A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 3 : Sewer



Turun ke dalam selokan yang kotor, hal pertama yang menyambut Winter adalah bau menyengatyang menyiksa hidungnya.


Rasanya seolah sesuatu yang mati bercampur dengan sesuatu yang busuk lalu direndam dalam air kotor yang tergenang sebelum akhirnya dibiarkan begitu saja selama setahun.


“Aku seharusnya membeli masker atau semacamnya”


Menyesali keadaannya yang tidak punya uang sepeserpun, Winter bertekad untuk menyelesaikan Quest yang dia terima secepat mungkin.



Difficulty : Copper


Client : Adventurer Guild


Description :


Tolong bereskan para tikus yang menghuni selokan kota.


Prize : 5.000 G


Time Limit : 3 hari.


Melihat kalau dia hanya perlu membereskan sekitar 10 ekor tikus saja, Winter mengharapkan pekerjaan yang mudah. Tidak sedikitpun dia menyangka belum mulai saja dia harus tersiksa oleh bebauan yang mengerikan ini.


Satu hal lagi yang membuat Winter menyesal adalah dia tidak memperhitungkan kondisi selokan yang minim cahaya atau bahkan gelap gulita.


Saat ini dia masih mampu melihat berkat cahaya yang masuk dari celah gorong-gorong. Namun semakin kedalam maka sumber cahaya menjadi semakin jarang atau bahkan tidak ada.


“Mari selesaikan ini secepat mungkin”


Mulai melangkahkan kakinya melewati selokan yang lembab dan bau, Winter mulai mencari keberadaan tikus yang menjadi targetnya.


Namun, terkadang kenyataan itu jauh lebih sulit dari yang kita duga.


Sudah lebih dari 10 menit Winter telah berjalan namun dia masih belum menemukan seekor tikus pun. Jangankan tikus, dia bahkan masih belum menemukan satupun jenis kehidupan yang ada di dalam selokan ini.


“Oh, tampaknya aku bicara terlalu cepat”


Dari kejauhan Winter mampu melihat secercah cahaya oranye berjalan dengan perlahan mendekatinya.


Menghampiri cahaya tersebut, Winter jadi mengetahui kalau cahaya tersebut berasal dari cahaya lampu petromak yang di bawa oleh seseorang yang berpakaian compang-camping bagaikan seorang gelandangan.


Berdiri terdiam, gelandangan itu yang melihat Winter berdiri di hadapannya juga ikut menghentikan langkahnya dan mulai mengamati Winter.


Ketika matanya tertuju pada pelat tembaga yang tergantung di leher Winter, sebuah senyuman mekar di wajah gelandangan tersebut.


“Seorang Petualang. Datang mencari Sewer Mice yah?”


Merasa tidak baik bila dia menjawab dengan jujur, Winter pun hanya menjawab “Itu bukanlah urusanmu” yang mana itu malah membuat senyuman di wajah gelandangan itu kian menjadi.


“Oh, ya ampun, gadis muda jaman sekarang. Kalau bukan untuk memburu Sewer Mice, untuk apa lagi seorang Petualang pemula sepertimu repot-repot turun ke selokan kotor ini. Untuk memungut sampah? Tidak kan?”


“Kalau itu benar memangnya kenapa?”


“Oh, ho, ho, ho... Gadis muda, apakah engkau ingin tahu di mana para tikus kotor itu bersarang?”


Merasa kalau gelandangan itu tidak mungkin akan memberitahunya begitu saja, Winter pun berkata “Apa yang kau inginkan?” sembari meningkatkan penjagaannya.


Seolah ini memang ada rencananya sejak awal, gelandangan itu pun berkata “Itu mudah, jika saja engkau mau berbaik hati untuk berbagi sedikit rezeki dengan orang tua ini, maka mungkin aku akan memberitahukanmu di mana sarang Sewer Mice berada”.


“Apa yang akan kau lakukan jika aku bilang kalau aku tidak punya uang?”


Atas perkataan Winter, sebuah seringai ganas tercipta di wajah gelandangan itu.


“Jika kau tidak punya uang, maka kau mungkin bisa membayarnya dengan cara yang lain...”


Menyadari kalau tidak ada gunanya lagi untuk berbicara, Winter pun segera mengambil tindakan. Mengarahkan tongkatnya kedepan, Winter melepaskan “Negative Energy” tepat ke arah gelandangan itu.


Mendapatkan serangan yang mendadak dari Winter, membuat si gelandangan yang tidak waspada jadi tidak punya waktu untuk menghindar.


