A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 20 : New Party



Angin berhembus dengan lembut membawa aroma segar ke udara.


Suara kicauan burung terdengar merdu membuat setiap telinga yang mendengarnya hanya ingin berhenti untuk mendengarkan konser alami yang merdu ini.


Meski begitu, pada hari yang cerah dan indah ini, di dalam sebuah kereta kuda yang sedang melaju, sebuah suasana canggung yang berat sedang menimpa para penumpangnya.


Mengecualikan Winter yang sedang mengemudikan kereta dengan riang gembira, Chic dan kawan baru mereka, Victor. Sedang duduk saling berhadapan dengan pandangan mereka yang saling mengunci.


Berkendara bersama, tujuan mereka hanya satu.


“Masih ada setidaknya setengah hari lagi sebelum kita sampai ke kota Virtue. Jadi, Victor, ada urusan apa kau mau ke sana?”


Tidak ada jawaban. Victor hanya melirik sekilas sebelum kembali mengunci pandangannya dengan Chic.


“Chiicc... Bisa tidak kau bertingkah ramah dengan...” belum sempat menyelesaikan ucapannya, Winter menerima tatapan tajam dari Chic sebelum dia kembali mengunci pandangannya dengan Victor.


Melihat tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah, sontak saja ini membuat Winter kehilangan kesabarannya yang hanya sedikit.


“Ya ampun! Kalian ini ada dendam apa sih?! Baiklah, aku akan mengatakannya! Kami akan membunuh seorang pemegang Insignia”


Perkataan Winter sukses menarik perhatian mereka berdua.


Chic terkejut karena Winter dengan begitu mudahnya memberitahukan tujuan mereka yang sebenarnya sementara Victor terkejut akan tujuan dari Winter dan Chic. Menutup matanya sejenak, Victor yang mempertimbangkan tindakan Winter yang telah memberitahukan tujuannya akhirnya memutuskan untuk juga memberitahukan tujuannya agar mereka bisa impas.


“Aku mendapatkan Quest untuk membuat kekacauan di fraksi cahaya”


Mendengar Victor yang akhirnya berbicara membuat Winter tersenyum lebar “Akhirnya kita bisa ngobrol juga... Membuat sebuah kekacauan yah, sebuah Quest yang sulit untuk solo”.


“Kalian juga sama, mengincar seorang pemegang Insignia adalah hal tergila yang pernah aku dengar” memberikan tatapan tajam kepada Winter dan Chic, Victor berusaha untuk menilai kekuatan mereka berdua walau dia sebenarnya tidak punya Job ataupun Skill untuk itu.


Winter hanya bisa tertawa “Haha... Chic juga berpikiran yang sama” yang langsung di sambung oleh Chic “Karena memang itu adalah hal yang gila! Bahkan jika dia hanya tingkat 1 sekalipun, Pemegang Insignia tetaplah seorang pemegang Insignia!”.


“Tingkat 1? Kalian sudah menyelidiki target kalian?”


“Tentu saja, mana mungkin aku mau melakukan Quest ini tanpa ada adanya persiapan... kalau kau mau, aku akan membagikan kepadamu infonya. Dengan satu syarat...” melirik ke belakang, Winter memberikan sebuah seringai nakal.


“Begitu... Alasan kau mau memberikanku tumpangan adalah karena ini yah” seringai di wajah Winter kembali melebar.


Chic yang sudah bisa menebak alasan Winter tetap saja tidak bisa menerimanya. Jika saja dia adalah orang yang sudah mereka kenal sebelumnya, maka dia tidak akan punya masalah. Tapi mengambil orang asing di jalan sebagai bala bantuan adalah hal yang tidak bisa dia terima begitu saja.


“Kalau kau mau membantu Quest kami, maka kami dengan senang hati juga akan membantumu menyelesaikan Questmu. Sebagai seorang Necromancer, kemunculanku saja sudah cukup untuk membuat mereka waspada”


Mengutarakan tawarannya, jelas sekali kalau Winter sangat ingin memasukkan Victor ke dalam Partynya. Dan di lihat dari wajahnya, Winter jelas tidak akan menerima jawaban ‘Tidak’.


Sebelum Victor sempat menjawab, Chic berkata terlebih dahulu “Aku tahu kita perlu daya tempur tambahan. Tapi kenapa kita harus mengajak orang asing?” yang sontak di balas “Memangnya kau punya kenalan yang bisa kita mintai bantuan?” Chic tentu saja tidak bisa membalasnya.


Sejak kali pertama Chic Log In, hanya Winter seorang yang pernah satu Party dengannya.


