
Memegang erat botol racun kecil yang dia sembunyikan di balik pakaiannya, Silvia menanyakan apa yang sebenarnya Winter inginkan darinya.
“Masih banyak Pemain lain di luar sana yang bisa kau rekrut. Tapi kenapa kau begitu menginginkanku sampai menggunakan cara curang hanya untuk memanggilku kemari? Aku hanyalah seorang Alchemist, bukan petarung”
“Justru karena kau adalah seorang Alchemist aku merekrutmu. Apa yang Familiaku butuhkan sekarang adalah Pemain dengan tipe job produksi. Dan Pemain mana lagi yang lebih cocok darimu yang meski berada di bagian produksi, namun namamu ditakuti oleh banyak orang”
Silvia sama sekali tidak tahu harus berkata apa.
Walau dia hanya ingin bermain dengan damai, tapi entah mengapa jalannya dipenuhi oleh masalah.
Melihat Silvia mulai goyah, Winter mendorong semakin keras.
“Jika kau setuju untuk bergabung dengan Familiaku, maka ada banyak keuntungan yang bisa kau dapatkan” mengancungkan jarinya, Winter mulai memberitahukan tawarannya “Yang pertama, kau akan mendapatkan laboratirum... Atau kau lebih suka menyebutnya sebagai Workshop atau Ateliermu sendiri? Yang jelas kau akan
menerima sebuah fasilitas terbaik yang bebas kau gunakan sesuka hatimu. Yang kedua, kau akan mendapatkan pendanaan penuh dariku. Baik itu Equipment atau material semua bisa kau dapatkan. Dengan syarat, kau harus mengutamakan pesanan dariku baru setelah itu kau bebas menggunakan sisanya untuk keperluanmu sendiri. Yang ketiga, mengingat reputasimu, jika kau berada dalam masalah kau boleh saja menggunakan namaku untuk membela diri. Jika pihak lain tidak memedulikannya, maka pastikan untuk mengingat wajah mereka karena setelah kau bangkit dari kematian kami semua akan membantumu untuk balas dendam. Tentu saja kau tidak boleh sembarangan menggunakan namaku karena akan ada konsekuensi yang akan kau terima. Yang keempat dan yang terakhir, jika kau menerima sebuah Quest yang terasa sulit jika harus kau kerjakan sendiri, maka kau boleh mengajak anggota Familia yang lain untuk membantumu. Tentu saja kau harus menerima persetujuan dari mereka terlebih dahulu. Tapi, aku jamin kalau bantuan yang akan kau terima bukanlah sebuah bantuan setengah hati”.
Mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Winter, Silvia mulai berpikir dengan keras.
Semua tawaran yang Winter berikan memanglah sangat menggiurkan. Terlebih soal memiliki fasilitasnya sendiri. Dia yang selalu dipaksa untuk berpindah-pindah tempat persembunyian sudah lama mendambakan tempat miliknya sendiri.
Belum lagi setelah Update jumlah penyimpanan yang dia miliki akan menjadi sangat terbatas. Para Pemain dengan tipe Job produksi seperti dirinya yang sangat bergantung pada jumlah material untuk bisa beraktifitas akan sangat terganggu jika jumlah material yang bisa mereka bawa menjadi terbatas.
Karena inilah Silvia jadi menimbun semua racun yang dia miliki serta mulai membiasakan diri untuk menyortir dan mencatat semua material yang dia miliki. Semua itu dia lakukan sebagai latihan agar tidak kelabakan ketika slot penyimpanannya menjadi penuh dan tidak bisa menampung lebih banyak lagi.
Jika saja dia punya fasilitasnya sendiri, karena semua masalah itu akan sirna dan dia akhirnya bisa bernafas dengan tenang.
Meski begitu, tidak peduli seberapa inginnya dirinya untuk menerima tawaran itu, dia tetap tidak boleh gegabah.
Orang yang ada di hadapannya sekarang adalah Heartless Necromancer.
Seorang Pemain yang terkenal akan kecerdikannya serta kekejamannya. Kejadian yang menggemparkan seluruh fraksi cahaya beberapa waktu yang lalu semua adalah akibat ulahnya.
Jika dirinya menerima tawaran itu begitu saja, takutnya dia akan terikat sebuah kontrak yang akan menjerat kehidupannya untuk selama-lamanya.
Sebagai langkah terakhirnya, Silvia pun bertanya “Jika, dan hanya jika, jika aku menerima tawaranmu, apakah ada sebuah peraturan atau persyaratan yang harus aku ikuti?”.