Berkat itu bola energi negative yang Winter lepaskan mengenai tepat ke targetnya.


Mengharapkan menghasilkan kerusakan yang berarti, malah angka 1 berwarna merah besar tampak jelas di dalam kegelapan.


Dibarengi dengan erangan kesakitan dari si gelandangan, Winter yang menyadari serangannya sama saja dengan tidak berarti pun segera putar balik berlari menuju jalan keluar.


“Kau...!!!”


Murka, gelandangan itu pun langsung mengeluarkan sebilah belati berkarat dari balik bajunya dan mulai berlari mengejar Winter yang sudah mulai menjauh.


Berlari sembari menengok kebelakang, Winter yang melihat kalau si gelandangan mulai mengejarnya kembali melemparkan “Negative Energy” berharap kalau serangannya sekarang bisa menimbulkan kerusakan kepada si gelandangan. Karena jalan yang sempit, membuat si gelandangan tidak punya banyak tempat untuk mampu


menghindari serangan Winter dengan sempurnya.


Berkat itu serangan Winter hanya mampu mengenai pundak si gelandangan yang menimbulkan 2 kerusakan saja.


Meski serangan Winter seolah tidak ada gunanya, tapi entah mengapa kecepatan si gelandangan seolah


melambat dan tidak secepat yang sebelumnya.


Melihat jaraknya dengan si gelandangan yang kian menjauh, Winter kembali menembakkan “Negative Energy”


yang kali ini sukses mengenai tepat di wajah si gelandangan. Kali ini angka 10 terlihat yang juga membuat si gelandangan memegangi mukanya seolah sedang kesakitan.


Tidak mau menunggu CD Skillnya kembali pulih, Winter dengan nekat berlari menerjang si gelandangan sambil memegang erat tongkat kayunya. Karena si gelandangan sedang sibuk memegangi mukanya karena kesakitan, bukan hanya itu membuat laju larinya berhenti tapi itu juga mencegahnya untuk melihat apa yang datang kepadanya.


Mengayunkan tongkatnya dengan sekuat tenaga, sebuah bunyi keras terdengar ketika tongkat kayu Winter sukses menghantam kepala si gelandangan dengan sangat kencang.


Walau hanya 4 kerusakan yang tercipta, tapi pukulan dari Winter sukses membuat gelandangan itu kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke dalam air selokan yang dalam dan jorok.


“Bwah... Tolong! ...Tolong!” sontak gelandangan yang ternyata tidak bisa berenang mulai panik meminta tolong


sambil terus mengepak-ngepakkan tangan dan kakinya berusaha untuk tidak tenggelam.


Melihat gelandangan malang yang membutuhkan pertolongan, tanggapan Winter adalah “Negative Energy” tepat di wajah.


Tidak peduli seberapa keras gelandangan itu memohon, Winter tetap tidak bergeming dan terus saja menembakkinya dengan “Negative Energy” sampai MP nya habis. Pada akhinya gelandangan itu tidak lagi bergerak dan tubuhnya pun mengambang di permukaan air yang keruh bersama dengan sampah-sampah lainnya.


“Mati juga dia”


Karena dia berada di dalam game, meski ini adalah game yang terlihat sangat realistis sekalipun, Winter masih tidak punya alasan untuk ragu atau untuk merasa bersalah walau dirinya telah menghabisi seorang manusia.


Pengalamannya selama ini dalam bermain game telah memberikannya cara berpikir yang membenarkan perbuatannya barusan sebagai salah satu fitur di dalam game.


Bahkan ada saat di mana Winter telah menyelesaikan sebuah game dan tidak tahu harus melakukan apa lagi. Pada akhirnya dia memanfaatkan salah satu fitur game tersebut yang mengizinkannya untuk membunuh NPC secara permanen walau akhirnya dia harus berurusan dengan para penjaga kota.


Hasilnya tidak ada lagi NPC yang tersisa di game tersebut dan pada akhirnya Winter pun berhenti bermain


game itu untuk lanjut memainkan game lainnya yang sudah mengantri.


Sikap dinginnya terhadap NPC itu terbukti dari apa yang sedang Winter perbuat terhadap tubuh si gelandangan yang mulai bergerak mengikuti arus air. Melihat tubuh gelandangan itu, tanpa merasa jijik atau jorok Winter mengulurkan tangannya untuk meraih tubuh yang sudah tidak bernyawa itu dan dengan sekuat tenaga menariknya dari dalam air kembali ke daratan.