Tidak hanya itu, walau benar Chic sering kali ‘berinteraksi’ dengan Pemain lainnya, tapi itu tidak pernah lebih dari


interaksi semalam saja... Atau mungkin lebih tepat mengatakan sejam paling lama. Tapi intinya, hanya Winter lah satu-satunya Pemain yang pernah benar-benar akrab dengannya.


Melihat Chic yang akhirnya diam, Winter kembali mengalihkan perhatiannya kepada Victor menunggu jawaban darinya.


Berada di bawah tekanan dari Winter, Victor akhirnya membuka mulutnya “Aku bisa saja menerima tawaranmu. Tapi aku ingin uang muka terlebih dahulu”. Terkejut sekaligus senang, Winter pun balik bertanya “Oke, uang muka apa yang kau inginkan?”.


“Quest yang kalian terima walau sulit tapi jelas. Sedangkan Quest milikku, jika kau bisa memberikan saran apa cara terbaik untuk membuat kekacauan selain membunuh secara membabi buta, atau melepaskan Undead ke dalam kota di tengah siang bolong, maka dengan senang hati aku akan menerima permintaanmu”


“Ehh...” apa yang keluar dari mulut Winter selanjutnya cukup menyayat hati “Kau terlihat cerdas tapi ternyata bisa bodoh juga”. “Hei...!” belum sempat Victor mengutarakan pendapatnya setelah di panggil bodoh, Winter kembali melanjutkan “Daripada membunuh orang biasa yang tidak ada harganya, atau menyuruhku untuk menumbalkan makhluk Summonku yang berharga, kenapa kau tidak membunuh orang yang kedudukannya tinggi atau orang penting di mata masyarakat dan memajang tubuh kakunya di hadapan semua orang? Dan siapa lagi yang kedudukannya tinggi dan di anggap penting di mata masyarakat jika bukan seorang pemegang Insignia?”.


Apa yang baru saja Winter ucapkan tidak hanya mengejutkan Victor tapi juga Chic.


Mereka berdua sama-sama kagum sekaligus terkejut karena Winter mampu sampai pada jawaban itu dalam waktu yang sangat singkat seolah dia telah merencanakannya sejak awal.


Namun, yang paling membuat mereka berdua terkejut adalah fakta kalau nilai sebuah nyawa tidaklah begitu penting di mata Winter. Memang benar ini adalah sebuah game. Tapi, orang awam pada umumnya tidak akan sampai pada


kesimpulan itu dan mengucapkannya begitu saja seolah itu adalah hal yang wajar.


“Ada apa, kalian berdua tiba-tiba melamun begitu saja?” sadar, Chic dan Victor saling pandang sebelum akhirnya tiba pada kesimpulan yang sama.


““Pantas saja kau menjadi seorang Necromancer””


“Hei... Aku benar-benar tidak suka bagaimana kalian bisa sepaham seperti ini...”


Menarik nafasnya, Victor akhirnya setuju untuk menjalankan Quest bersama “Victor, Killer dengan Total Level 20”.


“Ohh... Killer! Sekali lagi, Winter, Necromancer dengan Total Level 21. Levelku yang paling tinggi jadi aku adalah Ketuanya!”


Melihat mereka yang saling memberitahukan Job Utama dan Total Level mereka, Chic jadi tidak punya pilihan lain “Chic, Pros... Assassin, Total Level 15” memberitahukan Job aslinya jelas masih terasa memalukan. Terlebih setelah mendengar Job Winter dan Victor yang terdengar keren sekaligus fakta kalau Total Level mereka jauh lebih besar membuat Chic merasa lebih minder... “Job Utamanya adalah Prostitute. Jadi kita selalu punya opsi untuk


merayu demi informasi atau serangan dadakan”. “Hei!” usaha Chic untuk menyembunyikan Jobnya pun seketika menjadi sia-sia.


“Prostitute dengan Assassin yah... Jadi itu Build yang ingin kau incar” tidak punya tenaga untuk menjelaskan, Chic hanya bisa mengangguk.


Sejujurnya Chic sama sekali tidak punya tujuan dalam memilih Build macam apa untuk karakternya. Jika saja dia tidak bertemu dengan Winter, maka dia mungkin masih hanya akan memiliki dua Job awal saja.


“Ngomong-ngomong soal Build, Victor, Build macam apa yang kau miliki?”


