
Berbaring sendirian di dalam kamarnya, Eira sedari tadi memejamkan matanya berusaha untuk tertidur.
Walau begitu, tidak peduli berapa lama dia memejamkan mata, perasaan yang dia rasakan saat bertemu dengan pria aneh itu masih terasa jelas di permukaan kulitnya.
Sejak kemarin Eira masih tidak bisa melupakan perasaan takut yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Meski dia tahu kalau perasaan itu tidak lebih dari perasaan palsu yang direkayasa oleh sistem, namun perasaan itu terasa sangat nyata baginya.
Belum lagi mesin VR yang dia gunakan adalah yang terbaik dari yang terbaik karena mampu merekayasa semua panca indra secara nyata dan akurat hingga ke tahap kau mampu merasakan belaian angin yang paling lembut sekalipun.
Dengan mesin seperti itu, perasaan intimidasi yang dikeluarkan oleh pria aneh itu terasa sangat jelas di seluruh tubuh Eira seolah dia sedang berhadapan dengan seekor hewan buas yang hanya dari tatapannya saja sudah cukup untuk membuat Eira merasa lemah tidak berdaya.
“Aku harus menjadi lebih kuat...” hanya itu yang bisa Eira pikirkan.
Agar dirinya tidak lagi harus merasakan perasaan lemah ini, dirinya harus menjadi lebih kuat.
Cara tercepat baginya untuk menjadi lebih kuat adalah dengan leveling habis-habisan. Akan tetapi, berburu monster terus menerus terasa sangat melelahkan dan menyusahkan. Walau begitu, dia harus melakukan itu agar bisa menjadi lebih kuat.
“Tunggu, kalau di pikir-pikir lagi orang di forum pernah bilang butuh setidaknya 3 hari penuh untuk bisa naik level dari level 1 ke level 2. Sedangkan aku bisa mencapainya hanya dengan 2 hari. Itu pun aku bermain seadanya”
Membuat otaknya bekerja secara penuh, Eira mencoba untuk mengingat apa saja yang dia lakukan hingga bisa menaikkan levelnya lebih cepat dari Pemain lainnya.
Sampai akhirnya Eira mencapai sebuah kesimpulan “Aku membunuh Manusia?!” tidak ada penjelasan lain selain itu. Hal paling mencolok yang dia lakukan yang berbeda dari para Pemain di forum adalah dirinya yang lebih sering membunuh Manusia jika dibandingkan dengan para Pemain lainnya yang hanya berfokus memburu Mobs.
“Jadi begitu, jadi Manusia itu memberikan lebih banyak Exp yah”
Untuk bisa membuktikan teorinya, Eira harus berfokus untuk membunuh Manusia dan harus menahan diri untuk mengurangi jumlah monster yang dia habisi. “Sekarang adalah memilih target yang sesuai. Sembarang membunuh hanya akan membawa masalah yang tidak perlu”.
Bukan hanya karena itu akan membuatnya dicari oleh pihak otoritas, bisa-bisa dia secara tidak sengaja malah membunuh orang penting atau anggota sebuah organisasi yang terlalu besar untuk dia tangani.
Untuk itulah Eira harus hati-hati dalam memilih mangsa.
“Haruskan aku mengincar gelandangan? Atau mungkin pengembara yang lewat?”
Sibuk memikirkan apa yang akan dia lakukan nantinya, Eira melewati hari ini dengan damai tanpa mengetahui kekacauan yang sedang terjadi di luar sana.
...
Sementara Eira ‘sibuk’ rebahan di dalam kamarnya sambil memikirkan macam-macam hal, Ayu sedang benar-benar sibuk menerima kursus akting dari Ibunya sendiri.
Setelah sekian lama tidak berakting, untungnya Ayu masih bisa mengingat dasar-dasarnya.
Tapi itu tetap tidak membantunya menghindari pelajaran keras dari sang Ibunda.
Baik itu latihan olah rasa, olah tubuh, serta olah suara. Semua harus Ayu pelajari sekali lagi yang mana itu membuatnya benar-benar sibuk.
Terlebih sekarang server NFO sedang dalam masa perbaikan karena update yang akan datang. Berkat itu Ayu sekarang memiliki waktu seharian penuh untuk berlatih akting karena server baru akan dibuka besok tepat pukul 06.00 pagi.
Ayu sudah dipaksa untuk berlatih sejak pagi buta. Dan sekarang matahari sudah mencapai puncaknya, pertanda kalau sebentar lagi sudah waktunya untuk makan siang.
Akan tetapi, Rushia, Ibu dari Ayu. Masih belum menunjukkan akan menghentikan sesi latihannya.
