A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 5 : Level Up



Berdiri sendirian di dalam sebuah gang sempit yang gelap adalah seorang pria misterius yang mengenakan tudung hingga membuat hanya wajah bagian bawahnya saja yang terlihat.


Berada di gang sempit sendirian, pria itu tampak seolah sedang menunggu seseorang.


Tidak lama kemudian datanglah seorang bertudung lainnya masuk ke dalam gang. Melihat sosok yang datang, pria tadi seketika menampilkan sebuah seringai nakal di wajahnya.


“Ho, ho, belum sempat satu jam namun kau sudah kembali. Bagaimana?”


Tidak menjawab, sosok bertudung itu hanya mengeluarkan sebuah buku dan menyerahkannya kepada si pria.


Menerima buku tersebut, pria itu lalu membuka dan membacanya.


“Oh, jadi begitu... Oh, hehehe... begitu, jadi dia berteman dengan orang itu...”


Apa yang baru saja pria itu terima adalah buku ledger dari toko Robert. Sebagaimana ledger padaumumnya, buku tersebut berisikan riwayat akutansi serta segala jenis informasi sensitif lainnya yang seharusnya tidak pernah ditunjukkan kepada orang lain.


Menerima semua informasi berharga ini, pria itu pun menjadi senang bukan kepalang.


“Bagus, bagus, kau mengerjakan tugasmu dengan baik” merogoh sakunya, pria itu lalu menyerahkan sekantong penuh uang kepada sosok bertudung “Hehehe... Jika kami butuh bantuan lagi, bisakah kami kembali meminta bantuanmu?”.


Menerima bayarannya, terlihat sepasang mata merah menyala dari balik tudung yang dia kenakan. Melihat mata itu, si pria sempat merasa menggigil walau hanya sedetik saja.


“Asal bayarannya setimpal”


Setelah mengatakan itu, sosok bertudung itu segera berbalik badan dan pergi meninggalkan si pria sendiri di dalam gang yang gelap.


...


Kembali ke Guild Petualang.


Lantai pertama Guild Petualang yang juga berfungsi sebagai sebuah kedai untuk berkumpul dan saling bercakap tidak pernah sepi oleh para Petualang yang selalu aktif sehari 24 jam.


Duduk di meja yang paling pojok, Winter telah menurunkan masker yang menutupi wajahnya demi bisa menenggak bir yang baru saja dia pesan.


Glek... Glek... Glek...


Menghabiskan gelasnya hanya dengan satu tegukkan, Winter merasakan sensasi terbakar di tenggorokkannya. Walau seumur hidup dirinya tidak pernah menyentuh minuman beralkohol karena alasan kesehatan, tapi di sini, di dalam game, Winter akhirnya dapat merasakan apa itu mabuk.


Dengan gelasnya yang telah kosong, Winter segera memesan gelas yang kedua.


Setelah pesanannya tiba, Winter tidak membuang waktu dan langsung menghabiskan kembali minumannya dengan sekali tegukkan sebelum akhirnya memesan gelas yang ketiga.


Tidak butuh waktu lama sebelum Winter merasakan kalau semua minuman yang dia minum akhirnya menunjukkan reaksinya.


Kepalanya terasa ringan dan pandangannya mulai buram.


Meski begitu Winter tetap meraih gelas ketiganya dan kembali membasahi tenggorokannya dengan bir murah yang dia pesan.


Di saat gelasnya sudah setengah kosong, Winter yang tidak lagi mampu untuk berpikir dengan jernih membuka layar status miliknya.


Name : Winter


Gender/Age : Female/20


Job :


1.       Necromancer (Lv. 2)


2.       Appraiser (Lv. 2)


3.       Scout (Lv. 1)


4.       Summoner (Lv. 1)


Stats :


(HP : 60) (MP : 190) (STR : 15) (VIT : 10) (AGI : 20) (DEX : 30) (INT : 50) (MND : 40)


Bukan hanya dua Job awal miliknya akhirnya naik level, dari semua buku Job yang dia dapatkan Winter akhirnya memutuskan untuk mendapatkan dua Job baru.