“Selain Killer aku punya Job Warrior untuk menambah variasi Skill dan juga STR. Scout untuk ‘Danger Sense’ serta ‘Tracking’ yang bekerja sempurna dengan Skill ‘Blood Path’. Serta Assassin untuk...” tersadar kalau dia baru saja membocorkan informasi pribadinya, Victor kembali masuk ke dalam mode waspada.


“Tenang saja, saling bertukar informasi sangatlah penting untuk meningkatkan kerja sama kita... Kalau aku, selain Necromancer aku juga punya Appraiser untuk menilai item. Scout untuk alasan yang sudah jelas. Terakhir adalah Summoner sehingga aku bisa menyimpan bawahan yang kuat”


Dengan memberitahukan informasi tentang Jobnya, Winter telah menunjukkan niatnya untuk bekerja sama dengan Victor. Hal ini juga menunjukkan kalau dia rela memberikan apa saja asal tujuannya bisa tercapai.


“Appraiser yah... Peningkatan statsnya cukup kecil. Tunggu!” seolah baru menyadari sesuatu, Victor mulai memandangi Winter dan Chic secara bergantian “Necromancer dan Prostitute...” walau masih kurang yakin akan


dugaannya, Victor tetap mengatakannya “Heartless Necromancer?” katanya sambil menunjuk Winter “Night Courtesan?” kali ini dia menunjuk Chic.


Heartless Necromancer dan Night Courtesan adalah nama yang Winter dan Chic pakai di forum.


Sebagai Pemain dari fraksi Bayangan, wajar saja bagi Victor untuk bisa mengakses forum yang sama dengan yang Winter dan Chic gunakan. Yang membuat takjub adalah fakta kalau Victor mampu menebak dengan benar hanya dari mendengar Job mereka.


Akan tetapi, hal yang sama juga berlaku untuknya.


“Sungguh dunia yang kecil. Tidak kusangka kita bisa berjumpa secepat ini, Serial Killer” seorang Killer dan tahu tentang Insignia. Sangatlah mudah bagi Winter untuk menghubungkan kedua hal ini dan menebak nama yang


Victor gunakan di forum.


Melihat gaya bicara Winter beserta raut wajah yang dia tunjukkan barusan mengingatkan Chic akan seorang tokoh penjahat yang baru saja Ibunya perankan dan Filmnya masih tayang di bioskop. Di dalam pikirannya Winter bisa menjadi seorang aktris yang hebat jika di latih seperti dirinya.


“Aku yang ingin berkata seperti itu. Aku tidak akan pernah mengira kalau kalian adalah orang yang sama dengan yang ada di forum”


“Hehe, hah... Aku malah bersyukur. Sekarang aku bisa tenang tenang mengingat kalau hubunganmu dengan fraksi Bayangan juga sama dengan diriku”


Dengan tidak ada lagi keraguan, perjalanan pun mereka habiskan dengan saling bertukar informasi sekaligus membahas strategi macam apa yang akan mereka gunakan sesampainya mereka di kota Virtue.


Kota yang berada di dalam wilayah fraksi lawan mereka.


...


Kota Virtue.


Adalah Kota Pemula bagi mereka yang baru memainkan game NFO dan memilih untuk menjadi bagian dari fraksi cahaya.


Baik itu toko Equipment, Potion, hingga Skill Book semua bisa ditemukan di kota ini.


Bagi mereka yang memilih Job tipe produksi, mereka juga bisa menggunakan fasilitas berupa Workshop umum yang bisa mereka gunakan untuk berlatih sekaligus bekerja sampai mereka bisa memiliki Workshop mereka  sendiri.


Sebenarnya hal ini juga sama bagi dua kota lainnya.


Jika ada yang bisa disebutkan sebagai sebuah perbedaan, itu adalah kota itu sendiri.


Dikelilingi oleh dinding putih yang tinggi nan kokoh, adalah sebuah kota putih dengan jalanan yang bersih dan luas serta perumahan di sana semua di tata dengan rapi dan teratur sehingga akan menyusun sebuah formasi yang indah jika dilihat dari atas.


Berbeda dari Kota Shoddy yang jorok atau Kota Neutral yang biasa-biasa saja. Kota Virtue dihias dengan teramat-amat sangat indah sehingga akan banyak orang yang mengira kalau kota Virtue adalah sebuah Ibukota suatu


Kerajaan padahal bukan.


Bukan hanya bagian dalam dinding saja yang terlihat rapi dan indah, bahkan bagian luarnya juga sama.


Dari kejauhan sudah terlihat hamparan ladang yang luas. Sayur mayur serta makanan pokok lainnya tumbuh dengan subur di sana.


