
Sudah lewat dua hari semenjak Party Fantasia mulai memfokuskan diri untuk leveling dengan cara memburu Razor Bear hingga sukses membawa total level mereka ke level 5.
Tentu saja ini langsung membuat hati Fantasia menjadi riang gembira karena akhirnya dia bisa melihat perkembangan nyata pada kekuatannya.
Hari ini juga, mereka berenam kembali berburu Razor Bear demi bisa membawa Total Level mereka ke angka 10.
“Shield Up!” meningkatkan pertahanannya, Mars menyambut cakaran tajam dari Razor Bear yang datang ke arahnya. Seperti namanya, cakar milik Razor Bear berbentuk seperti sebuah pisau pemotong yang ketajamannya tentu tidak perlu dipertanyakan lagi.
Menggunakan ‘Shield Up’ untuk meningkatkan pertahannya sebanyak 2 kali lipat, belum lagi sebelumnya dia juga sudah menggunakan ‘Raise Defense’ dari Job Warrior untuk meningkatkan pertahannya walau hanya sementara,
serta sukses menyambut serangan itu dengan perisainya membuat Mars berhasil menahan serangan dari Razor Bear tanpa mendapatkan luka sedikitpun.
[Raise Defenses]
MP : 20 CD : 1 menit
Grade : Tier-2 Art
Stats : STR
Element : Neutral
Art Effect : Meningkatkan nilai VIT sebanyak (20%) selama (30) detik.
Effective Range : Jarak dekat
Selagi Mars mengalihkan perhatian Razor Bear itu, kawan-kawannya yang lain tidak menyia-nyiakan waktu dan mulai menyerang.
Yang pertama adalah Fantasia yang sudah menggunakan ‘Raise Attack’ untuk meningkatkan kekuatan serangannya.
[Raise Attack]
MP : 20 CD : 1 menit
Grade : Tier-2 Art
Stats : STR
Element : Neutral
Art Effect : Meningkatkan nilai STR sebanyak (20%) selama (40) detik.
Effective Range : Jarak dekat
Dengan pedang di tangan, Fantasia mengayunkan pedangnya dengan kuat dan menggunakan ‘Double Slash’ untuk menebas kaki kanan Razor Bear sebanyak dua kali dalam waktu yang hampir bersamaan.
[Double Slash]
MP : 0 CD : 15 detik
Grade : Tier-1 Art
Stats : STR (Power) AGI
(Speed)
Element : Neutral, Sharp Attack
Art Effect : Menebas lawan sebanyak dua kali dengan cepat
Effective Range : Jarak dekat
Damage : STR + AGI + 10% (x2)
Total hanya 5 dan 8 kerusakan yang berhasil dia hasilkan.
Ini bukan karena Fantasia yang lemah, tapi itu karena Razor Bear saja yang terlalu kuat karena pada Level 7 mereka memiliki VIT sebanyak 115 yang tentu saja adalah mimpi buruk untuk Pemain yang berfokus pada
serangan fisik.
Menyerang hampir bersamaan dengan Fantasia adalah Ruru yang mengincar langsung ke kepala Razor Bear. Melompat tinggi ke udara, Ruru melepaskan sebuah tendangan yang diperkuat dengan Skill ‘Frontal Strike’ dari
Job Barbarian.
[Frontal Strike]
MP : 0 CD : 10 detik
Grade : Tier-1 Art
Stats : STR
Element : Neutral
Art Effect : Menyerang dengan kekuatan penuh
Effective Range : Jarak dekat
Damage : STR + 30%
“Hiyaaat!!!” dengan teriakan kerasnya, Ruru sukses menghasilkan serangan kritikal yang menimbulkan total 97 kerusakan. Berjungkir balik di udara, Ruru pun mendarat dengan aman sambil berpose untuk mengejek beruang yang baru saja dia tendang di wajah.
Tanpa Ruru sadari tindakannya baru saja membuat Fantasia yang menyangka dirinya telah bertambah kuat menjadi patah hati.
