
Terhubung kembali dengan mesin VR nya, Winter yang mengira kalau dirinya akan dikirim ke tempat dia terakhir Log In terkejut ketika mendapati dirinya berada di sebuah ruangan putih kosong tanpa ada apa-apa di sana terkecuali dirinya sendiri.
Melihat kalau wujudnya sekarang bukanlah Eira melainkan Winter, Winter yakin kalau dia sudah terhubung dengan game.
“Permisi... Apakah ini Bug?!”
Menjawab pertanyaannya adalah sebuah layar transparan yang berisikan sebuah pesan...
“Karena Update terbaru ke versi 1.2 membuat beberapa perubahan pada Stats dan Skill Pemain. Di harapkan untuk memeriksa Update terbaru terlebih dahulu sebelum mulai kembali bermain”
“Huh...” lega setelah tahu kalau ini bukan kesalahan teknis, Winter menjadi tenang.
Mengikuti saran yang diberikan, Winter membuka layar Menu untuk melihat stats miliknya.
Name : Winter
Gender/Age : Female/20
Total Level : 16
Race : Human (Lv. 2)
Job :
1. Necromancer (Lv. 4)
2. Appraiser (Lv. 4)
3. Scout (Lv. 3)
4. Summoner (Lv. 3)
Stats :
(HP : 220) (MP : 360) (STR : 35) (VIT : 20) (AGI : 50) (DEX : 70) (INT : 110) (MND : 90)
Seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya, terdapat penambahan Total Level dan Rasial Level pada layar stats.
Menggabungkan Job Level dan Rasial Level, membuat Winter sekarang berada di level 16. Dari total level maksimum yang bisa di capai oleh Pemain, barulah Winter tersadar kalau Levelnya masih benar-benar sangat rendah.
“Oh, maksimum level Rasial dan Job itu di pisah yah”
Masih sama seperti sebelumnya, level maksimum dari Job adalah 100. Sedangkan untuk Rasial Level, tergantung dari ras apa yang Pemain pilih, jumlah maksimum level yang bisa di capai bervariasi dari hanya 10 level hingga yang paling tinggi bahkan bisa mencapai 50 level.
Sedangkan maksimum level bagi ras Manusia adalah 10.
Human
Sebuah ras yang jumlah populasinya adalah yang paling banyak di dunia NFO.
Memiliki kekuatan fisik maupun magis yang rata-rata hingga menjadi standar perbandingan kekuatan di dunia ini. Memiliki kemampuan reproduksi yang terbilang subur hingga mampu menghasilkan keturunan dengan hampir semua ras yang ada dan keturunan mereka bahkan mampu mewarisi bagian terbaik dari kedua orangtuanya hingga mampu menghasilkan ras yang benar-benar baru.
Total Level : 10
Stats Increase : All stats +5
“Bonusnya kecil, kalau bisa ganti ras aku pasti akan langsung menggantinya” menutup layar statsnya, Winter lanjut memeriksa apa saja yang berubah dari Skill yang dia miliki.
[Negative Energy] +2
MP : 10 CD : 5 detik
Grade : Tier-1 Spells
Stats : INT (Power) DEX (Accuracy)
Element : Dark, Magic Attack
Spells Effect : Menembakkan bola dari energi negatif yang menimbulkan Debuff (Miasma Lv.3)
Effective Range : 15 meter
Damage : INT + 15%
Effective : Light
Melihat penjelasan Skill yang jauh lebih terperinci dari yang sebelumnya, membuat Winter tidak kuasa untuk tidak takjub karena akhirnya dia bisa tahu pasti kemampuan dan potensi sebenarnya dari Skill yang dia miliki.
“Jadi DEX itu berpengaruh pada akurasinya yah... Jarak jangkauan dari Negative Energy ternyata adalah 15 meter... Debuff Miasma?”
