah lemari pakaian yang berisikan berbagai macam gaun-gaun mewah yang bebas di pakai oleh siapa saja.
Berada di dalam ruang istirahat sudah terlihat beberapa rekannya sesama pegawai tempat ini yang sedang beristirahat atau memperbaiki riasan mereka yang mulai luntur.
“Terima kasih atas kerja kerasnya♪”
“Terima kasih atas kerja kerasnya♪”
Saling bertukar sapa, Chic menyapa rekan-rekannya dengan senyuman sebelum akhirnya duduk di meja riasnya sendiri.
Melihat pantulan wajahnya di cermin, Chic yang melihat kalau riasannya sedikit luntur memutuskan untuk memperbaikinya. Ketika Chic sedang memperbaiki riasannya seperti yang lainnya, salah seorang rekannya yang
mengenakan gaun berwarna hijau terang datang menghampirinya.
“Chic♪ Kau selalu ambil pelanggan yang berduit kan? Bisa bantu ajarin cara pilih pelanggan yang mapan enggak♪” dengan tingkah manja rekannya itu memeluk Chic dari belakang sambil membisikkan permintaannya tepat di telinga Chic.
Meski merasa geli, Chic tetap menjawab dengan muka kesusahan “Aku sendiri juga masih belajar kau tahu. Tadi saja aku dapat pelanggan yang baru dua gelas sudah minta jatah”.
“Oh, apakah kau menerimanya?”
“Kalau aku menerimanya aku tidak akan berada di sini kau tahu?”
Setelah saling bertukar candaan, Chic akhirnya tetap mengajarkan rekannya itu tentang dasar-dasar memilih pelanggan yang punya uang.
Mendengarkan dengan seksama, rekannya itu mencatat semua yang Chic ucapkan sementara mereka yang menguping juga melakukan hal yang sama.
“Ah, akhir-akhir ini banyak yang menyewa pakaian mewah supaya terlihat seperti anak orang kaya”
“Karena itulah kau harus melihat perawakan serta cara berjalannya. Antara orang kaya asli sama orang kaya jadi-jadian itu ada perbedaan besar kau tahu”
“Kau juga bisa menilai dari parfume yang mereka gunakan. Parfume murah aromanya terlalu menyengat hingga aku ingin menyiramnya dengan air”
“Aku setuju, sungguh. Darimana mereka bisa berpikir kalau semakin menyengat itu semakin bangus?”
Tanpa disadari Chic kini sedang terlibat dengan sesi curhat antara sesama pegawai. Karena ini bukanlah hal yang buruk, Chic pun membiarkan dirinya terbawa oleh suasana yang bersahabat ini.
Sementara Chic sedang bercanda ria dengan kawan-kawan barunya, Winter yang sedang menjelajahi Hutan Keramat baru saja terlibat dalam sebuah masalah besar.