Razor Bear yang baru saja ditendang di kepala menjadi tidak mampu untuk menjaga keseimbangannya. Berkat itu dia tidak bisa menghindari rentetan serangan yang menghampirinya.
Angel melepaskan ‘Light Arrow’ yang menghasilkan 70 kerusakan.
[Light Arrow]
MP : 15 CD : 15 detik
Grade : Tier-1 Spells
Stats : INT (Power) DEX (Accuracy)
Element : Light, Magic Attack
Spells Effect : Menembakkan panah dari cahaya yang mampu memurnikan Undead.
Effective Range : 20 meter
Damage : INT + 20%
Effective : Dark
Harkness melepaskan ‘Fire Arrow’ yang menghasilkan 80 kerusakan sekaligus memberikan Debuff (Burning) yang mengurangi pertahanan Razor Bear itu.
[Fire Arrow]
MP : 15 CD : 15 detik
Grade : Tier-1 Spells
Stats : INT (Power) DEX (Accuracy)
Element : Fire, Magic Attack
Spells Effect : Menembakkan panah api yang membakar musuh dan menimbulkan Debuff (Burning Lv.1)
Effective Range : 20 meter
Damage : INT + 35%
Rosalia yang baru saja ingin menembakkan panahnya tidak jadi ketika melihat sosok besar Razor Bear mulai linglung sebelum akhirnya tersungkur lemas di atas tanah.
Razor Bear memang boleh memiliki pertahanan fisik yang tinggi. Tapi dengan hanya memiliki 10 MND membuatnya menjadi sasaran empuk bagi pengguna sihir.
Rosalia yang tidak melakukan apa-apa kembali melakukan tugasnya untuk mengumpulkan drop dari Razor Bear sementara temannya yang lain sedang beristirahat.
Ruru yang masih tidak puas ingin segera mencari Razor Bear yang lain terdiam ketika dia didatangi oleh Fantasia yang sedang bermuka masam.
“Ada apa? Apakah kau terluka?” dihadapkan dengan Ruru yang benar-benar khawatir kepadanya, Fantasia hanya menggelengkan kepalanya “Ruru...” membuat Ruru tenang untuk sejenak, Fantasia pun mengutarakan tujuannya mendatanginya “Bagaimana bisa seranganmu bisa lebih tinggi dariku?”.
Mendapatkan pertanyaan mendadak dari Fantasia, Ruru sampai tidak tahu harus menjawab apa. Jawaban yang bisa dia berikan hanyalah “Aku memukulnya”, “Aku menendangnya” dan “Pokoknya hantam dengan kuat!” yang
tentu saja tidak bisa dipahami oleh Fantasia.
Melihat Fantasia yang sedang kesusahan, Angel pun datang untuk membantu “Fantasia tidak akan paham dengan logika orang barbar sepertimu...” tidak mengindahkan Ruru yang kesal, Angel pun memberitahukan dugaannya kenapa serangan Ruru bisa selalu lebih tinggi dari serangan Fantasia.
“Walau Ruru adalah orang Barbar, tapi dia selalu menyerang bagian vital lawan seperti kepalanya. Di game ini jika kau berhasil menyerang titik vital seperti kepala dan jantung maka besar kemungkinan kalau seranganmu akan menjadi serangan kritikal yang akan meningkatkan kerusakan yang kau hasilkan dan ada juga kesempatan untuk menghasilkan serangan fatal yang akan langsung menghabisi lawanmu tidak peduli seberapa besar HP yang masih dia miliki”
Atas penjelasan dari Angel, Fantasia pun mendapatkan pencerahan “Jadi, setelah ini aku harus mengincar titik vital mereka?” yang dibalas dengan senyuman oleh Angel.
Melihat Angel sukses mengembalikan kondisi hati Fantasia seperti semua sementara dia tidak, membuat Ruru menjadi kesal dan meminta untuk segera lanjut berburu.
“Maaf, tapi bisakah kita kembali ke kota dulu” ucap Mars sambil menunjukkan perisainya yang sudah dalam
kondisi yang memprihatinkan.
