A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 39 : Deformed Atrocity



“♪....♪...♫...♪...♪”


Entah darimana asalnya, tiba-tiba saja terdengar suara musik yang memainkan alunan melodi yang membekukan jiwa.


Itu adalah sebuah suara musik yang menyayat hati seolah sedang menceritakan sebuah cerita dengan akhir yang tidak bahagia.


Kkuuuaaakkkk!!!


Bersamaan dengan teriakan kedua yang makhluk menjijikan itu keluarkan, Winter pun tidak lagi punya alasan untuk ragu.


Mengambil inisiatif, sebuah “Positive Slash” pun dilepaskan.


Sebuah bilah cahaya berbentuk bulan sabit melayang cepat mengarah ke Deformed Artrocity. Karena badannya yang besar, tanpa perlu membidik sekalipun serangan Winter sukses mengenai tubuh makhluk menjijikan itu.


Karena Deformed Atrocity termasuk ke dalam golongan Undead. Serangan Winter yang memiliki element cahaya mendapatkan keuntungan 2x total kerusakan.


Berharap menghasilkan kerusakan besar, betapa terkejutnya Winter ketika melihat hanya 229 kerusakan yang berhasil dia hasilkan.


Kkuuuaakakkaakkakaa..!!!


Bukannya menghasilkan kerusakan besar, Winter malah memancing amarah dari Deformed Atrocity yang kini mengayunkan salah satu kaki besarnya tepat ke arah Winter. Booom! Sebuah ledakan hebat tercipta ketika kaki Deformed Atrocity menghantam “Protection Ground” yang Guardian Angel aktifkan.


Sebuah kubah pelindung yang kokoh seketika retak mengalami kerusakan hebat hanya dengan satu serangan itu saja. jika kubah pelindung menerima satu serangan lagi, maka tamatlah sudah riwayat Winter.


“Tch, Saber! Sky! Hadapi para Zombie mengganggu itu! Blizzard, ayo!”


Memberikan perintahnya, tidak lupa Winter menggunakan “Positive Aura” kepada Saber dan Sky agar memudahkan mereka untuk menyingkirkan para Zombie. Setelah itu, Winter lalu naik ke punggung Blizzard dan memerintahkannya untuk segera melaju. Aauuuu...! melolong keras, Blizzard sontak melaju dengan Winter berada di punggungnya.


Berharap agar Saber dan Sky cukup untuk setidaknya mengulur waktu, Winter hendak fokus melawan Deformed Atrocity tanpa ingin di ganggu oleh Zombie yang tidak berguna.


“Guardian Angel! Heavy Impact!” menuruti perintah Winter, Guardian Angel tidak lagi berada dalam posisi bertahan. Menggabungkan kedua perisai yang dia bawa, cahaya terang menyelimuti perisainya yang lalu dia hantamkan tepat ke arah Deformed Atrocity.


Kwuaerakea!


Seolah tidak mau mengalah, Deformed Atrocity juga ikut menyerang dengan kakinya. Booom! Ledakan hebat kembali terjadi ketika kedua serangan saling beradu.


Memang benar kalau Guardian Angel itu adalah tipe Makhluk Summon yang berfokus pada pertahanan. Tapi, jangan pernah meremehkan kemampuan menyerangnya terlebih jika lawannya adalah seorang Undead.


Dengan suara ledakan yang memekikkan telinga, Guardian Angel unggul dalam adu serangan tanpa terluka sedikitpun sementara Deformed Atrocity mengalami total 811 kerusakan dengan kaki yang dia gunakan untuk


menyerang kini hancur berkeping-keping.


Kuuaaaakkakaka!!!


Deformed Atrocity yang kini hanya memiliki 4 kaki yang tersisa tampak murka. Tubuhnya bergetar hebat sementara suara tangisan wanita keluar dari mulutnya yang mengerikan.


Woof! Woof! Merasakan firasat buruk, Blizzard segera membawa Winter menjauh dari Deformed Atrocity yang bertingkah aneh.


Mengamati dari tempat aman, Winter bingung ketika Skill apa pun yang mungkin makhluk itu aktifkan, Winter tidak mampu melihat efek apa yang Skill itu miliki karena selain suara tangisan wanita, tidak terlihat ada sesuatu yang terjadi.


“Bukan serangan fisik maupun magis... serangan mental? Debuff?”