“Jernihkan pikiranmu, jangan pikir yang aneh-aneh...” dengan tegas dia memberikan instruksi kepada putrinya yang berdiri canggung di tengah ruangan “Kau sekarang adalah seorang gadis desa yang baru sampai di kota. Bayangkan bagaimana kau yang hanya tahu sawah dan ladang akhirnya melihat gedung pencakar langit untuk pertama kalinya. Bayangkan kau yang tinggal di desa yang aman dan tenteram sejak lahir datang ke kota yang sibuk dan penuh akan orang” menerima arahan dari Ibunya, dengan susah payah Ayu berusaha membayangkan dirinya sebagai seorang gadis desa.
Mereka terus seperti itu hingga akhirnya ada orang yang membuka pintu tanpa mengetuk dan masuk begitu saja “Kalian belum selesai? Ini sebentar lagi sudah waktunya makan siang loh” yang datang adalah seorang pria tampan dengan rambut tersisir rapi dan mengenakan sebuah kacamata.
Dia adalah Jaka Arwana. Ayah dari Ayu.
Berbeda dari penampilannya yang sekilas terkesan sebagai pekerja kantoran, dia sebenarnya adalah seorang aktor laga yang telah banyak membintangi film-film action yang sudah terkenal hingga telah memegang penghargaan
sebagai aktor laga terbaik selama dua tahun berturut-turut.
Perannya yang paling terkenal adalah saat dia berperan sebagai seorang miliarder kaya raya yang menjadi superhero dengan cara memodifikasi dirinya sendiri sebagai seorang cyborg tempur yang berperang melawan ******* jahat.
“Sudah mau makan siang? Ya ampun, waktu memang cepat berlalu ketika kau sedang bersenang-senang”
Menyudahi sesi latihan untuk sementara waktu, Ayu memberikan jempol kepada Ayahnya sebagai rasa terima kasih karena telah menyelamatkannya yang Jaka balas dengan sebuah senyuman.
Setelah beristirahat sejenak, Ayu pun turun ke lantai bawah tempat ruang makan berada di mana kedua orangtuanya telah menunggu di meja yang sudah di isi oleh makanan yang dimasakkan oleh pembantu yang bekerja di rumah mereka.
Walau waktu makan adalah waktu di mana seseorang bisa bersantai sambil mengisi perut, namun makan siang ini tidak akan menjadi waktu makan yang tenang bagi Ayu.
“Ekspresimu itu masih kaku, kau harus lebih rileks lagi. Juga...” sejak tadi Rushia terus saja membanjiri Ayu dengan saran dan nasehat yang membuat Ayu susah untuk makan dengan tenang.
Sebagai cara terakhir, Ayu pun melirik Ayahnya untuk meminta bantuan.
Melihat Putrinya yang kesusahan, sebagai seorang Ayah yang baik Jaka pun bertindak “Mamih, pelajarannya di sudahi dulu, biarkan adek makan dengan tenang”.
Mendapatkan teguran dari suaminya, Rushia pun tidak mundur begitu saja “Sayang, kau tahu sendiri kan ‘Job’ macam apa yang putrimu ambil di dalam game? Kalau dia tidak segera diajarkan kalau semua itu hanyalah
akting maka takutnya dia malah kebablasan dan...”.
Gantian terkena celoteh dari sang Istri, Ayu yang melihat ini segera menghabiskan makanannya dan kabur ke ruang rekreasi meninggalkan Ayahnya yang dengan gagah berani mengorbankan dirinya untuk menerima ceramah dari sang Ibu.
Perut kenyang dan telinga tidak lagi berdengung, Ayu yang tidak punya pekerjaan segera mengambil remot TV dan menekan tombolnya.
Hal pertama yang muncul dari layar TV yang baru dihidupkan adalah sebuah berita mengenai orang-orang yang sedang mengantre di depan sebuah toko yang bertempat di dalam sebuah Mall ternama.
“Seperti yang pemirsa lihat, antrean yang mencapai 200 Meter ini adalah orang-orang yang mengantre agar bisa membeli mesin VR keluaran terbaru dari perusahaan V.R.C yang sudah terkenal akan prestasi mereka dalam
bidang teknologi selama 5 tahun terakhir”
Melihat orang-orang dari segala kalangan rela mengantre hanya demi sebuah mesin VR cukup untuk membuat Ayu tercengang. Dirinya yang tidak pernah berbelanja sendiri sebelumnya tidak tahu bagaimana rasanya berdiri mengantre sampai rela menahan teriknya cahaya matahari hanya demi bisa mendapatkan benda yang dia inginkan.
Meski dalam kasus ini mereka berada di dalam Mall yang ber AC, tapi di luar sana pasti ada orang yang mengantre di jalanan dan terpapar penuh oleh cahaya sang mentari.
Apa yang dikatakan reporter selanjutnya membuat Ayu semakin takjub.
