A Journey Of A Heartless Necromancer

A Journey Of A Heartless Necromancer
Chapter 15 : Raid



Bersembunyi di balik lebatnya malam, Winter sendirian diam mengamati rombongan warga desa yang sedang beramai-ramai dengan obor di tangan meneriakkan tiga nama gadis yang sejak siang pergi izin pergi ke dalam hutan namun sampai larut malam mereka masih belum kembali juga.


Karena hutan pada malam hari sangatlah berbahaya, mereka mempersenjatai diri dengan cangkul dan arit sambil waspada akan segala bahaya yang bisa datang menghampiri kapan saja.


Melihat rombongan orang ‘bersenjata’ dari balik semak-semak, Winter sama sekali tidak takut.


Itu dikarenakan ‘Keen Eyes’ miliknya dengan jelas memberitahukannya kalau ‘senjata’ yang mereka bawa tidak lebih dari sekedar alat pertanian semata.


Winter menghitung total ada 29 dari mereka.


Walau level mereka relatif rendah, namun jumlah itu tetaplah sebuah jumlah yang terlalu berat jika ditangani oleh satu orang saja.


Karena itulah, selagi dirinya tidak ketahuan Winter pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menggunakan semua Skill yang bisa dia gunakan.


[Summon] +1


MP : 20 CD : 30 detik


Grade : Tier-1 Spells


Stats : INT


Element : Neutral


Spells Effect : Memanggil makhluk yang telah di kontrak untuk bertarung dan menuruti semua perintah dari si pengguna. Jumlah makhluk yang dapat di panggil secara bersamaan adalah (2) makhluk.


Effective Range : 10 meter


Dengan Skill ini Winter pun memanggil Clara dan Robert. Dua NPC yang telah Winter habisi dengan keji dan kemudian Winter mengubah mereka menjadi Zombie agar menghapus jejaknya.


Name : Robert


Gender/Age : Male/37


Total Level : 7


Race : Zombie (1)


Job :


1.       Peddler (Lv. 3)


2.       Archer (Lv. 1)


3.       Appraiser (Lv. 2)


Stats :


(HP : 130) (MP : 70) (STR : 35) (VIT : 30) (AGI : 20) (DEX : 45) (INT : 50) (MND : 10)


Memanggil Clara dan Robert secara bersamaan membuat batas Makhluk yang bisa Winter panggil pun sudah mencapai batasnya... Itu jika menggunakan ‘Summon’ dari Job Summonernya.


Selama MP masih ada, Winter masih bisa memanggil Makhluk Panggilannya dari Job Necromancer.


[Summon : Ghost]


MP : 12 per Level CD : 1 menit


Grade : Tier-2 Spells


Stats : INT


Element : Dark


Spells Effect : Memanggil total (1) monster Ghost dengan total level (10) yang mematuhi semua perintah pemanggilnya selama (10) menit.


Effective Range : 10 meter


Weakness : Light, Fire


Memanggil 2 Skeleton dengan total level 5 dan satu Ghost dengan total level 5, membuat MP Winter yang tersisa menjadi 184 MP. Terima kasih berkat efek dari \ penggunaan MP Winter berkurang sebanyak 20%. Membuat Winter memiliki cukup MP untuk memanggil Makhluk Panggilan yang dia inginkan selanjutnya.


[Summon : Living Armor]


MP : 20 per Level CD : 5 menit


Grade : Tier-2 Spells


Stats : INT


Element : Dark


Spells Effect : Memanggil total (1) monster Living Armor dengan total level (10) yang mematuhi semua perintah pemanggilnya selama (10) menit.


Effective Range : 10 meter


Weakness : Light, Fire


Apa yang muncul dari lingkaran sihir berwarna hitam adalah sesosok Kesatria dengan Armor berwarna hitam legam yang memberikan kesan terkutuk. Di tangan kanannya adalah sebilah pedang panjang sedangkan di tangan kirinya adalah sebuah perisai besar yang juga berwarna sama.


Di panggil dengan total level 10, membuat Living Armor yang satu ini memberikan kesan intimidasi yang jauh berbeda dari makhluk panggilan Winter yang sebelumnya.


Dengan MP yang tersisa hanya sebanyak 24 MP, mengharuskan Winter untuk meminum \ yang memiliki efek untuk memulihkan total 100 MP miliknya. Yang mana ini membuat MP Winter kini kembali pulih menjadi 124 MP.


Karena Potion yang dia minum baru bisa diminum kembali setelah 15 menit, membuat Winter harus menghemat serangannya jika tidak ingin kehabisan MP.


