A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 47 : Room Tour



Selesai pulang dari kantor Gubernur, Winter yang awalnya tampak mengantuk setelah mendengar ocehan panjang dari seorang pejabat gendut kini menjadi ceria kembali setelah dirinya sampai di kedai miliknya.


Walau kedai baru akan dibuka besok lusa, tapi segala jenis persiapan seperti dekorasi serta stok minuman telah tersedia. Sekarang hanya tinggal menunggu para pegawai yang Matchmaker bawa untuk menyelesiakan pelatihan mereka barulah kedai baru bisa secara resmi dibuka.


Sambil terus diiringi oleh para Members Familianya, Winter membawa mereka jauh ke dalam kedai yang sebelumnya dia larang untuk didekati.


“Tunggu sebentar” menyelinap masuk ke dalam sebuah pintu, Victor seketika teringat kalau pintu ini telah secara khusus Winter pinta untuk dibangun sekuat mungkin hingga butuh lebih dari sepuluh pukulan penuh dari seorang Barbarian untuk bisa membongkarnya.


Chic dan Matchmaker yang juga mengetahui tentang pintu ini juga menjadi penasaran akan apa sebenarnya yang ada di balik pintu tersebut hingga Winter sangat merahasiakannya.


“Sudah selesai, silahkan masuk!”


Secepat dia masuk, secepat itu juga lah dia keluar.


Dengan senyuman lebar di wajahnya, Winter melambaikan tangannya untuk mengajak semua orang untuk masuk ke dalam.


Dari semua orang yang ada, hanya Chic seorang lah yang langsung merasakan perasaan buruk ketika menyaksikan tingkah Winter yang kekanak-kanakan.


Setelah sebulan lebih bersama Winter, Chic hapal benar kalau Winter sampai bertingkah seperti ini, itu artinya dia mau menunjukkan sesuatu yang menurutnya sangatlah menarik namun pasti akan membuat orang lain sakit kepala.


Membulatkan tekadnya, Chic melangkahkan kakinya mengikuti Winter masuk ke dalam.


Mengikutinya adalah Victor dan yang lain yang baru masuk setelah melihat Chic masuk.


“Apa-apaan itu?” teriak Barbarossa ketika masuk ke dalam sebuah ruangan yang kosong melompong terkecuali sebuah pintu yang ada di seberang ruangan.


Yang membuatnya terkejut adalah pintu itu yang jauh berbeda dari pintu-pintu yang pernah dia lihat di game ini.


Jika pintu-pintu yang lain terbuat dari kayu biasa atau paling tidak terbuat dari logam baja seperti pintu brankas atau pintu penjara. Pintu yang dia lihat sekarang tampak terbuat dari baja yang kuat dan kokoh dengan sentuhan modern yang sangatlah kontras dengan setting game ini yang berada di abad pertengahan. Namun, apa yang membuatnya paling terkejut adalah adanya semacam panel kecil yang ada di samping pintu tersebut.


Tentu saja semua orang juga telah melihat keberadaan panel tersebut dan dibuat terheran-heran bagaimana bisa benda modern seperti itu bisa berada di dalam sebuah game yang memiliki tema abad pertengahan yang kental seperti NFO.


Melihat ekspresi keheranan semua orang, sebuah senyuman seindah bunga merekah di wajah Winter.


Tidak terbayangkan betapa senangnya dirinya ketika kejahilannya mendapatkan reaksi yang memuaskan seperti ini.


Sementara yang lain masih keheranan, Winter berjalan dengan santai mendekati panel yang ada di samping pintu tersebut.


♪... ♪... ♪... ♪... ♪... ♪


Memasukkan kode 6 digit, pintu seketika terbuka sembari memberikan suara elektronik yang khas. Selang beberapa saat pintu pun akhirnya terbuka sempurna dan menampakkan sebuah tabir dari cahaya berwarna putih yang terus saja berputar bagaikan sebuah pusaran air.


Menengok ke belakang, Winter pun berkata “Pintu hanya akan terbuka selama 5 detik” sebelum akhirnya berjalan melewati tabir cahaya itu seolah itu adalah hal yang paling wajar untuk dilakukan.


Walau mereka masih tidak mengerti pintu macam apa itu sebenarnya, Chic dan Victor bergerak cepat menyusul Winter setelah mendengar kalau pintu hanya akan terbuka selama 5 detik. Melihat Chic dan Victor yang langsung berlari, yang lain pun juga segera sadar dan langsung menyusul mereka berdua.


