
Sudah menunggu di rumah yang menjadi tempat mereka berkumpul adalah Winter yang sedang asyik bermain bersama dengan seekor Serigala Putih di atas sofa.
Tidak diragukan lagi Serigala itu sebenarnya adalah seekor Mobs Langka yang dikenal sebagai White Wolf Leader. Namun di tangan Winter Mobs Langka tersebut kini memiliki nama baru yaitu Blizzard yang diambil dari warna rambutnya yang seputih salju.
Sekali lagi hanya ada Winter seorang diri di dalam rumah.
Victor sedang keluar untuk sebuah urusan sementara Chic masih dalam perjalanan kembali dari Questnya yang jaraknya sangat jauh dari kota Virtue.
Karena dia sendiri tidak punya kerjaan, Winter hanya menghabiskan waktunya untuk bermanja ria dengan Makhluk Summon barunya. Winter sedari dulu memang sangat ingin memiliki hewan peliharaan namun tidak pernah
kesampaian karena alasan rambut yang rontok dari hewan peliharaan tersebut tidak aman bagi kesehatannya.
Karena itulah dia akan memuaskan dahaganya di game ini dengan cara mengelus-elus seluruh tubuh Blizzard dari atas sampai bawah. Dan karena dia terlalu sering memanggil Blizzard karena alasan ini, membuat Skill ‘Summon’
miliknya naik level sehingga kini dia bisa memanggil total 3 Makhluk Panggilan sekaligus.
Namun pada akhirnya Winter menjadi bosan karena selalu diam di dalam rumah.
Akan tetapi, tidak peduli seberapa inginnya dia pergi keluar untuk jalan-jalan. Winter tidak bisa begitu saja berkeliaran di dalam wilayah musuh seorang diri. Tidak seperti Chic dan Victor yang bisa menyamarkan Job mereka dengan mudah, Winter yang adalah seorang Necromancer tidak bisa mengatakan hal yang sama.
Memang benar kalau sejak masuk ke dalam kota dia selalu memperkenalkan dirinya sebagai seorang Summoner. Hanya saja apa yang tertulis di formulir pendaftarannya di Guild Petualang adalah Mage. Dan karena Winter tidak punya satupun Skill dari Job Mage, takutnya ketika sedang bertarung identitasnya akan langsung terbongkar.
Karena selama ini Winter selalu diam di rumah, dia mengira kalau dia sudah terbiasa akan hal itu. Akan tetapi, setelah dia akhirnya bisa berjalan seperti orang-orang pada umumnya, barulah Winter sadar kalau berbaring sendirian di rumah adalah hal yang menyiksa.
Setelah berguling-guling di atas perut Blizzard, Winter akhirnya menyerah dengan kebosanannya dan langsung berangkat keluar dengan Blizzard mengikuti tepat di sampingnya.
Tentu saja Winter tidak akan mengenakan Equipment khas Necromancernya melainkan sebuah jubah yang terbuat dari kulit Razor Bear yang dia ‘Pungut’ dari tubuh Pemain lainnya yang gugur saat mencoba untuk melawan Sword Bear yang kini juga telah menjadi Makhluk Summon Winter.
Grade : Uncommon Quality : Normal Type : Outwear
DEF : 150 M.DEF : 50 Durability : 150
Sebuah jubah yang terbuat dari kulit Razor Bear yang telah diolah dengan baik di tangan seorang Tailor yang berpengalaman.
Memberikan pertahanan fisik yang luar biasa melebihi Equipment kulit lainnya. Kepala Beruang yang menjadi tudungnya memiliki efek yang setara dengan [Concealment] sehingga sulit bagi orang lain untuk mengetahui wajah Pengguna selama mengenakan tudungnya.
Requirement : Total Level 15
Sontak pemandangan Winter yang berjalan berdampingan dengan Blizzard menjadi topik yang ramai diperbincangkan.
Mau bagaimana lagi, perlu diingat kalau Blizzard memiliki tubuh yang jauh lebih besar dari Serigala pada umumnya. Ketika berjalan dengan keempat kakinya, tubuhnya telah mencapai bagian dada Winter. Kalau sampai dia berdiri dengan kedua kakinya, kepalanya jelas akan melebihi Winter.
Apalagi identitas Blizzard sebagai Mobs Langka sudah sangat terkenal di kalangan Pemain Lainnya yang mendambakan Equipment khusus yang hanya bisa didapatkan setelah mengalahkan seekor Mobs Langka.
Meski White Wolf Leader termasuk ke dalam Mobs Langka yang bisa respawn. Namun waktu respawn setelah satu dikalahkan cukup lama yaitu 5 hari. Dan hanya akan muncul 1 setiap waktu. Hal ini membuatnya sangat diburu oleh semua Pemain sehingga jika terlihat akan langsung di amankan.