Berharap kalau makhluk Panggilannya sudah lebih dari cukup, Winter pun mulai melancarkan aksinya.


...


“Lulu...! Mona...! Moni...!”


Memanggil ketiga nama anak gadis mereka yang masih kunjung kembali pulang, Kepala Desa pun berinisiatif mengumpulkan para pemuda desa untuk pergi mencari mereka.


Karena tinggal di desa yang terpencil, membuat mereka tidak punya akses kepada senjata yang sesungguhnya. Demi melindungi diri dari bahaya, mau tidak mau alat pertanian pun harus mereka gunakan.


Walau tidak ada dari mereka yang memiliki tipe Job petarung, bahkan ada dari mereka yang tidak punya Job sama sekali, mau tidak mau mereka harus tetap pergi mencari demi anak-anak gadis mereka yang malang.


Krasak-krusuk


Mendengar pergerakan tiba-tiba dari balik semak-semak, sontak membuat semua orang terdiam.


Dengan tangan yang bergetar, mereka mengarahkan ‘Senjata’ yang mereka bawa ke arah semak-semak dengan penuh kewaspadaan. Salah seorang pemuda mengarahkan obor di tangannya agar menyinari ke arah semak-semak yang dimaksud.


Krasak-krusuk


Melihat semak-semak yang kembali bergerak, para warga desa pun menjadi semakin waspada.


“Kau, cepat pergi periksa” atas perintah dari Kepala Desa, bahkan jika dia ketakutan sekalipun si pemuda yang malang memberanikan diri mendekati semak tersebut.


Dengan cangkul di tangan, pemuda itu mencoba untuk menyodok semak itu... “Ah!” ...hanya untuk mendapatkan sebuah anak panah menancap di kepalanya.


Berkat serangan kritikal tepat di kepala, total 108 kerusakan pun tercipta yang mana itu sontak membawa HP nya menjadi nol.


Menyaksikan kematian rekan mereka yang tiba-tiba, membuat para warga desa yang sangat asing dengan konflik berdarah menjadi terdiam mematung karena masih tidak mampu untuk memproses apa yang baru saja terjadi di


hadapan mereka.


Di saat para warga desa masih terdiam, tiba-tiba saja dari arah semak-semak yang tadi keluar sesosok bocah dengan kulit dan daging yang sudah membusuk menandakan kalau bocah itu sudah lama menghembuskan nafas


terakhirnya.


Meski memiliki tubuh yang membusuk, bocah itu masih sanggup untuk bergerak dan bahkan sukses menebas satu pemuda desa lainnya tepat di dada.


Menggunakan Skillnya, bocah itu, Clara sukses menghasilkan total 50 kerusakan yang mana itu langsung menjatuhkan satu lagi pemuda desa lainnya.


“Ma-mayat hidup!!!” atas teriakkan panik dari Kepala Desa, membuat para warga desa yang tadinya terdiam kini kembali tersadar.


“Rasakan ini!!” “Hiyaaat!” “Musnah kau!!!”


Satu-persatu pemuda yang akhirnya telah memberanikan diri mereka untuk membalas serangan dari Undead yang baru saja merenggut rekan dan kawan mereka.


Dua orang pemuda yang menyerang seketika menghentikan ayunan mereka. Itu dikarenakan walau mereka tahu kalau apa yang ada di hadapan mereka adalah Undead tak berakal, tapi wujudnya yang seperti anak kecil pada


akhirnya membuat mereka bimbang.


Sedangkan untuk pemuda lainnya yang meski dia takut, tapi dia tetap mengayunkan arit di tangannya dengan sekuat tenaga ke arah Clara.


Melihat ada serangan yang di arahkan kepadanya, Clara menaikkan perisai yang ada di tangan kirinya. Namun itu terbukti percuma karena orang yang tadinya berniat untuk menyerangnya kini sudah terkapar di atas tanah


dengan sebuah anak panah menancap tepat di dadanya.


Sementara itu, para warga desa yang tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah dari Kepala Desa mulai menyerang Clara secara bersamaan walau sebenarnya mereka ketakutan.


15, 27, 22 kerusakan tercipta seraya Clara menerima serangan yang bertubi-tubi dari warga desa yang mengepungnya. Hanya dengan 56 HP yang tersisa, hanya butuh dua atau tiga serangan lagi sebelum akhirnya


Clara kehilangan semua HP nya.


Di saat itulah Winter melancarkan serangan penuhnya.


Kratak-krutuk... Klatak-klutuk...


