
Dengan Staff baru di tangan, Winter berhasil membawa Partynya untuk menjelajahi Dungeon dengan sangat mudah seakan tidak ada halangan yang berarti.
“Positive Energy!”
Menembakkan bola cahaya putih yang bersinar, total 1.290 lebih kerusakan tercipta yang tentu saja tidak ada satupun Mobs dari kategori Undead yang mampu menahannya.
“Hm♪ Hm♪” bersenandung riang Winter membawa Chic dan Victor melewati lantai ketiga dengan suasana hati yang riang.
“Staff itu cheat”
“Setuju”
Tanpa mengindahkan komentar kedua rekannya, Winter kembali menembakkan “Positive Energy” yang adalah kebalikan dari “Negative Energy” dan kembali sukses mengirim Ghost yang muncul di hadapannya kembali ke alam baka.
Berkat senjata barunya, \ membuat penjelajahan Dungeon yang awalnya menyusahkan menjadi
seperti jalan-jalan di taman.
Tetap saja, pemandangan Winter yang mengenakan Equipment dari kulit manusia namun menembakkan cahaya putih nan suci sungguh adalah sebuah pemandangan yang tidak biasa.
“Hei, bagaimana kalau sebelum pergi ke lantai selanjutnya kita jelajahi dulu seluruh lantai ini? Siapa tahu kita dapat item Equipment seperti ini lagi!”
Mengangkat tinggi Staff di tangannya, usulan Winter pun mendapatkan anggukan dari kedua rekannya.
“Boleh saja, hanya saja aku kurang yakin kalau kita akan menemukan senjata curang seperti itu lagi”
“Aku sih setuju saja. Tapi seperti yang Chic katakan, kecil kemungkinan kalau Equipment seperti itu akan berserakan begitu saja”
“Kalau kita tidak mencoba kita tidak akan tahu, kan?” dengan penuh percaya diri Winter kembali memimpin Partynya menjelajahi seluruh lantai ketiga dari Dungeon ini.
...
Setelah berjam-jam menjelajah, apa yang Chic dan Victor ucapkan ternyata benar adanya.
Selain Staff yang mereka temukan sebelumnya, segala jenis item dan Equipment yang mereka temukan selanjutnya hanyalah item biasa yang tidak ada harganya bagi mereka.
Mengamati Greatsword dan War Hammer di tangannya. Winter mendapati kalau kedua senjata itu memiliki daya serang yang tinggi. Hanya saja kedua senjata itu tidak memiliki efek khusus dan yang lebih buruk lagi adalah tidak ada satupun dari mereka yang mampu menggunakan kedua senjata itu.
Menyimpan mereka kembali ke tempat penyimpanan, Winter mengamati pintu besar yang ada di hadapan mereka.
“Apakah ini adalah seperti yang aku pikirkan?”
“Yup, tidak diragukan lagi”
“Dari mana pun kau melihatnya, hanya satu hal yang terpikirkan ketika melihat pintu besar ini...”
Ruang Boss.
Tempat dimana Dungeon berakhir dan tempat Mobs terkuat bersemayam.
Mengalahkannya maka Winter dan yang lain akan menjadi orang pertama yang menaklukkan Dungeon ini.
Merasa sedih karena mereka tidak lagi bisa menjelajah, serta merasa senang karena menantikan hadiah apa yang akan mereka dapatkan. Dengan mata yang berbinar Winter pun memandangi kedua rekannya.
“Apakah HP dan MP kalian sudah penuh semua?” mendapatkan anggukan dari Chic dan Victor. Senyuman di wajah Winter semakin menjadi dan tanpa banyak basa-basi lagi dia pun meletakkan tangannya pada pintu di hadapannya “Boss, kami datang!”.
Mendorong dengan sekuat tenaga, betapa mudahnya pintu besar itu terbuka dan menampakkan sebuah aula besar yang muram.
Lantai, dinding, hingga langit-langitnya berwarna kelabu tanpa ada hiasan apa-apa.
Dengan hanya obor yang menempel di dinding serta lilin redup yang tersebar di seluruh lantai sebagai sumber cahaya. Party Winter sampai dibuat untuk menyipitkan mata mereka hanya demi bisa melihat apa yang berada di tengah-tengah ruangan.
