
Kembali ke kota, Winter bersama dengan Chic yang telah menyelesaikan Quest mereka langsung menuju ke gang tempat si pria bertudung telah menunggu.
“Ya ampun, ya ampun, kalau kalian kembali secepat ini, apakah ini pertanda baik atau pertanda buruk yang akan aku terima?”
Tidak menjawab pertanyaan tersebut, pria itu malah menerima sebuah item dari Winter.
Hanya sekilas melihatnya sudah cukup untuk membuat pria itu terkejut bukan kepalang.
Apa yang Winter berikan kepadanya adalah sebuah insignia yang terbuat dari perak murni berbentuk segi delapan dengan lambang tiga buah pedang terukir di permukaannya.
Seolah tidak percaya, pria itu menatap Winter untuk meminta konfirmasi. Hanya untuk mendapatkan tatapan tajam dari mata Winter yang merah menyala.
Dengan suara pelan, Winter pun berkata... “Kau tahu apa artinya, kan?”.
Di bawah tatapan Winter, pria itu tanpa sadar menelan ludahnya hingga suaranya terdengar dengan jelas.
Dengan tangan yang gemetar pria itu merogoh dalam sakunya dan menyerahkan dua kantung penuh uang kepada Winter.
“Terima kasih, atas kerja kerasnya. Ini adalah bayaran sekaligus bonus tambahan atas semua masalah yang telah Anda lalui”
Walau heran kenapa sikap pria itu tiba-tiba saja berubah, itu bukanlah hal yang harus dia pikirkan dengan keras. Menerima bayarannya yang kini menjadi 100.000 G, Winter bersama Chic lalu pergi meninggalkan si pria itu sendirian.
Setelah sosok Winter dan Chic sudah tidak terlihat lagi, pria itu mengusap keringat dingin di wajahnya yang masih ditutupi oleh tudung dengan lengan bajunya.
...
“Hei, Winter. Apakah kau tahu apa insignia itu sebenarnya?”
Berhenti di sebuah gang sempit lainnya, Winter lalu membagi dua bayaran dari Quest yang baru mereka selesaikan dan menyerahkan bagian Chic yang sebanyak 50.000 G.
Menerimanya, Chic tidak lupa bertanya kepada Winter tentang makna sebenarnya dari insignia yang mereka temukan di dalam rumah Bahar tepatnya berada di dalam lemari bersama dengan sebuah Armor tua yang sudah
rusak parah.
Walau Chic telah bertanya dengan serius, Winter hanya menjawabnya dengan santai.
“Sudah jelas kan. Pria yang baru saja kita bunuh adalah seorang veteran perang dari fraksi cahaya. Dan insignia tersebut menunjukkan pangkatnya. Untuk sususan militer mereka, aku tidak tahu. Untuk alasan kenapa seorang dari fraksi cahaya bisa berada di sini, itu semua berada di buku harian ini”
Winter lalu menunjukkan sebuah buku harian kecil dengan sampul kulit yang mulai berjamur.
Itu wajar, karena mereka menemukan buku harian tersebut tergeletak begitu saja di atas lantai yang telah kotor oleh berbagai macam hal termasuk alkohol yang tumpah.
Untungnya isinya masih bisa di baca.
Tanpa ragu Winter segera membacanya sampai ke halaman terakhir. Sementara itu, Chic menolak untuk membacanya karena dia takut merasa bersalah setelah tahu masa lalu dari orang yang kini sudah menjadi mayat.
Kematian dari orang yang kau kenal, terasa jauh lebih berat ketimbang kematian orang yang tidak kau kenal.
“Kurasa lebih baik kita sampai di sini saja. Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi di depan Guild Petualang jam enam pagi waktu dunia nyata?”
“Yah, aku juga sudah lelah. Aku akan kembali ke toko lalu Log Out”
Berpisah, Winter segera Log Out sementara Chic menyempatkan dirinya untuk kembali ke toko ‘The First Night’ untuk membasuh dirinya dari bau alkohol yang melekat padanya.
Sedikit dia tahu kalau keputusannya malah membuat para rekan kerjanya salah mengira kalau dirinya adalah seorang peminum berat yang akan membawa masalah tanpa henti kepadanya.
...
Sekembalinya Eira dari dalam game, dirinya langsung mendapatkan rentetan pertanyaan dari Ibunya.
Tampaknya Ibunya ingin tahu bagaimana pengalaman putrinya bermain game bersama teman seumurannya. Tidak punya pilihan lain, Eira pun mulai menceritakan (Hampir) semua pengalaman yang dia alami pagi ini ketika bermain bersama dengan Chic.