Alasan kenapa Winter melakukan ini terjawabkan tidak lama setelahnya “Hmn... \, oh, dia punya 500 G. Manis!” Menjarah tubuh si gelandangan bagaikan perampok yang menjarah korbannya, Winter merasa gembira atas semua item dan uang yang berhasil dia temukan.


Dan, seolah menjarah mayat saja masih belum cukup...


“Raise Undead”


Setelah MP nya pulih setengahnya, Winter pun menggunakan Skillnya untuk membangkitkan kembali mayat


si gelandangan yang baru saja dia habisi.


Berdiri di hadapannya kini adalah mayat hidup yang sebenarnya. Dengan ini Winter kini benar-benar menjadi seorang Necromancer sejati.


“Sekarang, arahkan aku menuju sarang Sewer Mice!”


Mendapatkan perintah dari tuannya, zombie gelandangan segera berjalan ke satu arah seolah menuntun Winter menuju tempat tujuannya.


Sungguh beruntung bagi Winter karena mayat yang dibangkitkan masih bisa memiliki kenangan selagi mereka masih hidup. Jika saja mayat yang dihidupkan semuanya hanya akan menjadi tubuh tak berotak, maka Winter dengan terapksa harus mencari para Sewer Mice itu secara manual.


...


“Negative Energy”


Menembakkan bola yang terbuat dari energi negatif, Winter sukses menghabisi seekor Sewer Mice yang menjadi alasan utama kenapa dia datang ke dalam selokan kotor ini.


Sementara itu, si zombie gelandangan tengah sibuk menahan dua ekor Sewer Mice lainnya dengan tangan kosong. Walau tubuhnya tengah di koyak-koyak oleh tikus yang memiliki ukuran setara dengan seekor anjing dewasa, yang namanya mayat hidup sepertinya tampak biasa saja karena memang sakit sudah tidak lagi dia rasakan.


“Punya orang yang berjaga di depan memang sungguh memudahkan segalanya... Negative Energy”


Menghabisi satu ekor lagi Sewer Mice, tikus terakhir harus ikut mati setelah mendapatkan bogem mentah dari zombie gelandangan.


Dengan ini sudah tiga Sewer Mice yang telah dihabisi. Untuk menyelesaikan Questnya, Winter harus menghabisi setidaknya 7 Sewer Mice lagi.


“Drop itemnya (Mice’s Tooth) dan (Mice’s Tail)? Kalau gigi masih bisa aku pikirkan, tapi ekor tikus buat apa?”


Tidak mau memikirkannya lagi, Winter hanya menyimpan drop item yang dia dapatkan ke dalam tempat penyimpanan dan melanjutkan perjalanan.


Sambil membawa lampu petromak di salah satu tangannya, Winter tidak lagi memiliki masalah dalam berjalan di dalam gorong-gorong yang gelap. Hal ini membuat Winter menyadari kalau mengambil dari orang lain itu memang jauh lebih mudah ketimbang berusaha untuk mendapatkan sesuatu sendiri.


Berkat arahan dari si zombie gelandangan, tidak butuh waktu lama bagi Winter untuk menemukan targetnya yang lain.


Kembali menggunakan zombie gelandangan sebagai perisai daging, Winter mulai menghabisi Sewer Mice yang sedang sibuk melawan zombie gelandangan.


“Tch, batas waktunya sudah habis”


Karena batas waktu 10 menit sudah terlewat, zombie gelandangan pun berhenti bergerak sebelum akhirnya berubah menjadi butiran debu di atas lantai. Apa yang tersisa darinya selain debu hanyalah pakaian yang dulunya dia kenakan.


Hanya untuk memastikan, Winter mulai mencari di antara tumpukkan debu siapa tahu ada item berharga yang terlewat.


“Yup, tidak ada apa-apa”


Tanpa adanya lagi orang yang bisa digunakan sebagai pemandu, mau tidak mau Winter harus mencari sendiri dua Sewer Mice yang tersisa.


Untungnya bagi Winter, dia tidak perlu menunggu lama karena dia dengan mudahnya berhasil menemukan bukan hanya dua tapi lima ekor Sewer Mice yang sedang menyantap sesosok mayat yang kini tinggal tulang belulang.


“Lima sekaligus kayaknya terlalu banyak, ya sudahlah... Raise Undead”


Para tikus yang awalnya tengah berpesta pora dibuat terkejut karena santapan mereka tiba-tiba saja bergerak sendiri.