“Tentu saja!” menjawab seolah itu adalah hal yang paling wajar, Winter mulai memberitahukan peraturan yang akan berlaku di Familianya “Yang pertama dan yang paling penting, kau dilarang untuk membocorkan segala jenis informasi dari dalam Familia ke pihak luar. Jika kau ketahuan melanggar, maka jangan salahkan diriku jika kau tidak lagi bisa Log In di game ini”.
Meksipun dirinya tahu jika peraturan yang satu ini memang sangatlah wajar, tapi Silvia masih mendapati bulu kuduknya merinding setelah mendengar ancaman yang keluar dari mulut Winter.
“Yang kedua, terkecuali kesibukan seperti sekolah atau pekerjaan di dunia nyata, kau diharapkan untuk aktif Log In bahkan jika itu hanya beberapa jam dalam sehari”
Peraturan kedua juga bisa dianggap wajar.
Jika ingin Familia bisa terus berkembang, maka keaktifkan para anggotanya sangatlah diharapkan. Sudah sering terdengar di game-game lain kalau ada anggota yang pemalas atau jarang aktif, maka sang ketua akan langsung menendangnya keluar karena slot suatu Guild/Serikat atau dalam kasus ini, Familia. Sangatlah terbatas dan berharga.
Daripada menyia-nyiakannya untuk seorang anggota yang jarang aktif atau kurang berguna, lebih baik untuk segera menendangnya dan mengisi slot yang kosong dengan Pemain yang lebih aktif dan juga lebih baik daripada Pemain sebelumnya.
“Lalu, yang ketiga adalah konflik dan perselisihan antara anggota Familia haruslah diselesaikan dengan cepat, tidak boleh berlama-lama. Aku tidak peduli apakah penyelesaiannya menggunakan dialog atau duel, asalkan masalah bisa diselesaikan dan tidak ada yang memendam dendam, maka aku akan senang”
Yang ini juga sangatlah wajar.
Jika kau mengumpulkan berbagai macam orang dengan pemikiran yang berbeda-beda di dalam satu tempat yang sama, maka hanya tinggal menunggu waktu sampai ada yang berselisih karena perbedaan pendapat.
Jika perselisihan semacam ini terus dibiarkan, tidak jarang sebuah perselisihan kecil di dalam grup bisa berubah menjadi sebuah perselisihan besar yang berakhir dengan pembubaran grup tersebut.
Karena itulah sangat penting untuk menjaga keharmonisan antar anggota agar mencegah hal semacam itu bisa terjadi.
“Lalu... Hmm, kurasa untuk saat ini hanya itu saja. Jika Familia sudah terbentuk maka aku akan memikirkannya lagi”
Melihat Winter yang bersikap santai, Silvia malah menjadi semakin tegang.
Semua persyaratan yang Winter ucapkan memang masuk akal dan wajar untuk diaplikasikan pada grup atau perkumpulan manapun.
Baik itu peraturan yang harus ditaati setiap anggota atau keuntungan yang akan dia dapatkan ketika bergabung semuanya adalah yang biasa kau temukan ketika sebuah grup berusaha untuk merekrutmu untuk menjadi salah satu dari mereka.
Karena semua hal biasa ini lah yang membuat Silvia semakin merasa ada yang tidak wajar dari Familia yang Winter sebutkan.
Meskipun sebenarnya dirinya hendak bergabung, namun ada satu hal di dalam hati kecilnya yang mencegahnya untuk langsung menyetujui ajakan dari Winter.
Sementara Winter masih menunggu dengan sabar dengan senyuman cerah di wajahnya, Silvia akhirnya menanyakan pertanyaan terakhir yang akan menentukan apakah dia akan bergabung dengan Familia ini atau tidak.
“Katakan, apa sebenarnya Visi dan Misi dari Familia ini?”
Seolah telah menunggu pertanyaan ini, sebuah seringai lebar merekah di wajah Winter.
...
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba juga.
Melihat kalau game NFO sudah selesai di Update, Eira tidak membuang waktu bahkan sedetikpun untuk langsung masuk ke dalam game.
Membuka matanya, apa yang pertama kali terlihat adalah sebuah interior kedai yang masih baru dan bersih. Lantainya bersih mengkilap dan meja-mejanya tersusun dengan rapi.
Tidak lama kemudian Winter menyaksikan kumpulan butiran cahaya yang saling berkumpul untuk menyusun sebuah tubuh tidak jauh darinya.
Setelah menunggu kurang dari sedetik, terlihat sosok Matchmaker yang berdiri dengan bangganya sambil mengenakan Equipment mewah yang berlapiskan emas dan permata.