Melihat ini, Angel pun langsung setuju “Itu benar, Harkness, berapa uang yang berhasil kita dapatkan?” memeriksa penyimpanannya, Harkness yang telah dipercayakan untuk menyimpan uang Party pun menjawab “Kalau dibulatkan ada 35.000 G”.
“Bagus, karena kita sudah naik level, bagaimana kalau kita semua membeli Equipment baru?”
Saran dari Angel pun langsung disetujui semua orang terkecuali Ruru yang menganggap kalau pukulannya sudah lebih dari cukup. Akan tetapi, Fantasia beranggapan lain. Dia yang menganggap kalau saja dia punya senjata baru yang lebih kuat, maka dia bisa jauh lebih berguna bagi kawan-kawannya. Tanpa ragu langsung menyetujui rencana Angel untuk membeli Equipment baru.
Dengan keputusan yang sudah bulat, mereka pun segera bergegas untuk kembali ke kota.
Baru juga beberapa menit berjalan, Rosalia berteriak “Tunggu!” yang langsung membuat semua orang menghentikan langkah mereka.
“Ada apa?” tanya Fantasia yang langsung di jawab “Danger Sense milikku mendeteksi bahaya dari arah sana” menunjuk ke arah semak-semak, seketika semak-semak itu bergoyang dengan kencang yang langsung membuat mereka mengambil posisi siaga.
Apa yang muncul dari balik semak-semak adalah seekor Razor Bear dengan tubuh penuh luka. Bersiap untuk bertarung, mereka dibuat tercengang akan apa yang muncul berikutnya.
“Apa-apaan itu!”
Menyusul Razor Bear yang terluka adalah seekor beruang dengan rambut perak dan terdapat puluhan pedang yang menancap di punggungnya. Jika Razor Bear memiliki tubuh sebesar 2 meter, beruang itu dengan mudahnya
mencapai ukuran 3 meter yang sampai mengharuskan mereka untuk mendongak hanya untuk melihat wajahnya.
Dengan sebuah bekas luka sayatan di sepanjang wajahnya, beruang itu memberikan ekspresi garang yang membuat nyali Party Fantasia ciut seketika.
Membuka rahangnya lebar-lebar, beruang itu sukses menerkam Razor Bear yang berniat untuk kabur sebelum akhirnya mencabik-cabiknya tanpa ampun hingga HP Razor Bear itu menjadi 0 barulah dia berhenti.
Setelah mangsanya berubah menjadi butiran cahaya, dengan mulut yang bersimbah darah beruang itupun mengalihkan perhatiannya kepada Party Fantasia.
Melihat beruang itu yang bukan hanya mampu mengabisi tapi bahkan sampai membuat Razor Bear lari ketakutan jelas bukanlah lawan yang bisa diremehkan.
“Sword Bear!?” teriak Angel yang langsung menarik perhatian semua orang.
“Apakah kau tahu beruang itu?” tanya Ruru yang dengan cepat di jawab oleh Angel “Dia adalah Mobs Langka yang belum pernah dikalahkan sebelumnya” yang, walau kurang jelas, tapi setidaknya itu memberikan gambaran kasar akan betapa berbahayanya beruang yang ada di hadapan mereka sekarang.
Dengan perisai yang hampir hancur, Mars pun maju ke depan “Kalian cepatlah pergi, biar aku yang mengalihkan perhatiannya”. Tentu saja perkataannya itu sontak membuat semua orang terkejut.
“Jangan bercanda!” teriak Fantasia, “Jika kau ingin tinggal maka aku akan menemanimu” dengan pedang di tangan dia pun ikut berdiri di samping Mars.
Walau dia tahu kalau ini bukan saat yang tepat, tapi tindakan Fantasia yang tidak mau meninggalkannya begitu saja membuat Mars merasa senang hingga tanpa sadar dia sudah tersenyum.
“Kalau begitu aku juga...” baru saja Ruru hendak ikut bertarung bersama mereka, dia langsung dilarang oleh Fantasia “Jangan, kau kawal saja Harkness sampai tiba di kota”. Keputusan Fantasia ini pun langsung disetujui oleh Angel “Itu benar. Kalau sampai Harkness yang memegang semua uang kita mati, maka semua usaha kita selama ini akan sia-sia”.