Walau dia tidak tahu apa yang baru saja makhluk itu lakukan, Winter tetap senang karena dia tidak berada dalam jarak jangkauan Skill itu. Kembali menembakan “Positive Slash” Winter berencana untuk terus menyerang dari jarak aman sementara Guardian Angel menahan makhluk itu.


Kuakakakkaka!!!!


Melompat mundur Deformed Atrocity lalu menggabungkan kedua kaki depannya yang tersisa lalu menggunakannya untuk menghantam Guardian Angel. Bagaikan diterjang oleh batang pohon yang besar, Guardian Angel menerima


serangan itu dengan kedua perisainya.


Bang! Hantamannya begitu keras hingga menghancurkan kubah pelindung yang masih aktif dan bahkan membuat Guardian Angel terdorong jauh ke belakang.


Total 1.005 kerusakan Guardian Angel terima yang mana itu langsung mengurangi setengah dari total HP yang dia miliki.


Perlu diketahui kalau Guardian Angel memiliki sebuah Skill pasif yang membuatnya mampu mengurangi 50% dari total kerusakan yang dia terima. Melihat kalau satu serangan kuat dari Deformed Atrocity mampu mengurangi setengah HP Guardian Angel, Winter tidak mau membayangkan apa yang akan terjadi jika serangan itu ditujukan kepadanya.


“Positive Energy!”


Menembakkan bola dari energi positif, terlihat hanya 141 kerusakan saja yang tercipta.


Tidak berkecil hati, Winter lalu kembali memerintahkan Guardian Angel untuk menggunakan “Heavy Impact”.


Boom! Hantaman keras kini mengenai Deformed Atrocity secara telak.


Total 2.526 kerusakan tercipta yang mana itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Deformed Atrocity terkapar di atas tanah dengan luka menganga di tubuhnya.


“Tunggu, aku berhasil!?” sempat merasa senang, ingin sekali Winter untuk memukul dirinya sendiri karena lupa kalau dia sedang bermain game dan ini adalah pertarungan Boss.


Scrath! Mengoyak tubuh Deformed Atrocity dari dalam adalah sebuah lengan pucat yang tampak seperti ranting pohon.


Apa yang merangkak keluar dari tubuh Deformed Atrocity adalah sesosok Manusia yang tinggi namun memiliki tubuh yang sangat kurus hingga seluruh tulang di tubuhnya terlihat jelas. Kulitnya juga sangatlah pucat hingga orang mati pun pasti akan malu dibuatnya.


Tidak mengenakai sehelai kainpun, Winter sangat bersyukur karena sosok itu tidak memiliki kelamin jadi tidak ada hal bagus yang bisa dilihat darinya.


Yang paling membuat bulu kuduk merinding adalah sosok itu tidak memiliki wajah. Sebagai gantinya, terdapat sebuah mulut bulat yang lebar di tempat wajahnya seharusnya berada.


Kakakakka!!!!


Mengeluarkan rintihan mirip suara perempuan, sosok itu sontak berlari melaju menuju arah para Zombie sedang berkumpul.


“SKY!” berteriak sekeras-kerasnya, Winter memerintahkan Sky untuk menghadang sosok itu agar dia tidak kabur.


Dengan cakar yang membara dari efek Skill “Sky Dive” Sky siap untuk menerkam sosok tersebut. Sayang, sosok itu sangatlah lincah hingga mampu menghindari serangan Sky sedang begitu mudahnya.


Akan tetapi, dia tetap tidak bisa lolos dari efek “Positive Energy” yang masih menyelimuti tubuh Sky.


Kkkuaaakakaka!!!


Suara rintihan kembali terdengar ketika punggung sosok tersebut meleleh sambil mengeluarkan asap yang lebat. Kuhuhuhu! Meski dirinya terluka, tapi suara tawa seolah keluar dari mulut lebarnya ketika dia akhirnya sampai di tujuannya.


Tanpa basa-basi sosok itu segera melompat ke tengah-tengah gerombolan Zombie dan hal yang mengerikan pun terjadi.


Sekali sosok itu menyentuh tubuh Zombie yang membusuk, Zombie tersebut mengerang kesakitan seraya daging dan tulang yang tersisa darinya seakan mencair dan mengalir ke dalam tubuh sosok tersebut. Tidak hanya satu atau dua, tapi semua Zombie yang dia sentuh juga bernasib sama.


Daging-daging busuk mulai berkumpul di dalam tubuhnya hingga apa yang awalnya tampak seperti sosok Manusia kurus kini mulai tampak seperti sebuah gumpalan daging raksasa yang berdenyut-denyut.