Melihat penampilan Matchmaker yang seperti itu, membuat Winter tidak kuasa untuk tidak menyapanya “Sungguh sebuah setelan mengkilap yang kau miliki di sana, apakah kau ingin pergi ke pesta atau semacamnya?”. Matchmaker yang baru menyadari kalau Winter sudah tiba terlebih dahulu darinya langsung menjawab dengan penuh sukacita “Tentu saja! Ini akan menjadi hari perdana Polar Night Familia berjalan secara resmi, bagaimana aku tidak merayakannya?”.
Membentangkan kedua tangannya lebar-lebar, terlihat kalau tidak hanya pakaiannya saja yang mengkilap tapi juga segala jenis aksesoris yang menghiasi tubuhnya.
“Senang kalau kau antusias begitu. Tapi ingat, kita tidak bisa membentuk sebuah Familia tanpa sebuah ‘Familia Crest’!”
Tidak lama setelah itu, terlihat butiran cahaya lainnya mulai bermunculan secara satu-persatu.
Mereka tidak lain adalah Chic, Victor, Prim, Barbarossa, dan terakhir adalah Silvia.
Dengan 7 orang yang sudah terkumpul, syarat pertama untuk membangun sebuah Familia, yaitu memiliki minimal 5 members telah terpenuhi. Syarat kedua yaitu memiliki markas sendiri (Housing) juga telah terpenuhi. Father/Mother (Pemimpin) Familia yang minimal harus memiliki total level 30 juga telah terpenuhi karena Winter
yang sekarang telah memiliki total level 39.
Melihat kalau mereka hanya kurang ‘Familia Crest’ saja. Dengan ini Winter langsung menyuruh mereka untuk
berkumpul.
“Bagus! Kalian semua sudah hadir. Tanpa berlama-lama lagi mari kita pergi ke Guild Petualang untuk menerima Familia Quest!”
Setelah mengatakan itu secara lantang, Winter langsung memimpin para calon Membersnya menuju Guild Petualang untuk bisa menerima Familia Quest.
Meskipun server baru saja kembali di buka, tapi sudah terlihat banyak sekali Pemain yang telah Log In karena sudah tidak sabar untuk bisa merasakan Update terbaru.
Melihat Winter beserta rombongan berjalan dengan bangga di tengah kota, sontak saja mereka menjadi bahan pembicaraan orang-orang disekitar.
“Lihat itu! Bukankah itu Pemain yang muncul di acara Live Stream?!”
“Wah, kau benar! Kalau tidak salah namanya Corpse kan? Aku selalu penasaran bagaimana dia bisa menjadi perwakilan fraksi bayangan”
“Kalian ini tidak tahu apa-apa yah? Dia adalah salah satu Pemain teratas di fraksi ini, Heartless Necromancer! Jika berani macam-macam dengannya maka jangan salahkan aku jika HP mu dikuras habis olehnya!”
“Orang-orang yang mengikutinya... Apa jangan-jangan Corpse ingin membuat Familia dan mereka adalah calon anggotanya?!”
“Tck tck tck... Update baru selesai dia sudah ingin bikin Familia saja...”
“Hei, lihat! Bukankah Pemain dengan pakaian emas itu adalah King Pimp!!!”
“Lupakan King Pimp! Bukankah gadis di sana itu adalah Venomous Maiden!!!”
“Bahkan sampai dua orang Pemain terkenal lainnya bergabung bersamanya... Familia yang dia bangun tidak boleh diremehkan!”
“Bukan hanya itu! Tidak salah lagi, gadis cantik yang ada di sana adalah Chic si Night Courtesan! Dia adalah gadis terbaik di Bar The Black Cat! Aku dengar jika ingin menghabiskan malam bersamanya kau harus menghabiskan biaya sebanyak 50.000 G!”
“Hisss... Para anggotanya punya nama besar. Aku takut setelah Familia nya terbentuk maka Familia lain bukanlah tandingannya!”
Mendengarkan semua bisik-bisik para penonton, reaksi Winter beserta rombongan sangatlah beragam.
Sebagai seseorang yang tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian, Victor sangatlah tidak merasa nyaman. Begitu juga dengan Silvia yang baru tahu kalau ternyata namanya sudah dikenal oleh banyak orang. Menurunkan tudungnya semakin ke bawah, matanya melihat ke bawah berusaha untuk menghindari kontak langsung dengan para Pemain yang memandanginya dari kejauhan.
Sementara itu, Barbarossa yang masa bodo dengan pendapat orang lain kepadanya tetap berjalan lurus seolah telinganya tidak mendengar apa-apa. Asalkan tidak ada anak yang menangis atau ibu-ibu yang melapor kepada penjaga ketika dia lewat, maka dirinya sudah senang.
