A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 38 : Treasure Hunt



Seketika sebuah cahaya terang menderang menyinari seluruh pemakaman yang gelap dan suram.


Ketika cahaya terang itu memudar, apa yang dulunya adalah batu nisan kelabu yang ditutupi oleh akar pohon yang layu kini berganti menjadi batu nisan biasa tanpa ada satu benda pun yang menempel padanya.


Hal yang sama juga terjadi pada daerah sekitar.


Apa yang dulunya area pemakaman yang ditumbuhi oleh pepohonan yang lebat kini hanya tersisa pemandangan batu nisan yang saling berjejer saja tanpa terlihat adanya pepohonan yang dulunya tumbuh subur di sana.


Jika di lihat dari atas langit, maka akan tampak jelas kalau sebuah lubang tercipta di tengah-tengah lautan pepohonan yang lebat.


Berdiri di tengah-tengah itu semua, Winter mengeluarkan nafas lega.


Kembali ke beberapa menit yang lalu...


Terus menjelajah hingga ke bagian Hutan Keramat yang paling dalam, Winter yang ditemani oleh Guardian Angel seketika berada dalam masalah besar ketika ada ratusan Mobs ganas yang mengepung mereka.


Mereka adalah gabungan antara ras Undead seperti Zombie dan Ghost dan juga ras Beast yang terdiri dari Serigala berkepala dua dan Kera dengan cakar yang beracun.


Dikepung oleh ratusan Mobs ganas yang mengincar dirinya, bahkan orang seperti Winter juga bisa berkeringat dingin.


“Summon : Saber” “Summon : Sky” Summon : Blizzard”


Memanggil Saber si Sword Bear, Sky si Fire Bird, serta Blizzard si Wolf Leader.


Mereka bertiga dulunya adalah Mobs Langka yang dengan julukan yang berbeda namun kini mereka tidak lebih dari Makhluk Summon milik Winter.


Dengan memanggil mereka bertiga, Winter berharap kalau setidaknya mereka bisa mengulur waktu.


Sementara ketiga Makhluk Summonnya sibuk bertarung, Winter yang masih berada di dalam perlindungan Guardian Angel mulai menggunakan Skill terkuat yang dia miliki.


Itu adalah Skill yang termasuk ke dalam \ yang selain memakan banyak MP, waktu melafalkannya juga terbilang cukup lama.


Menghujamkan tongkatnya ke atas tanah, seketika sebuah lingkaran sihir berwarna putih bersinar terang menerangi hutan yang gelap. Melihat ada huruf-huruf yang melayang tepat di depan matanya, secara refleks mulut Winter bergerak sendiri untuk membaca huruf-huruf yang sejatinya tidak Winter kenali.


Sadar kalau semua ini terjadi secara otomatis, Winter pun tidak melawan dan hanya membiarkan tubuhnya yang bergerak sendiri tanpa bisa dia kendalikan.


Boom! Ledakan keras bergema ketika sebuah lengan besar menghantam kubah pelindung yang melindungi Winter dari dunia luar yang kejam.


Total 750 kerusakan tercipta namun kubah pelindung masih tetap berdiri kokoh karena total nyawa yang kubah pelindung miliki adalah 2.640.


Scratch... sesuatu mencakar kubah pelindung yang menghasilkan suara yang tidak mengenakkan seperti seseorang yang dengan sengaja menggores papan tulis.


Terlihat 442 kerusakan kembali tercipta yang kembali membawa nyawa kubah pelindung untuk turun menjadi 1.448.


Walau Winter telah mengirim Saber dan yang lain untuk menyibukkan musuh, tetap saja mustahil bagi 3 ekor Mobs untuk melawan ratusan Mobs lain secara bersamaan.


Berkat itu nyawa kubah pelindung hasil dari Skill “Protection Ground” terus saja menurun karena serangan yang datang bertubi-tubi.


Retakan yang mengkhawatirkan mulai tampak ketika nyawa dari kubah pelindung hanya tinggal kurang dari 1.000 saja.


Untungnya, sebelum retakan bertambah lebar. Skill “Illuminate The World” akhirnya diaktifkan.


[Illuminate the World]


MP : 300 CD : 1 jam


Grade : Tier-6Spells


Stats : INT (Range) MND (Power)


Element : Light, Magic Attack


Spells Effect : Menerangi seluruh area dengan cahaya suci yang memurnikan kebatilan (Undead x5)


Effective Range : 30meter.