Setelah semua orang berhasil masuk ke dalam dengan aman, suara elektronik kembali terdengar dan pintu pun seketika tertutup dengan rapat.


Tidak peduli dengan pintu yang tertutup di belakang mereka. Semua orang kini sedang dibuat takjub oleh pemandangan yang ada di hadapan mereka.


Lantai dari marmer putih yang bersih berkilau, dinding beton yang dipenuhi oleh dekorasi futuristik yang indah, meja dan sofa modern tertata sedemikian rupa hingga memberikan kesan santai serta dekorasi lainnya yang umum ditemukan di sebuah ruangan santai membuat siapapun yang menginjakkan kaki mereka di ruangan ini akan merasakan ketenangan jiwa dan bawaannya hendak langsung merebahkan diri di atas sofa dan tidak mau melakukan apa-apa selama seharian penuh.


Bahkan Chic, Prim, dan Matchmaker yang terbiasa pergi ke tempat mewah di NFO tidak pernah melihat sebuah ruangan semewah dan semodern seperti ini.


Puas melihat reaksi semua orang, dengan perasaan bahagia Winter pun mulai memberikan penjelasannya.


“Selamat datang di markas Polar Night Familia yang sebenarnya!”


Meskipun Winter pernah mengatakan kalau kedai yang ada di luar hanyalah sekedar kedok belaka, mereka semua mengira kalau markas mereka akan berada di bawah tanah atau semacamnya. Tidak pernah mereka menyangka kalau markas mereka yang sebenarnya adalah seperti ini.


“Apa yang sedang kalian lihat sekarang adalah Common Room atau ruang santai yang seperti namanya, bisa kalian gunakan untuk bersantai ria ketika sedang tidak punya pekerjaan” berjalan mengitari ruang santai, Winter lalu berhenti di depan sebuah layar televisi raksasa yang terpasang di dinding. Menyalakannya, apa yang awalnya mereka kira sebagai layar televisi ternyata adalah sesuatu yang lain “Ini adalah ‘Quest Board’ yang seperti namanya, akan menampilkan segala jenis Familia Quest yang bisa kalian terima dan kerjakan. Karena milik kita


masih level 1, membuat tingkat Familia Quest yang bisa kita terima hanya mencapai tingkat Silver” menggunakan jarinya untuk mengoperasikan layar, kini terlihat tulisan yang memberitahukan kalau ‘Familia Quest’ baru akan bisa


terima dalam waktu 24 jam lagi.


“Heh, apakah ini karena Familia ini baru dibentuk?” meskipun dirinya sedikit kecewa karena tidak bisa melihat Familia Quest, tapi Winter segera kembali riang gembira dan langsung menuju ruangan berikutnya.


Apa yang Winter tunjukkan berikutnya adalah sebuah ruangan yang sedikit lebih kecil dari ruang santai. Di dalamnya sangat minim dengan dekorasi dengan hanya terdapat sebuah meja panjang serta sepuluh buah kursi kantor yang mengelilinginya dengan satu kursi yang tampak lebih baik berada di ujungnya yang juga membelakangi sebuah papan tulis hitam yang terpajang di dinding.


“Apa yang kalian lihat sekarang adalah Meeting Hall atau ruang rapat. Jika kalian bertanya kenapa ruangan ini tampak biasa saja, itu karena aku hanya menghabiskan sedikit uang untuk ruangan ini. Maksudku, untuk apa buang-buang uang pada ruangan semacam ini? Lebih baik uangnya aku alokasikan pada fasilitas lain yang jauh lebih penting dan lebih berguna”


Sambil menunjukkan ketidak senangannya, Winter segera beralih ke ruangan lain karena memang tidak ada lagi yang bisa di lihat di ruangan ini.


Berikutnya adalah sebuah lorong panjang dengan pintu-pintu yang berbaris rapi di kiri dan kanannya serta satu pintu ganda yang berada di ujung lorong.