Melihat penjelasan yang lebih terperinci lagi, Winter akhirnya mengetahui kalau Debuff Miasma memiliki efek untuk mengurangi Stats lawan. Dan pada Level 3 Debuff ini mampu mengurangi Stats lawan sebanyak 40%.
Puas melihat penjelasan dari Skill pertamanya, Winter pun mulai melihat Skill nya yang lain.
“Oh, yang ini juga berbeda”
[Summon : Skeleton] +1
MP : 15 per level CD : 1 menit
Grade : Tier-2 Spells
Stats : INT
Element : Dark
Spells Effect : Memanggil total (2) monster Skeleton dengan total level (10) yang mematuhi semua perintah pemanggilnya selama (12) menit.
Effective Range : 15 meter
Weakness : Light, Blunt Attack
Berbeda dari yang sebelumnya, kini Winter mampu untuk memanggil dua Skeleton yang bisa langsung di panggil dengan total level 10.
Hanya saja terjadi sebuah perubahan yang cukup mengguncang Winter “Tidak ada Jobnya? Juga, kalau mau memanggil dengan level maksimumnya maka itu artinya aku akan menghabiskan total 150 MP?” berkat update terbaru membuat Skeleton yang Winter panggil kelak hanya akan menjadi Skeleton biasa tanpa memiliki Job
sama sekali.
Meski belum mencobanya, tapi Winter yakin kalau Skeleton yang dia panggil tidak akan sama dengan Skeleton yang selama ini dia panggil. Itu berarti Equipment yang telah dia berikan kepada Skeletonnya kini telah sirna. “Untung saja aku hanya memberikan kerangka itu Equipment bekas Goblin” walau merasa dicurangi, dengan tabah Winter kembali melihat daftar Skillnya yang lain.
[Keen Eyes]
Passive
Grade : Tier-1 Art
Stats : INT
Element : Neutral
Art Effect : Mampu menentukan apakah sebuah item itu adalah item magis atau bukan hanya dengan sekali lihat.
Effective Range : Tergantung pada jarak penglihatan pengguna.
[Appraisal]
MP : 5 CD : 1 detik
Grade : Tier-2 Spells
Stats : MND
Element : Neutral
Spells Effect : Mampu mengetahui status sebuah item hingga ke tingkat Uncommon.
Effective Range : 3 meter.
“Nah kalau seperti ini kan enak” akhirnya setelah sempat kebingungan Winter akhirnya bisa tenang karena berkat update ini dia bisa tahu apa perbedaan dari ‘Keen Eyes’ dan ‘Appraisal’.
Setelah puas melihat dan mengingat semua perubahan pada Skill miliknya, Winter pun meminta untuk segera di masukkan kembali ke dalam game agar dia bisa mulai kembali bermain.
“Permintaan telah dipenuhi, Pemain Winter akan di kirim ke tempat Log Out terakhir”
Bersamaan dengan suara sistem yang menggema di telinganya, sebuah lingkaran sihir berwarna hitam kelam pun tercipta tepat di bawah kaki Winter dan dalam sekejap menarik Winter ke dalamnya.
Saat Winter akhirnya tersadar dia sudah berada di sebuah gang sepi tempat dia terakhir kali Log In.
Senang karena akhirnya dia bisa kembali bermain seperti biasa, Winter terdiam karena sungguh sebuah kebetulan yang sangat luar biasa ketika si pria bertudung juga berada di sana dengan sebuah senyuman besar terlihat di balik
tudungnya.
...
Sama seperti Winter, Chic juga tertahan di ruangan putih untuk memeriksa update terbaru sebelum dia bisa masuk ke dalam game.
Saat Chic tersadar, dia sudah kembali ke ruangan pribadinya di toko ‘The First Night’ tempat dia bekerja.
Semua terlihat biasa saja terkecuali suara ribut yang bisa terdengar dengan jelas dari lantai bawah.
“Hei, ini rumah bordil kan? Berikan aku gadis terbaik dengan harga 10.000 G!”
“Aku juga! Aku juga!”