Di sisi lain, Chic, Prim, dan Matchmaker yang berada di bisnis hiburan sudah sangat terbiasa untuk menjadi pusat perhatian. Malahan sedari tadi Matchmaker berjalan dengan riang gembira dengan sebuah senyuman lebar di wajahnya.
Sedangkan Winter yang berada di barisan paling depan tampak tidak terpengaruh oleh segala jenis perhatian yang ditujukan kepada dirinya beserta rombongannya.
Dia tetap berjalan lurus seolah jalanan ini adalah miliknya seorang.
Langkah kakinya terlihat mantap dan punggungnya tegak lurus sembari menonjolkan dadanya bagaikan orang yang penuh dengan percaya diri. Tidak terlihat perasaan gugup darinya, malahan aura ketenangan terpancar jelas dari seluruh tubuhnya.
Hal ini membuat para calon Membersnya untuk bisa tenang dan bisa merasa bangga karena orang yang memimpin mereka adalah seseorang yang bisa diandalkan.
Sambil dibanjiri oleh tatapan orang-orang, mereka akhirnya tiba di depan Guild Petualang.
Tanpa banyak basa-basi Winter segera masuk ke dalam sambil diiringi oleh yang lain.
Ketika masuk ke dalam, mata Winter yang tajam segera menyisir seluruh ruangan Guild. Melihat kalau tidak ada yang berubah, Winter segera melangkahkan kakinya lurus ke arah meja resepsionis.
Si resepsionis yang biasanya menampilkan wajah malas seketika berdiri tegak lurus ketika mendapati kalau Winter dan yang lain mendekat ke arahnya. Jika itu adalah Petualang yang lain, maka dia tidak akan peduli dan akan terus
bermalas-malasan. Akan tetapi, aura yang dipancarkan oleh Winter membuatnya tidak berani untuk bermalas-malasan.
Berhadapan dengan si resepsionis, dengan nada yang tegas Winter pun berkata “Aku ingin membuat sebuah Familia!”.
Mendengar hal ini si resepsionis pun memberikan pelayanan terbaiknya.
“Tentu saja...” mengambil secarik kertas dari bawah meja, kertas itu pun diserahkan kepada Winter “Tolong isi formulir ini”.
Membaca isi dari formulis tersebut, terlihat kalau formulir tersebut berisikan penjelasan serta syarat untuk membangun sebuah Familia.
Setelah itu ada juga kolom kosong yang harus di isi dengan nama dari Familia yang hendak di bangun, nama Father/Mother dari Familia tersebut, berapa total levelnya saat ini, jumlah Members, alamat tempat markas (Housing) berada, dan lain sebagainya.
Mengambil pena bulu dari meja resepsionis, Winter mulai mengisi kolom tersebut secara satu-persatu. “Hm?” melihat ada sesuatu yang tidak dia mengerti, Winter pun tidak sungkan untuk bertanya.
“Apa yang dimaksud dengan surat rekomendasi?”
“Ah, surat rekomendasi bisa berupa surat yang sebenarnya atau sebuah token yang diberikan oleh seorang Bangsawan atau individu penting lainnya yang akan memudahkan dalan pembangunan sebuah Familia” si resepsionis juga menambahkan “Sebenarnya ini tidak wajib, hanya saja jika memiliki surat rekomendasi, kedepannya ini akan memudahkan Familia anda untuk mendapatkan Quest dari klien yang lebih tinggi karena surat rekomendasi menandakan kalau Familia anda memiliki kemampuan dan dapat dipercaya. Tidak hanya itu, dengan surat rekomendasi maka mungkin untuk melewatkan Familia Quest dan langsung mendapatkan Familia Crest”.
“Hmm...” berpikir sejenak, Winter lalu merogoh penyimpanannya “Apakah ini bisa di anggap sebagai surat rekomendasi?” apa yang Winter tunjukkan adalah Insignia miliknya.
Melihat Insignia di tangan Winter, si resepsionis itu seketika menjadi berkeringat dingin. Memaksakan dirinya untuk tersenyum, pelayanan terbaik pun berusaha dia berikan.
“Tentu saja, tentu saja! Karena Anda memiliki sebuah surat rekomendasi, maka Anda diperbolehkan untuk melewatkan Familia Quest dan akan langsung menerima Familia Crest!”
Tak ayal sebuah seringai lebar tercipta di wajah Winter. Ternyata memang benar kalau status dan koneksi akan memudahkan segalanya.
Melihat kalau si resepsionis hendak pergi ke belakang untuk mengambilkan Familai Crest untuk mereka, Winter segera menghentikannya.