Job ketiga yang dia ambil adalah Scout.


Sesuai dengan rencananya, Winter memilih Job ini karena rekomendasi dari para Pemain lainnya yang dia lihat di internet.


Sedangkan Job keempat yang dia pilih adalah Summoner.


Alasan kenapa Winter memilih Job ini adalah karena terdesak dan tidak tahu harus apa lagi. Setelah dirinya tidak hanya membunuh targetnya, itu memang sudah direncanakan jadi dia tidak merasa bersalah karena hal itu. Tapi dirinya juga secara tidak sengaja menghabisi putri dari targetnya yang masih di bawah umur.


“Mereka hanyalah data, tapi tetap saja...”


Menghabiskan gelas ketiganya, Winter pun kembali memesan gelas keempat.


Untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa bersalah yang dia rasakan, Winter mencoba melihat kembali Skill apa saja yang dia dapatkan dari Job barunya.


Dari Job Scout :


[Eagle Eyes]


Passive


Grade : Tier-1 Art


Effect : Membuat mata menjadi jauh lebih tajam hingga membantu melihat dalam cahaya yang minim.


[Danger Sense]


Passive


Grade : Tier-1 Art


Effect : Mempertajam insting pengguna dalam mendeteksi bahaya.


Sama seperti yang tertera di internet, dua Skill awal yang dia dapatkan adalah Skill passive yang akan selalu aktif dan tidak memakan MP sama sekali.


Walau Eagle Eyes tidaklah terlalu berguna bagi dirinya terkecuali untuk membantu melihat dalam gelap, Skill Danger Sense telah membuktikan kegunaannya kepada Winter.


“Orang itu, aku harus berhati-hati kepadanya”


Walau dia hanya berbicara padanya, tapi Winter dapat merasakan dengan jelas kalau orang misterius yang memberikannya Quest membunuh ini adalah orang yang tidak boleh diremehkan.


Apalagi sekarang dirinya tengah membawa uang yang tidaklah sedikit. Winter sedari tadi merasakan tatapan yang tidak bersahabat yang tertuju padanya.


Selanjutnya, adalah Skill dari Job Summoner :


[Contract]


MP : 10 CD : 1 menit


Grade : Tier-1 Spells


Effect : Mengikat kontrak dengan suatu makhluk yang nantinya akan menjadi bawahan dari si pengguna. Total kontrak yang dapat di buat saat ini adalah (2/3).


[Summon]


MP : 20 CD : 30 detik


Grade : Tier-1 Spells


Effect : Memanggil kembali makhluk yang telah di kontrak untuk bertarung dan menuruti semua perintah dari si pengguna.


[Return]


MP : 0 CD : 1 detik


Grade : Tier-1 Spells


Effect : Mengembalikan makhluk yang telah di panggil untuk beristirahat serta memulihkan diri.


Walau dirinya mendapatkan 3 Skill sekaligus, tapi tidak ada satupun dari Skill tersebut yang berfungsi sebagai sebuah metode untuk menyerang.


“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Summoner murni bertarung untuk pertama kali”


Melihat kalau dirinya telah memiliki dua kontrak, Winter kembali mengenggak bir yang ada di tangannya. Tidak butuh waktu lama bagi Winter untuk memesan gelas kelimanya.


Selain Skill dari Job yang baru, Winter juga mendapatkan Skill baru dari Jobnya yang telah naik level.


Dari Job Necromancer :


[Negative Aura]


MP : 7 CD : 30 detik


Grade : Tier-1 Spells


Element : Dark


Effect : Melapisi diri sendiri ataupun orang lain dengan energi negatif yang mampu melukai orang lain yang menyentuhnya.


Damage : INT + 12% per 5 detik


Effective : Light


[Summon : Skeleton]


MP : 12 CD : 1 menit


Grade : Tier-2 Spells


Element : Dark


Effect : Memanggil total (1) monster Skeleton yang mematuhi semua perintah pemanggilnya selama (10)menit.