“Sky! Flamethrower!”


Menuruti perintah tuannya, sebuah nafas api keluar dari paruh Sky yang sontak menyelimuti seluruh permukaan bola daging itu.


Anggka 169 bermunculan seraya sebuah rengekan pilu terdengar di telinga.


“Saber! Guardian Angel! Musnahkan semua Zombie busuk itu!!”


Grraaooo!!! Balas Saber yang segera melontarkan 3 bilah pedang berlapis cahaya dari punggungnya yang sontak mencabik-cabik semua Zombie yang mulai mengerumuni bola daging itu. Walau dia tidak bisa berbicara, Guardian Angel tetap menuruti perintah yang Winter berikan. Menggunakan kedua perisai di tangannya, semua Zombie yang


mencoba untuk mengerumuni bola daging harus rela menjadi daging giling di atas tanah.


Tidak butuh waktu lama sebelum akhirnya tidak ada lagi Zombie yang berada di sekitar bola daging yang kini tengah di masak oleh api dari Sky.


Kakkakaakaka...!!!


Mencoba untuk melawan, sebuah tentakel daging tumbuh dari bola daging itu yang berayun mencoba untuk menjatuhkan Sky dari langit.


Karena kecepatan tentakel yang lambat membuat mudah bagi Sky untuk menghindarinya.


Ketika aroma daging panggang mulai memenuhi udara, bola daging yang kini mulai menghitam mencoba untuk menumbuhkan tangan dan kaki supaya bisa membawanya kabur dari tempat ini.


“Mau kabur? Jangan harap! Positive Slash!” sebuah bilah cahaya melayang cepat.


Dengan total 1.139 kerusakan tercipta, bukan hanya Winter sukses memotong seluruh tangan dan kaki yang baru saja tumbuh, tapi Winter juga sukses mengurangi ukuran bola daging itu dari yang awalnya seukuran orang dewasa kini tidak lebih dari seukuran anak kecil.


Kkakakakka!!!


Sontak bola daging itu pecah dan kembali memunculkan sosok Manusia kurus itu yang juga telah ikut mengecil hingga sosoknya kini tampak seperti seorang anak kecil yang tidak mengenakan baju.


“Guardian Angel!” tanpa memberikan ampunan sedikitpun sebuah perisai menghantam sosok anak kecil itu hingga membuatnya gepeng di atas tanah.


Bersamaan dengan itu, suara alunan musik yang menegangkan yang sedari dari berbunyi kini telah berhenti dan dunia pun kembali senyap.


Selang beberapa lama sebuah kotak harta berlapis perak muncul di hadapan Winter pertanda kalau pertarungan telah benar-benar berakhir.


...


Para Zombie yang berdatangan perlahan-lahan mulai pergi menjauh seolah mereka tidak lagi tertarik. Menyaksikan para Zombie itu pergi menjauh, Winter bernafas lega karena dengan ini dia tidak perlu repot-repot untuk meladeni mereka.


Dengan seluruh Makhluk Summonnya mengelilinginya untuk berjaga-jaga, Winter pun membuka kotak harta yang ada di hadapannya.


“..Jelek” tidak mampu menahan kekecewaannya, Winter memandang ‘benda’ yang ada di tangannya dengan penuh rasa jijik.



Grade : Rare     Quality : Excellent     Type : Outfit


DEF : 500 M.DEF : 500 Durability : 1.000


Sebuah Exoskeleton yang melindungi seluruh tubuh pengguna dari segala jenis serangan.


Mengurangi kerusakan yang diterima dari serangan fisik maupun serangan magis sebanyak (50%) serta meningkatkan seluruh Stats pengguna sebanyak (30%).


Stats dan ketahanan akan bertambah sebanyak (20%) jika berada di daerah yang penuh dengan Miasma.


Memberikan Skill [Undead Devour] yang memungkinkan pengguna untuk memulihkan HP dan MP dengan


melahap Undead yang ada di sekitar pengguna.


Requirement : None


Jika hanya dari statsnya saja maka Winter akan mengakui kalau ini termasuk ke dalam salah satu Equipment terbaik yang pernah dia lihat.


Akan tetapi, jika itu dari segi penampilan. Maka Winter lebih suka telanjang bulat ketimbang mengenakan ‘benda’ ini bahkan jika dia terpaksa sekalipun.


Bagaimana tidak?