Damage : INT + MND + 100%


Effective : Dark


Cahaya terang mulai menyapu seluruh area sejauh 30 meter dengan Winter sebagai pusatnya.


Dengan total rata-rata 1.260 kerusakan menghantam para Mobs dari ras Beast sementara para Undead harus sirna dengan total 6.300 kerusakan.


Walau banyak Mobs yang musnah karena Skill ini, tidak sedikit dari mereka terutama yang berasal dari ras Beast yang masih berdiri walau dalam keadaan sekarat. Itu pun tidak berlangsung lama karena ada 3 Makhluk Summon yang dengan cekatan menjadikan mereka sebagai butiran cahaya.


“Huh...” menghela nafasnya, Winter yang hendak menenggak MP Potion seketika terhenti ketika menyaksikan kalau pohon-pohon yang awalnya memenuhi pandangan matanya kini sirna tidak bersisa.


Menyaksikan area pemakaman yang bersih dari tanaman, sebuah teori terlintas di kepala Winter “Apakah seluruh tanaman di sekitar sini sebenarnya adalah Undead?”. Demi menguji teorinya, sebuah “Positive Energy” pun ditembakkan ke arah pohon yang jaraknya cukup jauh dari tempat dirinya berdiri.


Krak! Seketika batang pohon itu pecah menjadi butiran debu ketika bola dari energi positif menghantam tubuhnya. Dengan angka 600 kerusakan melayang di atasnya, Winter pun mengangguk puas ketika mengetahui kalau teorinya telah terbukti benar adanya.


“Sekarang, apa yang harus aku lakukan?”


Tujuan awal Winter datang-datang jauh ke Hutan Keramat adalah untuk menjalankan sebuah Quest yang mengharuskannya untuk mencari harta karun.


Sepanjang perjalanan dia tiada hentinya diserang oleh banyak sekali Mobs ganas yang membuat penjelajahan menjadi sangat menantang.


Semua itu biasa saja sampai ‘Hutan’ itu sendiri ternyata juga adalah Mobs yang ganas.


Walau dirinya tidak pernah diserang secara langsung, Winter curiga kalau seluruh ‘Hutan’ mampu bergerak sendiri dan dengan sesuka hati mampu membuka sekaligus menutup jalan yang bisa Winter lalui.


Singkatnya, seluruh Hutan Keramat sejatinya adalah sebuah labirin raksasa yang rutenya selalu berubah-rubah tanpa ada yang bisa menebak kemana mereka sebenarnya menuju.


“Hah...” meski dirinya sekarang tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Itu tidak membuat perbedaan apa-apa terkecuali Winter sekarang tahu kalau seluruh ‘Hutan’ adalah musuhnya.


Tidak tahu harus berbuat apa, Winter pun memilih untuk duduk di atas batu nisan untuk berpikir selagi Guardian Angel memperbaiki kubah pelindung sementara ketiga Makhluk Summon yang lain berkeliling untuk mengumpulkan semua barang drop yang terjatuh.


Berpikir dengan keras, Winter berhasil memikirkan beberapa cara tapi dia tidak tahu apakah mereka akan efektif atau tidak sebelum dia mencobanya.


“Positive Aura”


Menyelimuti tubuhnya dengan cahaya suci, tidak lupa Winter juga memerintahkan Guardian Angel untuk membatalkan “Protection Ground” sebelum akhirnya mengaktifkannya kembali.


Memang benar kubah pelindung yang rusak bisa diperbaiki kembali. Hanya saja itu memakan waktu yang terlalu lama sehingga Winter mulai sekarang hanya akan memilih cara yang tercepat saja.


Selanjutnya Winter memerintahkan Sky untuk terbang tinggi ke udara untuk melihat area sekitar. Menggunakan “Vision Sharing” Winter kini mampu melihat apa yang Sky lihat.


“Oh, tinggal lurus saja!”


Melihat dari pandangan mata Sky, Winter sukses menemukan sebuah reruntuhan kuno yang menyembul keluar dari lautan hutan. Memperkirakan jaraknya, butuh setidaknya setengah hari bagi Winter untuk bisa sampai ke sana


dengan berjalan kaki.