“Ini adalah Private Room milik kalian. Total ada 10 kamar sama seperti jumlah maksimum anggota Familia. Terkecuali Master Room, setiap kamar memiliki ukuran 2x3 meter persegi dengan tempat penyimpanan pribadi sebanyak 20 Slot yang mampu menampung 20 stack item yang sama. Sedangkan Master Room memiliki ukuran 3x4 meter persegi dengan tempat penyimpanan pribadi sebanyak 30 slot dan 20 stack”


Membuka satu kamar biasa, dapat terlihat kalau kamar itu sangatlah kecil dengan hanya mampu menampung sebuah kasur tunggal serta sebuah lemari kecil.


Karena di dalam game ini tidur tidaklah dibutuhkan, Winter juga menaruh sedikit uang pada Private Room dan hanya menyediakan furniture paling minimal bahkan untuk kamar miliknya sendiri. Karena tidur itu tidak perlu, kamar-kamar pribadi ini nantinya hanya akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan pribadi saja.


Menunjuk sebuah kamar dengan pintu ganda yang adalah Master Room, Winter mendeklarasikan kalau kamar itu adalah miliknya. Tentu saja tidak ada yang keberatan karena memang sebagai Mother dari Familia ini, Winter pantas mendapatkan kamar terbaik.


“Untuk kamar yang ada di samping kamarku itu untuk Chic dan Victor. Sedangkan kamar yang lain silahkan tentukan sendiri”


Merogoh ke dalam penyimpanannya, Winter mengeluarkan setumpuk kartu mirip kartu kredit lalu membagikannya kepada semua orang.


“Ini adalah kunci kamar kalian. Tolong jangan dihilangkan dan ingatlah kalau Master Key berada di tanganku”


Setelah semua orang selesai memilih kamar masing-masing, tur pun kembali dilanjutkan.


Apa yang Winter tunjukkan selanjutnya adalah sesuatu yang sudah dinanti-nantikan oleh seseorang.


“Ini adalah Alchemy Work-” belum sempat Winter selesai bicara, Silvia segera menerobos masuk dengan senyuman lebar di wajahnya “-shop... Aku tahu kau sangat menantikan ini. Tapi, bisakah kau menungguku untuk selesai menjelaskan?”.


Tidak memedulikan Winter yang memasang ekspresi kesal di wajahnya, dengan mata yang bercahaya Silvia berkeliling ruangan bagaikan seorang anak kecil yang baru mendapatkan kamar pribadinya sendiri.


Menyaksikan tingkah Silvia yang mirip seperti Winter beberapa waktu yang lalu, yang lain hanya bisa diam sembari menunggu Silvia selesai mengagumi ruangan yang kelak akan menjadi ruang tempatnya bekerja.


Tidak seperti dua ruangan sebelumnya, Winter menginvestasikan banyak uang untuk Alchemy Workshop karena memang ini termasuk ke dalam fasilitas yang krusial bagi perkembangan Familia miliknya.


Tanpa bersikap pelit, Winter membeli semua perlengkapan terbaik yang bisa dia beli hingga membuat Alchemy Workshop ini tampak seperti sebuah laboratorium modern yang dipenuhi oleh alat-alat kimia serta perlengkapan meramu lainnya yang setengahnya Winter sendiri tidak tahu apa gunanya.


Selain itu, terdapat juga lemari khusus untuk menyimpan material yang mempunyai total 100 slot yang mampu menampung 50 item yang sama.


Meski namanya adalah Alchemy Workshop, berkat semua peralatan yang Winter beli. Workshop ini juga bisa digunakan oleh mereka dengan Job Herbalist dan sejenisnya.


Winter sekarang hanya berharap kalau Silvia mampu menggunakan semua fasilitas yang dia berikan secara maksimal sehingga investasinya tidak terbuang sia-sia.


Tidak menunggu Silvia untuk tenang, Winter menyuruh Barbarossa untuk segera menariknya keluar karena masih ada ruangan lain yang harus diperiksa. Walau enggan, Silvia tidak bisa melawan ketika lengan Barbarossa yang kekar menarik tubuhnya yang ramping keluar dari surga pribadinya.


Tidak jauh dari Alchemy Workshop adalah sebuah Workshop lainnya.


Mendapatkan perlakuan yang sama dengan Alchemy Workshop, Blacksmith Workshop juga dilengkapi dengan segala jenis perlengkapan terbaik yang tidak kalah dengan Workshop seorang Blacksmith terkemuka.