Melangkahkan kakinya Winter berusaha untuk mendekat agar bisa melihat objek itu dengan lebih jelas lagi. Mengikutinya adalah Chic yang sudah siap untuk menghilang serta Victor yang sudah menghunuskan kedua pedangnya.
Baru juga beberapa langkah mereka ambil, seketika pintu di belakang mereka menutup dengan cepat hingga membuat suara “Blam!” yang nyaring hingga mengejutkan mereka semua.
Tidak cukup sampai di situ, tiba-tiba saja suara musik organ menggema di seluruh ruangan yang memainkan musik yang kelam seolah-olah ini adalah sebuah upacara pemakaman.
Chic seketika mengaktifkan “Cover Action” miliknya dan sosoknya kini tidak lagi terlihat oleh mata telanjang. Di sampingnya adalah Victor yang sudah memasang kuda-kuda bertarung dan matanya terpaku pada objek yang berada tepat di tengah-tengah ruangan.
Bahkan Winter, yang tadinya bersemangat kini memasang wajah serius dan di sampingnya sudah ada satu Living Armor yang dia panggil dengan level 10.
Dengan kedua mata yang menyala merah. Pandangan Winter tertuju pada objek yang berada di tengah-tengah ruangan.
Berbentuk persegi panjang, objek itu seluruhnya terbuat dari batu marmer putih yang dikelilingi oleh puluhan lilin yang menyala redup.
Thump! Thump! Thump!
Terdengar suara pukulan dari dalam objek tersebut seolah ada seseorang atau sesuatu yang terjebak di dalamnya yang kini mencoba untuk keluar.
Mundur ke barisan belakang, kini Living Armor berada di garis paling depan dengan Victor yang berada di belakangnya serta Chic yang tidak terlihat kini bergerak ke sisi lain ruangan.
Memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memanggil satu lagi Makhluk Panggilannya, Winter bersyukur karena dirinya sukses memanggil kembali Sky karena objek itu, peti mati itu baru saja terbuka.
Boom! Dengan suara ledakan tutup peti mati itu seketika berhamburan dan asap putih pun membumbung di udara.
Clank!... Clank!
Suara besi yang berat terdengar ketika sosok yang awalnya terkurung di dalam peti mati perlahan mulai memanjat keluar dari peti mati.
Bersamaan dengan sosok itu yang mulai menampakkan wujudnya, senandung para paduan suara berkumandang yang membuat suasana menjadi lebih tegang.
Ketika senandung itu mencapai puncaknya, sosok itu, Boss Dungeon ini akhirnya menampakkan wujudnya.
Mengenakan Full Armor yang hitam kelam, efek asap hitam mengepul dari tubuhnya yang dengan mudahnya mencapai 3 meter dengan bahu yang lebar serta dua lengan yang kuat. Meraih ke udara kosong, efek asap hitam kembali muncul dan kini asap itu perlahan mulai berubah wujud menjadi bentuk yang nyata.
Sedetik kemudian tangannya yang kosong kini telah membawa sebuah War Hammer yang berwarna hitam kelam sebagaimana Armor yang dia kenakan.
Dari balik Helm yang dia kenakan, dapat terlihat wajah putih yang pucat serta mata yang menyala merah.
“Grrooaaaa...!!!”
Dengan suara auman dari Boss Dungeon sebagai sinyal, pertarungan pun secara resmi telah dimulai!
Yang memulai langkah pertama adalah Chic.
Menggunakan “Backstab” dengan sempurna, Chic sukses menghasilkan total 140 kerusakan. Merasa masih belum cukup, “Double Stab” pun dia lancarkan dan menghasilkan total 613 sebanyak dua kali hingga total yang dihasilkan adalah 1.226 kerusakan.
Setelah melancarkan aksinya, Chic langsung menggunakan “Cover Action” untuk kembali menghilang dari pandangan.
“Grrraaaooo...!!!” Menerima dua serangan fatal dari Chic, Boss Dungeon langsung mengeluarkan auman yang memekakkan telinga.
Seketika dia menyerang secara membabi buta dengan asap hitam kini mengepul hebat dari tubuhnya.