Tidak bisa melawan argumen mereka berdua, Ruru dengan terpaksa mundur dan bergerak ke samping Harkness. Rosalia yang juga tahu dia tidak akan banyak berguna segera memposisikan dirinya untuk ikut berlari bersama mengawal Harkness sampai mereka tiba kembali ke kota.
Harkness sendiri juga sangat ingin bertarung bersama Fantasia tapi secara bersamaan juga tahu kalau dirinya tidak boleh mati hanya bisa pasrah dan berjanji untuk sampai kembali ke kota dengan selamat.
Di saat mereka sedang sibuk menentukan peran masing-masing, tanpa mereka sadari kalau beruang yang bernama Sword Bear itu sedari tadi hanya diam saja memperhatikan segala tingkah laku mereka.
Baru saja Harkness hendak berlari, sebuah perubahan terjadi yang membuat langkah mereka terhenti seketika.
Kresek... Kresekk... Semak-semak di belakang Sword Bear bergerak dan darinya muncul sesosok orang dengan rambut hitam pendek yang sekilas membuatnya terlihat seperti seorang lelaki. Akan tetapi, setelah seluruh tubuhnya keluar dari semak-semak, terlihat kalau dia ternyata memiliki wajah yang cantik serta dua buah aset yang meneriakkan dengan keras kalau dia itu adalah seorang perempuan.
Wajahnya yang cantik sontak membuat Fantasia langsung terkesima. Sebelum akhirnya dia teringat kalau dia pernah bertemu dengan perempuan itu sebelumnya “Chic!?” tidak seperti saat mereka pertama kali bertemu, Chic kini mengenakan sebuah Outfit pemburu berwarna cokelat yang terlihat terbuat dari bahan kulit beruang yang terbukti dari sebuah kaki beruang yang menjuntai di bahunya.
Mendengar namanya di panggil, Chic pun terkejut ketika mengetahui kalau orang yang memanggilnya adalah Fantasia yang dua hari lalu merayunya ketika sedang mabuk. Melihat ke sekitar, Chic kembali dibuat terkejut
ketika mengetahui kalau seluruh Party Fantasia adalah perempuan dan mereka semua sedang dalam keadaan siap untuk bertarung.
“Apakah kau kenal dengannya?” tanya Angel yang bukannya di jawab oleh Fantasia, malah Ruru yang menyahutnya “Dia adalah gadis yang kemarin di rayu oleh Fantasia” dengan nada marah tanpa sedikitpun berusaha
untuk menyembunyikannya.
Atas perkataan Ruru, semua perhatian seketika beralih kepada Chic. Tentu saja bukan perhatian yang ramah yang dia terima. Bahkan Harkness yang awalnya mencoba kabur kini berdiri tegap dengan api yang menyala di ujung tongkatnya.
Fantasia yang menyadari kalau teman-temannya yang lain tidak menyukai Chic, langsung mengalihkan mereka dengan sesuatu yang lebih penting.
“Chic, lari! Sword Bear itu berbahaya!” melihat Fantasia yang sangat peduli dengan gadis baru itu, jelas saja itu malah menambah sakit tatapan yang Chic terima.
Menanggapi situasi yang aneh ini, Chic langsung berteriak kepada orang di belakangnya “Winter...!!!”.
Tidak lama kemudian muncul sesosok perempuan yang mengenakan jubah berwarna merah dengan sebuah mantel yang terbuat dari kulit beruang yang utuh keluar dari balik semak-semak. “Ada apa sih, teriak-teriak?” menghentakkan tongkat yang di ujungnya terdapat kristal berwarna biru ke atas tanah, Sword Bear yang awalnya berdiri menghalanginya bergerak ke belakangnya dan diam di sana bagaikan seekor peliharaan yang setia kepada majikannya.
“Apa-apaan?” tentu saja pemandangan ini membuat Party Fantasia menjadi terheran.