Meskipun ‘benda’ ini disebut sebagai Exoskeleton. Lebih tepat menyebutnya sebagai sebuah kostum karena jika mau mengenakan ini, maka Winter harus melepaskan semua Equipment yang sedang dia kenakan karena ‘benda’


ini memakan seluruh slot Equipment yang ada terkecuali Aksesoris.


Lalu, alasan terakhir dan yang paling penting.


Penampilannya sangatlah buruk rupa!


Wujudnya mirip dengan penampilan sosok Manusia kurus yang keluar dari dalam Deformed Atrocity. Hanya saja penampilannya lebih tebal hingga membuatnya terlihat seperti sebuah kostum halloween yang menakutkan.


Oleh karena itu, Winter tidak akan pernah mau mengenakannya bahkan jika harus di paksa sekalipun.


Jika saja ‘benda’ ini bukanlah barang drop dari seekor Mobs Langka, maka ‘benda’ pasti sudah Winter buang jauh dari pandangannya. Karena di buang sayang, menjualnya pun adalah tindakan bodoh karena bisa saja yang membelinya malah akan menjadi lawannya. Lebih baik menempatkannya ke dalam tempat penyimpanan dan membiarkannya berdebu di sana.


Melihat kembali ke dalam Kotak Harta, Winter juga menemukan banyak uang serta Potion yang tersimpan di sana. Mengambil semuanya, Winter yang sudah selesai dengan kotak harta kini kembali menaruh perhatiannya kepada reruntuhan yang ada disekitarnya.


Setelah pertarungan melawan Deformed Atrocity, banyak reruntuhan yang hancur karena dampak dari pertarungan yang terjadi. Berkat itu pandangan Winter menjadi semakin luas dan begitu juga dengan “Surrounding Awareness” miliknya yang kini memiliki rekasi yang jauh lebih banyak dari sebelumnya.


Karena Questnya masih belum terhitung sebagai selesai, maka Winter memutuskan untuk menyelidiki seluruh area sekitar untuk mencari petunjuk.


...


Ketika Winter sedang sibuk menjelajah area reruntuhan. Terdapat banyak sekali mata yang sedang menyaksikan segala hal yang dia lakukan.


Bertempat di dalam sebuah ruangan tertutup, terdapat banyak sekali layar monitor yang terpasang di dinding ruangan hingga membentuk sebuah layar raksasa.


Pada layar tersebut sedang ditampilkan berbagai macam pemandangan dari seorang Warrior yang sedang bertarung melawan Goblin. Seorang Peddler yang sedang sibuk menjajakan barang jualannya. Hingga pemandangan seorang Beggar yang sedang meminta-minta di pinggir jalan.


Itu semua adalah siaran langsung dari para Pemain yang sedang bermain game New Frontier Online (NFO).


Sedangkan identitas orang-orang yang sedang menyaksikan siaran itu tidak lain dan tidak bukan adalah para pegawai dari perusahaan V.R.C yang adalah pihak pengembang dari game NFO.


Dari sekian banyak Pemain yang ada, terdapat tiga Pemain yang sekarang sedang mendapatkan perhatian khusus dari pihak Pengembang.


Yang pertama adalah seorang Squire yang mengenakan Jirah putih sambil membawa sebuah perisai besar di salah satu tangannya dan sebuah tombak di tangan satunya. Squire tersebut kini sedang menjalankan Quest bersama


para Kesatria dari fraksi cahaya dengan tujuan untuk mengambil kembali sebuah desa yang kini telah hancur dan menjadi sarang dari para Mobs.


Yang kedua adalah seorang Peddler yang memiliki rantai emas sebagai kalung di lehernya. Si Peddler sedang asyik melakukan tawar menawar dengan seorang pelanggan yang memiliki perut yang besar.


Yang ketiga dan yang terakhir adalah Winter yang kini sedang sibuk mengumpulkan item yang tersebar di area reruntuhan.


Alasan kenapa ketiga Pemain itu mendapatkan perhatian khusus adalah karena mereka bertiga telah setuju untuk tampil di acara Live Stream sebagai perwakilan dari setiap fraksi yang ada.


“Jika Quest itu berhasil diselesaikan maka dia akan menjadi Pemain pertama di fraksi cahaya yang akan menjadi seorang pemegang Insignia kan?”


“Ya, sungguh sebuah kebetulan luar biasa dia bisa mengaktifkan Main Quest tepat setelah Update pertama selesai”


“Yang perlu disayangkan adalah karena dia adalah seorang Pemain Solo, butuh waktu lama baginya untuk bisa diakui sebagai seorang pemegang Insignia”


“Bagaimana dengan fraksi Netral? Apakah sudah ada yang memulai Main Quest?”