“Apakah dia sekarat?”
Untuk menjawab pertanyaan Winter, ya. Boss Dungeon, Forgotten Lich bukan hanya sekarat tapi juga berada di ambang kematian(?).
Forgotten Lich memiliki total HP sebanyak 1.410 HP.
Berkat serangan dari Chic, total 1.366 HP telah hilang yang hanya menyisakannya dengan 44 HP saja.
Jika saja Forgotten Lich bukan berasal dari ras Undead. Serangan dari Chic yang sukses menembus tempat di mana jantungnya berada seharusnya sudah menimbulkan efek serangan kritikal atau bahkan fatal yang mana itu akan langsung merenggut nyawanya dengan seketika.
Dalam amukannya, Forgotten Lich mengayunkan War Hammer yang ada di tangannya dengan kuat hingga terdapat efek petir dari kepala War Hammer itu.
Mencari kesana-kemari, dia tidak menemukan keberadaan Chic yang kini telah sukses menghilang dari pandangan mata. Tidak mampu menemukan pelaku yang membawanya ke ambang kematian, Forgotten Lich kini menaruh pandangannya pada individu yang berdiri di hadapannya dengan perisai besar di tangan.
Dengan satu ayunannya dia sukses menghantam Living Armor yang siap menghadang.
Boom!
Bagaikan ledakan bom, suara War Hammer menggelegar ketika menghantam perisai yang di angkat oleh Living Armor.
Dengan 300 kerusakan yang seharusnya di timbulkan. Sayang semua itu masih belum mampu mengalahkan VIT Living Armor yang sebesar 510 sehingga itu sama saja dia tidak menerima serangan sama sekali.
Belum sampai di situ, serangan dari Forgotten Lich bukanlah serangan biasa.
War Hammer yang dia pegang memiliki efek tambahan berupa Debuff Paralyze yang akan membuat siapapun
yang menyentuh War Hammer nya atau menerima serangannya akan kehilangan kemampuannya untuk bergerak selama 30 detik lamanya.
Itu sungguh adalah efek yang berbahaya jika saja Living Armor tidak berasal dari ras Undead yang mana secara otomatis membuatnya kebal dari efek Paralyze.
Boom! Menerima serangan dengan perisainya, Living Armor sukses menahannya dengan sempurna seolah itu
bukanlah masalah baginya.
Mendapati kalau serangannya gagal, murka Forgotten Lich semakin menjadi dan dia kembali mengeluarkan sebuah auman yang memekakkan telinga.
“Berisik! Positive Slash!”
Menembakkan bilah cahaya yang berbentuk seperti bulan sabit. Serangannya sukses membelah leher Forgotten
Lich dan seketika kepalanya menggelinding di atas tanah.
Sementara tubuh Forgotten Lich mulai berubah menjadi butiran cahaya. Winter, Chic, dan Victor hanya bisa berdiri terpaku atas apa yang sedang mereka saksikan.
Memang benar kalau serangan Winter adalah serangan kritikal.
Terlebih serangan Winter mengandung element cahaya yang mana itu adalah racun bagi para Undead. Belum lagi, berkat \ yang Winter bawa, total kerusakan yang dia hasilkan ketika berhadapan dengan Undead meningkat hingga 4 kali lipat.
Melancarkan serangan itu kepada Mobs biasa dan berhasil menjatuhkan mereka dalam satu serangan itu masih di anggap wajar.
Tapi apa yang ada di hadapan mereka sekarang adalah sosok Boss Dungeon yang seharusnya mahakuasa dan sulit untuk dihadapi.
Melihat sosok mahakuasa itu jatuh hanya dalam total 3 serangan tentu adalah sebuah pemandangan yang tidak bisa di anggap wajar.
“Aku bahkan belum dapat giliran!” teriak Victor seraya dirinya memandangi kedua rekan Partynya secara bergiliran.
Bahkan Victor yang selalu menampilkan kesan orang yang tenang dan misterius tidak mampu menahan keterkejutannya ketika dihadapkan dengan situasi yang mengejutkan seperti ini.
Sementara Victor keheranan, Chic yang kini telah menampakkan wujudnya hanya bisa diam terpaku.