Tidak perlu dijelaskan lagi kalau Eira telah melewati bagian di mana dia menjadi mabuk dan bertindak tidak terkendali selayaknya anak kecil yang penuh dengan energi.
Sehabis makan siang, karena Eira merasa lelah, dia memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan menonton tayangan televisi di ruang keluarga.
Tidak ada acara khusus yang dia tonton.
Sejak tadi Eira hanya mengutak-atik remot TV seolah tidak ada hal lain lagi yang bisa dia lakukan.
“Acara game?”
Apa yang sedang ditayangkan di layar TV sekarang adalah sebuah channel informasi yang mengkhususkan diri dalam membawakan segala hal mengenai game dan popkultur lainnya.
Nama Channel itu adalah Game.exe.
Acara yang sedang ditayangkan sekarang adalah sebuah berita siang.
Berbeda dari berita lain yang menayangkan kabar terbaru dari segala penjuru, acara berita ini khusus memberikan berita terbaru yang berpusat pada game. Dari game apa saja sedang populer hingga game apa saja yang akan liris dalam waktu dekat.
Merasa lebih baik menonton berita tentang game ketimbang berita mengenai artis yang sudah kawin cerai sebanyak dua kali sebulan, Eira pun meletakkan remot TV dan lanjut menonton.
Selama 30 menit Eira menonton berita mengenai turnamen game yang akan digelar bulan depan. Banyak game yang dikompetisikan dengan hadiah juara mencapai 1 miliar.
Dengan hadiah sebanyak itu, jelas membuat banyak gamer tergiur dan hendak mencoba peruntungan mereka dalam kompetisi tersebut. Ada juga yang mendaftar bukan karena hadiah tapi karena hanya ingin unjuk gigi sekaligus memamerkan kelihaiannya dalam bermain game.
Eira sama sekali tidak tertarik.
Bukan hanya karena dia adalah tipe pemain kasual, juga karena game MMORPG tidaklah termasuk ke dalam game yang dikompetisikan.
Untuk alasannya, Eira pernah mendengar kalau dulunya selagi game MMORPG dengan sistem PVP masuk ke dalam ajang yang di kompetisikan, pemenangnya pasti akan menjadi incaran para Pemain lainnya yang iri karena keberhasilannya.
Bukan hanya mendapatkan serangan dari dalam game, tidak jarang sang pemenang akan mendapatkan ancaman di dunia nyata dan bahkan dirumorkan ada seseorang yang sampai kehilangan nyawanya.
Hal ini jelas membuat para pemenang dipaksa untuk berhenti bermain karena menerima serangan terus-menerus yang membuatnya tidak lagi bisa menikmati game yang dia mainkan atau bahkan takut untuk menyentuh konsol game untuk seumur hidup mereka.
Tentu pihak berwenang sudah berusaha untuk mengatasi masalah ini, tapi pada akhirnya semuanya gagal hingga berakhir dengan genre MMORPG dikeluarkan selama-lamanya dalam daftar game yang bisa masuk dalam kompetisi.
Pada akhirnya berita tentang turnamen game itu berakhir juga.
Setelah iklan komersial, apa yang ditayangkan selanjutnya adalah berita mengenai perkembangan game terbaru selama bulan ini.
Dan salah satu game yang di bahas dalah New Frontier Online yang saat ini sedang Eira mainkan.
“Ada update?”
Baru mengetahui kalau game NFO akan update ke versi 1.2, Eira lalu mengambil smartphonenya dan membuka situs resmi dari NFO. “Ternyata benar” setelah mengetahui kalau ini benar adanya, Eira pun mencoba untuk mendengarkan dengan teliti apa saja yang si pembawa acara ucapkan.
Dari info yang diberikan, terdapat beberapa hal yang akan ditambahkan, diperbaiki, ataupun diubah pada versi 1.2.
1. Menambahkan fitur tambahan pada layar status Pemain
2. Memperbaiki status dasar para Mobs
3. Mengkategorikan para Mobs menjadi beberapa kategori rasial
4. Fitur fraksi akan dibuat lebih detil dan lebih jelas lagi
5. Membuat deskripsi Skill menjadi lebih detail dan kompleks
Sebenarnya masih banyak hal yang lagi seperti perbaikan bugs yang bahkan tidak Eira sadari ada hingga masalah koneksi yang sekali lagi tidak Eira sangka akan terjadi mengingat untuk saat ini hanya orang berduit saja yang mampu memainkan game ini yang mana harusnya mereka memiliki koneksi internet yang kuat.