Dan sekarang, dengan penampakan seekor White Wolf Leader di dalam Kota membuat banyak Pemain bersemangat hingga lupa kalau mereka sedang berada di dalam Kota yang dijaga oleh prajurit NPC. Sehingga ketika mereka menghunuskan senjata mereka bersiap untuk menyerang, para Prajurit yang kebetulan berada di sana langsung menghentikan langkah mereka.
Tentu saja keributan tercipta karena hal ini.
Sementara yang lain sedang ribut,Winter yang menjadi biang keladinya malah terus berjalan santai seolah dia sedang mengajak anjingnya jalan-jalan di taman.
Yah, itu tidak berlangsung lama karena sudah ada 3 orang Kesatria yang menghadang jalannya.
“Permisi, bisa minta waktunya sebentar?” ucap mereka sambil menampilkan senyuman yang ramah namun tangan mereka menyentuh gagang pedang mereka.
Tidak mau membuat masalah di wilayah musuh, Winter pun dengan terpaksa harus meladeni mereka dengan ramah tamah “Ya, ada perlu apa?”.
“Kalau boleh tahu, apakah Serigala ini adalah Makhluk Summon Anda?” tanya mereka sambil menunjuk ke arah Blizzard yang sudah Winter suruh untuk duduk. “Tentu saja” jawab Winter singkat sambil menyombongkan miliknya kepada para Kesatria.
Melihat ini ketiga Kesatria itu pun sama-sama mengangguk.
“Maaf kalau ini mungkin merepotkan, tapi bisakah Anda tidak membawa Makhluk Summon Anda keluar ke jalanan seperti ini?” ucap salah satu Kesatria sambil menunjuk para penonton yang sudah sejak kapan berkerumun di sekitar mereka.
Tentu saja Winter menjadi cemberut “Apakah ada yang salah? Setahuku kami Summoner bisa dengan bebas membawa jalan-jalan Makhluk Summon kami di dalam Kota selama kami tidak memerintahkan mereka untuk
melakukan tindak krimial” jeda sebentar, Winter lalu menunjuk ke arah kerumunan “Lihat, di sana juga ada seorang Summoner lainnya yang juga membawa Makhluk Summonnya!” benar saja, apa yang dia tunjuk adalah seorang bocah lelaki yang sedang menggendong seekor kelinci kecil sambil menyuapinya dengan wortel segar.
Menyadari dirinya kini menjadi sorotan, bocah itu sontak terdiam tidak tahu harus bagaimana.
Masih berusaha untuk tetap ramah, Kesatria itu pun kembali berkata “Itu memang benar, tapi ada perbedaan besar antara seekor kelinci dengan seekor serigala besar yang juga adalah seekor Mobs Langka”.
“Lalu aku harus bagaimana? Asal kau tahu aku tidak akan menggunakan ‘Return’ padanya karena sudah lama aku ingin membawa anjingku jalan-jalan”
“Anjing?” meski sempat terkejut akan apa yang Winter katakan, tapi para Kesatria itu masih berusaha untuk bersikap profesional “Kalau begitu bisakah kau memakaikannya sesuatu untuk membedakannya dengan Mobs
liar lainnya?”.
“Sesuatu seperti apa? Pita Pink?” melirik ke arah Blizzard yang sontak menggelengkan kepalanya sekuat tenaga, jelas sekali kalau dia tidak mau dipakaian pita berwarna pink. “Lihat, dia tidak mau”.
“Hah, bukankah masih ada alternatif lain seperti kain atau semacamnya?”
“Dan kalau Anda punya cukup uang Anda bahkan bisa memasangkan Armor pada serigala itu”
Baru mengetahui kalau itu adalah sebuah pilihan, untuk kali ini Winter akan menuruti permintaan para Kesatria itu. Setelah meminta arah jalan, Winter akhirnya menuju sebuah Workshop yang khusus melayani pemesanan Armor dan Pelana Mobs.
Setelah berjalan cukup lama, Winter akhirnya tiba di tempat tujuannya.
Itu adalah sebuah toko dengan lambang pelana di depan pintunya.
Toko pintu itu sangatlah lebar hingga Blizzard dapat dengan mudah masuk ke dalam begitu saja.
Masuk ke dalam, Winter disambut oleh berbagai macam olahan dari kulit seperti jaket, sepatu, dan ikat pinggang. Tapi produk seperti itu tampaknya hanyalah minoritas di toko ini karena sebagian besar produk yang di pajang adalah pernak-pernik untuk berkuda seperti pelana dan juga kacamata kuda.