Angel yang berusaha untuk melihat wajah orang bernama Winter itu tidak mampu melakukannya karena kepala bagian atas Winter ditutupi oleh kepala beruang yang berfungsi sebagai tudung yang kebesaran hingga ketika
dikenakan itu akan menutupi setengah wajah bagian atas Winter dan hanya meninggalkan wajah bagian bawah saja yang terlihat kini sedang menunjukkan ekspresi kesal.
Walau Angel tidak bisa melihat wajahnya seutuhnya, tapi setidaknya dia bisa melihat rambut putih Winter yang tergerai lurus menyembul dari balik tudungnya.
Tidak sampai di situ saja, dari balik semak-semak yang sama muncul sosok baru yang kini adalah seorang pria dengan tubuh tinggi berotot yang mengenakan jaket dari kulit beruang serta terdapat sepasang pedang menggantung di pinggangnya. Satu pedang adalah pedang melengkung berwarna putih dan yang satu lagi adalah sebuah pedang pendek yang bilahnya berwarna biru.
Kepalanya ditutupi oleh tudung serta wajahnya dilindungi oleh masker sehingga mustahil untuk melihat wajahnya terkecuali mata merahnya yang terlihat dari balik tudungnya.
Atas kedatangan mereka berdua, tatapan penuh permusuhan yang sebelumnya diarahkan kepada Chic seketika sirna bergantikan tatapan penuh tanda tanya.
Karena keadaan yang menjadi membingungkan, tidak ada seorangpun yang berbicara sampai pada akhirnya Winter membuka mulutnya “Serius, ada apa ini?”. Setelah itu Chic pun menjelaskan apa yang terjadi hingga akhirnya Winter menepukkan kedua tangannya seolah baru paham akan apa yang sebenarnya terjadi.
“Begitu... Jadi intinya bocah playboy yang ada di sana tertangkap basah sedang merayumu sehingga anggota haremnya langsung termakan api cemburu?”
“Walau aku sangat ingin kau mengucapkannya dengan cara yang lebih halus, tapi memang itulah yang sedang terjadi”
Mendengar ini, Fantasia yang merasakan bulu kuduknya berdiri segera memberikan penjelasan “Itu salah, memang benar kalau yang sebelumnya itu adalah salahku, tapi yang barusan itu karena aku hendak memperingatkan Chic tentang Sword Bear yang berbahaya itu!”.
“Oh, maksudmu Saber?” memeluk Sword Bear yang dia panggil sebagai Saber, apa yang terlihat bukan lagi seekor beruang yang ganas melainkan seekor peliharaan besar yang sedang dimanjakan oleh majikannya.
Tentu saja ini membuat Party Fantasia menjadi terheran.
Si pria dengan dua buah pedang, Victor. Akhirnya maju dan memberikan penjelasan “Ketua Party kami ini adalah seorang Summoner. Dan baru saja dia berhasil menjinakkan Sword Bear ini dan menjadikannya sebagai Makhluk Panggilannya”.
Mendengar ini, sontak mereka menjadi tercengang.
Terutama Angel, dia yang sudah membaca informasi mengenai Sword Bear dari forum jelas lebih paham betapa kuatnya Sword Bear itu hingga Party kelas atas yang seluruhnya terdiri dari Pemain Beta tidak mampu untuk mengalahkannya.
Seolah mengolok-olok mereka, Party di hadapannya sekarang yang hanya beranggotakan tiga orang bukan hanya mampu mengalahkan tapi bahkan menjinakkan seekor Mobs Langka yang digadang-gadang tidak bisa terkalahkan.
Dan jika yang Fantasia katakan itu benar, maka salah satu anggota mereka, Chic, masihlah seorang pemula sama seperti mereka. Jika begitu, maka itu artinya dua orang yang bersamanya adalah Pemain Beta yang kekuatannya melebihi para Pemain Beta lainnya.
“Baiklah, karena sudah tidak ada lagi kesalahpahaman, kami akan pamit undur diri karena masih banyak hal yang harus kami kerjakan”
Mengatakan itu, Party Winter pun pergi meninggalkan mereka begitu saja.
Fantasia yang tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa terdiam melihat sosok Chic dan anggota Party nya menghilang di balik lebatnya hutan.