Entah Winter sedang beruntung atau apa, tapi kebetulan sekali kalau mayat yang baru saja dia bangkitkan ternyata adalah mayat seorang Petualang. Mengambil kembali pedang dan perisai yang berada di sampingnya, mayat Petualang itu mulai melawan tikus-tikus yang ada di sekitarnya.


Walau gerakannya sekarang menjadi kaku, tapi mayat Petualang itu masih lebih dari mampu untuk menghabisi seekor Sewer Mice hanya dengan satu atau dua kali tebasan saja.


Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya kelima Sewer Mice itu mati di tangan mayat Petualang tanpa perlu bagi Winter untuk ikut campur.


“Kalau kau sekuat ini bagaimana bisa kau mati di bawah sini?”


Karena yang ada di hadapannya sekarang tidak lebih dari sekedar mayat, jelas tidak ada balasan yang dia dapat. Itu malah menambah penasaran terlebih pelat yang tergantung di leher Petualang itu adalah pelat besi yang berarti dia itu satu tingkat di atas Winter.


Walau bingung bagaimana bisa orang sekuat dirinya berakhir di bawah sini, Winter jadi menyadari kalau kekuatan mayat yang dia bangkitkan tergantung pada kekuatan selagi mereka masih hidup.


Itu terbukti dengan si gelandangan yang hanya berguna sebagai perisai daging sementara mayat Petualang itu mampu menghabisi lima Sewer Mice sendirian.


“Sudahlah, yang jelas urusanku di sini sudah selesai”


Tidak mau berlama-lama di dalam tempat jorok ini, Winter pun bergegas menuju jalan keluar dengan mayat si Petualang yang mengikuti tidak jauh di belakangnya.


Ketika Winter akhirnya tiba di depan pintu keluar, terlebih dahulu dia menonaktifkan Skillnya yang membuat mayat si Petualang berhenti bergerak dan berubah menjadi tumpukan debu.


Apa yang tersisa darinya sekarang adalah Equipment kotor yang tergeletak begitu saja di atas lantai. Tentu saja inilah yang menjadi incaran dari Winter.


“Ohh... 20.000 G! Jelas ini orang enggak mati di rampok. Sumpah bagaimana bisa kau mati di bawah sini sih?”


Mendapatkan rezeki yang tidak terduga, membuat suasana hati Winter menjadi riang gembira seraya dirinya keluar dari selokan yang kotor dan jorok.


...


Sukses kembali ke Guild Petualang dengan selamat, Winter langsung menghampiri meja resepsionis untuk melaporkan keberhasilan Questnya.


“Ini hadiahmu dan cepat pergi mandi sana!”


“Hei, itu tidak perlu kan!”


Bukannya mendapatkan notifikasi keberhasilan Quest, yang dia dapat malah ejekan yang menyayat hatinya sebagai seorang gadis.


Kesal, Winter langsung mengambil hadiahnya dan segera pergi dari Guild Petualang.


Dengan uang di tangan, Winter sudah lebih dari cukup untuk membeli Equipment baru. Tapi itu baru akan dia lakukan nanti, karena sekarang sudah waktunya bagi Winter untuk Log Out.


Mencari tempat yang aman, tubuh Winter pun berubah menjadi butiran data seraya dirinya menekan tombol Log Out.


...


Bangkit dari kapsul VR, Eira merasa pusing menyerang dirinya.


Setelah duduk di atas kapsul untuk beberapa saat, rasa pusing yang dia rasakan perlahan mulai memudar hingga ke tahap di mana Eira akhirnya bisa bangkit dan mulai berjalan.


Melihat ke arah jam digital yang berada di samping tempat tidurnya, hanya tinggal beberapa menit lagi sebelum makan malam tiba.


“Aku sudah bermain selama itu yah”


Tanpa membuang waktu lagi Eira segera keluar kamar menuju ruang makan di mana kedua orangtuanya telah menunggu dengan makanan yang telah tersaji di meja makan.


Melihat senyuman di wajah kedua orangtuanya, Eira pun merasa kalau makan malam kali ini akan terasa lebih hangat dari yang biasanya.


Sehabis menghabiskan waktu berharga bersama kedua orangtuanya, Eira kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Jika saja dia adalah gadis pada umumnya, Eira yang masih merasa bersemangat bisa saja langsung kembali Log In ke dalam game. Sayang, stamina yang dia miliki tidaklah sebanyak orang biasa. Oleh karena itu, Eira hanya bisa pasrah dan berbaring di atas ranjangnya sembari mengutak-atik Smartphone miliknya.