Karena perlengkapan yang sangat lengkap, bukan hanya Job Blacksmith saja yang bisa menikmati Workshop ini, mereka yang memiliki Job seperti Tailor dan Tinker juga bisa menggunakannya.


Hanya saja...


“Apakah kau benar-benar tidak bisa menemukan seorang Blacksmith atau bahkan seorang Tailor?”


Dengan senyuman bersalah di wajahnya, Matchmaker sama sekali tidak bisa membuat alasan “Maaf, aku sudah mencari ke seluruh Kota Shoddy namun tidak bisa menemukan Pemain yang kau inginkan”.


“Hah...” meski tahu kalau mencari personel yang kompeten itu susah, tapi Winter memang sedang membutuhkan Members yang mampu membuat Equipment secepat mungkit. Karena mencari di daerah sendiri itu tidak mungkin, maka tidak ada pilihan lain selain mencari pekerja dari tanah asing.


“Kalau di kota ini mustahil, maka cepat cari ke kota lain atau bahkan fraksi lain. Kalau perlu kau boleh menggunakan namaku untuk menarik perhatian mereka. Aku ingin kau sudah kembali dengan kabar yang memuaskan sebelum Event dimulai”


Menegakkan punggungnya, merapatkan kakinya, lalu memberikan salam hormat, Matchmaker menjawab “Siap Boss!” sembari menirukan seorang prajurit terlatih yang sayang harus rusak oleh baju berkilauan yang dia kenakan.


Selesai melihat-lihat Workshop, Winter lanjut membawa para Members untuk melihat ruangan lainnya.


Berjalan melewati lorong yang cukup panjang, mereka melewati sebuah pintu baja besar yang tingginya mencapai 5 meter lebih. Sama seperti pintu masuk, terdapat panel yang berada tepat di samping pintu tersebut.


Menyadari semua orang melirik ke arah pintu itu, sebuah penjelasan singkat pun diberikan.


“Itu adalah Storage Room. Mampu menampung total 500 slot serta 99 item yang serupa. Selain diriku atau orang yang aku izinkan, tidak ada yang boleh memasukinya”


Karena ruangan itu hanyalah sekedar gudang belaka, Winter tidak mau repot-repot membukanya dan langsung menuju ruangan berikutnya.


Sampai di depan sebuah pintu ganda, pintu itu secara otomatis terbuka sendiri ketika Winter berdiri tepat dihadapannya.


Apa yang terlihat di balik pintu tersebut adalah sebuah ruangan kantor yang sangatlah futuristik lengkap dengan sebuah meja mewah yang dilengkapi sebuah komputer canggih serta sebuah layar monitor lebar yang berada tepat dibelakang meja tersebut yang kini sedang menampilkan logo dari Polar Night Familia.


“Ini adalah Control Room atau aman dikatakan kalau ini adalah kantor tempat aku akan bekerja. Ketika aku tidak sedang sibuk leveling atau menjalankan Quest, kalian bisa menemukanku disini”


Selesai memberikan penjelasannya, Winter hendak segera menuju ruangan terakhir sebelum pundaknya dipegang oleh Chic yang menampilkan ekspresi seolah meminta sebuah penjelasan.


“Sedari aku hendak bertanya, bagaimana bisa ada komputer di dunia fantasi abad pertengahan?”


Mewakili semua orang, Chic akhirnya menanyakan sebuah pertanyaan yang telah mengganggu mereka semenjak mereka menginjakkan kaki di markas ini.


Melihat kalau semua orang mengharapkan penjelasan dari dirinya, Winter hanya bisa mengehela nafas pasrah.


“Kalian semua tahu kalau ada Job baru yang bernama Tinker kan?” melihat mereka semua mengangguk, Winter pun melanjutkan “Inti utama dari Job Tinker adalah memungkinkan Pemain untuk mengutak-atik mesin. Jadi wajar saja jika mulai sekarang kalian semua akan menemukan benda-benda elektronik mulai bermunculan di pasaran juga... Aku membeli semua ini langsung dari Menu gamenya. Jadi jangan tanya aku darimana semua barang eletronik ini berasal karena semuanya disediakan langsung oleh game”.


Selesai mendengarkan penjelasan dari Winter. Berbagai macam spekulasi mulai bermunculan di kepala mereka.