Selagi para warga desa sibuk dengan Clara, dua ekor Skeleton tiba-tiba saja muncul dari dalam hutan dan mulai menyerang warga desa yang tidak waspada.


“Ah! Tolong!” “Skeleton!!!”


Suara warga desa yang malang itu seketika sirna karena karena satu serangan dari Level 5 Skeleton sudah lebih dari cukup untuk merenggut semua HP milik mereka.


Melihat kedatangan dua musuh baru, membuat para warga desa yang lain menjadi semakin panik. Belum lagi mereka masih belum menemukan identitas dari pemanah yang sedari tadi menembaki mereka dari dalam hutan.


Kepala Desa yang melihat warganya tumbang satu-persatu adalah yang paling panik di antara semua orang.


Dia yang hanyalah Petani biasa yang kebetulan di angkat menjadi seorang Kepala Desa tentunya tidak akan pernah menyangka kalau dirinya akan dihadapkan dengan situasi hidup dan mati seperti ini. Tidak perlu lama sebelum dirinya menyesali keputusannya untuk mengumpulkan tim pencari hanya demi mencari tiga orang gadis yang sekarang mungkin sudah mati di makan Undead.


Dalam kepanikan Kepala Desa pun berteriak “Ka-kalian! Cepat ha-hadapi Undead itu...!” sebelum pada akhirnya segera mengambil langkah seribu kembali ke desa meninggalkan warganya sendiri sebagai perisai daging.


Para Pemuda yang berada dekat dengan Kepala Desa terpana ketika mereka melihat Kepala Desa sudah lari terbirit-birit meninggalkan medan pertarungan. Tidak mau mati konyol, sontak mereka membuang ‘Senjata’ di tangan mereka sebelum akhirnya ikut berlari mengikuti Kepala Desa mereka.


Situasi pun seketika menjadi kacau balau.


“Jangan harap kau bisa lari” mengatakan itu tidak kepada siapa pun, Winter mengirim Ghost yang dia panggil untuk menghadang si Kepala Desa serta warga desa lainnya yang sudah mulai kabur.


Dari dalam lingkaran sihir hitam legam muncul sesosok arwah semi-transparan dengan wujud yang terbilang kartunis karena memang penampakannya seperti penggambaran hantu pada kartun-kartun jadul yang mana


adalah seperti seseorang yang menutupi tubuhnya dengan kain putih dengan dua lubang pada bagian matanya.


Meski penampilannya terbilang kartunis, tapi teror yang Ghost bawa tidak bisa diremehkan.


Itu semua dikarenakan satu Skill bawaannya serta menjadi satu-satunya Skill rasial yang ras Ghost miliki...


[Soul Eater]


MP : 50 CD : 1 menit


Grade : Tier-2 Spells


Stats : INT


Element : Dark


Spells Effect : Menyerang langsung ke jiwa lawan sekaligus menyerap total HP dan MP lawan setiap sentuhannya yang memulihkan total 20% dari HP dan MP pengguna. Skill bertahan selama 30 detik setelah di aktifkan.


Effective Range : Jarak dekat


Damage : INT +30%


Effective : Light


Mengaktifkan Skillnya, Ghost suruhan Winter segera pergi melayang dan dapat dengan mudah menyusul Kepala Desa dan warga desa lainnya yang sudah berlari cukup jauh. “A...” teriakan hening keluar dari mulut Kepala Desa seraya kulitnya seketika memucat tepat setelah Ghost menembus tubuhnya.


Melihat kebelakang, mereka yang berlari bersama Kepala Desa juga ikut mengalami nasib yang sama.


Kulit mereka pucat seputih salju dengan mulut dan mata mereka yang terbuka lebar menolak untuk tertutup kembali.


Tidak lama setelah itu terdengar teriakan “Berhasil!” yang berasal dari salah seorang pemuda yang tetap tinggal untuk bertarung. Dia berteriak seperti itu karena dia baru saja sukses mengalahkan Clara yang telah cukup banyak merenggut nyawa kawan-kawannya.


Para warga desa lainnya yang menyadari hal ini juga ikut bersorak “Kita pasti bisa!” “Satu gugur!” “Ayo semangat!” seolah yakin kalau kekuatan mereka sudah cukup untuk melewati situasi yang berbahaya ini.


Sedikit mereka tahu kalau ini sebenarnya adalah awal dari keputusasaan mereka.


Berkat 'kematian' Clara, membuat satu slot kembali terbuka. Dengan ini Winter bisa kembali memanggil satu makhluk panggilan lagi untuk menemani Robert yang masih setia menembakkan anak panah ke arah warga.