Weakness : Light, Blunt


Mendapatkan dua Skill sekaligus, tentu Winter merasa senang.


Apalagi kalau Skill keempatnya adalah Skill Tier-2 yang membuatnya mampu memanggil monster tulang untuk bertarung demi dirinya.


Sedangkan Skill ketiganya adalah semacam Skill bertahan yang mampu melukai lawannya yang berani mendekat padanya. Winter masih belum mencobanya, tapi Winter berpikir untuk mengaktifkan Skill ini kepada Skeleton panggilannya yang kelak akan berperan sebagai perisai untuk melindungi dirinya dari serangan musuh.


Terakhir, Winter juga mendapatkan satu Skill lagi dari Job Appraiser :


[Appraisal]


MP : 5 CD : 1 detik


Grade : Tier-2 Spells


Lagi-lagi dia mendapatkan Skill Tier-2.


Meski begitu, Skill ini tidaklah berguna di dalam pertarungan. Sebaliknya, Skill ini akan sangat berguna untuk melihat status dari item yang ingin dia ketahui.


Tanpa Winter sadari dirinya sudah mencapai gelas keenamnya.


Dengan kelopak matanya yang terasa kian berat, Winter pun berniat untuk memejamkan matanya sebentar.


...


“Ugh, jadi ini rasanya pening setelah mabuk...”


Menyandarkan dirinya pada batang pohon, Winter mencoba mengingat kembali bagaimana bisa dia yang awalnya berada di Guild Petualang kini sudah menemukan dirinya berada di tengah hutan yang rindang.


Hal pertama yang terpikirkan olehnya adalah ada seseorang yang membawanya kesini demi melakukan suatu hal yang buruk kepadanya.


Mengecek seluruh tubuhnya, Winter tidak merasakan ada yang aneh.


Memeriksa penyimpanannya, tidak ditemukan ada satupun yang hilang. Bahkan jumlah uang yang dimilikinya masih tetap sama... Hanya berkurang sekitar 100 G. Tapi jumlah itu terlalu kecil untuk di curi.


“Benar juga, apakah aku sudah membayar minumanku?”


Karena ingatannya yang kabur, Winter jadi lupa apakah dia sudah bayar atau tidak, bahkan dirinya tidak ingat berapa gelas yang sudah dia minum.


“Harga satu gelas bir itu 10 G kan?”


Melihat jumlah uang yang hilang itu 100 G, jika dalam kasus ini Winter telah membayar minumannya, maka itu berarti dirinya setidaknya telah meminum total 10 gelas bir.


Menyadari kalau dirinya sudah kelewatan, Winter pun bersumpah kalau dirinya tidak akan berlebihan lagi saat minum minuman beralkohol.


Dengan rasa pening di kepalanya yang mulai memudar, Winter kini benar-benar berusaha untuk mengingat kembali bagaimana bisa dia berakhir di tengah hutan belantara ini.


“Ah, Quest”



Difficulty : Copper


Client : Adventurer Guild


Description :


Tolong bereskan para Goblin yang menghuni hutan bagian timur.


Prize : 2.500 G


Time Limit : 3 hari.


“Sejak kapan aku mengambil Quest ini???”


Winter masih tidak percaya kalau dirinya tanpa sadar telah mengambil sebuah Quest dan langsung berangkat untuk menyelesaikannya.


Tentu dia pernah mendengar tentang mereka yang melakukan hal bodoh saat sedang mabuk.


Dari mereka yang beringkah seperti anak-anak, membuat kekacauan di tempat umum, hingga mereka yang tanpa sadar sudah memesan barang Online dan harus membayar mahal meski barang yang di pesan sama sekali tidak berguna bagi mereka.


Baru sekarang Winter akhirnya menyadari betapa mengerikannya mabuk itu.