Mengira akan ada pertempuran yang maha dahsyat. Siapa yang mengira kalau dua serangan awalnya sudah lebih dari cukup untuk membawa sesosok Boss Dungeon ke ambang kematian.
“Apakah kita Overleveled?”
Menduga kalau itu adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal. Perkataan Winter langsung di balas anggukan oleh kedua rekannya.
Overleveled.
Sebuah sebutan untuk mereka yang memiliki level yang terlalu tinggi dari yang seharusnya.
Dengan level mereka yang jauh lebih tinggi dari batas yang telah ditentukan. Mereka membantai habis semua Mobs yang ada bagaikan sedang memotong rumput.
Itu adalah sebuah sebutan yang sangat pas untuk situasi saat ini padahal itu kurang tepat.
Total level dari Forgotten Lich adalah level 30.
Sementara level Winter adalah level 25 dan itu adalah level tertinggi dari mereka bertiga.
Dengan selisih 5 level, seharusnya Forgotten Lich masih mampu untuk menyulitkan Party Winter yang datang menantangnya.
Alasan kenapa Forgotten Lich tumbang hanya dengan 3 serangan itu adalah sesuatu yang akan dijelaskan untuk lain waktu.
Walau pertarungan sebelumnya terasa sangat anti-*******. Tapi hadiah yang mereka dapatkan adalah nyata.
Pang! Dengan satu ayunan dari Living Armor. Treasure Chest itu tetap tidak bergerak yang menandakan kalau itu bukanlah Mimic.
Sebagai pemimpin Party, sudah sepantasnya bagi Winter untuk mendapatkan penghormatan untuk membuka peti harta itu.
“Whooaa...!!!”
Dengan efek pancaran cahaya emas yang menyilaukan mata. Winter memasang wajah penuh semangat bagaikan seorang anak yang baru saja membuka kado natal.
Dari samping terdapat Chic dan Victor yang hanya bisa berdiri diam.
Bukan karena takjub tapi heran kenapa Winter dengan sengaja membuat efek yang berlebihan seperti itu.
Tanpa menghiraukan kedua rekannya, Winter pun mengambil isi dari peti harta itu.
Apa yang dia temukan selain hadiah uang serta berbagai macam Potion adalah satu set Equipment yang berwarna putih bersih serta memancarkan aura suci yang menjernihkan jiwa.
Dan yang paling penting, di mata Winter. Semua Equipment itu memancarkan cahaya keperakan yang memberitahukan kualitas dari Equipment itu.
Grade : Super Rare Quality : Excellent Type : Outfit
DEF : 100 M.DEF : 500 Durability : 100
Satu dari Lima bagian dari ‘Bright Saint’s Series’. Sebuah jubah keagamaan suci yang telah diberkahi oleh sang Dewi Cahaya.
Meningkatkan pertahanan Pengguna terhadap serangan sihir serta meningkatkan afinitas Pengguna terhadap elemen cahaya.
Mengurangi kerusakan yang diterima oleh Element Kegelapan sebanyak (30%).
Equipment Bonus :
1. (2/5) Memberikan pengguna Skill [Light Blessing] yang memungkinkan pengguna untuk menyembuhkan segala macam luka.
2. (4/5) Memberikan pengguna Skill [Summon : Guardian Angel] yang memungkinkan pengguna untuk memanggil Guardian Angel yang akan melindungi pengguna dari segala macam marabahaya.
3. (5/5) Selama pengguna mengenakan Equipment ini, maka semua Skill yang pengguna gunakan akan berganti menjadi Element cahaya.
Requirement : Total Level 25. (INT : 150)
Itu adalah sebuah baju keagamaan yang biasa digunakan oleh tokoh Saint alias Gadis Suci di dalam cerita.
Dengan kain yang berwarna putih bersih, Vestment itu berhiaskan oleh sulaman emas serta permata yang bersinar biru yang memberikannya kesan mewah dan suci secara bersamaan.
Grade : Super Rare Quality : Excellent Type : Headwear
M.DEF : 200 Durability : 100
Satu dari Lima bagian dari ‘Bright Saint’s Series’. Sebuah Tiara suci yang telah diberkahi oleh sang Dewi Cahaya.