Toko itu sangat luas sekaligus sepi sehingga lima ekor Blizzard pun bisa muat di dalamnya tanpa takut menyenggol semua pajangan yang ada.
Menghampiri meja kasir, terlihat seorang pria raksasa dengan wajah garang serta kumis yang tebal sedang tertidur lelap dengan mulut yang menganga lebar. Melihat kalau tidak ada orang lain di toko ini, Winter tidak punya pilihan lain selain membangunkan pria besar itu.
“Permisi... Halo... Ada yang mau beli!”
Tidak peduli seberapa keras Winter berteriak pria besar itu tidak kunjung bangun juga. Melihat tidak ada cara lain, Winter pun memberikan sinyal kepada Blizzard yang ada di sampingnya.
Wooof!!! Sebuah gonggongan berat dari seekor serigala tampaknya adalah sebuah alarm yang paling sempurna bagi pria besar seperti dirinya. “Wah... Astaga naga!” teriaknya dengan gagah ketika dia terperanjat bangun dari tidurnya.
Dengan kedua telapak tangannya yang mengepal bagaikan sebuah gada, dia melihat sekeliling hanya untuk menemukan Winter bersama dengan Blizzard memandanginya dalam diam.
Mengedipkan matanya, barulah dia sadar kalau ternyata mereka adalah pelanggan.
“Halo! Wahai Pelanggan yang terhormat!” berusaha untuk memberikan senyumannya yang paling ramah, kalau saja yang ada di hadapannya sekarang bukanlah Winter maka mereka pasti akan langsung ambil langkah seribu. “Namaku adalah Bark. Dan selamat datang di toko ‘Beast Mantle’ dimana semua kebutuhanmu akan kami penuhi!”.
Meski sempat terkejut, tapi Winter pulih dengan cepat dan langsung memberitahukanalasannya datang ke toko ini. “Armor” ucapnya dengan padat dan jelas sambil menunjuk Blizzard yang ada di sampingnya.
Paham akan apa yang Winter maksud, dengan cekatan Bark melompat dari balik meja kasir dengan meteran baju di tangannya. Memberikan ruang bagi Bark untuk bekerja, Winter pun mundur menjauh sambil memberikan perintah kepada Blizzard untuk tetap diam.
“Hmm... Begitu, jadi begini...” tanpa disadari Bark sudah selesai mengukur badan Blizzard dan bahkan sudah mencatatnya pada buku catatan yang entah dia ambil dari mana. Berbalik menghadap Winter, Bark masuk
ke dalam mode bisnis “Jadi, Armor seperti apa yang kamu inginkan?”.
“Sebuah Light Armor yang memprioritaskan mobilitas bergerak ketimbang pertahanan”
“Begitu, kalau begitu bahannya harus ringan namun juga haruslah kokoh” berpikir sejenak, rancangan dari Armor apa yang akan dia buat sudah tercipta di kepalanya. “Baiklah, datang kembali setelah tiga hari” setelah mengatakan itu, Bark lalu menyerahkan secarik kain berwarna hitam “Gunakan ini terlebih dahulu. Tenang saja, tidak usah bayar”.
Menerimanya, Winter menggunakan ‘Appraisal’ dan menemukan kalau kain itu bernama \ yang adalah sebuah aksesoris semata. Berjalan ke arah Blizzard, Winter pun mengalungkan bandana ini di leher
Blizzard.
Melihat penampilan baru Blizzard, Winter kini senang karena sekarang Blizzard memiliki tanda kalau dia bukanlah Mobs liar.
Walau memang penampilannya bersama dengan Blizzard masih sibuk dibicarakan, tapi setidaknya tidak ada Pemain lain yang berusaha menyerang mereka setelah melihat kalau Blizzard ternyata bukan Mobs Liar.
Setelah berjalan tanpa arah tujuan, tanpa Winter sadari kini dia sudah tiba di depan Guild Petualang.
Berpikir sejenak, Winter memutuskan tidak ada salahnya untuk singgah hanya untuk melihat-lihat.
Akan tetapi, karena pintu Guild yang kecil membuat mustahil bagi Blizzard untuk bisa masuk. Terpaksa harus menunggu di luar, Winter pun masuk ke dalam sendirian. Dengan Blizzard yang duduk tepat di samping pintu masuk Guild Petualang, tidak perlu dikatakan lagi bagaimana reaksi orang-orang setelah melihat ini.
Memasuki Guild Petualang, Winter yang masih terkagum akan kebersihan bangunan ini seketika didatangi oleh seorang Pemain pria dengan tampang murka di wajahnya. “Hei! Kembalikan Equipmentku!” teriaknya yang sontak
menarik perhatian semua orang.