Namun apa yang pembawa acara katakan selanjutnya menjawab pertanyaan Eira.
“Untuk selanjutnya, pihak pengembang NFO telah mengumumkan akan merilis versi mini dari mesin VR yang saat ini menjadi metode utama untuk memainkan game NFO”
Topik ini sangat menarik perhatian Eira.
Pasalnya sejauh ini pihak V.R.C hanya merilis total 100 mesin VR yang harganya selangit yang bukan hanya memiliki jumlah yang terbatas, tapi juga tidak mungkin bisa dimainkan oleh orang awam.
“Dan aku masih tidak tahu bagaimana game ini bisa bertahan selama ini?”
Hanya memiliki 100 pemain jelas tidak mungkin sanggup untuk membuat server bisa tetap berfungsi. Terlebih ini adalah MMO. Semakin banyak yang bermain maka akan semakin bagus.
“Ah, sponsor”
Tidak di sangka banyak sekali perusahaan ternama yang menginvestasikan uang mereka pada proyek game ini. Dan salah satu perusahaan itu adalah perusahaan milik ayahnya.
Tidak heran jika dirinya bisa ‘beruntung’ mendapatkan satu dari seratus mesin VR yang paling mutakhir dan sangat langka.
Kembali ke topik awal.
Dengan dirilisnya model mesin VR terbaru yang jauh lebih murah dan terjangkau, pihak pengembang NFO berharap akan menambah jumlah Pemain yang mana akan membuat game mereka menjadi lebih hidup.
Dan karena jumlah Pemain yang akan membludak, maka sangatlah perlu untuk membuat agar koneksi server tetap stabil atau mereka akan segera mendapatkan review buruk dari para Pemain bocah yang sangat cepat untuk kecewa.
Selagi Eira sibuk berpikir, pembawa acara masih membacakan berita.
Kali ini mereka menunjukkan wujud dari mesin VR yang dibicarakan. “Helm? Heh, seperti di anime saja” apa yang ditunjukkan pada layar televisi adalah deretan helm dengan berbagai pilihan warna yang jika dikenakan akan menutupi seluruh bagian kepala hingga wajah penggunanya.
Sebagai ganti dari harga yang murah, helm VR ini hanya memiliki 20% performa dari mesin VR berbentuk kapsul tidur yang saat ini Eira gunakan.
Meski begitu, masih banyak pemain yang senang akan berita ini karena pada akhirnya game NFO yang digadang-gadang sebagai game VR-MMORPG paling realistis dan Dark yang ada di pasaran.
Berita pun diakhiri dengan pengumuman kapan update ini akan dilaksanakan serta kapan helm VR itu akan dijual di pasaran, rencana untuk menambah jumlah produksi kapsul VR, dan terakhir adalah sebuah peringatan dari pihak pengembang yang berbunyi : “Apa yang terjadi di dalam game tetaplah di dalam game” yang mana itu terdengar sangat mencurigakan.
Puas menontol TV, Eira pun kembali ke kamarnya dan membuka layar komputernya.
Tanpa membuang waktu lagi Eira pun pergi ke situs resmi dari NFO untuk melihat informasi lebih lengkap dari update yang akan di implementasikan minggu depan.
Race
Fitur ras akan di implementasikan dengan benar dengan setiap ras akan memiliki kelebihan dan kelemahan mereka sendiri.
Setiap ras akan memiliki level tersendiri yang berbeda dari level Job. Yang membuat total Job Pemain saat ini
bisa lebih dari 100.
Bagi ras tertentu, akan ada fitur evolusi yang akan membuat pemain dan Mobs menjadi lebih kuat lagi.
Total Level
Semua level (Job & Race) akan digabungkan yang menghasilkan total level yang akan menjadi acuan utama dalam pengukuran kekuatan serta daya tahan terhadap status buruk.
Mobs Basics Status
Status dasar dari semua Mobs akan dihitung dari Job dan Ras yang mereka miliki. Sebagian Mobs akan menjadi lemah karena update ini sementara sebagian Mobs lainnya akan menjadi lebih kuat dan butuh strategi khusus untuk mengalahkannya.