Sama seperti bagian dalam kota, jika di lihat dari atas maka akan terlihat kalau semua ladang ini telah di tata dengan rapi hingga membentuk sebuah formasi lainnya yang sangat sedap untuk di pandang.


Sampai di depan gerbang kota adalah rombongan Winter yang datang dengan menggunakan kereta kuda.


Tidak lagi menggunakan pakaian khas gadis desa miliknya ataupun Equipment yang baru saja dia beli, Winter kini hanya mengenakan \ sebagai upayanya untuk menyamar karena Equipment barunya jelas bukanlah sebuah pilihan. Untungnya \ terlihat biasa-biasa saja jadi Winter masih bisa menggunakannya di depan umum.


Chic juga sama. Dia kini tidak menggunakan Equipment barunya dan hanya mengenakan Equipmentnya yang lama.


Victor? Tidak perlu di bahas lagi karena sejak awal dia sudah menyamar dengan hanya berpakaian selayaknya seorang Petualang pada umumnya.


Walau target mereka berada di sebuah desa yang berada di arah barat daya dari kota ini, mereka tetap datang ke sini demi mengumpulkan informasi lebih lanjut. Oleh karena itulah penting bagi mereka untuk menyamar sebagai Party Petualang demi bisa bergerak dengan leluasa di dalam kota.


“Selamat datang ke Kota Virtue, tolong perlihatkan tanda pengenal Anda?”


Berhadapan dengan penjaga gerbang, Winter hanya memperlihatkan pelat besi yang dikalungkan di lehernya. Victor yang duduk di samping Winter juga melakukan hal yang sama. Melihat ini, penjaga gerbang itu pun segera mengizinkan mereka untuk masuk.


Setelah mereka sukses masuk ke kota, barulah Chic yang sedari tadi bersembunyi menampakkan wujudnya. “Kau seharusnya mendaftar menjadi seorang Petualang saja” saran Winter karena bersembunyi setiap kali melewati gerbang itu melelahkan.


“Ya, aku tahu” ucap Chic lelah “Walau ada penjagaan tapi cukup lenggang juga”.


“Itulah gunanya menjadi seorang Petualang. Cukup tunjukkan kalung pelatmu dan kau bisa keluar masuk kota dengan mudah” sambut Victor yang semakin meyakinkan Chic untuk juga ikut mendaftarkan diri menjadi Petualang.


“Kalau soal pertahanan, karena game masih terhitung baru saja di mulai, belum banyak atau mungkin tidak ada orang yang membuat keonaran jadi penjagaan masih terbilang lenggang” melihat ke kiri dan ke kanan, Winter hanya menemukan sedikit prajurit yang sedang berpatroli. Aman mengatakan kalau tingkat kejahatan di kota ini cukup rendah sehingga tidak memerlukan prosedur keamanan yang ketat.


Melewati jalanan yang bersih dan luas, tidak butuh waktu lama bagi Winter untuk menyadari perbedaan besar antara kota Virtue dengan Kota Shoddy.


“Terlalu damai...”


Mengamati para penduduk kota yang berjalan dengan senyuman di wajah, Winter jadi membayangkan bagaimana ekspresi mereka setelah dia dan Partynya selesai dengan urusan mereka.


Name : Winter


Gender/Age : Female/20


Total Level : 21


Race : Human (Lv. 3)


Job :


1.       Necromancer (Lv. 5)


2.       Appraiser (Lv. 5)


3.       Scout (Lv. 4)


4.       Summoner (Lv. 4)


Stats :


(HP : 285) (MP : 485) (STR : 45) (VIT : 25) (AGI : 65) (DEX : 90) (INT : 140) (MND : 115)


....................................................................................................


Name : Chic


Gender/Age : Female/18


Total Level : 15


Race : Human (Lv. 2)


Job :


1.       Prostitute (Lv. 4)


2.       Thief (Lv. 3)


3.       Scout (Lv. 3)


4.       Assassin (Lv. 3)


Stats :


(HP : 360) (MP : 280) (STR : 80) (VIT : 50) (AGI : 110) (DEX : 150) (INT : 20) (MND : 40)


................................................................................


Name : Victor


Gender/Age : Male/20


Total Level : 20


Race : Human (Lv. 3)


Job :


1.       Killer (Lv. 5)


2.       Warrior (Lv. 5)


3.       Scout (Lv. 4)


4.       Assassin (Lv. 3)


Stats :


(HP : 465) (MP : 265) (STR : 175) (VIT : 75) (AGI : 145) (DEX : 145) (INT : 25) (MND : 25)


....................................................................................................