Sadar kalau dia yang diteriaki, Winter seketika menoleh ke arah pria itu yang tampaknya adalah seorang Barbarian terlihat dari Equipmentnya yang memang memberikan kesan seorang barbar.
Menanggapi tuduhan yang diberikan kepadanya, Winter pun sontak menjawab “Apa maksudmu? Apakah aku memiliki tampang seperti maling?” yang tentu saja membuat amarah Barbarian itu semakin memuncak.
“Equipment itu! Itu adalah Equipment yang sudah sudah payah aku dapatkan! Cepat kembalikan sekarang!” sambil mengatakan itu, tangannya hendak meraih Winter atau lebih tepatnya \ yang kini sedang dia kenakan.
Sebelum tangan itu sempat meraihnya, dengan cepat Winter berteriak “Blizzard!”. Bang! Pintu masuk Guild Petualang seketika hancur ketika Blizzard menerobos masuk menuruti panggilan tuannya. Penampilan Blizzard yang tiba-tiba seperti ini sontak membuat seisi Guild menjadi waspada.
Setiap Petualang yang ada dengan segap menyiapkan senjata mereka.
Namun, setelah melihat bandana di leher Blizzard serta fakta kalau Blizzard kini bersiaga di samping Winter membuat mereka batal untuk langsung menyerang.
Sedangkan untuk Barbarian yang berusaha untuk mengintimidasi Winter malah balik terindimidasi oleh tatapan garang dari Blizzard. “Iieh..!” teriakan aneh terdengar dari mulut Barbarian itu seraya dirinya terjungkal saat di ancam oleh Blizzard yang menggerang sambil menampilkan deretan taringnya yang tajam.
Sebelum situasi menjadi semakin kacau, terlihat beberapa Pegawai Guild Petualang datang untuk melerai kedua belah pihak. “Semuanya tenang dan jelaskan apa yang sedang terjadi di sini?” ucap seorang Pegawai Guild yang memiliki tubuh kekar yang tidak kalah mengintimidasi.
Tidak takut akan penampilan Pegawai itu, Winter langsung menunjuk ke arah Barbarian yang masih duduk di atas lantai “Dia berusaha untuk menyerangku. Aku hanya membela diri”. Mendengar hal ini, Pegawai Guild langsung menoleh ke arah si Barbarian “Apakah itu benar?” tanyanya singkat.
Tentu saja si Barbarian dengan terburu-buru menyangkalnya “Tidak! Aku hanya ingin mengambil Equipmentku yang dia ambil!”. Sebelum Pegawai Guild sempat meminta konfirmasi dari Winter, Winter langsung berkata “Ini?” sambil menunjuk ke Equipment miliknya “Aku menemukan ini tergeletak begitu saja di dalam hutan saat aku sedang mencari keberadaan Sword Bear”.
“Itu dia!” teriak Barbarian dengan cepat “Itu adalah Equipment yang aku jatuhkan setelah mati saat melawan Sword Bear!” berniat untuk membenarkan dirinya sendiri, tanpa dia sadari dia malah menggali kuburannya sendiri.
“Jadi begitu...” paham akan kejadian yang sebenarnya, Pegawai Guild itu memberikan perintahnya “Bawa orang ini ke ruang disiplin!”. Atas perintahnya, para Pegawai yang lain segera menahan si Barbarian dan membawanya jauh ke dalam Guild Petualang.
“Tunggu! Kenapa malah aku yang ditahan! Aku tidak bersalah!” berusaha untuk melawan, seorang Barbarian ternyata tidak mampu berkutik ketika ditahan oleh dua orang Pegawai Guild biasa.
Teriakan Barbarian itu terdengar jelas di seluruh Guild Petualang sampai akhirnya perlahan mulai menghilang hingga tidak terdengar lagi seraya dirinya di bawa ke ruang belakang. Winter yang tahu kalau tetap diam hanya akan menambah masalah hendak segera beranjak pergi. Namun itu batal setelah mendapati seseorang menahan bahunya dengan erat.
“Wahai Petualang terhormat...” ucap Pegawai Guild kekar dengan penuh sopan santun “...ada keperluan apa Anda mendatangi tempat ini?” meski wajahnya tersenyum, namun matanya mengatakan yang sebaliknya. Sadar kalau dia kalah kuat, Winter tidak berani untuk melawan.
Tidak secara terang-terangan, tentunya.
Berusaha untuk mencari jalan keluar, matanya tertuju pada pintu masuk yang hancur berantakan.