Meningkatkan pertahanan Pengguna terhadap serangan sihir serta melindungi pengguna dari segala macam serangan mental.
Memungkinkan pengguna untuk bertahan di daerah yang penuh akan Miasma tanpa mengurangi stats pengguna.
Equipment Bonus :
1. (2/5) Memberikan pengguna Skill [Light Blessing] yang memungkinkan pengguna untuk menyembuhkan segala macam luka.
2. (4/5) Memberikan pengguna Skill [Summon : Guardian Angel] yang memungkinkan pengguna untuk memanggil Guardian Angel yang akan melindungi pengguna dari segala macam marabahaya.
3. (5/5) Selama pengguna mengenakan Equipment ini, maka semua Skill yang pengguna gunakan akan berganti menjadi Element cahaya.
Requirement : Total Level 25. (MND : 100)
Itu adalah sebuah mahkota yang terbuat dari perak murni serta berhiaskan permata yang berkilauan dan terasa ringan saat digunakan.
Grade : Super Rare Quality : Excellent Type : Gloves
DEF : 150 Durability : 100
Satu dari Lima bagian dari ‘Bright Saint’s Series’. Sebuah pelindung tangan suci yang telah diberkahi oleh sang Dewi Cahaya.
Meningkatkan pertahanan Pengguna terhadap serangan fisik serta meningkatkan afinitas Pengguna terhadap elemen cahaya.
Memungkinkan pengguna untuk menggunakan segala jenis senjata tanpa mendapatkan penalty.
Equipment Bonus :
1. (2/5) Memberikan pengguna Skill [Light Blessing] yang memungkinkan pengguna untuk menyembuhkan segala macam luka.
2. (4/5) Memberikan pengguna Skill [Summon : Guardian Angel] yang memungkinkan pengguna untuk memanggil Guardian Angel yang akan melindungi pengguna dari segala macam marabahaya.
3. (5/5) Selama pengguna mengenakan Equipment ini, maka semua Skill yang pengguna gunakan akan berganti menjadi Element cahaya.
Requirement : Total Level 25. (STR : 50)
Itu adalah sepasang gauntlet yang terbuat dari perak murni.
Tidak ada permata yang terpasang pada mereka. Sebagai gantinya terdapat ukiran rumit yang menghiasi permukaan gauntlet tersebut.
Grade : Super Rare Quality : Excellent Type : Greaves
DEF : 100 AGI + 50 Durability : 100
Satu dari Lima bagian dari ‘Bright Saint’s Series’. Sebuah pelindung kaki suci yang telah diberkahi oleh sang Dewi Cahaya.
Meningkatkan pertahanan Pengguna terhadap serangan sihir serta meningkatkan afinitas Pengguna terhadap elemen cahaya.
Memberikan pengguna Skill [Sky Step] yang memungkinkan pengguna untuk berjalan di udara untuk sementara waktu.
Equipment Bonus :
1. (2/5) Memberikan pengguna Skill [Light Blessing] yang memungkinkan pengguna untuk menyembuhkan segala macam luka.
2. (4/5) Memberikan pengguna Skill [Summon : Guardian Angel] yang memungkinkan pengguna untuk memanggil Guardian Angel yang akan melindungi pengguna dari segala macam marabahaya.
3. (5/5) Selama pengguna mengenakan Equipment ini, maka semua Skill yang pengguna gunakan akan berganti menjadi Element cahaya.
Requirement : Total Level 25. (STR : 50)
Itu adalah sepasang pelindung kaki yang terbuat dari perak murni.
Sama seperti pelindung tangan yang sebelumnya, Equipment yang satu ini juga dihiasi oleh ukiran yang rumit dengan tambahan hiasan berupa sayap perak pada kedua sisi pelindung kaki itu.
Grade : Super Rare Quality : Excellent Type : Weapon
M.ATK : 120 INT + 50 Durability : 100
Satu dari Lima bagian dari ‘Bright Saint’s Series’. Sebuah Staff suci yang telah diberkahi oleh sang Dewi Cahaya dan hanya diizinkan untuk di bawa oleh seorang gadis yang masih suci.