Tetap saja ini tidak akan membuatnya kapok dan menghindari alkohol untuk selama-lamanya. Dirinya di dunia nyata memiliki banyak hal yang tidak bisa dia lakukan karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan.


Namun, di sini Winter memiliki fisik yang normal.


Tidak mau menyia-nyiakannya, Winter berniat untuk bisa merasakan semua hal yang tidak mungkin dia rasakan di dunia nyata. Dan salah satunya adalah minum-minum.


“Karena sudah terlanjur apa boleh buat”


Setelah memastikan tidak ada lagi hal bodoh yang dia lakukan saat mabuk, Winter pun segera beranjak mencari Goblin untuk menyelesaikan Questnya.


...


Bersembunyi di balik semak belukar, Winter mengamati 10 ekor Goblin yang sedang bercengkrama sambil mengelilingi sebuah api unggun yang menyala.


Tampak mereka sedang memanggang daging kelinci dan sesuatu yang mirip seperti kadal.


Jelas jumlah mereka terlalu banyak untuk bisa Winter tangani. Walau dalam cerita Goblin itu secara individu lemah, tapi jika berkelompok begini mereka terbukti bisa menjadi lawan yang menyusahkan.


Tidak ingin mengambil resiko, Winter pun mengurungkan niatnya dan segera pergi menjauh.


Setelah sekitar 10 menit mencari, Winter akhirnya menemukan Goblin lainnya. Kali ini hanya ada dua dari mereka. Senjata yang kedua Goblin itu bawa tidak lebih dari sekedar ranting kayu biasa yang mereka gunakan sebagai alat pemukul.


Yakin kalau hanya ada dua Goblin, Winter pun mulai melancarkan serangannya.


“Summon : Skeleton”


Sebuah lingkaran sihir hitam tercipta di atas tanah. Dari dalam lingkaran sihir tersebut muncul sebuah kerangka Manusia yang tampak seperti telah merangkak keluar dari dalam tanah.


Walau tidak memiliki jaringan otot, kerangka yang ada di hadapannya mampu untuk bergerak selayaknya Manusia yang masih hidup.


“Tidak ada senjata?”


Walau merasa kecewa kalau hanya kerangka polos yang muncul, perisai tetaplah perisai. Selama kerangka itu mampu menjalankan kewajibannya dengan baik, maka itu sudah lebih dari cukup.


Terlebih setelah dirinya melihat status milik kerangka yang dipanggilnya.


Name : -


Gender/Age : Male/0


Race : Skeleton (1)


Job :


1.       Warrior (1)


Stats :


(HP : 50) (MP : 30) (STR : 20) (VIT : 20) (AGI : 10) (DEX : 10) (INT : 10) (MND : 10)


Sempat tertarik pada baris tambahan yaitu ras beserta levelnya, Winter tahu kalau ini bukanlah saat yang tepat.


Memberikan perintah kepada kerangka panggilannya, Winter pun mulai melancarkan serangan.


Grooaaba!!!


Gyaaaahh!!!


Kedua Goblin itu sontak terperanjat ketika menyaksikan sebuah kerangka hidup muncul begitu saja dari balik semak-semak dan berlari langsung ke arah mereka.


Menghadapi Goblin yang masih terkejut akan situasi mereka sekarang, si kerangka tanpa ampun segera mengayunkan tangan tulangnya ke arah salah satu Goblin yang posisinya berada paling dekat dengannya.


Dengan satu ayunan wajah Goblin malang itupun berdarah. Angka 13 berwarna merah menyala muncul seiring si Goblin yang langsung mengerang kesakitan.


Menyadari kalau mereka baru saja di serang, Goblin lainnya pun murka setelah melihat wajah rekannya kini basah oleh darahnya sendiri.


Mengeluarkan lolongan serak, Goblin itu pun segera mengayunkan ranting kayunya ke arah kerangka yang hendak kembali mengayunkan tangannya demi menghabisi Goblin yang kini sedang berguling-guling di atas tanah.


Sayang, Goblin itu tidak pernah sempat untuk mendaratkan serangannya.