“Kalau soal pintu yang rusak, bisakah kau mengirimkan tagihannya kepada orang tadi?”
“Itu mudah di atur”
Masih belum cukup. Winter pun kembali mencari alasan agar dia bisa kabur dari hukuman yang berat.
“Umm... Ah, sebenarnya aku tinggal tiga Quest lagi sebelum akhirnya bisa naik ke tingkat Silver, jadi... Apakah ada Quest untukku?”
...
Melihat pemandangan yang ada di hadapannya, Winter hanya bisa bernafas lega.
Bukan hanya lolos dari hukuman berat karena tidak hanya membuat keributan tapi juga merusak properti Guild Petualang, tapi Winter juga mendapatkan sebuah Quest yang bisa menghantarkannya naik ke tingkat Silver.
Difficulty : Silver
Client : Adventurer Guild
Selama beberapa hari ini jumlah Undead di Pemakaman Umum Kota Virtue semakin mengkhawatirkan.
Tolong selidiki apa yang sebenarnya terjadi di sana. Dan kalau bisa tolong langsung selesaikan.
Prize : 10.000 G
Time Limit : 7 hari.
Berdiri di depan gerbang masuk Pemakaman, Winter sudah dapat melihat kalau memang benar kalau jumlah Undead yang ada di sini sudah sangat membeludak. Untungnya gerbang Pemakaman dalam keadaan tertutup dan
terkunci rapat sehingga mencegah para Undead itu untuk menyerbu keluar area Pemakaman.
Dilihat sekilas, mayoritas Undead tersebut terdiri dari Zombie dengan sedikit variasi dari Skeleton di sana-sini.
Zombie dan Skeleton tidak lebih dari Undead level rendah. Bahkan dengan total Level 10 sekalipun mereka bukanlah tantangan. Tapi jumlah mereka yang sekarang tentu adalah sebuah tantangan tersendiri.
Winter bahkan sampai tidak tahu harus mulai dari mana.
Untungnya matahari masih tinggi di angkasa sehingga itu akan membatasi pergerakan para Undead itu. Hanya saja terdapat banyak pohon besar di dalam area Pemakaman yang berfungsi sebagai payung alami bagi para Undead untuk bernaung dari cahaya Matahari.
Berpikir sejenak, Winter pun tiba dengan sebuah ide yang sederhana namun cemerlang!
“Summon : Sky”
Dari dalam lingkaran sihir berwarna merah adalah seekor Burung Elang dengan bulu keemasan yang indah. Di saat dia mebentangkan kedua sayapnya terlihat percikan api yang menyala.
Dia adalah Sky, atau yang para Pemain kenal sebagai Mobs Langka bernama Golden Hawk.
“Terbang dan telusuri seluruh Pemakaman ini!” menerima perintah dari tuannya, Sky pun segera terbang tinggi di udara.
Seekor Elang Emas kini terlihat terbang mengitari seluruh area Pemakaman dari atas langit.
Memanfaatkan ‘Vision Sharing’ yang dia dapatkan setelah Job Summoner mencapai level 5, kini Winter dapat melihat apa yang Makhluk Panggilannya lihat.
[Vision Sharing]
MP : 10 CD : 10 detik
Grade : Tier-2 Spells
Stats : INT
Element : Neutral
Spells Effect : Memungkinkan Pengguna untuk berbagi penglihatan dengan Makhluk Panggilannya.
Effective Range : 50 meter
Walau jaraknya terbatas, tapi dengan penglihatan dari mata elang sudah lebih dari cukup bagi Winter untuk melihat seluruh area Pemakaman.
Berkat ini Winter jadi mengetahui kalau seluruh area Pemakaman telah dipenuhi oleh Undead. Bahkan jika hari masih siang sekalipun, jika Winter memaksa untuk masuk sendirian maka sudah dipastikan dia akan kehabisan MP sebelum bisa memusnahkan semua Undead yang ada.
“Apa itu?” menggunakan mata Sky, Winter menemukan sebuah bangunan aneh yang berada tepat di ujung area Pemakaman.
Itu terlihat seperti sebuah Mausoleum terbuat dari batu hitam mirip obsidian. Tepat di puncak Mausoleum itu adalah sebuah ukiran batu berbentuk kerangka yang sedang memegang sebuah sebuah kepala tengkorak lainnya.
Dari dalam Mausoleum itu terdapat banyak Undead yang terus keluar tanpa henti.
Menduga kalau itu adalah penyebab utama kenapa ada banyak sekali Undead di sini, Winter yang sudah merasa kalau dia telah menunaikan tugasnya segera balik undur diri untuk melaporkan ini kepada Guild Petualang.