Mobs Categories
Mobs akan dibagi menjadi beberapa kategori :
· Beast
Terdiri dari Mobs yang berwujud seperti binatang pada umumnya (Kelinci, Domba, Serigala)
· Magical Beast
Terdiri dari Mobs yang berwujud seperti binatang namun memiliki kemampuan atau organ khusus yang berbeda jauh jika dibandingkan dengan binatang pada umumnya (Salamander, Unicorn, Dragon)
· Undead
Terdiri dari Mobs yang sudah tidak lagi hidup namun masih bisa berjalan di atas dunia fana (Zombie, Skeleton, Ghost)
· Magical Lifeforms
Terdiri dari Mobs yang sepenuhnya tercipta dari energi magis (Slime, Golem, Elementals)
· Demi-Human
Terdiri dari Mobs yang berwujud humanoid namun berbahaya bagi Manusia (Goblin, Kobold, Orc)
Fraction
Pada layar status Pemain, akan ditunjukkan dari fraksi mana mereka berasal serta poin kontribusi yang bisa di dapatkan dengan cara melakukan Fraction Quest yang nantinya dapat digunakan untuk membuka fitur fraksi lainnya.
Items & Skills
Deskirpsi Item dan Skill akan dibuat lebih lengkap lagi yang akan membuat permainan menjadi lebih rumit namun masih menyenangkan.
Sedikit dari Fitur yang akan ditambahkan berupa :
Item sekarang akan memiliki tingkatan yang akan mempengaruhi performa dan kualitas item tersebut.
Skill sekarang akan memiliki jarak efektif yang akan mempengaruhi jarak jangkau dan akurasi Pemain.
Melihat apa saja yang akan datang di update minggu depan, kepala Eira menjadi pusing setelah mencoba untuk mengingat semuanya.
Pada akhirnya Eira menyerah dan memutuskan hanya akan mengingat yang penting-pentingnya saja sebelum akhirnya dia memutuskan untuk istirahat saja.
...
Setelah makan malam, Winter pun kembali Log In seperti biasanya.
Karena minggu depan game akan di update, membuat Winter merasa harus mempersiapkan sesuatu agar dirinya bisa dengan cepat beradaptasi dengan update mendatang.
“Akhirnya, akhirnya, kita bisa bertemu kembali”
Tanpa Winter sadari, si pria bertudung sudah berada di belakangnya.
Karena sebagian wajahnya tertutup oleh tudung yang dia kenakan, membuat hanya seringai nakalnya saja yang nampak dan membuat Winter menjadi tidak nyaman.
“Apa yang engkau inginkan?”
Dilihat dari mana pun, ini terlalu cepat untuk dirinya mendapatkan Quest selanjutnya.
Namun, apa daya... “Maaf, maaf. Akan tetapi yang satu ini tidak bisa ditunda-tunda” ...dengan begitu Winter pun di paksa untuk menemani pria itu ke suatu tempat.
Berjalan di tengah gelapnya malam, hanya cahaya lentera saja yang menerangi jalan mereka.
Hingga pada akhirnya mereka tiba di sebuah jalanan yang kosong tanpa ada satupun kehidupan yang terlihat. Area ini tampak kumuh dengan banyak gubuk-gubuk kecil berdiri di setiap sisi jalanan yang rusak dan berlumpur meski sejak kemarin tidak ada hujan yang turun.
Karena malam sudah larut, maka wajar saja jika jalanan kosong karena para penduduk sedang tertidur di rumah masing-masing.
Akan tetapi, mereka sekarang berada di Kota Shoddy.
Sebuah kota yang dikuasai oleh fraksi bayangan. Sebuah kota dimana kejahatan bisa bebas dilakukan tanpa ada konsekuensi hukum sama sekali.
Meningkatkan kewaspadaannya, Winter mulai menjaga jaraknya dari si pria bertudung.
“Kita telah sampai” ucap si pria sebelum mengetuk pintu kayu secara berirama.
Apa yang ada di hadapan Winter sekarang adalah sebuah rumah bobrok yang terbuat dari kayu yang sudah lapuk dan penuh lubang di sana-sini.
Tidak lama di pria bertudung selesai mengetuk pintu, terdengar suara orang dari balik pintu.
Winter yang berdiri jauh di belakang pria itu tidak bisa mendengar apa yang diucapkan karena orang dari balik pintu berbicara dengan cara berbisik sehingga hanya si pria bertudung saja yang mampu mendengarnya.
Tampak pembicaraan mereka sudah selesai, pintu pun terbuka.
“Masuklah, tampaknya Boss sudah menanti kedatanganmu”
Dengan kesiagaan dalam mode maksimal, Winter pun melangkahkan kakinya memasuki rumah misterius itu.