Jika apa yang Winter katakan itu benar, maka komputer yang mereka lihat sekarang bisa saja adalah karya seorang Tinker profesional. Jika itu benar adanya, maka itu artinya Job Tinker memiliki potensi untuk menciptakan kembali segala jenis barang elektronik yang ada di dunia nyata di dalam game yang kental dengan tema fantasi abad pertengahan.


Membayangkan kalau kelak akan ada kendaraan seperti mobil atau bahkan helikopter melaju dengan bebas di tengah-tengah pemandangan fantasi, beberapa menjadi bersemangat sementara yang lainnya segera menggelengkan kepala mereka berusaha untuk melupakan bayangan itu dari kepala mereka.


Tanpa memedulikan Members yang lain, Winter segera mengajak mereka menuju ruangan terakhir yang harus mereka lihat.


Melewati lorong yang panjang, mereka akhirnya tiba di depan sebuah elevator yang akan menghantarkan mereka menuju ke lantai bawah.


Tidak lagi terkejut akan keberadaan elevator di hadapan mereka, secara tertib mereka bergiliran menggunakan elevator karena kapasitasnya hanya bisa menampung sebanyak 5 orang penumpang saja.


Dengan Prim dan Barbarossa yang mengalah, yang lainnya pun segera mengikuti Winter untuk masuk kedalam elevator yang turun jauh ke bawah tanah.


Ting♪ Ketika pintu elevator terbuka, betapa terkejutnya mereka akan pemandangan yang sedang mereka lihat. Meski senang akan reaksi mereka, Winter tidak segera memberikan penjelasannya karena dia masih menunggu Prim dan Barbarossa untuk turun ke bawah karena dia tidak mau menjelaskan lebih dari sekali.


Saat Prim dan Barbarossa akhirnya tiba, ekspresi terkejut yang sama mereka tampilkan di wajah mereka.


Apa yang sedang mereka lihat sekarang adalah sebuah ruangan yang sangat luas. Barbarossa bahkan memperkirakan kalau ruangan ini luasnya setara dengan sebuah stadion sepak bola kelas internasional.


Terlihat tiang-tiang tinggi berdiri yang mengelilingi sebuah lapangan kecil seukuran lapangan futsal. Total ada empat lapangan seperti itu yang masing-masing berada di empat arah mata angin. Satu lapangan memiliki boneka kayu yang berdiri pada interval tertentu, satu lapangan memiliki target sasaran pada salah satu sisinya, satu lapangan tampak kosong melompong tanpa ada apa-apa selain lantainya yang terbuat dari tanah, dan satu lapangan lagi memiliki lantai kayu dengan sebuah arena bulat kecil di tengahnya.


Berdiri tepat di tengah-tengah keempat lapangan itu adalah sebuah arena besar berbentuk persegi yang dikelilingi oleh tiang-tiang lainnya yang jauh lebih panjang dari tiang dari keempat lapangan yang mengelilinginya.


“Yang itu adalah Training Ground untuk berlatih pedang atau senjata lainnya, kalau ingin melatih akurasi ada Firing Range, jika hanya ingin sekedar melakukan eksperimen senjata baru atau semacamnya ada Simulation Area, kalau kalian ingin belajar ilmu bela diri, ada Dojo. Dan yang ditengah sana adalah Battle Arena jika kalian ingin PvP untuk mengetes kemampuan masing-masing”


Selesai memberitahukan fungsi dari setiap lapangan yang ada, Winter lalu lanjut memberikan penjelasan singkat mengenai bagaimana cara menggunakan lapangan tersebut.


“Jika kalian ingin menggunakannya, cukup tekan panel yang ada di sini dan nantinya akan ada layar pelindung yang akan keluar dari tiang-tiang ini sehingga tidak peduli seberapa gila kalian di dalam sana, itu tidak akan mempengaruhi yang lainnya. Oh, iya. Jika kalian menginginkan privasi, layar ini juga bisa dibuat agar orang dari luar tidak bisa melihat apa yang kalian lakukan di dalam sehingga kalian bisa melakukan eksperimen atau berlatih dengan tenang”


Mendengarkan penjelasan dari Winter, tidak diragukan lagi kalau banyak uang telah dia keluarkan hanya untuk membangun tempat ini.


Akan tetapi, mengingat kegunaan tempat ini. Membuat semua orang setuju kalau semua uang yang dikeluarkan tidaklah terbuang sia-sia.