“Aku tidak peduli bagaimana rupanya yang penting dia itu perempuan... Apakah 500 G cukup?”
“Dada besar! Apakah kalian punya yang dadanya besar!”
Jika bukan karena konten yang mereka teriakkan, maka Chic pasti akan lupa toko macam apa dia berada sekarang.
Merasa jijik terhadap pemandangan yang dia lihat, jelas sekali kalau tidak baik jika dia turun sekarang. Memanfaatkan kemampuannya sebagai Thief, Chic kembali keluar lewat jalan jendela.
Dengan Equipment yang sudah terpasang, Chic yang keluar dari gang tepat di samping toko melirik ke arah kerumunan yang tercipta di depan toko yang biasanya sepi.
Melihat kalau kebanyakan orang yang berkerumun mengenakan Equipment pemula, Chic bergumam “Dasar mesum” sebelum akhirnya pergi menjauh.
...
Bertemu kembali di kedai tempat mereka biasa pergi minum, Winter dan Chic membahas apa saja yang berbeda dari Skill mereka setelah Update.
Mereka melakukan ini agar bisa tahu apa yang masing-masing bisa mereka lakukan dan yang tidak bisa mereka lakukan agar tidak ada kesalahan ketika mereka bekerja sama nantinya.
Setelah selesai mengecek kembali Skill masing-masing, mereka pun bersantai sambil membicarakan para Pemain baru yang mulai memenuhi kota.
“Sungguh terlalu, baru Log In sudah ada kerumunan pria hidung belang di depan toko. Mana mereka itu juga baru main tapi sudah mau mesum saja”
Keluh Chic yang tidak pernah menyangka kalau ada orang yang rela-rela memainkan game ini hanya untuk bisa pergi ke rumah bordil.
Dengan gelas bir di tangannya, Winter pun mengejek Chic “Bukankah itu bagus buat bisnis? Kenapa tidak sekalian saja kau buka ************ di tengah jalan biar tambah rame?” yang mana langsung dilempar gelas kosong oleh Chic.
Sukses menghindar, gelas kosong itu melayang dan tepat mengenai pantat seorang Pelayan Wanita yang sedang berkeliling membersihkan meja.
Sontak Pelayan wanita itu berteriak “Ouch!” dengan keras dan tidak terdengar seksi sama sekali.
Ketika Pelayan Wanita itu melihat sekeliling dengan tatapan kesal untuk mencari tahu siapa pelaku yang melemparinya dengan gelas kosong, Chic dan Winter kompak menunjuk seorang lelaki cupu yang kebetulan tengah mabuk berat di meja di samping mereka.
Lelaki cupu yang setengah sadar itu yang tidak tahu apa-apa harus rela mendapatkan cacian dari si Pelayan Wanita dan di suruh untuk membayar ekstra sebagai wujud dari permintaan maafnya. Karena dia takut untuk melawan, lelaki cupu itu terpaksa menuruti permintaan dari si Pelayan Wanita sebelum akhirnya di tendang keluar dari kedai.
Di sisi lain, Chic yang merupakan pelaku yang sebenarnya malah kembali berbincang santai dengan Winter seolah dia tidak punya dosa sama sekali.
“Jadi, kita mau melakukan apa? Mengerjakan Quest dari Guild Petualang?” meletakkan gelasnya ke atas meja, Winter pun menunjukkan Quest yang baru dia terima kepada Chic.
Difficulty : -
Client : The Man From the Back Alley
Entah kenapa banyak Outsider yang hendak bersenang-senang hingga banyak rekan kami yang kekurangan personel untuk menjalankan bisnis mereka.
Tolong carikan setidaknya 10 orang gadis untuk ‘Bekerja’ di bisnis rekan kami.
Bayaran akan bertambah jika gadis yang di bawa adalah gadis cantik yang masih suci. Tentu saja lebih banyak itu lebih baik.
Prize : 10.000 G per gadis.
Time Limit : 10 hari.