Berselancar di dunia maya untuk beberapa waktu, Eira berusaha untuk menemukan situs atau forum yang membahas tentang game yang baru saja dia mainkan. Betapa terkejutnya ketika mengetahui kalau ternyata satu-satunya cara untuk bisa memainkan game tersebut adalah dengan menggunakan kapsul VR yang baru saja dibelikan oleh orangtuanya.


“Tunggu, itu artinya hanya ada 100 orang yang bisa bermain kan?”


Bingung. pada akhirnya Eira menemukan topik yang membahas tentang New Frontier Online (NFO) game yang baru saja dia mainkan.Itupun adalah sebuah forum yang dikelola langsung oleh pihak pengembang game NFO itu sendiri.


·     •    (NFO) Warrior in Training


Gw sudah leveling seharian tapi level gak naik-naik juga. Ini Bug kah?


·     •    (NFO) Newbie Caster


Iya, gw juga sama.


·     •  (NFO) Thief of Night


Lah, kalian juga sama?


Wkwkwkw... Gw kira gw aja yg dari kemaren mentok level 1


·     •    (NFO) Knight on Duty


Oh, ada anak baru yah.


Untuk menjelaskan, ini bukan Bug atau Error. Leveling di NFO susahnya memang minta ampun.


Sebagai informasi, butuh waktu tiga hari bagi diriku untuk bisa mencapai level 2.


·     •    (NFO) Warrior in Training


Serius?


Membaca informasi ini, Eira baru menyadari kalau sedari tadi dia memang masih level 1.


“Pantas saja bisa punya banyak Job secara bersamaan. Naik satu level saja susahnya minta ampun”


Kembali membaca percakapan para Pemain lainnya, teori Eira terbukti setelah salah satu Pemain senior memberitahukan kalau sebaiknya mengambil tiga sampai empat Job secara bersamaan. Dia juga menyarankan kalau Job yang di ambil sebaiknya saling berhubungan satu sama lain agar mudah meningkatkan levelnya.


·     •    (NFO) Thief of Night


Btw ada yang tahu sub Job apa yang bagus buat Thief?


·     •    (NFO) Ranger of the Forest


Aku sarankan mengambil Job Scout.


Dua Skill pertama yang Scout miliki adalah Skill Passive [Eagle Eyes] yang membuatmu mampu melihat dalam gelap dan Skill Passive lainnya yaitu [Danger Sense] yang seperti namanya, mampu membuatmu merasakan bahaya.


·      •   (NFO) Knight on Duty


Aku juga menyarankan hal yang sama!


Job Scout wajib dimiliki oleh mereka yang mau bermain sendiri. Jadi semua orang sebaiknya mengambil Job ini.


“Scout? Kurasa sebaiknya aku juga mengambilnya. Lalu Job keempat harus ada hubungannya dengan sihir”


Karena Eira berniat untuk mengambil empat Job sekaligus, dan Job ketiganya akan menjadi Scout, maka sudah sepantasnya kalau Eira mulai berpikir Job apa sebaiknya yang harus dia pilih sebagai Job keempat.


Demi bisa mengetahui Job apa yang sebaiknya dia ambil, Eira pun mulai membuka situs strategi yang telah disediakan oleh pihak pengembang.


“Caster? Terlalu biasa. Cleric? Jelas lewat. Summoner? Menarik, tapi aku sudah bisa memanggil mayat... Atau mungkin aku ambil itu saja?”


Setelah berjam-jam lebih mencari informasi mengenai Job, terdapat satu hal krusial yang baru saja Eira sadari.


“Bagaimana caranya aku mendapatkan Job?”


·     •    (NFO) Warrior in Training


Ngomong2 kalau mau ambil Job baru di mana?


·     •    (NFO) Knight on Duty


Kalau itu sih tergantung Job apa yang ingin kau ambil.


Kalau Scout tadi kau bisa mengambilnya di Guild Petualang atau mencari NPC yang biasa nongkrong di gang-gang sempit.


“Hmn... Jadi setiap Job ada tempatnya masing-masing”


Karena impresinya terhadap Guild Petualang itu sangatlah buruk, Eira takut kalau dia akhirnya akan di suruh membayar mahal hanya untuk mendapatkan Job Scout.


Dengan itu dia memutuskan untuk mencari saja NPC yang bisa memberikannya Job itu.


“...Hei, aku masih belum dapat jawaban kenapa hanya ada 100 orang yang bisa bermain?!”


Tidak peduli seberapa keras dia mencari, tapi tidak ada seorangpun yang membahas tentang jumlah Pemain yang terbatas.


Menyerah, Eira pun memutuskan untuk pergi tidur saja.