“Dari wawancara yang telah kami lakukan dengan salah satu pelanggan di sini mengaku telah mengantre sejak jam 3 dini hari”
Sekarang sudah lewat tengah hari dan antrean masih sangat panjang.
Dan itu semua hanya demi membeli sebuah mesin VR yang kualitas dan performanya hanya mencapai 20% dari mesin VR yang Ayu miliki sekarang.
“Alasan kenapa mereka semua sampai rela mengantre adalah agar mereka bisa memainkan game terbaru bernama New Frontier Online yang hanya bisa dimainkan dengan menggunakan mesin VR keluaran perusahaan V.R.C”
Layar pun berganti dan sekarang menampilkan screenshot dari game NFO yang menunjukkan orang-orang berpakaian fantasi yang sedang melakukan berbagai macam aktifitas dari melawan monster hingga hanya bersantai
di bar... “Kau serius!!!” ...betapa terkejutnya Ayu ketika mendapati kalau gambar dirinya dan Winter yang sedang minum-minum santai di bar terpampang jelas di layar kaca.
Wajah merah Winter yang tidak tertutupi oleh tudung ataupun masker terlihat sedang tersenyum riang dengan sebuah gelas di tangan dan banyak gelas lainnya yang telah kosong berserakan di atas meja. Duduk di hadapannya adalah Chic yang hanya bisa tertawa canggung melihat tingkah Winter sambil membawa sebuah gelas kayu ke depan bibirnya.
Tentu saja isi dari gelas itu hanyalah jus buah biasa tanpa ada kandungan alkohol sama sekali.
Setelah itu layar dengan cepat berganti ke pemandangan selanjutnya. Ayu bersyukur karena gambar dirinya dan Winter hanya berlangsung sesaat.
Akan tetapi, adegan sesaat itu sudah lebih dari cukup untuk mengundang masalah baginya “Ayu, apa maksudnya ini!?” masuk ke dalam ruang rekreasi adalah Rushia yang memegang sebuah tablet di tangannya.
Apa yang sedang ditampilkan di layar tablet itu adalah gambar yang sama dengan yang baru saja ditampilkan di layar TV.
“Kau ini masih 18 tahun! Masih di bawah umur! Kau tidak boleh minum-minum...”
Melihat tidak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk menghindari ceramah sang ibunda, Ayu hanya bisa pasrah sambil berdo’a agar ceramah Ibunya tidak akan selama itu.
Di sisi lain, Ibu Eira yang sudah tahu bagaimana rupa Winter di dalam game. Tidak sengaja melihat wajah putrinya di dalam berita dalam keadaan tengah mabuk berat.
Tidak perlu dikatakan lagi bagaimana nasib Eira setelahnya.
...
Setelah sukses melewati makan malam yang panjang, Eira yang sudah puas mendengar celoteh dari Ibunya sedang duduk di depan layar komputer sembari menjelajahi forum yang dibuat khusus oleh pihak pengembang
sebagai sarana komunikasi utama para Pemain NFO.
•· (NFO) Warrior in Training
Updatenya lama bener!
•· (NFO) Ranger of the Forest
•· (NFO) Lone Samurai
Dari info yang ada, besok jam 06.00 pagi baru servernya di buka
Tampak para Pemain yang ada sibuk membahas tentang penutupan server yang terjadi karena update yang akan datang.
Karena butuh waktu seharian penuh, membuat para Pemain menjadi jenuh karena tidak bisa masuk ke dalam game.
“Eh, kenapa ini?”
Eira yang tiba-tiba saja dikeluarkan secara otomatis dari forum sempat terkejut namun kembali tenang setelah mendapatkan pesan dari pihak pengembang.
“Kepada semua Pemain yang terhormat, dengan bertambahnya jumlah Pemain yang ada, kami selaku pihak pengembang memutuskan untuk membagi forum menjadi tiga bagian berdasarkan tiga fraksi yang ada.
Forum Cahaya khusus untuk para Pemain dari Fraksi Cahaya.
Forum Bayangan khusus untuk para Pemain dari Fraksi Bayangan.
Forum Netral khusus untuk para Pemain dari Fraksi Netral.
Perlu diketahui kalau masing-masing forum hanya bisa dimasuki oleh anggota dari fraksi yang bersangkutan. Jika ada Pemain dari satu fraksi yang ketahuan memasuki forum fraksi lain yang berbeda dari fraksi yang di mana dia berada, maka hukuman yang setimpal akan diberikan.
Sekian, Terima Kasih.”
Karena untuk bisa masuk ke dalam forum Eira harus menghubungkannya dengan akun pribadinya, membuat Eira secara otomatis dimasukkan ke dalam Forum Bayangan.
•· (NFO) Thief of the Thief
Waduh, main bagi-bagi kubu aja...