Terutama Silvia, dia yang adalah seorang Alchemist tahu kalau ada banyak sekali item yang dia tidak akan pernah tahu potensi mereka yang sebenarnya sebelum mencobanya. Keberadaan Simulation Area adalah sebuah kabar yang sangat baik di telinganya.


Melihat wajah puas semua orang, Winter pun juga turut senang.


Walau keuangannya sekarang dalam kondisi merah, tapi karena ini adalah pengeluaran yang penting. Tidak ada perasaan menyesal dihatinya.


“Baiklah, karena kita sudah selesai melihat-lihat. Saatnya kita untuk kembali ke Meeting Hall karena ada sesuatu yang penting yang harus aku katakan”


Menuruti perintah dari Winter, mereka semua pun segera berjalan kembali menuju Meeting Hall.


Disana mereka segera duduk di kursi masing-masing sementara Winter sendiri sedang berdiri di depan papan tulis dengan sebatang kapur putih di tangan.


Cit... Cit... menggoreskan kapurnya dengan cepat, sebuah gambar sederhana pun tercipta dan Winter pun segera kembali memberikan penjelasannya.


“Ini adalah kedai yang ada di depan sementara yang ini ada markas tempat kita berada sekarang” melingkari gambar ‘Markas’ Winter juga menuliskan kata ‘Rahasia’ tepat di bawahnya “Karena markas ini spesial, maka dari itu tidak boleh ada orang luar yang boleh mengetahui keberadaan markas ini. Biarkan mereka menganggap kalau kedai di depan adalah markas kita yang sebenarnya”.


Melihat semua orang mengangguk setuju, Winter hendak melanjutkan namun terhenti ketika melihat Chic mengangkat tangannya. Tahu kalau Chic hendak bertanya, Winter pun mengijinkannya untuk bicara.


“Aku tahu betapa pentingnya untuk menjaga lokasi markas kita yang sebenarnya. Namun apa yang kau maksud dengan markas ini Spesial?”


Karena tidak ada yang perlu disembunyikan, Winter pun memberitahukan semuanya. “Kau lihat semua fasilitas yang markas ini miliki?” melihat semua orang mengangguk, Winter pun memberitahukan sebuah fakta yang mencengangkan “Markas Familia yang lain tidak akan selengkap ini” mendengar hal ini, selain Victor dan Matchmaker, yang lain tampak masih belum paham sehingga Winter terpaksa menambahkan “Ingat kalau


setiap Housing memiliki ukuran dan tingkatan masing-masing? Markas ini termasuk ke dalam Housing tertinggi yang bisa kau dapatkan!”.


Seketika semua orang akhirnya paham kenapa Winter mengatakan kalau markas ini spesial.


Jika Familia yang lain hanya memiliki rumah biasa yang minim akan fasilitas sebagai markas, markas mereka yang luas dan lengkap akan fasilitas terbaik memang bagaikan langit dan bumi.


Siapapun yang mengetahui kehebatan markas mereka pasti akan merasa iri dan akan berencana untuk merebut markas ini.


“Markas sehebat ini, memangnya darimana kau mendapatkannya?” atas pertanyaan Prim, Winter pun menjawab dengan santainya “Ini hadiah dari Quest pribadiku”.


Mendengar ini, Chic, Victor, Prim, Matchmaker, serta Barbarossa yang adalah pemegang Insignia sontak terkejut. Mereka yang juga telah menyelesaikan Quest pribadi sama-sama tidak mempercayai kalau Quest semacam ini bisa memberikanmu sebuah Housing tingkat tinggi.


Melihat ekspresi mereka semua, Winter pun tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya.


“Kalian terkejut seperti itu, memangnya hadiah macam apa yang kalian terima?”


“Aksesoris” ucap Chic sambil menunjukkan sebuah kalung di lehernya. “Senjata” ucap Victor dan Barbarossa sambil menunjukkan senjata mereka masing-masing. “Aku dapat item” merogoh penyimpanannya, Prim pun memamerkan sebuah cermin tangan yang sangat cantik. Untuk Matchmaker, dia hanya berdiri sambil menunjukkan pakaian yang sedang dia kenakan.


Ketika semua orang sedang memamerkan hadiah mereka masing-masing, Silvia yang sedari tadi diam akhirnya mengangkat tangannya.


“Quest pribadi apa yang sedari tadi kalian maksud?”