“Tunggu sebentar, hanya ingin bertanya. Jika kami menerima Familia Quest, sebenarnya Quest macam apa yang akan kami terima?”
“Ah, itu...” mengambil tiga lembar kertas dari bawah mejanya “Mohon maaf, Familia Quest itu bersifat rahasia. Sehingga yang saya berikan hanyalah contoh dari Quest yang sebenarnya” ketiga kertas itu segera ditunjukkan kepada Winter yang lalu membacanya.
Familia Quest
(1) : Help Noble (x)
Familia Quest
(2) : Help Merchant (x)
Familia Quest
(3) : Help Adventure Guild
Membaca isi ketiga kertas itu, Winter pun bersyukur karena dia adalah seorang Pemegang Insignia. Jika tidak, maka dia harus berurusan dengan Quest yang jelas sekali terdengar sangat menyusahkan.
Karena tidak ada lagi yang ingin ditanyakan, Winter tidak lagi menghalangi si resepsionis untuk menjalankan tugasnya.
Tidak butuh waktu lama sebelum akhirnya resepsionis itu kembali.
Apa yang dia bawa di tangannya adalah sebuah gulungan dari kulit hewan beserta seperangkat alat tulis “Tolong gambar simbol Familia Anda” menerima gulungan beserta seperangkat alat tulis, Winter langsung menunjuk Matchmaker untuk maju dan menggambar untuknya.
Sebenarnya kemampuan menggambar Winter bisa di bilang bagus atau di atas rata-rata. Hanya saja jika dibandingkan dengan Matchmaker yang ternyata belajar kaligrafi, kemampuan Winter jelas kalah jauh darinya.
“Siap Boss! Apakah gambarnya sama seperti di kedai?”
“Iya, sama seperti di kedai”
Setelah mendapatkan konfirmasi dari Winter, Matchmaker segera mengambil pena dan melakukan pekerjaannya.
Dengan lihainya dia menggambar sebuah bulan purnama dengan kepingan salju yang rumit dan indah di tengah-tengahnya.
Tidak sampai 10 menit Matchmaker sudah meletakkan penanya sambil menyapu keringat yang ada di jidatnya. Menunjukkan hasil karyanya kepada semua orang, Matchmaker sukses membuat semua orang terkagum akan hasil pekerjaannya.
Bukan hanya dari kawan-kawannya sendiri, bahkan para Pemain yang datang untuk menonton pembuatan Familia juga ikut dibuat kabum olehnya.
Menyerahkan Familia Crest yang sudah selesai di gambar, si resepsionis pun mengerjakan sisanya dan item \ pun sudah jadi.
Grade : Legendary Quality : Excellent Type : Consumable
Sebuah item khusus yang berfungsi untuk membangun sebuah Familia
Familia : Polar Night
Terlihat cahaya pelangi yang bersinar terang menyelimuti gulungan yang telah di segel menggunakan lilin merah, mata Winter pun berbinar-binar karena tidak mampu menyembunyikan perasaan senang yang kini sedang dia rasakan.
“Setelah ini tinggal serahkan saja kepada Tuan Gubernur yang kantornya ada di tengah kota. Perlu diketahui kalau biaya untuk membuat Familia adalah sebesar 1 juta G. Akan tetapi, karena Anda memiliki surat rekomendasi, maka biayanya akan dipotong hingga Anda hanya harus membayar sebesar 800 ribu G saja”
Mendengar biaya yang harus dikeluarkan, sontak semua Pemain yang datang untuk menonton menahan nafas mereka.
Mereka yang bisa mendapatkan 100 ribu G saja sudah bersyukur tidak bisa membayangkan untuk membayar sejuta hanya untuk membangun sebuah Familia. Bahkan setelah dipotong sekalipun, biayanya tetaplah berada di luar jangkauan mereka.
Banyak dari mereka yang mengira kalau Winter akan mundur setelah mendengar biaya ini atau menunggu sampai dia memiliki uang yang cukup sebelum bisa membangun Familianya.
Sedikit mereka tahu kalau harga segitu masih belum cukup untuk membuat Winter terguncang.
“Kantor Gubernur kan? Baiklah!”
Dengan senyuman di wajahnya Winter segera beranjak ke kantor Gubernur sambil diiringi oleh para Membersnya.
Setelah melihat ekspresi Winter yang riang gembira, barulah mereka sadar kalau semua Pemain teratas itu adalah orang kaya.
Memotong pertemuan antara Winter dengan Gubernur gendut dari Kota Shoddy yang sangat tidak penting, dengan ini Polar Night Familia telah resmi terbentuk dan dianugerahkan gelar sebagai Familia pertama yang ada di NFO.