Meningkatkan afinitas Pengguna terhadap elemen cahaya serta memberikan bonus (20%) pada setiap serangan dari element cahaya.
Memberikan pengguna Skill [Illuminate the World] yang mampu menerangi dunia dan mensucikan segala jenis kebatilan.
Equipment Bonus :
1. (2/5) Memberikan pengguna Skill [Light Blessing] yang memungkinkan pengguna untuk menyembuhkan segala macam luka.
2. (4/5) Memberikan pengguna Skill [Summon : Guardian Angel] yang memungkinkan pengguna untuk memanggil Guardian Angel yang akan melindungi pengguna dari segala macam marabahaya.
3. (5/5) Selama pengguna mengenakan Equipment ini, maka semua Skill yang pengguna gunakan akan berganti menjadi Element cahaya.
Requirement : Total Level 25. (STR : 50)
Itu adalah sebuah staff setinggi hampir 2 meter yang membuatnya jauh lebih tinggi dari Winter yang hanya memiliki tinggi 168 cm.
Terbuat dari perak murni serta bertahtakan permata yang indah. Kepala Staff itu berbentuk seperti cahaya matahari dengan sebuah kristal yang memancarkan cahaya putih berada tepat di tengahnya.
Tanpa banyak basa-basi Winter langsung mengenakan semua Equipment itu.
Karena STR yang dia miliki berada tepat pada persyaratan yang dianjurkan. Membuat pelindung tangan, kaki, serta staff yang dia bawa terasa berat namun tidak menghalangi pergerakannya.
Awalnya mengenakan Equipment dari kulit manusia. Kini Winter bergani mengenakan Equipment yang memancarkan cahaya suci yang menyilaukan.
Dengan rambut perak panjang yang tergerai serta sebuah Tiara yang menambah pesonanya, membuat Winter yang sudah cantik menjadi tambah cantik.
Terlebih sepasang matanya yang tajam serta mengeluarkan efek cahaya kemerahan.
Apa yang awalnya memberikannya kesan menakutkan kini malah memberikan kesan mistik karena penampilannya yang sangat menyerupai seorang Saint dalam cerita.
Bahkan Chic dan Victor sampai kehabisan kata karena perubahan penampilan yang tiba-tiba.
Sementara Winter sendiri merasa sangat kegirangan karena bukan hanya mendapatkan satu set Equipment secara percuma. Dengan ini dia akhirnya bisa menyempurnakan penyamarannya saat berada di wilayah fraksi cahaya.
“Bagaimana efeknya?” tanya Chic yang akhirnya tersadar dari keterkejutannya. “Ini” ucap Winter sambil menyerahkan secarik kertas yang menunjukkan seluruh stats dari Equipment yang dia kenakan.
Kertas itu dia temukan di dalam peti harta bersamaan dengan semua hadiah yang dia ambil. Jika bukan karena itu mustahil baginya atau siapapun itu untuk bisa melihat stats dari Equipment yang mereka terima.
“Hei, masih ada satu lagi” membaca isi dari kertas itu, Chic menemukan kalau masih ada satu Equipment yang tersisa.
“Ah, itu” menengok kembali ke dalam peti harta, Winter melihat sebilah pedang perak dengan gagang yang berlapiskan emas serta berhiaskan permata. “STR ku tidak cukup. Victor, bisa ambilkan?”.
Berjalan mendekati peti harta itu, Victor lalu mengambil pedang itu dengan mudahnya pertanda kalau dia memiliki STR yang cukup untuk menggunakan pedang itu.
Membaca efeknya dari kertas yang diberikan oleh Chic, Victor sampai dibuat kagum olehnya karena pedang ini dengan mudahnya melampaui semua pedang yang dia miliki.
“Untukmu saja” ucap Winter dengan santainya.
“Apakah kau yakin? Aku tidak melakukan apa-apa kau tahu”
“Tenang saja. Toh, aku dan Chic juga tidak bisa menggunakannya” memberikan seringai nakalnya, Victor sampai dibuat bergidik karenanya.
“La-gi-pu-la...” berbicara dengan nada penuh riang gembira, Winter pun berkata “Kita butuh semua peningkatan untuk Main Quest kita”.