Berkat Armor baru yang Winter pesan untuk Blizzard, bukan hanya pertahanan Blizzard kini meningkat tapi Armor tersebut juga bisa berfungsi sebagai pelana yang memungkinkan Blizzard untuk bisa ditunggangi dengan nyaman.


Naik ke atas punggung Blizzard, sontak Winter berteriak “Maju, Blizzard!” dengan sepenuh hati seolah dirinya adalah seorang penunggang kuda.


Bukan Makhluk Summon namanya jika mereka tidak mau menuruti perintah tuan mereka.


Menuruti perintah Winter, Woof! Jawab Blizzard sebelum dirinya melesat kencang di tengah hutan belantara. Blizzard berlari begitu kencang hingga Guardian Angel yang sejatinya selalu terbang melayang sampai kesusahan untuk mengikutinya sementara Saber yang adalah seekor beruang gemuk kini sudah tertinggal jauh ke belakang.


“Hahaha...♪ Hahahahaa...♪” suara tawa membahana terdengar jelas di dalam hutan yang kelam.


Berkat “Postive Aura” yang menyelimuti tubuhnya, membuat dahan-dahan pohon yang seharusnya menghalanginya seketika sirna setelah menyentuh tubuh Winter sehingga membuatnya tidak terluka. Sementara batang-batang pohon yang besar secara otomatis dihindari oleh Blizzard yang tidak di sangka sangat gesit walau sedang melaju dengan sangat cepat.


Berkat arahan dari Sky, membuat Winter bisa tahu kalau jalan yang dia tuju memang adalah jalan yang benar.


Dengan tidak ada lagi hal yang bisa menghalanginya. Hal ini memungkinkan Winter untuk bisa menikmati melaju di atas punggung Blizzard tanpa perlu memedulikan lingkungan sekitar yang secara bersamaan membuat suara


tawanya semakin menjadi.


“Hahahaha... Wooohooo...!!! Cepat! Lebih cepat! Hahahaha....!!!”


Jika ada orang lain yang mendengarnya, sudah dipastikan bulu kuduk mereka akan berdiri serta keringat dingin akan membasahi tubuh mereka.


Bagaimana tidak?


Ketika kau berada di tengah hutan yang angker dan suram dan tiba-tiba saja terdengar suara tawa yang entah datang dari mana.


Jika kau tidak merasa takut maka setidaknya kau pasti akan langsung masuk ke dalam mode siaga.


Suara tawa itu begitu menggelegar keras sehingga orang yang sudah mati sekalipun seketika pasti akan langsung bangun ketika mendengarnya.


Itu bukanlah sekedar kiasan belaka melainkan hal yang sekarang benar-benar sedang terjadi.


Tangan-tangan membusuk menyembul keluar dari dalam tanah pemakaman. Sosok-sosok mayat yang telah menjadi Zombie satu-persatu terbangun dari tidur panjang mereka.


Dengan langkah yang kikuk mereka berjalan mendekati sumber suara tawa yang membangunkan mereka.


Sementara para Undead mulai bermunculan, si pelaku yang menyebabkan ini semua terus saja tertawa riang karena merasakan terpaan angin di wajahnya yang menampilkan sebuah senyuman lebar.


Berasa seolah dirinya sedang naik roller coaster, Winter menikmati setiap detik yang dia rasakan ketika sedang berada di atas punggung Blizzard yang sedang melaju kencang meliuk-liuk menghindari pepohonan serta batu nisan yang menjadi rintangan.


Bertingkah seolah dia adalah seorang anak kecil, Winter menikmati setiap detik yang ada karena ini adalah sebuah sensasi yang tidak mungkin dan tidak akan pernah bisa dia rasakan di dunia nyata.


Dengan arahan dari Sky serta Blizzard yang melaju kencang, apa yang seharusnya membutuhkan setengah hari dengan berjalan kaki kini berkurang sepenuhnya hingga dalam kurun waktu setengah jam saja Winter sudah sampai di depan reruntuhan.


“Ah...” menyesal karena sekarang dirinya harus berhenti dari kesenangannya. Tidak butuh waktu lama bagi Winter untuk memasang muka serius karena ada Quest yang harus dia jalankan.


Melihat dari dekat, barulah Winter sadar kalau reruntuhan yang ada di hadapannya sejatinya adalah sebuah desa yang kini sudah terbengkalai dan kini dimakan oleh tumbuhan yang tumbuh dengan suburnya.