Dan makhluk panggilan yang Winter panggil adalah...


“Summon : War Ogre”


...


Sementara Winter sedang menyibukkan... Atau lebih tepatnya membantai para warga desa yang pergi sebagai tim pencari. Chic sendirian mencoba menyusup ke dalam desa.


Desa yang menjadi incaran mereka tidak lebih dari sekedar desa kecil biasa dengan total 30 kepala keluarga.


Dengan sebagian besar pria sedang pergi, hanya menyisakan orang tua, wanita, dan anak-anak yang ada di desa yang tidak memiliki pengamanan apa pun ini.


Memang benar kalau masih terlihat ada tiga orang yang sedang berpatroli berkeliling desa dengan obor di tangan, tapi mereka tidak lebih dari remaja belasan tahun yang bahkan tidak punya Job apa pun.


Kembali memanfaatkan Skill ‘Cat Step’ dan Skill ‘Stealth Mastery’ secara penuh, Chic menyatu ke dalam bayangan malam.


Hal pertama yang Chic lakukan adalah menyingkirkan semua penjaga yang sedang berpatroli tanpa ketahuan. Untungnya jarak tiap penjaga itu saling berjauhan sehingga Chic hanya perlu memastikan kalau pemilihan waktunya tepat.


Walau ini akan menjadi pertama kalinya Chic menghabisi musuh Manusia. Dirinya yang sudah belajar konsep ‘Akting’ dari ibunya mulai mendalami perannya.


Sekarang dia akan menjadi seorang Assassin. Seorang Assassin yang bertugas untuk membunuh lawannya dalam diam tanpa ketahuan.


Kali ini Chic tidak akan lagi ragu.


Semua hanyalah akting. Terlebih ini adalah di dalam game. Tidak ada yang nyata. Tidak ada yang perlu diragukan lagi.


Lakukan aktingmu dengan benar, dan kemenangan akan menjadi di depan mata.


Mengaktifkan Skill ‘Cover Action’ untuk pertama kalinya, Chic pun sukses menyelinap tepat ke belakang salah satu penjaga yang sedang tidak waspada.


[Cover Action]


MP : 1 per detik CD : 1 menit


Grade : Tier-1 Art


Stats : DEX


Element : Neutral


Art Effect : Menyamarkan keberadaan pengguna selama pengguna masih memiliki MP


Effective Range : Jarak dekat


Dengan total MP nya adalah 195, membuat Chic mampu mengaktifkan Skill ini selama 3 menit dan 15 detik. Untungnya Chic tidak akan membutuhkan waktu selama itu untuk menghabisi penjaga yang ada di hadapannya.


Posisi mereka jauh dari kedua penjaga lainnya. Bahkan mereka sekarang tepat berada di balik sebuah rumah yang menghalangi pandangan kedua penjaga yang lain. Sedangkan penjaga yang ada di hadapannya masih sibuk


melihat ke depan berusaha untuk menerangi jalan dengan obor redup di tangannya.


Melihat kesempatan emas ini, tanpa membuang waktu lagi Chic pun sontak melompat sembari mengaktifkan Skillnya.


[Backstab]


MP : 20 CD : 30 detik


Grade : Tier-1 Art


Stats : STR (Damage)


Element : Neutral, Piercing Attack


Art Effect : Menusuk lawan dari belakang. Kerusakan akan bertambah 2x lipat ketika dilancarkan dalam keadaan tersembunyi.


Effective Range : Jarak dekat


Damage : STR + 100%


Belatinya menancap tepat ke punggung penjaga itu. Kebetulan atau tidak, serangan Chic sukses menusuk jantung penjaga yang masih tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Sukses melancarkan serangannya secara diam-diam, membuat kerusakan yang dihasilkan bertambah sebanyak dua kali lipat. Mengenai tepat ke titik vital lawan yang menghasilkan serangan kritikal itu adalah dua kali lipat lainnya. Belum lagi efek spesial dari \ yang akan menambah kerusakan sebanyak 10% jika lawannya berasal dari ras Manusia.


Total 616 kerusakan tercipta yang menembus pertahanan penjaga itu seolah tidak pernah ada.


Tidak perlu disebutkan lagi bagaimana nasib penjaga itu sekarang.


Melihat darah di tangannya, Chic yang masih di dalam mode akting tetap bersikap tenang. Membersihkan belatinya dengan kain dari baju korbannya, Chic pun kembali mengincar dua penjaga yang tersisa.