“Negative Energy”


Itu karena sebuah bola hitam meluncur dari balik semak dan mengenai dirinya.


Total 61 kerusakan ditunjukkan dengan angka merah melayang yang mana membuat Goblin itu tumbang seketika.


Tidak lama kemudian, Goblin yang sedang di lawan oleh si kerangka akhirnya menemui nasib yang sama dengan rekannya. Ketika kedua mayat Goblin itu akhirnya berubah menjadi partikel cahaya, apa yang tersisa dari mereka hanyalah satu pasang telinga dan taring mereka.


“Satu serangan? Kalau tahu begini mending aku lawan gerombolan Goblin tadi”


Akhirnya menyadari seberapa kuat dirinya sekarang, Winter berniat untuk kembali menghampiri gerombolan Goblin yang dia hindari sebelumnya dengan harapan untuk menyelesaikan Questnya dengan lebih cepat.


Namun pada akhirnya dia sadar diri dan memilih untuk mencari kelompok Goblin yang lain saja.


Kali ini butuh waktu 20 menit bagi dirinya untuk menemukan Goblin yang lainnya. Kali ini dia menemukan kelompok yang terdiri 5 ekor Goblin yang sedang menguliti buruan mereka berupa seekor kijang.


Karena batas waktunya sudah lewat, kerangka yang tadi dia panggil sudah berubah menjadi abu. Yang mana itu memaksa Winter untuk memanggilnya kembali.


Masih memperhatikan para Goblin itu dari kejauhan, Winter mulai memikirkan strategi yang akan dia jalankan.


“Dua lawan lima... Jelas akan susah, apakah aku harus memanggil mereka?”


Sempat ragu, Winter akhirnya membulatkan tekadnya.


“Summon : Robert”


Menggunakan Skill Summonernya untuk pertama kalinya, sebuah lingkaran sihir berwarna putih tercipta di atas tanah. Darinya muncul seorang pria yang berambut merah dengan pakaian yang bersimbah darah.


Tatapan matanya tampak kosong dengan kulitnya yang pucat serta mulai tampak proses pembusukan sedang berlangsung pada tubuhnya.


Itu benar, apa yang berdiri sekarang adalah pemilik toko Job Robert, Robert.


Syarat utama untuk menjadikan seekor makhluk sebagai makhluk panggilan adalah dengan cara membuat kontrak dengan makhluk tersebut. Jika makhluk itu menyetujuinya, maka kontrak pun akan sukses. Namun, jika makhluk itu menolaknya, maka kontrakpun dinyatakan gagal.


Karena itulah para Summoner akan selalu menghajar makhluk yang hendak mereka kontrak hingga ke tahap kritis agar makhluk itu tidak mampu menolak kontrak yang diarahkan kepadanya.


Robert yang telah dibangkitkan kembali menggunakan Nercromancy jelas tidak akan punya niatan untuk melawan perintah tuannya.


Dengan begitu Winter mampu menjadikannya makhluk panggilan dengan sangat mudah.


Alasan kenapa Robert menjadi makhluk panggilan Winter juga adalah alasan utama kenapa Winter memilih Job Summoner sebagai Job keempatnya.


Winter yang hanya ingin menghabisi Robert secara tidak sengaja telah menghabisi putri Robert yang tidak hanya bukanlah targetnya tapi juga adalah seorang anak kecil yang tidak bersalah.


Di tengah kepanikan dan kebingungannya, Winter menemukan buku yang berisikan Job Summoner di dalam deretan rak buku di dekatnya.


Seketika Winter mendapatkan pencerahan.


Mengambil Job Summoner, Winter mencoba menjadikan Robert sebagai makhluk panggilannya dan ternyata berhasil.


Dengan ini tidak hanya dirinya mendapatkan makhluk panggilan, tapi dia juga sekarang tidak perlu ambil pusing untuk menyembunyikan mayat mereka.


Menunggu selama 30 detik, Winter kembali menggunakan Skillnya.


“Summon : Clara”