Chic sampai tidak tahu harus berkata apa.
Melihat Chic yang dari tadi diam saja, Winter sampai mengayunkan tangannya di depan wajah Chic hanya untuk memastikan apakah Chic masih sadar atau tidak.
Dengan sekejap mata Chic menggenggam tangan yang diayunkan tepat di hadapannya “Winter♪ Bisa jelaskan kenapa pria itu bisa secepat ini menemuimu?” melihat wajah kesal Chic untuk pertama kalinya, Winter sampai tidak kuasa tidak menelan liurnya “Aku sendiri juga tidak tahu, tiba-tiba saja dia sudah berada di sana ketika aku
baru Log In”.
Menganggap Winter berkata yang sebenarnya, Chic pun akhirnya melepaskan tangan Winter yang telah memerah
di area yang dia genggam sebelumnya.
“Hah...” mengeluarkan nafas pasrah, Chic sampai heran bagaimana bisa ada banyak pria hidung belang di luar sana
sampai-sampai Quest seperti ini bisa keluar.
“Serius... Dari mana kita bisa mendapatkan gadis yang mau memiliki Job yang sama dengan diriku? Juga, bukankah Quest ini seharusnya ditujukan kepada Pemain seperti King Pimp dan bukan kita?”
Berbanding terbalik dengan Chic yang tampak kebingungan, Winter malah bersikap santai karena dia sudah
tahu apa yang harus mereka lakukan.
“Bukankah itu mudah, kita tinggal culik saja”
...
Melaju di antara lebatnya pepohonan adalah sebuah kereta kuda yang sudah tampak tua. Keempat roda kayunya berderit keras seraya dia melaju di atas jalan tanah yang berbatu, atapnya yang terbuat dari bahan kain sudah tampak memiliki banyak tambalan di sana-sini.
Sambil di tarik oleh seekor kuda jantan yang kurus dan tampak tidak bersemangat, kereta itu berjalan melewati hutan lebat yang jarang dilalui oleh banyak orang.
Duduk di kursi pengemudi adalah dua orang gadis yang masih muda.
Gadis pertama memiliki rambut putih dan sepasang mata merah. Sebuah senyuman manis terpancar di wajahnya seraya dia menikmati pemandangan pepohonan yang ada di sekitarnya.
Gadis kedua memiliki rambut dan mata yang sama-sama berwarna hitam seperti arang. Walau memiliki gaya rambut seperti lelaki, tapi entah mengapa dia tampak jauh lebih menggoda dari gadis yang ada di sampingnya.
“Hei, Winter, apakah kau yakin akan rencana ini?” tanya Chic sambil menjaga matanya mengarah ke jalan karena dia lah yang saat ini sedang memegang kendali kereta kuda yang sedang mereka naiki.
Winter yang saat ini tidak mengenakan mantel miliknya menjawab pertanyaan Chic dengan santai “Kan sudah aku bilang tenang saja. Lagi pula aku tidak terpikirkan rencana yang lain lagi selain ini” sembari matanya masih tidak lepas dari peta yang ada di tangannya.
“Hah...” desah Chic dengan ekspresi lelah di wajahnya “Biaya sewa kereta beserta kudanya saja sudah habis 5.000 G. Itu pun masih belum termasuk item lainnya yang kita beli”.
Melihat ke dalam kereta, memang terdapat banyak benda seperti karung dan tali. Tapi yang paling menonjol adalah sebuah kandang besi besar yang memakan lebih dari setengah bagian dalam kereta. Untuk saat ini kandang besi itu sedang di tutupi dengan kain sehingga dari luar akan terlihat seperti tumpukkan kotak kayu biasa.
“Biaya sewa kandang besi itu saja sudah 12.000 G. Itu 12K hanya untuk biaya sewa! Bagiku itu sudah seperti main dengan tiga sampai lima pria kau tahu!”