•· (NFO) Black Mage of Disaster
Iya nih, padahal udah ngide buat mata-matain fraksi lawan
•· (NFO) The Lost Warrior
Halah, mata-mata emakmu! Perang antar fraksi aja belum mulai!
•· (NFO) Black Mage of Disaster
Jangan sembarang bicara kau yah, nanti saat perang antar fraksi pecah aku pasti akan maju sebagai Pahlawan bagi fraksi bayangan!
“Jadi mereka tidak tahu yah” melihat kalau tidak ada Pemain lain yang tahu kalau konflik antar fraksi sebenenarnya sudah lama di mulai, Eira pun merasa iseng dan memutuskan untuk bergabung ke dalam pembicaraan.
•· (NFO) Heartless Necromancer
Kalian ini pada kemana saja?
Pertarungan antar fraksi sudah lama di mulai
Atas komentarnya, sontak seluruh Forum Bayangan menjadi ramai.
•· (NFO) Black Mage of Disaster
Kau bercanda?! Mana buktinya!?
•· (NFO) The Famous Shaman
Benar itu, kalau mau bicara harus ada bukti
•· (NFO) The Lost Warrior
Kalau memang sudah di mulai kenapa kami tidak diberi tahu?
“Hehe...” tertawa cengingisan di depan layar komputernya, Eira mulai kembali mengetik.
•· (NFO) Heartless Necromancer
Hehe, dengar yah!
Jika kalian berhasil memenuhi syarat khusus (Tidak akan aku kasih tahu♥) maka kalian akan ditemui oleh orang misterius di dalam gang yang akan memberikan Quest spesial yang isinya mengharuskan kalian untuk melakukan tindakan kriminal.
Nah, dalam salah satu Quest spesial itu kalian bisa saja di suruh untuk menghabisi orang dari fraksi lawan.
Quest terakhir yang aku dapat kebetulan mengharuskanku untuk berhadapan dengan petinggi dari fraksi cahaya. Tentu saja, aku sukses besar!
Pernyataan dari Eira sontak membuat semua Pemain dari fraksi bayangan heboh bukan kepalang. Mereka mulai mendiskusikan apakah pernyataan dari Eira itu benar atau tidak.
Sampai pada akhirnya ada dua orang yang mendukung dan membenarkan pernyataannya.
•· (NFO) Night Courtesan
Apa yang @Heartless Necromancer katakan itu benar.
Kami saat itu dapat Quest untuk menghabisi seorang pria yang berdiam di dalam hutan tidak jauh dari kota Shoddy.
Saat di lawan baru kami sadar kalau dia itu salah satu petinggi dari Fraksi Cahaya.
•· (NFO) Serial Killer
@Heartless Necromancer mengatakan yang sebenarnya.
Jika syaratnya terpenuhi maka salah seorang dari fraksi bayangan akan mendatangimu untuk memberikan Quest khusus fraksi.
Terharu ketika ternyata ada yang mendukungnya, sebuah senyuman pun tercipta di wajah Eira.
“Si Night Courtesan itu jelas adalah Chic. Tapi siapa itu Serial Killer?”
Mengetahui ternyata ada satu lagi Pemain yang juga telah menerima Quest khusus seperti dirinya, mau tidak mau Eira menjadi penasaran akan identitas dari orang tersebut. “Dari namanya, jelas Job miliknya adalah Killer. Jadi itu
artinya syarat untuk mendapatkan Quest itu memang harus pernah membunuh”.
Dengan teorinya yang akhirnya terbukti, Eira pun dengan puas terus membaca isi forum yang kini kian heboh karena fakta yang baru saja dijatuhkan.
•· (NFO) Shady Merchant
Yah, kalau bener gw gimana dong?
•· (NFO) The Lost Warrior
Hahaha... Makanya pilih Job yg bisa buat gelud
•· (NFO) Mad Alchemist
Kena racun tahu rasa entar
•· (NFO) The Thief of The Thief
Bisa kasih tahu enggak apa syarat khususnya biar bisa dapet itu Quest?
Kasih bocoran dikit juga enggak apa-apa
•· (NFO) King Pimp
@Night Courtesan bisa minta kontaknya enggak?
•· (NFO) Black Mage of Disaster
Nyari kesempatan aja itu orang di atas
•· (NFO) Night Courtesan
@King Pimp OGAH!
Puas melihat tingkah para Pemain lainnya yang penuh semangat, tanpa terasa mata Eira mulai semakin berat. Melihat ke arah jam di layar komputernya, waktu sudah menunjukkan jam 21.00 malam.
Mematikan komputernya, tidak lagi mampu menahan rasa kantuk yang menyerang, Eira pun berbaring ke atas Kasur dan segera tertidur dengan lelap.