Menyisir seluruh area sekitar, tidak terlihat adanya batu nisan yang menyembul.


Sadar kalau dirinya sudah keluar dari area pemakaman, Winter pun melangkahkan kakinya untuk menjelajahi daerah yang tidak lagi memiliki kehidupan.


Berkat “Surrounding Awareness” Winter sukses menemukan banyak sekali item yang tersebar di seluruh sudut reruntuhan.


\ \ \


Tanpa mengurangi lajunya Winter mengambil semua yang bisa dia ambil.


Mengumpulkan semua item yang tersebar dengan senyuman lebar di wajahnya, setelah terkumpul banyak barulah senyuman itu digantikan dengan ekspresi serius.


Bukan karena Undead yang kini kian mendekat (Winter belum menyadarinya) tapi karena dari semua item yang berhasil dikumpulkan, semuanya tanpa terkecuali adalah item penyembuhan.


Kembali melihat sekeliling, selain rumah-rumah batu yang tinggal sejarah. Tempat ini sejatinya adalah sebuah area terbuka tanpa adanya pepohonan yang menghalangi.


Sebuah reruntuhan kuno di sebuah area yang luas serta terdapat segala jenis item penyembuh yang tersebar di segala penjuru.


Jika kau adalah seorang Gamer maka jelas sudah apa yang sebentar lagi akan terjadi.


Grrraaooo.... Grrroaaa....


Suara erangan para Zombie seketika memenuhi seluruh penjuru.


Keluar dari dalam hutan adalah ratusan Zombie yang beradatangan bagaikan sebuah gelombang air yang siap menerjang Winter yang rentan.


Mengira ini adalah bagian dari skenario, tidak curiga sama sekali kalau semua Zombie itu datang adalah murni karena dirinya sendiri.


Dum! Dum! Dum!


Suara langkah kaki yang berat dan menggentarkan bumi seketika mengalihkan perhatian Winter dari para Zombie yang berdatangan. Dum! Dum! Dum! Suara langkah itu terdengar kian mendekat sementara Winter memulai persiapannya.


Menenggak habis sebuah MP potion, HP Potion pun dia siramkan kepada para Makhluk Summonnya yang kehilangan beberapa HP mereka dari pertempuran sebelumnya. Menyiramkan sebotol MP potion kepada Guardian Angel, persiapan Winter pun akhirnya selesai.


Bersiap siaga, Winter pun menyambut tamu yang datang.


Dum! Dum! Dum!


Total lima kaki yang tampak seperti kaki gajah mengentak-hentak tanah sembari membawa sebuah tubuh besar di atasnya. Melihat dari dekat, “Jijik!” itulah yang Winter teriakkan karena sosok yang dia lihat memang sebegitu menjijikan.


Dengan kulit berwarna pink cerah seperti janin yang baru lahir, tampak jelas sebuah urat nadi berwarna kebiruan menyembul keluar sambil berdenyut-denyut yang membuat bulu kuduk merinding melihatnya.


Tubuhnya bulat seperti bola daging namun juga penuh dengan kerutan sehingga membuatnya lebih tampak seperti sebuah otak besar yang berjalan dengan lima buah kaki yang besar dan tebal.


Tidak terlihat adanya mata, hidung, ataupun telinga pada tubuh makhluk menjijikan itu.


Apa yang tampak adalah sebuah mulut besar menganga pada bagian bawah tubuh makhluk itu. Dari mulut yang menganga tampak jelas deretan gigi taring kekuningan dan terdapat sebuah bercak hitam pada bagian ujung setiap gigi yang ada.


Kuuaaaakkkk!!!!


Sebuah teriakan yang melengking keluar dari mulut makhluk itu seolah dirinya sedang memperkenalkan dirinya di hadapan semua orang.


Itulah dia, sang Mobs Langka sekaligus Boss Area di Hutan Keramat.


Deformed Atrocity Lv. 50


Tidak salah lagi, dia adalah lawan terkuat yang pernah Winter lihat secara langsung.


Dan sekarang, dengan ratusan Zombie yang mengepungnya sehingga melarikan diri adalah mustahil. Winter seorang diri harus melawan sebuah Boss yang sejatinya harus di lawan oleh sebuah Party level tinggi.