Peringkat Chic di industri malam adalah tingkat Iron sama seperti tingkat Petualang Winter. Pada saat masih Copper atau pemula, biaya Chic sejamnya berkisar antara 500 G sampai 800 G. Sekarang setelah di tingkat Iron bayaran yang dia dapat dalam satu kali main bisa mencapai 1.000 G sampai 5.000 G.
“Sudah tenang saja, anggap saja itu adalah sebuah investasi yang perlu...” melipat dengan rapi peta yang tadi dia baca, Winter pun menyimpannya kembali ke penyimpanannya “lagipula jika kita tidak memiliki kandang ini, bagaimana kita mau membawa buruan kita?”.
Masih tidak bisa menerima pengeluaran mereka, Chic hanya bisa mengeluh “Tapi kan...” yang pada akhirnya hanya akan di anggap Winter sebagai angin lalu saja.
Terus berkendara, mereka melewati sebuah bagian hutan dengan jarak antar pohon yang semakin jarang.
Itu memungkinkan mereka untuk menyaksikan sebuah pemandangan yang sedari tadi tertutup oleh lebatnya dedaunan “Ohh... Danaunya luas juga!” melihat kembali Middle Lake yang sebelumnya sudah dia lihat di hari pertama dia bermain, Winter tidak kuasa menahan rasa takjubnya ketika menyaksikan kembali pemandangan danau tersebut dari sudut pandang yang berbeda.
Chic yang baru pertama kali menyaksikan sisi Winter yang bersemangat seperti ini merasa ingin bertanya kemanakah perginya sosok Winter yang biasanya sok misterius itu.
Mau bagaimana lagi?
Tubuh Eira yang lemah dan sering sakit membuatnya tidak mampu untuk di bawa bepergian jauh. Karena hal itu, Eira harus rela berbaring di tempat tidur seharian dan hanya melihat pemandangan yang sama dari balik jendela kamarnya.
Sekarang, sebagai Winter yang memiliki tubuh yang sehat dan bebas untuk bepergian ke mana saja. Winter bisa dengan puas untuk pergi kemanapun yang dia mau dan bisa dengan bebas untuk menikmati semua pemandangan yang ada sepuas hatinya.
Saat sedang sibuk menikmati pemandangan, Winter secara tidak sengaja melihat sesuatu di kejauhan.
Sendirian di dalam hutan adalah seorang gadis desa biasa dengan sebuah keranjang rotan kecil di tangannya. Tampak dia sedang sibuk mencari tumbuhan di dalam hutan dengan ekspresi cerah di wajahnya.
“Kalau tidak ada jerawat mungkin dia akan sempurna”
“Kau salah, justru karena jerawat itulah yang menambah pesonanya sebagai gadis desa”
“Oh, kau benar. Seperti yang diharapkan dari Prostitute berpengalaman”
Mengobrol santai di atas kereta yang sudah mereka parkirkan agak jauh dari gadis desa itu berada, Winter dan Chic mengamati gadis desa itu sebagaimana seorang pemburu yang sedang mengamati calon mangsanya.
“Bagaimana?” tanya Chic kepada Winter untuk meminta konfirmasinya. “Ambil saja, sekalian kita tanya di mana desa terdekat”. Sudah memutuskan tindakan mereka, Winter dan Chic malah tetap diam tanpa ada yang bergerak.
“Apa yang kau tunggu, kau maju sana”
“Kenapa harus aku?”
“Bukankah kau punya Skill ‘Charm Person’? gunakan itu”
“Ah” karena toko tempatnya bekerja melarangnya menggunakan Skill itu, membuat Chic tidak pernah menggunakannya membuatnya melupakan keberadaan Skill tersebut sampai pada akhirnya Winter mengingatkannya.
Melihat kalau Winter benar-benar ingin dia yang maju, dengan terpaksa Chic pun menurutinya. Mengingat kembali pelajaran akting yang Ibunya telah berikan, Chic pun berjalan mendekati gadis itu yang sedang sibuk memetik sayuran liar.