“Tergantung, jika orang itu pandai bicara, maka sebentar lagi Main Quest akan dimulai untuknya”


Tepat setelah dia berkata itu, muncul sebuah notifikasi di layar yang sedang menampilkan si Peddler yang baru saja selesai berbincang dengan pelanggannya. Dengan senyuman lebar di wajahnya, para pegawai dapat melihat dengan jelas kalau di sudut atas layar kini muncul sebuah simbol koin segi delapan yang terbuat dari emas murni.


“““Yesss!!!”””


Sorak-sorai terdengar memenuhi seluruh ruangan seraya para Pegawai merayakan hal ini.


“Hahaha... Akhirnya ada kemajuan dari fraksi Netral!”


“Sungguh, jika terlambat sebulan lagi maka fraksi Netral pasti akan menjadi bawahan dari fraksi lain”


Sambil menyebutkan informasi super rahasia yang tidak boleh bocor ke telinga para Pemain, para Pegawai yang senang bukan kepalang saling berpelukan satu sama lain karena dengan ini skenario terburuk tidak akan terjadi.


Setelah perayaan kecil-kecilan mereka selesai, masih dengan senyuman di wajah para Pegawai kembali  melakukan pekerjaan mereka.


“Tetap saja, sementara fraksi lain masih belum punya satu fraksi bayangan sudah punya tiga”


“Mau bagaimana lagi kan? Fraksi yang lain terlalu santai! Mereka tidak punya perasaan krisis sehingga kemajuan mereka menjadi lambat”


“Aku tidak tahu apakah ini adalah hal yang baik atau buruk, tapi berkat kelakuan ketiga berandalan itu game ini akhirnya bisa bergerak sebagai mana seharusnya”


Atas ucapan itu, setiap mata kini terpaku pada sosok Winter yang baru saja selesai mengumpulkan semua item yang tersebar di area reruntuhan.


Tampak masih belum puas, Winter tetap diam di sana seolah dia merasa ada sesuatu yang janggal.


Melihat ini, keringat dingin mulai muncul di wajah setiap pegawai yang ada.


“Hei, kau pikir dia tidak akan menemukannya kan?”


“Memang Quest yang dia ambil itu untuk menemukan harta karun. Tapi, dari total 5 harta karun yang ada di Hutan Keramat, harta karun yang satu itu seharusnya menjadi yang paling sulit untuk ditemukan! Selain karena harus melawan seekor Mobs Langka dengan total level 50, tapi kau juga harus bisa menemukan pintu rahasia tanpa petunjuk apa-apa...”


Baru juga pegawai itu selesai menjelaskan, terlihat Winter sedang mengirim Makhluk Summonnya yang bernama Sky untuk terbang tinggi ke udara. Setelah menggunakan “Vision Sharing” sebuah seringai lebar pun muncul di


wajah Winter.


“Hei, hei... Jangan bilang!” mengontrol tangkapan layar, apa yang awalnya menampilkan sosok Winter dari perspektif orang ketiga kini berganti menjadi tangkapan dari sudut mata burung.


Berkat itu para Pegawai kini mampu melihat seluruh kompleks reruntuhan dengan sangat jelas.


Sontak suasana seluruh ruangan pun menjadi canggung...


“Siapa itu?! Siapa yang bilang kalau tidak ada petunjuk!!!”


Dapat terlihat di sana kalau sususan reruntuhan membentuk sebuah simbol. Walau sebagian reruntuhan telah hancur berkat pertarungan melawan Deformed Atrocity, tapi gambaran besar dari simbol masih dapat dilihat dengan jelas.


Sedangkan simbol apa itu, itu adalah sebuah simbol ‘X’ raksasa.


Tentu saja Winter yang juga melihat simbol ini langsung berjalan menuju bagian tengah dari simbol ‘X’ tersebut.


“Selesai sudah!”


“Bukan hanya dia sukses menghadapi Mobs Langka yang perbedaan levelnya jauh lebih besar darinya secara Solo, tapi otaknya juga terlewat encer”


“Arrrghh... Memangnya siapa sih yang mendesain area reruntuhan itu!?!”


Tanpa menyadari rintihan para pegawai yang sedang menyaksikan dirinya, dengan langkah ringan Winter berjalan menuju sebuah harta karun yang sedang menunggu dirinya.